Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
07. Menambah Anggota


__ADS_3

Pagi hari berikutnya, Aksa, Nata, Lily, Val, dan Rafa mengadakan pertemuan untuk membahas rencana penyerangan ke kota Guam. Tampak selain trio pemburu dan kelompok Bintang Api, juga Lucia, Caspian, Helen, juga dua Yllgarian di Corvette dan Maserati.


"Jadi saya akan ulangi bahwa rencana serangan ke kota Guam itu tidak dengan mengambil alih kota. Tapi mengambil alih istana kerajaan atau tempat pemerintahan mereka" Nata membuka pertemuan tersebut dengan penjelasan. "Tapi juga tidak berusaha menyusup kedalam tempat pemerintahan atau istana tersebut untuk menangkap atau membunuh sang pemimpin" jedahnya kemudian.


"Kami berencana menyusup kedalam kota dengan sembunyi-sembunyi agar tidak perlu melakukan peperangan di gerbang kota, lalu melakukan serangan terang-terangan kearah tempat pemerintahan mereka saat sudah di dalam kota. Seperti itu" lanjut Nata menjelaskan.


"Tapi bukankah hal tersebut beresiko dan berkesan ceroboh, tuan Nata?" Caspian yang berucap.


"Benar, kenapa kita tidak menyerang kota tersebut seperti biasa saja?" Lucia bertanya.


"Karena kami memang ingin melakukannya dengan tangan kami sendiri" celetuk Aksa.


"Baiklah akan saya jelaskan secara rinci rencana kami menyerang kota Guam agar tidak membuat anda sekalian kuatir dan bertanya-tanya" Nata merasa yang lain harus tau alasan mengapa rencana tersebut dibuat.


"Tadinya kami merencanakan hal tersebut karena kami tidak memiliki prajurit. Tapi meskipun sekarang, kita juga nyaris memiliki cukup prajurit untuk penyerangan ke kota tersebut" jelas Nata. "Karena yang sudah kami pelajari dari tuan Mateus, kota itu memiliki dinding perlindungan berlapis. Mirip seperti kotaraja Elbrasta. Berbentuk kotak dengan empat pintu gerbang" lanjutnya.


"Jadi bila kita melakukan serangan dari luar, maka setelah berhasil menembus gerbang kota, kita baru tiba di wilayah pemukiman penduduk. Dan perlu menembus gerbang kedua untuk menuju ke wilayah para bangsawan, tempat pemerintahan, dan istana kerajaan" Ucap Nata lagi.


Terlihat semua orang memperhatikan penjelasan Nata dengan serius.


"Bila di kota lain yang hanya memiliki satu tembok gerbang, peperangan di area pemukiman penduduk tidak akan berlangsung lama. Dan juga akan sedikit memberi dampak, karena pihak lawan tidak memiliki perlindungan apapun. Lain halnya dengan kota ini. Perang untuk mengambil alih gerbang kedua akan berdampak cukup besar pada pemukiman penduduk" Nata melanjutkan penjelasannya.

__ADS_1


"Belum lagi bila mereka menggunakan rumah penduduk sebagai tempat bersembunyi para prajurit. Atau bahkan membuat penduduk menjadi tameng. Apa itu akan baik-baik saja buat anda sekalian?" Nata menjedah.


Semua orang terdiam tampak sedang menilai.


"Kita bisa saja menghindari hal tersebut. Tapi kita harus memiliki sangat banyak prajurit. Hingga dengan mudah mengamankan wilayah pemukiman penduduk seraya mencoba mengambil alih gerbang kedua" imbuh Nata kemudian.


Lucia menatap kearah Nata dengan tajam. "Lalu apa yang membuat kalian yakin bahwa rencana kalian akan berhasil? Bagaimana kalian merencanakan untuk menyusup ke kedua gerbang tersebut?" Tanyanya kemudian.


"Kami akan menyusup kota Guam melalui wilayah Damcyan sebagai seorang pedagang dengan bantuan dari kenalan nona Anna di kota Fu" Nata kembali menjawab. "Kami sudah membicarakan hal ini sebelumnya, tuan putri. Dan setelah itu kami akan bermalam di dalam kota tersebut seraya mencari cara untuk melewati gerbang kedua" jedahnya kemudian.


