Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
28. Menunjukan Kekuatan


__ADS_3

Dua minggu setelahnya desa Dyms sudah mulai diisi oleh simpatisan diluar keluarga bangsawan yang tergerak oleh kabar putri Lugwin yang mengemban wahyu sang Oracle. Tidak hanya dari warga desa atau kota sekitar saja, namun juga beberapa perserikatan petarung pun ikut mendukung sang putri. Nicko mulai sibuk mengatur rantai komando untuk pasukan yang mulai bertambah itu.


"Berarti ini saatnya untuk mengambil alih desa dan kota wilayah timur" ucap Nata saat dia mengadakan pertemuan dengan Nicko dan Matiu di rumah Lily.


"Tapi prajurit kita masih belum kuat. Prajurit yang benar-benar prajurit hanya seperempat dari keseluruhan pasukan yang kita punya. Sisanya adalah para simpatisan. Prajurit bayaran dari serikat petarung, dan penduduk biasa yang harus kita latih terlebih dahulu" ujar Nicko menjelaskan "Juga prajurit-prajurit itu dari berbagai tempat dan belum terbiasa untuk bekerja sama" imbuhnya.


"Seperti yang sudah kita rencanakan sebelumnya tuan Nicko. Anda harus segera mengatur dan membuat mereka bisa segera bekerja sama."


"Saya akan segera mengusahakannya" jawab Nicko kemudian.


"Sedang untuk menyelesaikan masalah jumlah, kita bisa menggunakan cara gerilya" ujar Nata kali ini kepada Nicko.


"Gerilya?" Nicko tampak penasaran.


"Kita akan melakukan serangan kejutan secara bertahap saat mereka lengah dan kemudian kembali bersembunyi saat mereka waspada" jelas Nata. "Dengan banyaknya hutan dan tebing di daerah timur, akan sangat menguntungkan untuk kita melakukan strategi ini. Saya akan tuliskan detailnya nanti" imbuhnya.


"Saya akan menunggu instruksi lebih lanjut dari anda" ujar Nicko kemudian.


"Lalu apa anda bisa mencarikan beberapa baju prajurit kerajaan Cilum dan Elbrasta tuan Matiu?" Pinta Nata kali ini kepada Matiu.


"Untuk apa tuan Nata?"


"Kekutan informasi itu adalah kekuatan yang paling menakutkan. Kita akan mulai mengabarkan secara umum bahwa kedua Dux itu menerima bantuan dari kerajaan lain dan kemungkinan akan menjual tanah ini"


"Apakah tuan sudah mendapatkan buktinya?" Tanya Matiu yang terlihat tak percaya kalau Nata sudah bisa mendapat bukti dari hal yang hanya di dengarnya dari kabar saja.


"Karena itulah tadi saya meminta anda mencarikan saya beberapa baju dari kerajaan tetangga"

__ADS_1


"Maksud anda?"


"Karena kita tidak memiliki bukti-buktinya, maka kita akan membuatnya"


"Itu berarti kita memalsukannya?"


"Benar. Dan buat supaya hal ini terlihat meyakinkan tuan Matiu" ujar Nata memerintah.


Terlihat Matiu tampak ragu menerima perintah ini. Dia belum mengerti apa untungnya menghasut lawan dengan cara curang seperti ini.


"Dari kabar tersebut kita akan dapat dua keuntungan. Pertama akan banyak orang yang mulai mempertanyakan tujuan dari pihak lawan berperang. Dan itu adalah kesempatan kita untuk mencuri kekuatan mereka. Yang kedua, kalau memang kerajaan luar ikut andil, maka hal ini akan memaksa mereka menghentikan bantuan mereka" jelas Nata menjawab keraguan Matiu.


"Bagaimana anda bisa yakin?"


"Karena menurut saya bantuan-bantuan itu pasti berasal dari segelintir bangsawan atau penguasa yang punya perjanjian khusus dengan para Dux tersebut. Dan dengan adanya informasi seperti ini, maka pihak kerajaan luar akan mulai melakukan pemeriksaan ke bawah untuk memastikan apakah benar informasi tersebut. Dan mau tidak mau mereka akan berhenti memberikan bantuan agar tidak ketahuan" Nata menjedah penjelasannya.


