
Fla berjalan dibopong oleh Deuxter dan Huebert. Tak beberapa lama kemudian terlihat warna oranye dari kejauhan. Berpendar dari sebuah api unggun.
Tampak setelah mereka mendekat, sebuah kereta kuda dan 6 orang duduk disekitaran nya. Yang dua terlihat jelas seorang Elf dan Yllgarian kelinci mungil. Dua yang lain perempuan Narva, yang terlihat sekali adalah seorang ksatria dan putri bangsawan. Dan sisanya dua pemuda yang terlihat seperti seorang Morra tapi memiliki rambut hitam lurus yang jarang ditemui Fla.
Dan yang membuat Fla terkejut adalah rombongan mereka menyambut dan menerimanya tanpa memandang ia yang seorang budak pelarian.
"Siapa namamu?" Tanya salah seorang pria Morra yang berambut hitam lurus saat ia sedang mengobati dirinya.
"Fla" jawabnya lemah pada pemuda itu.
"Aku Aksa" pemuda itu memperkenalkan diri. "Yang ini Nata, itu tuan putri Lucia, terus ksatria agung Jean, pahlawan legenda Lily, dan pembuat relic legenda Val" ucapnya lagi memperkenalkan semua orang yang ada di tempat itu. Meski tampak beberapa orang yang dikenalkan terlihat tidak suka.
"Dari mana asalmu Fla? Kenapa kau bisa menjadi budak?'' Kali ini pemuda bernama Nata yang bertanya.
"Saya berasal dari suku kecil yang hidup diperbukitan di selatan. Saya diculik oleh segerombolan bandit sebelum kemudian mereka menjual saya sebagai budak setahun yang lalu"
Semua orang tampak bersimpati mendengar cerita hidupnya.
"Dan bagaimana kau bisa lolos dari kota Halmd?" Tanya Nata lagi.
"Kami sedang dipindahkan dari kotaraja ke kota Halmd dengan kurungan kereta saat kemudian prajurit bayaran menyerang bansawan majikan kami" jelas Fla. "Ditengah kekacauan itu saya berhasil kabur dan berlari masuk kedalam hutan" tambahnya kemudian.
"Kurungan kereta?" Tampak Nata tidak mengerti maksud dari kata-kata itu.
__ADS_1
"Sebuah kotak berjeruji seukuran kereta lengkap dengan roda dan galah penariknya" jawab Aksa kemudian.
"Oh, benar. Kurungan kereta" ucap Nata yang baru saja menyadari.
"Baiklah kalau begitu, sekarang beristirahatlah" ujar Aksa setelah selesai membalut beberapa luka pemuda itu.
Tampak Fla menatap semua orang yang ada disitu dengan pandangan takut dan ragu. Apakah ia akan ditinggalkan setelah ini? Atau apakah mereka akan menyerahkan dirinya ke Halmd lagi? Tapi mengapa mereka mengobatj dan hersikap baik bila mereka akan mengembalikannya ke kota Halmd? Pikiran Fla tampak bergejolak.
"Kami akan menuju ke desa Dyms dua hari perjalanan dari sini. Kau bebas pergi begitu kita sampai di desa tersebut" ujar Aksa "Sekarang beristirahatlah" Tambahnya kemudian.
Mendengar ucapan Aksa tersebut membuat Fla merasa terharu dan bersyukur, "terima kasih banyak!" Ucapnya kemudian seraya melelehkan air mata.
-
Suara Livia terdengar memanggil-manggil namanya, sampai kemudian dihadapan Fla muncul sebuah rantai yang berujung pada kaki dan tangan Livia. Melihat hal tersebut membuat Fla dengan cepat berlari menuju sosok gadis tersebut. Namun sesuatu menggoncang tubuhnya. Yang membuat ia terkejut bangun dan bergegas menegakan tubuhnya.
Dalam kebingungannya dengan nafas yang masih tidak teratur Fla mulai memandang sekitar dan memastikan ada dimana dirinya saat ini.
"Kau sudah bangun?"
"Goncangan keretanya membuatmu terbangun?"
Fla coba mengamati lebih teliti lagi lingkungan sekitarnya. Ia ada di dalam sebuah kereta kuda yang sedang berjalan bergoyang-gonyang melewati kondisi jalan yang buruk. Ada seorang putri bangsawan Lucia, sesosok kelinci mungil Lily, dan seorang pemuda Morra Aksa. Dia ingat, Aksa yang merawat lukanya tadi malam. Sementara terlihat disela kain tenda kereta, di tempat kusir kereta ada Nata dan ksatria wanita Jean.
__ADS_1
"Bagaimana keadaanmu?"
"Oh, baik. Saya merasa lebih baik"
"Sebentar lagi kita akan meninggalkan jalan berbatu ini. Jadi kau bisa kembali beristirahat lagi"
"Tidak apa-apa. Saya sudah baikan"
"Mana ada? Kau masih deman, dilihat dari warna mata dan kukumu jelas kau itu kurang gizi. Mana mungkin tidak apa-apa"
"Benar, kau bisa beristirahat lagi setidaknya sampai kita ke desa Dyms. Setelah itu kau bebas mau kemana pun kau suka"
Mendengar ucapan dan perhatian orang-orang itu tanpa sadar Fla kembali meneteskan air mata. Ia teringat akan Livia yang mungkin masih berada di kota Halmd. Sementara sekarang dirinya menikmati kebaikan seperti ini. Ia berasa sudah menghianati Livia.
"Kenapa, apakah ada yang terasa sakit"
"Bukan, saya tidak apa-apa. Saya hanya merasa bersyukur bertemu dengan kalian semua. Saya tidak tahu harus berbuat atau berkata apa lagi"
"Ya kalau begitu ikuti saja perintah ku"
"Saya akan mengikuti perintah anda tuan Aksa"
"Beristirahatlah"
__ADS_1
Fla mengangguk sambil terus mengusap air matanya yang tidak kunjung berhenti itu. Kemudian kembali merebahkan diri. Ia berjanji pada dirinya sendiri setelah ia sudah pulih benar, ia akan memikirkan cara untuk menyelamatkan Livia, dan teman-temannya yang lain dari kota Halmd.