Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
12. Membangun Jembatan


__ADS_3

Seminggu kemudian Perkemahan Bawah sudah mulai kosong. Sementara sepanjang sungai kini mulai banyak terpasang tenda-tenda sampai menuju kebarat.


Di barat stasiun sudah berdiri perkemahan para bangsawan. Kemudian, disebelah utaranya ada perkemahan ksatria dan perkemahan penyihir.


Sedang Ellian dan anggota botanikal, mendirikan perkemahan dan rumah kaca tepat di depan kolam buatan dibawah tebing waduk. Dari perkemahan mereka, tanah yang akan digunakan untuk berkebun mulai digarap bertahap menyebar menuju ke barat, ke timur, dan ke selatan. Diantara tanah-tanah tersebut, terdapat tenda-tenda para petani dan pekerja yang bertugas membantu menggarap tanah tersebut.


Menuju ke barat lagi, Selene dan beberapa keluarganya, juga dibantu oleh beberapa pekerja, mulai membuat tempat untuk para binatang. Mereka mendirikan bangunan seperti kandang untuk binatang ternak seperti unggas dan penghasil susu, kemudian membuat kolam tambak buatan untuk ikan air tawar, serta membangun pagar untuk tempat hewan-hewan lainnya.


Tak jauh dari tempat itu terdapat sarang Antelope Cinder yang kemudian di bangun juga batas pagar dari kayu tinggi. Agar orang tidak tanpa sengaja memasuki wilayah sarang tersebut.


Untuk saat ini kelompok Bintang Api masih ikut menjaga wilayah dimana Selene mendirikan tempat untuk para binatang tersebut.


Sedangkan Perkemahan Atas kini sudah sepenuhnya digunakan untuk menyimpan bahan-bahan dan peralatan kelompok Bintang Timur. Juga untuk persiapan pembangunan jembatan melewati ngarai yang mereka sebut dengan Jurang Besar itu.


Sementara itu lembah di Gerbang Utara sudah mulai separuh terendam Air. Ditambah dengan air terjun di dinding sisi barat, jelas sangat menarik perhatian para pengantar bahan dan material dari kota-kota di wilayah utara. Yang kemudian mulai menyebarkan kabar bahwa sekarang tanah mati Pharos sudah memiliki air.


-


"Tadi pagi Cornelius dan Constine mengirim kabar terbaru tentang apa yang sedang terjadi dalam politik keluarga bangsawan kotaraja" ujar Orland saat ke lima bangsawan beserta Lucia berada dalam perkemahan khusus yang baru saja dibuat untuk mengadakan pertemuan seperti itu, di antara perkemahan para bangsawan.


"Dan bagaimana perkembangannya?" Amithy bertanya.


"Syukurnya kabar itu adalah kabar baik. Sepertinya yang mulia raja sudah mulai mau mendengarkan keluhan keluarga-keluarga bangsawan berpengaruh. Hingga ketegangan mulai berkurang sekarang" jawab Orland kemudian.


"Syukurlah. Dengan begitu kita bisa melanjutkan pekerjaan kita disini dengan tenang" kali ini Dirk yang berucap. Tampak kelegaan diwajahnya.


"Benar, syukurlah. Aku yakin paman tidak akan melakukan sesuatu yang akan menyebabkan peperangan saudara" kali ini Lucia yang berucap.

__ADS_1


"Benar putri. Kurasa yang mulia raja tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan" ucap Madron kemudian.


"Kemudian rencananya Cornelius dan Constine akan kembali kemari dengan beberapa orang lagi. Mereka adalah para ksatria, penyihir, dan beberapa pedagang serta bangsawan setingkat Baron" ucap Orland kemudian. "Orang-orang itu sepertinya telah mendengar kabar yang beredar dari para pengantar material" tambahnya.


"Oh, benar. Rumor itu sudah menyebar, bahkan di wilayah Estrinx. Dua hari lalu Lugwin mengirim kabar hendak berkunjung kemari karena penasaran dengan rumor tersebut" Lucia ikut menambahi.


"Tapi dengan semakin bertambahnya orang, kita juga harus segera membuat pengaturan-pengaturan tentang hal tersebut" kali ini Amithy yang mengingatkan.


"Iya, kemarin Aksa memberiku gulungan berisi peraturan dan pengaturan tentang kedudukan seseorang dalam sebuah wilyah. Citisen atau apalah judul tulisannya. Aku masih belum selesai membacanya semua" ucap Orland menjawab perkataan kakak perempuannya. "Tapi garis besarnya aku sudah cukup paham. Akan segera ku selesaikan sebelum lebih banyak orang yang datang ke tanah ini" tambahnya.