"Karena bila memang sebuah kerajaan terbukti mencampuri urusan kerajaan lain seperti ini maka akan membuat kerajaan lain beranggapan mereka melakukan penjajahan terselubung. Dan besar kemungkin akan memicu peperangan besar antar kerajaan" ucap Matiu mencoba menjelaskan alasan dibalik rencana Nata yang ia tahu.


"Seperti itu ternyata. Baiklah akan saya usahakan untuk mendapatkan atribut kerajaan Elbrasta dan Cilum, dan membuat nya terlihat meyakinkan" jawab Matiu yang mulai paham.


"Dan juga tuan Matiu. Jangan sampai hal ini di dengar tuan putri. Karena mungkin hal ini bisa melukai perasaannya lebih dalam lagi" imbuh Nata.


"Saya paham benar akan hal tersebut tuan Nata" jawab Matiu dengan mantap.


"Tapi ingat tuan-tuan, keberadaan saya harus tetap dirahasiakan. Karena semua rencana ini adalah bagian dari wahyu yang diterima putri Lugwin" ujar Nata mengingatkan rencana awal bahwa tidak boleh terlihat ada pihak luar yang mempengaruhi sang putri.


"Saya paham tuan Nata. Baiklah kalau begitu saya permisi dulu" Nicko dan Matiu pamit seraya meninggalakan ruangan tersebut.

__ADS_1


-


"Kenapa kau tidak mengajak Lugwin untuk ikut pertemuan ini?" Tanya Lucia begitu Nicko dan Matiu sudah tak nampak lagi di pelataran rumah.


"Disamping ia masih harus fokus dengan tugasnya untuk meyakinkan para bangsawan dan kalangan lainnya, juga terlalu berat untuk dia mengetahui rencana yang akan selalu bertentangan dengan nuraninya"


"Bukankah itu berarti kau sedang membuatnya menjadi pemimpin boneka?"


"Benar. Untuk saat ini dia memang hanya sebuah motivasi untuk membangun kekuatan" jawab Nata.


Terlihat tatapan mata Lucia tajam kearah Nata.


"Tapi karena itu adalah perannya. Pengorbanannya terhadap kekuatan yang ia cari" lanjut Nata. "Bila kekuatan ini sudah cukup untuk bisa membuatnya bergerak, saya akan dengan senang hati menyerahkan kembali ketangannya. Entah dia sudah siap atau belum untuk menerimanya" imbuhnya kemudian.


"Mungkin seharusnya peranku juga sama seperti Lugwin"


"Tidak sama bila anda memilih menikah dan kemudian naik tahta" ujar Nata kemudian mengejutkan Lucia "Anda hanya akan dijadikan alat untuk menggunakan kekuatan yang sudah ada" lanjutnya.


Lucia terlihat berpikir mendengar ucapan Nata tersebut. "Bukannya itu yang kau lakukan terhadap Fla?" Tanyanya kemudian.


"Maksudnya?"


"Kau sengaja memintanya menyusup kedalam kota Helmd dengan iming-iming untuk menyelamatkan teman-temannya, padahal kau ingin memanfaatkan para budak itu untuk mencari informasi dan memperlancar tujuanmu sendiri kan?"


"Hm, tak kusangka anda bisa memahami hal rumit seperti itu. Memang benar saya melakukan hal tersebut kepada Fla"


"Dan kau mengakuinya begitu saja? Tanpa ada perasaan bersalah?"

__ADS_1


"Saya akan merasa bersalah bila Fla sendiri yang menyalahkan saya atas tidakan ini" Nata menjedah ucapannya, "tapi disamping semua itu saya memang benar-benar ingin membebaskan para budak itu" tambanya kemudian.


Lucia menatap tajam Nata yang tersenyum kemudian melambai kecil seraya masuk ke kamarnya.


__ADS_2