Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
27.5. Fla Side Story Part 4


__ADS_3

"Jadi Fla apakah kau mau melakukan tugas ini?" Pertanyaan Nata itu terdengar bagai sebuah berita suka cita untuk Fla.


Sedang Fla sudah tidak peduli lagi dengan hal lainnya, yang ia tahu kini adalah mengangguk dengan sepenuh hati.


Sudah hampir tiga minggu lebih Fla tinggal bersama rombongan ini. Rombongan yang berisi orang-orang aneh yang tidak melihat siapa dirinya. Yang menolong dan menerimanya begitu saja. Tanpa mengharap apapun.


Karenanya hal ini membuat Fla yang sudah antipati dengan lingkungan sosial disekitarnya, kini mulai menumbuhkan rasa percaya terhadap orang-orang itu.


Terhadap Huebert, Deuxter, dan Loujze, para penolongnya yang selalu baik dan mengajarkan segala hal yang berguna untuk bertahan hidup dalam tiga minggu terakhir ini.


Terhadap Lily dan Val, dua orang legenda perang yang sangat baik dan selalu memberinya wejngan-wejangan yang sangat berguna.


Terhadap Putri Lucia dan Jean yang selalu memperhatikan tentang kondisi dan kesehatannya, yang ternyata putri Lucia adalah putri mahkota kerajaan Elbrasta.


Serta terhadap dua pria Morra yang tampak selalu aneh bagi Fla. Seolah dua pemuda itu buka berasal dari daratan ini. Dia adalah Nata dan Aksa. Mereka berdua adalah alasan mengapa beragam ras dan karakter bisa menyatu dalam rombongan ini. Terlebih, dua orang ini memiliki bakat kecerdasan yang luar biasa.


Maka dari itulah ia mengangguk setuju terhadap permintaan Nata.


Dan entah karena alasan apa, tiba-tiba saja Nata memintanya untuk melakukan tugas menyusup ke kota Halmd dan memberi tahukan rencananya untuk membebaskan para budak yang ada di tempat itu.

__ADS_1


Fla sadar ini adalah tugas yang terdengar gila dan tidak masuk akal baginya yang hanya seorang budak, tapi Fla tidak peduli. Ia hanya peduli bahwa ia dapat menyelamatkan teman-temannya, terlebih Livia. Hanya dengan alasan itu saja sudah cukup baginya untuk menjadi orang gila.


"Ini akan jadi tugas yang berat Fla. Karena kau akan sendirian selama berada di kota Halmd untuk mencari informasi dan mengumpulkan teman-temanmu" ujar Nata lagi untuk meyakinkan.


"Apa kau yakin dengan hal ini?" Kali ini terdengar Lucia yang kuatir.


"Kau bisa menolaknya, bila kau keberatan dengan hal tersebut. Aku masih memiliki rencana lain bila kau kuatir tentang hal itu" tambah Nata kemudian.


Fla begitu merasa tersanjung dengan perhatian dari kedua orang itu, terlebih seorang putri mahkota. Namun bila ia pikir-pikir lagi, penjelasan Nata sebelum ini tentang statusnya yang seorang budak itu akan membuatnya mudah untuk membaur dan tidak akan dicurigai oleh prajurit di kota tersebut, adalah benar sekali. Bagi orang-orang pada umumnya budak tidak mungkin akan menjadi mata-mata dan berani untuk memberontak.


"Tidak tuan Nata. Saya pikir memang saya lah orang yang paling tepat untuk melakukan tugas ini" ucapnya kemudian dengan tegas.


"Ijinkan kami juga ikut dalam tugas ini" kali ini Deuxter yang angkat bicara.


"Kalian?"


"Benar, akan lebih mudah bila Fla memiliki lebih banyak bantuan bukan?" Tambah Huebert kemudian.


"Kalian kurang kerjaan ya?" Aksa menyahut. Perangai pemuda ini memang seperti itu. Selalu bicara apa adanya tak peduli lawan bicaranya tersinggung atau tidak.

__ADS_1


"Benar kami bosan hanya melihat saja ditempat ini, saat sepertinya kalian sedang merencanakan hal yang menarik" jawab Loujze dengan santai yang sudah paham perangai Aksa dan tidak menggambilnya serius.


"Kalian bisa pulang ke desa kalian, heran kenapa kalian masih saja berada disini?"


"Kami akan pulang nanti bila semuanya sudah selesai" imbuh Huebert kemudian.


"Tapi tugas ini sebisa mungkin menghindari perhatian orang-orang kota Halmd. Bila terlalu banyak orang akan terlihat mencurigakan" jelas Nata yang tampaknya trio pemburu itu tidak akan menyerah, "Bahkan Lily dan Val saja hanya akan berjaga di hutan diluar tembok kota, dan akan bergerak begitu menerima aba-aba dari Fla" tambahnya kemudian.


"Tenanglah kami akan masuk ke kota Halmd sebagai pemburu yang hendak mencari pekerjaan, kami hanya akan mengawasi dan sedikit mungkin berkomunikasi dengan Fla" kali ini Deuxter yang menjawab.


Tampak Nata terlihat pasrah lalu berkata, "Baiklah bila kalian mengerti tentang hal itu"


"Kalian itu orang-orang aneh tau?" Ucap Aksa kemudian yang di tanggapi dengan senyuman lebar dari ketiga pemburu itu.


"Seperti kalian sendiri tidak aneh" celetuk Jean kali ini yang dibalas dengan tatapan sinis oleh Aksa.


"Sekali lagi, apakah kau baik-baik saja dengan hal ini Fla?" Kemudian Nata sekali lagi bertanya pada Fla untuk meyakinkannya.


"Saya akan melakukannya!" Saut Fla tegas.

__ADS_1


-


__ADS_2