Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
17. Merindukan


__ADS_3

Setibanya di kota pelabuhan, rombongan Aksa dan Nata segera menaiki kereta uap menuju ke kota tengah.


Terlihat Luque semakin terlihat bersemangat setelah berada dalam perjalanan dari pelabuhan kota Barat menuju kota Tengah.


Meski baru dari kerta uap nya saja sudah membuat gadis itu terkagum-kagum.


Kereta itu kemudian berjalan melewati sebuah hutan buatan berisi berbagai jenis hewan mistik, kemudian sebuah bangunan aneh dari logam di area peternakan. Kemudian yang membuat Luque makin terkejut adalah sebuah air terjun yang terdapat sebuah kincir air diatasnya.


Juga sebuah danau yang tepiannya banyak sekali ditumbuhi bunga-bunga yang cantik dan berwarna-warni.


Sebenarnya Luque meminta untuk berhenti dahulu ditempat tersebut. Tapi Aksa dan Nata harus segera bertemu dengan Lucia. Jadi Aksa menjanjikan akan mengantarnya untuk mendatangi tempat tersebut nanti.


.


Sedang di kota Tengah, rombongan Aksa dan Nata sudah ditunggu oleh banyak orang di stasiun Kota.


Ada Lucia, seluruh anggota kabinet, kelompok Bintang Api, sampai Fla, Livia, dan para Yllgarian juga hadir ditempat tersebut.


Sehubungan dengan peperangan yang tengah terjadi, membuat jasa penyeberangan kereta uap tidak terlalu ramai. Jadi, stasiun Kota tersebut kini hanya di isi oleh penduduk lokal yang sedang melakukan perjalanan dari dan ke wilayah lain.


Rombongan Aksa dan Nata tersebut disambut seperti seorang prajurit yang baru saja pulang dari medan perang. Bahkan Livia tampak membawa bunga untuk diberikan kepada Aksa dan Nata.


Namun, begitu Luque turun dari kereta, tampak semua orang terlihat kebingungan. Apa lagi tingkah Luque yang berdiri tepat dibelakang pundak kiri Aksa terlihat sedang berlindung. Ragu melihat sebegitu banyak orang dengan banyak ras dalam satu tempat sekaligus.


"Siapa gadis ini, Nat?" Lucia bertanya saat ia sudah berada dekat dengan Nata.


Mateus yang berada dalam rombongan para penyambut itu tampak mengenali gadis tersebut. Dan dengan segera ia melangkah maju ke depan dan membungkuk kecil. "Salam Primaval. Selamat datang di tempat ini" ucapnya kemudian.


Semua orang terlihat terkejut dan bingung dengan sikap Mateus.


Sedang Amithy dan Orland yang meski belum pernah bertemu dengan Gadis Suci, tapi begitu melihat tingkah Mateus dan mendengarnya memanggil gadis tersebut dengan sebutan Primaval, membuat mereka sadar gadis dihadapan mereka ini tak lain adalah Gadis Suci.


Dan dengan cepat pula dua saudara itu segera maju dan membungkuk kecil seperti yang dilakukan oleh Mateus sebelumnya.


"Selamat datang ditempat kami, Primaval" ucap Amithy dan Orland nyaris bersamaan.


Hal tersebut membuat yang lain menjadi semakin bingung.


"Oh, perkenalkan. Beliau adalah Gadis Suci" kemudian Nata memperkanalkan Luque.


"Apa?!" Nyaris hampira semua orang yang ada ditempat itu terkejut. Tidak ubahnya para Yllgarian.

__ADS_1


"Yang benar? Gadis Suci datang kemari?" Para penduduk yang ada disekitar tempat itu pun ikut terkejut.


"Maafkan atas ketidak sopanan kami, Primaval" Lucia segera melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan Mateus, Amithy, dan Orland. Membungkuk kecil dihadapan Luque. "Selamat datang di tempat kami" tambahnya kemudian.


Melihat pemimpin mereka membungkuk, semua orang yang ada ditempat itu ikut membungkuk kecil. Meski tidak mengucapkan sepatah katapun.


"Apa yang harus ku lakukan, Aks?" Luque berbisik di telingan Aksa. Karena ia tidak pernah mendapatkan penghormatan dari orang selain pengikutnya sejak 300 tahun. Jadi dia takut bertindak tidak pantas kepada orang lain bahkan di wilayah mereka.


"Mereka hanya menyapa saja. Jadi, balas sapa mereka seperti yang pernah kami lakukan pada mu sebelumnya" Aksa menjawab juga sambil sambil berbisik.


"Halo, aku Luque" ucap Luque seraya melambaikan tangan dan tersenyum lebar.


Semua orang terkejut melihat apa yang dilakukan sang Gadis Suci tersebut. Karena gadis itu meniru bagaimana biasanya Aksa menyapa orang.


"Apa yang anda ajarkan pada Primaval, tuan Aksa?!" Terdengar trio pemburu dan Rafa berucap hampir bersamaan.


"Aku tidak mengajarkan itu padanya" Aksa terdengar tidak terima akan tuduhan trio pemburu dan Rafa tersebut.


Melihat hal tersebut, Lucia dan yang lainnya pun tidak tahan untuk tidak tertawa. Yang akhirnya mencairkan suasana yang tadinya sempat menjadi tegang.


"Maaf Primaval, karena kami tidak diberi kabar akan kedatangan anda, jadi kami tidak menyiapkan sesuatu untuk menyambut kedatangan anda" ucap Lucia seraya menatap tajam ke arah Nata. Tak ubahnya Mateus, Amithy, dan Orland.


"Kalian semua sangat baik dan ramah. Tidak perlu menyambutku segala. Dan juga tidak perlu terlalu hormat dan sungkan padaku. Karena aku akan lama berada ditempat ini. Dan itu kan membuatku merasa tidak nyaman" ucap Luque menjawab dengan sopan.


