Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
25.5. Anna Side Story Part 3


__ADS_3

Dua hari setelah perseteruannya dengan Nikolai, tampak Anna melihat dari jendela ruangannya, orang-orang menerima bungkusan makanan dari Nikolai.


Anna tahu, Nikolai meminta bantuan pada orang-orang dibalik tebing. Dalam hati kecil Anna, ia merasa lega. Namun ia masih tetap tidak mau mengakuinya. Ia merasa gengsi untuk mengingkari ucapannya kepada Nikolai.


-


Tiga minggu kemudian. Di suatu pagi, saat musim pergantian sudah berlalu dan cuaca sudah mulai tenang. Bersyukur mereka bisa bertahan karena bahan makanan yang diminta Nikolai dari kota dibalik tebing. Kini mereka sudah bisa mulai melaut untuk mencari ikan.


Anna bersama dua orang pria Morra bertubuh kekar, tampak sedang mempersiapkan sebuah kapal untuk berlayar. Di sebuah tepian batu karang yang mereka gunakan sebagai sebuah dermaga alami.


Namun tiba-tiba tampak dari garis cakrawala, kapal datang menuju ke tempat Anna. Kapal yang biasa untuk nelayan besar mengarungi lautan lebih dari tiga atau empat hari. Tapi tidak sebesar kapal layar yang digunakan untuk mengangkut banyak barang dan orang.


Anna tampak menyipitkan matanya. Mencoba mengenali kapal tersebut.


"Apa itu mereka?" Tanya salah satu priw Morra yang memiliki rambut panjang menutup telinga.


"Apakah rombongan Saka kembali?"


"Sepertinya bukan. Itu bukan kapal mereka" ujar Anna yang tampak mulai meningkatkan kewaspadaannya.


Dan tak lama terlihat orang-orang di dalam kapal tersebut melambai. Orang-orang yang dikenal Anna.


"Halo kapten! Lama kita tidak bertemu" sapa salah seorang pria Morra dengan baju yang serupa dengan yang dikenakan Anna hanya saja berwarna merah lusuh.


"Ku pikir anda sudah berada di dasar laut barat. Ternyata bersembunyi disini" saut yang bertelanjang dada dengan celana panjang dari kulit. Sebuah pedang tergantung dipinggangnya.


Tampak semuanya lima pria. Turun dari kapal yang baru saja merapat tersebut. Dan tampaknya Anna mengenal kelimanya.


"Bagaimana kalian bisa menemukan ku disini?" Tanya Anna yang memberi tanda agar kedua pria yang bersamanya tadi untuk melarikan diri.


"Kami menemukan orang-orang anda yang terdampar di pesisir barat Xin. Dan dari mereka kami tahu tempat ini" yang berbaju merah tadi menjawab.


"Dimana mereka sekarang?" Tanya Anna lagi saat kini ia sudah tinggal sendiri bersama lima orang tersebut.


"Kondisi mereka lemah. Mereka tidak bisa bertahan. Musim peralihan itu berat, kau tahu?" Kali ini pria kekar dan botak yang menjawab.

__ADS_1


Terlihat ada kemarahan dimata Anna. "Lalu apa yang kalian inginkan dengan datang ketempat ini?" Tanyanya kemudian menahan emosinya.


"Kami melihat di pelabuhan Xin, kertas buronan senilai dua puluh keping emas diataskan nama anda" si baju merah lagi yang berucap.


"Apa kalian hendak menyerahkan ku? Apa kalian akan menghianati kapten kalian sendiri, demi uang?"


"Sebenarnya kami juga masih memiliki rasa solideritas terhadap teman. Tapi uang yang ditawarkan terlalu besar dan menggiyurkan. Jadi, maafkan kami, Kapten" ucap yang bertelajang dada dengan wajah sedih yang dibuat-buat.


"Tidak Nikolai, tidak kalian, semua sama-sama dibutakan oleh materi"


"Anda berharap apa dari kami-kami, Kap? Persahabatan mana bisa membuat kami hidup? Uang yang bisa" si pria botak tadi menyela.


"Dan lagi bila memang anda masih menganggap kami rekan, demi pertemanan kita, serahkan lah diri anda pada kami" kali ini yang bertelanjang dada menambahi.


"Benar. Apakah anda tidak ingat? Kami sudah mengikuti anda dua tahun belakangan ini. Dan selama ini kami hanya bisa makan sederhana dan bersembunyi kesana kemari, karena anda mencari musuh sekelas Tyrion" sekarang kembali si baju merah yang berucap.