"Entah nantinya kami harus menggali terowongan atau menaiki dinding gerbang kedua tersebut, tetap saja akan jauh lebih mudah dilakukan. Karena mereka akan lebih waspada dengan serangan besar di gerbang pertama, ketimbang gerbang kedua" Nata melanjutkan lagi penjelasannya. "Dan bilapun mereka curiga atas keberadaan kami di dalam kota, mereka tidak akan sampai mengira kami akan melakukan penyerangan. Karena kami hanya satu ada dua orang saja" tutpnya kemudian.


Nata memberi jedah yang cukup panjang sebelum kembali berucap lagi. "Jadi seperti itu pertimbangan yang menjadi dasar di buatnya rencana ini"


"Benar saya juga setuju. Meski saya tidak meragukan kemampuan nona Lily dan tuan Val, namun seperti yang pernah anda katakan sebelumnya, mengapa kita harus sendirian bila bisa berdua atau bertiga" Caspian berucap. "Karena yang saya pahami dari penjelasan anda tadi adalah, berusaha agar tidak disadari dan kemudian melakukan serangan kejutan. Jadi asal hal tersebut bisa dipenuhi, anda tidak keberatan bukan?" Tanyanya kemudian.


Terlihat Lucia segera menyela ketika melihat Nata akan menjawab. "Mereka menghawatirkan kalian. Apa kalian tidak menyadari? Meskipun tidak diucapkan, tapi mereka semua ingin tetap melanjutkan peperangan ini karena ingin melindungi kalian. Setidaknya terima niat baik mereka" ucapnya kemudian dengan sedikit ketus.


Nata tampak menghembuskan nafas panjang. Kemudian menatap berkeliling.


"Baiklah. Tapi kami hanya perlu duabelas orang saja. Tidak lebih" ucap Nata kemudian.

__ADS_1


"Berarti kita hanya perlu dua orang lagi" saut Cedrik kemudian.


"Jangan dari anggota anda lagi, tuan Cedrik. Karena kalian memiliki tugas menjaga wilayah ini nantinya" jawab Nata memberi peringatan.


"Baiklah kalau begitu kami berdua yang akan mengisi kekosongan itu, tuan Nata" Corvette si kelelawar itu tiba-tiba berucap. "Maksud saya, saya dan tuan Maserati" tambahnya menjelaskan maksud dari kata kami yang ia sebutkan tadi.


"Apakah kami dijinkan, tuan Caspian?" Maserati si beruang meminta persetujuan Caspian.


"Ya, saya mengijinkan. Kalian berdua bisa mengikuti tuan Nata" saut Caspian cepat. Seolah tanpa berpikir sama sekali.


Nata menatap kearah Aksa, kemudian Lily, dan juga Val secara bergantian. Seolah sedang saling bertanya dan menjawab dengan bahasa mata.


"Baiklah. Kalau begitu kita sepakati. Yang akan ikut melakukan penyerangan ke kota Guam adalah trio pemburu, tuan Axel, tuan Sigurd, nona Corvette dan tuan Maserati" ucap Nata yang dipotong oleh Rafa yang berdeham kencang. "Dan juga nona Rafa" tambanya kemudian.


"Jadi karena ada tambahan orang, maka kita akan membuat rencana tambahan" Nata berucap lagi. Dan semua orang kembali diam dan memasang wajah serius menanti penjelasan dari Nata.


"Kita akan bagi menjadi tiga kelompok dengan anggota empat orang" Nata kembali berucap. "Kelompok pertama berisikan saya, Aksa, Val, dan Lily. kemudian kelompok kedua berisi nona Rafa dan trio pemburu. Dan kelompok ketiga berisi tuan Axel, tuan Sigur, nona Corvette, dan tuan Maserati" imbuhnya kemudian.


"Kita akan masuk ke dalam kota Guam dari tiga pintu yang berbeda. Bila memungkinkan diwaktu yang berbeda pula. Dan kita akan bertemu di dalam kota untuk membuat rencana selanjutnya. Apa kalian paham?" Lanjut Nata yang ditutup dengan pertanyaan.


"Paham" semua orang menjawab hampir secara bersamaan.

__ADS_1


"Bils boleh, saya ingin satu kelompok dengan tuan Aksa" ucap Rafa kemudian yang terdengar ragu-ragu.


-


__ADS_2