Terlihat Lucia dan para bangsawan menjadi bingung. Mereka mengira bahwa Gadis Suci datang sebagai utusan wilayah, atau dalam urusan politik yang di rencanakan oleh Nata.


"Setelah ini, akan ku jelaskan" Nata segera menjawab setelah mendapat tatapan butuh penjelasan dari Lucia dan yang lain.


"Baiklah kalau begitu. Karena anda baru saja melakukan perjalanan jauh, jadi lebih baik anda beristirahat terlebih dahulu. Mari saya antar" ucap Lucia kemudian seraya mempersilahkan Luque berjalan di depannya.


Rombongan tadi mulai berpisah jalan. Para Yllgarian pergi ke arah timur bersama beberapa rekannya yang lain. Trio pemburu juga berjalan bersama para Yllgarian tersebut menuju ke hutan Sekai.


Lalu, kelompok Bintang Api terlihat menuju ke markas mereka ke dalam kota, tak jauh dari stasiun tersebut. Sementara Caspian bersama Lucia dan Luque menuju ke kereta besi jenis baru yang sudah memiliki mesin berbahan bakar biogas cair, yang disebut dengan kereta bermotor. Tak jauh dari stasiun itu. Untuk digunakan menuju ke kediaman Lucia di sisi barat kota.


Dan yang terakhir, Aksa, Nata, Lily, Val, dan Rafa menaiki kereta bermotor mereka sendiri yang di sebut Mach Five oleh Aksa, untuk menuju ke Ceruk Bintang.


Tapi karena demi kesopanan, Aksa, Nata, dan rombongan, ikut mengantar Luque munuju ke kereta Lucia. Dan rencana baru akan berangkat ke Ceruk Bintang setelah kereta yang tumpangi Luque itu meninggalkan stasiun tersebut.


"Mengapa kalian tidak ikut naik?" Luque bertanya, saat ia melihat Aksa dan Nata hanya berdiri menantinya memasuki kereta.


"Tempat tinggal kami berada di arah sana" Nata menjawab seraya menunjuk kearah selatan. "Sedang tempat yang akan anda tinggali berada disisi barat kota" tambanya seraya menunjuk kearah barat.

__ADS_1


"Tidak. Aku akan tinggal bersama Aksa" ujar Luque yang kemudian berbalik dari kereta Lucia, dan menuju ke arah Aksa dan Nata berada.


"Eh?" Rafa terlihat terkejut mendengar ucapan Luque. "Tinggal bersama, tuan Aksa?"


"Anda akan tinggal bersama Aksa?" Lucia juga sama teekejutnya dengan Rafa.


Tampak Caspian yang berada di sebelah Lucia menyentuh pundak gadis itu. Memberinya tanda untuk tetap tenang.


"Kami tinggal di kemah di dasar jurang sana. Kediaman Lucia lebih nyaman dalam segala hal. Punya kolam renang lagi" Aksa mencoba meyakinkan Luque.


"Aku akan tinggal bersama kalian" ucap Luque tidak bisa dibantah.


"Kami semua laki-laki di tenda itu. Tidak mungkin anda tiggal bersama kami" kali ini Nata yang berucap. Karena ia juga akan merasa tidak nyaman bila Luque benar-benar tinggal di tendanya.


"Benar" Aksa terlihat menambahi.


"Tidak apa-apa" saut Luque cepat.


"Anda bisa tinggal diperkemahan saya, Primaval" tiba-tiba Rafa berucap "Tempatnya tak jauh dari perkemahan mereka berdua" jelasnya kemudian.


"Oh, benar juga" Aksa dan Nata seperti baru saja menemukan jalan keluar untuk masalah aneh mereka dengan Luque.


Seperti biasa, Luque terdiam dulu untuk menimbang tawaran yang diberikan Rafa kepadanya. "Baiklah. Tapi kalau tidak benar-benar dekat aku tidak mau" ucapnya kemudian.


Dan setelah melewati kehebohan tersebut, akhirnya mereka berenam menuju ke Ceruk Bintang dengan berdesakan di dalam Mach Five, kereta bermotor milik Aksa dan Nata pribadi.


Kemudian sesampainya mereka di dasar Ceruk Bintang, kehebohan pun berlanjut. Luque merasa tenda Rafa yang berjarak 30 langkah dari tenda Aksa dan Nata itu masih lalu jauh.


Dan akhirnya diambil jalan tengahnya, bahwa tenda Rafa harus dipindahkan tepat di sebelah tenda Aksa dan Nata. Baru Luque mau tinggal bersama Rafa.


.


Kemudian malamnya Lucia mengundang semua orang untuk datang menghadiri jamuan makan di kediamannya. Perjamuan untuk keberhasilan mereka menjatuhkan kerajaan Urbar dan menguasai Tanah Suci. Juga sekaligus untuk menyambut kedatangan Luque ditempat mereka itu.


Hampir semua orang datang menghadirinya. Bahkan para Bijak Yllgarian pun terlihat datang dengan beberapa Yllgarian lain. Yang memang alasan utama mereka hadir adalah untuk memberi salam kepada Luque.


Jamuan makan itu berlangsung sampai larut malam. Semua orang terlihat saling bercerita tentang hal-hal seru yang teman mereka lewatkan.


Luque merasa sangat senang. Disamping semakin banyak makanan baru yang bisa ia rasakan, juga karena sudah sangat lama ia tidak menghadiri sebuah pesta yang meriah seperti ini.


Andai saja semua orang tidak mencoba untuk mengajaknya berbicara, pasti sekarang ia sudah menangis karena merasa terharu.

__ADS_1


-


__ADS_2