"Karena dia memang orang yang harus dihilangkan dari muka bumi ini" ucap Anna yang mulai meletakan tangan pada gagang pedang dipinggangnya.


"Ayolah, kita tidak perlu melakukan hal ini" terlihat pria berbaju merah itu membujuk Anna.


"Baiklah kalau begitu, anda yang meminta" ucap pria berbaju merah itu memberi tanda pada rekannya untuk menyerang Anna.


"Tidak semudah itu" tiba-tiba sebuah tombak harpun meluncur dan menancap pada karang di antara Anna dan kelima orang tadi, berdiri. Terlihat Nikolai berdiri diatas tebing karang dibelakang Anna.


"Kau masih saja mengikuti wanita sinting ini, Nik?" Teriak si baju merah.


Nikolai melompat turun dan berjalan menuju kearah harpunnya menancap, "kalian akan melangkahi mayatku dulu sebelum membawanya pergi" ucap Nikolai seraya mencabut keluar harpunnya dari karang.


Anna hanya diam menatap Nikolai dari belakang. Ia merasa lega, bahwa Nikolai tidak membencinya.


"Kau juga sama sinting nya sekarang, Nik. Ayo, kita ringkus mereka berdua!"


Segera kelima orang itu mengangkat pedang mereka dan mulai berlari menyerang Anna dan Nikolai.


Namun dengan keahlian berpedang Anna dan keahlian bela diri Nikolai yang mumpuni. Mereka dengan mudah dapat mengatasi kelima orang tersebut. Bahkan membuat mereka jatuh tersungkur.

__ADS_1


Sadar kalau bukan tandingan Anna dan Nikolai, mereka berlima segera kembali ke dalam kapal mereka dan melarikan diri.


Anna dan Nikolai membiarkan mereka kabur. Karena memang tidak ada niatan untuk membunuh mantan rekan mereka itu.


"Kabar tentang tempat kalian ini sudah sampai ke telinga orang-orang atas. Maka dari itu, kami kemari lebih dulu agar tidak perlu ada hal yang tidak diinginkan" ucap si baju merah kemudian dari dalam kapalnya.


"Tapi kalian sendiri yang meminta hal ini. Jadi jangan salahkan kami bila beberapa hari lagi akan ada banyak prajurit keamanan dari selatan, datang kemari" teriak pria yang botak menambahi saat mereka sudah cukup jauh untuk dijangkau.


"Sialan kalian!" Teriak Anna dengan geram kearah kapal yang menjauh dengan cepat.


-


"Untuk berjaga-jaga kita harus mengungsikan orang-orang ke balik tebing, An" ucap Nikolai saat mereka sudah kembali ke ruangan kabin kapal Anna.


Anna menatap Nikolai dengan tajam. "Mulai sekarang pimpinlah mereka, Nik. Kau seorang pemimpin yang baik" ucap Anna kemudian.


"Apa maksudmu?" Nikolai mengangkat kepalanya.


"Bawalah mereka dari sini. Mereka memang tidak seharusnya ikut menanggung beban dendam ku selama ini. Nanti aku akan menghadapi prajurit-prajurit itu semua disini" ujar Anna sambil membuang pandangannya keluar jendela. "Aku sudah bosan berlari"


"Apa kau gila? Aku mau bunuh diri?" Terdengar Nikolai mulai menaikan nada bicaranya.


"Lebih baik dari pada harus lari dan tertangkap mereka tanpa perlawanan"


"Tidak bisa, kau bisa ikut bersembunyi dibalik tebing bersama kami semua. Penguasa wilayah dibalik tebing itu orang yang baik. Pasti dia akan mengijinkan kita untuk bersembunyi di tempatnya"


"Apa sekarang kau yang sudah gila? Kau yang paling tahu sebesar apa ego yang kupunya, Nik?" Kali ini Anna menatap tajam kearah Nikolai.


Namun sebenarnya dalam hati Anna, ia juga sadar bahwa penguasa kota dibalik tebing itu orang yang baik. Maka dari itu Anna meminta Nikolai untuk mengungsi ke kota tersebut.


"Tapi tetap, aku tidak terima. Setidaknya bila kau mau mati, aku akan berada disamping mu" saut Nikolai kemudian.


"Bukankah tadi aku sudah bilang. Pimpin orang-orang tersebut. Itu adalah perintah ku sebagai kapten, Nik. Jalankan" ucap Anna tegas, dan terlihat sudah membulatkan tekat.


Nikolai hanya diam menatap Anna. "Kau memang orang terburuk yang pernah ku kenal selama ini" ucapnya kemudian meninggalkan ruangan.

__ADS_1


-


__ADS_2