Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
07. High Battle Archmages, Master Lily


__ADS_3

Rombongan Aksa dan Nata menatap tak beranjak dari kejauhan, berharap para petarung bayaran bisa bertahan dari tiga hewan mistik sebesar kereta kuda itu. Tapi nyatanya tidak. Tak lebih dari satu menit tiga orang dari mereka sudah terluka dan tidak bisa bertahan.


"Mereka dalam bahaya Nat! Apa kau tidak ada ide untuk menolong mereka?" Ujar Aksa saat melihat para petarung bayaran itu semakin terpojok. "Mereka harus selamat, karena aku harus bertanya pada mereka tentang Guild dunia ini."


"Tapi mereka... itu binatang besar sekali... apa kau sudah gila?!" Ucap Nata merespon seraya menggerakan tangannya mengisaratkan akan sesuatu yang besar.


"Aku akan membantu mereka" ujar Lily tiba-tiba.


"Apa? Kau bercanda Lily?" Nata terdengar tak percaya dengan ucapan Lily. Karena yang harus ia hadapi adalah tiga ekor binatang buas yang memiliki kekuatan sihir dengan ukuran yang sangat besar.


"Tapi mahluk itu ada petirnya, petir Lily. Kau tidak bisa lihat apa?" Aksa menimpali yang bermaksud meyakinkan Lily untuk berfikir ulang.


"Kalian jangan meremehkan ku. Aku disebut pahlawan legenda bukan tanpa sebab" Jawab Lily dengan sedikit tersenyum sombong "Kalau hanya tiga Mistik Hyena sih bukan hal besar buatku" lanjutnya.


"Wah, entah kenapa sifat sombong mu itu langsung bisa menenangkanku. Baiklah kalau begitu, Kami akan tetap disini dan bersiap-siap kabur kalau-kalau kau dimakan binatang buas itu" jawab Nata kemudian.


"Atau gosong disambar petir nya" Aksa menambahi.

__ADS_1


"Tuan Nata! Tuan Aksa! Tolong jaga bicara kalian!" Terdengar trio pemburu berucap nyaris bersamaan, karena ucapan Aksa dan Nata yang tidak sopan terhadap Lily.


"Sepertinya sudah saatnya membuat kalian terkagum-kagum padaku," dan setelah mengucapkn kata-kata tersebut Lily memakai topi kerucut dan mengangkat tongkatnya.


Tampak sedang merapal sesuatu. Dan kemudian secara mengejutkan kelinci mungil itu melesat maju kearah salah satu dari Mistik Hyena tersebut, dan muncul begitu saja sinar terang dan ledakan dasyat begitu ia menghantam hewan buas tersebut.


Tidak hanya mengejutkan rombongan Aksa dan Nata, tapi para petarung bayaran itupun terkejut melihat kehadiran Lily yang tiba-tiba.


Namun belum semua orang selesai menghebuskan nafas, Lily yang masih melayang di udara dampak dari ledakan sebelumnya itu mengarahkan tongkatnya ke salah satu dari dua Mistik Hyena yang tersisa, kemudian dari ujung tongkat kayu nya itu muncul lingkaran bersinar putih yang kemudian menembakan seperti sinar laser menyilaukan menembus dari kepala hingga tubuh Mistik Hyena yang jadi sasarannya.


Belum kelinci mungil itu menjejakan kakinya kedarat, dua Mistik Hyena sudah tak bernyawa. Dan begitu kakinya menjejak permukaan tanah, tiba-tiba tubuhnya kembali melesat seolah lenyap. Yang kemudian berakhir dengan tumbangnya Mistik Hyena terakhir karena terbelah menjadi dua bagian.


Tak lebih dari satu menit tiga Mistik Hyena itu tumbang oleh Lily seorang. Melihat hal tersebut, sisa petarung bayaran tadi segera memanfaatkan peluang untuk menyerbu para hyena yang masih tersisa, sementara Lily kembali ke kereta kuda.


"Lily!! Apa kau seorang Jedi? Kenapa selama ini kau menyembunyikan light saber mu itu?!!" Teriak Aksa begitu Lily menginjakan kaki mungilnya ke kereta.


"Apa itu lait saiber?" Tanya Lily santai seraya meletakkan tongkatnya.

__ADS_1


"Mulai dari sekarang kau adalah idolaku, Lily!" ucap Nata kemudian dengan wajah terlihat kagum dan berseri-seri.


"Benar, mulai sekarang kami akan memanggilmu, Master Lily. High Battle Archmages, Master Lily" saut Aksa yang ditanggapi dengan senyum manis di wajah Lily meskipun ia tidak mengerti apa yang sedang di bicarakan Aksa.


-


"Terima kasih sudah membantu kami. Saya Cedrik, pemimpin kelompok Bintang Api. Serikat petarung bayaran dari kota Albas" Pemuda Morra berwajah tegas, berambut panjang ikal yang ditarik kebelakang dengan bantuan sebuah bandana itu berucap seraya mengenalkan diri. Bajunya seperti kebanyakan para petarung bayaran, yaitu ber jaket atau rompi kulit dengan pelindung tubuh yang sangat minim. Biasa menenteng pedang atau pisau.


"Apa temanmu baik-baik saja?" Tanya Lily kemudian disaat sorenya mereka memutuskan untuk berkemah di area yang sama dengan para petarung bayaran tersebut.


"Jangan kuatir kami punya penyembuh. Mereka akan baik-baik saja, terima kasih pada anda" ujar Cedrik kemudian.


"Perkenalkan saya adalah Margaret wakil dari Cedrik. Ijinkan saya juga mengucapkan terima kasih terhadap bantuan anda. Bila boleh saya tau siapa anda dan hendak kemana?" Seorang gadis Morra dengan rambut sebahu, berparas manis, memakai pakaian yang mirip dengan Cedrik tiba-tiba mengenalkan diri dan bertanya pada Lily.


"Maafkan ketidak sopanan saya sebelumnya, nama saya Lily. Kami sedang dalam perjalanan menuju ke desa Baltra di selatan" jawab Lily yang kemudian mengenalkan Cedrik dan Margaret ke pada yang lain.


Serikat petarung bayaran Bintang Api itu beranggotakan 12 orang. Delapan pria dan empat wanita. Yang terdiri dari dua penyembuh, satu penyihir, empat pemburu, dan lima prajurit dan ksatria lepas.

__ADS_1


Mereka di sewa oleh Dux wilayah itu untuk melakukan pembersihan hewan buas yang sering mengganggu pedagang dan orang yang melakukan perjalanan melewati wilayah tersebut.


-


__ADS_2