"Aku ingin paman lebih mengutamakan mereka yang tidak memiliki tempat tinggal" ucap Lucia kemudian.


"Tenanglah, hal itu sudah jadi salah satu syarat untuk bisa menjadi penduduk tanah ini, Luc" jawab Orland kemudian.


-


Dan seminggu setelahnya, pekerjaan untuk membuat jembatan menyeberangi Jurang Besar pun di mulai.


Mereka menurunkan peralatan berat ke dasar Jurang Besar. Dari sana mereka mulai membuat bangunan dari beton berbentuk kubus sebagai landasan berdirinya tiang-tiang besi, yang kemudian akan dirangkai menjadi sebuah menara.


Kedalaman Jurang Besar tersebut mencapai 3 kali tembok benteng kotaraja. 45 kali tubuh orang dewasa. Sedangkan menara itu dibuat lebih lagi, setinggi 60 kali tubuh orang dewasa. Atau 4 kali tembok benteng.


Mereka juga sudah mempersiapkan bila nantinya bangunan beton dan menara besi itu akan terendam air yang berasal dari luapan lembah di Gerbang Utara, maka mereka melapisi bangunan kubus beton tersebut dengan tanah.


Dan mengingat lebar Jurang Besar, mereka memerlukan 3 buah tiang menara agar bisa menyangga jembatan itu nantinya.


Kemudian setelah 1 minggu berlalu, kerangka jembatan pun mulai dipasang. Dihubungkan dengan tiang-tiang menara tadi. Terlihat dari tiang menara penyangga itu dipasang banyak tambang besi yang diikat dari ujung tiang tersebut ke sisi-sisi kerangka jembatan dengan jarak tertentu.

__ADS_1


Dan 2 minggu kemudian 28 tambang besi sudah selesai terikat dan terpasang di sisi jembatan dengan 3 tiang penyangganya. Dengan pola yang tampak menarik bila dilihat dari kejauhan.


Akhirnya setelah memakan waktu hampir 3 minggu, jembatan yang melintasi Jurang Besar itu selesai dibuat. Jembatan itu selebar tiga tubuh kereta uap dijajar. Karenanya tampak disebelah dua rel kereta yang sudah terpasang, ada ruang tersisa yang nantinya akan dibuat untuk pipa air dan sebuah jalan kereta kuda yang akan digunakan untuk keperluan pemeliharaan.


Sudah tak banyak orang yang terkejut atas pencapaian tersebut. Mereka sudah semakin terbiasa dengan ukuran yang dapat di selesaikan oleh kedua orang tersebut.


-


"Setelah ini kita akan mulai membuat jalur tembus menuju ke selatan" ucap Nata membuka pertemuan lagi yang kali ini bertujuan membahas tentang rencana pembangunan di wilayah tengah.


"Apa aku lagi yang harus menuju ke selatan?" Tanya Aksa tiba-tiba.


"Seperti biasa, Aksa, tuan Couran, dan Lily akan membuat jalur kereta menuju ke selatan. Dibantu dengan penyihir dan para pekerja" ucap Nata seolah Aksa tidak pernah bertanya.


"Sedang sisanya, diluar yang sudah memiliki pekerjaan tetap, seperti membantu nona Ellian dan tuan Selene, atau tugas berjaga, akan dikerahkan untuk membangun kota di wilayah tengah. Karena sebelum jasa penyeberangan akan resmi kita buka, kita harus sudah memiliki kota, dan fasilitas yang layak" tambah Nata panjang lebar.


"Apakah itu termasuk membangun penginapan dan restauran, tuan Nata?" Dirk tampak bertanya sembari mengangkat tangannya.


"Benar, tuan Dirk. Tapi untuk sebulan pertama kita akan tekankan pada jalur pengairan terlebih dahulu" jelas Nata menjawab pertanyaan Dirk.


"Mengapa lama sekali tuan Nata?"


"Itu karena jalur pengairan kota tidak sama dengan jalur pengairan ladang tuan Dirk. Nanti anda akan melihatnya sendiri seperti apa"


"Baiklah kalau begitu" Dirk terpaksa menyudahi pertanyaannya. Ia akan melihatnya sendiri nanti untuk menjawab rasa keingin tahuannya itu.


"Ada lagi yang ingin bertanya?"

__ADS_1


Dan ketika sudah tidak ada yang bertanya ataupun menyanggah, akhirnya pertemuan tersebut dibubarkan.


-


__ADS_2