Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
Antology Final


__ADS_3

Pasukan bantuan dari Caspian pun akhirnya tiba di alun-alun kota. Namun para Mugger sudah hampir sekuanya dikalahkan. Terima kasih kepada Lily yang mengalahkan hampir setengah dari keseluruhan Mugger yang tersisa setelah jalan masuk mereka di tutup.


"Berantakan sekali," ucap Leon dari Kereta Besinya, saat pertama tiba di wilayah alun-alun kota tersebut.


"Pemandangan yang mengerikan," sahut Billy yang segera melompat keluar begitu Kereta Besi tersebut berhenti di depan tempat yang sebelumnya adalah Menara Jam. Yang kini hanya tinggal puing-puing berserakan. Terlihat puluhan tubuh Mugger dan Manusia tergeletak bersimbah darah di jalanannya.


Tampak pula Shuri, Axel, Sigurd, Ende, Diana, Rafa, Yvvone, dan Lily yang sedang bertarung dengan beberapa Mugger yang masih tersisa. Yang kemudian pasukan dari Kota Utara yang baru sampai bersama Lepn dan Billy itu segera menyerbu membantu mereka.


"Oh, akhirnya bantuan tiba juga," sahut Sigurd saat mendapati puluhan prajurit datang menyerbu para Mugger yang sedang ia hadapi. Dan memberinya waktu untuk bernafas.


"Kalian tidak apa-apa?" Tampak Leon dan Billy berlari mendekat.


"Leon, Billy," ucap Shuri yang terlihat terkejut juga lega di saat yang bersamaan.


"Apa yang terjadi? Bagaimana bisa ada Mugger sebanyak ini?" tanya Billy setelah ia sudah berada dekat dengan rekan-rekannya yang lain.


"Mereka menggunakan Batu Pemindah," jawab Diana yang tak lama kemudian terlihat Caspian muncul dari arah timur.


Wajah Caspian tampak dipenuh dengan kemarahan dan kekecewaan, saat melihat apa yang terjadi di alun-alun kota tersebut.


"Apa yang sedang terjadi?" tanya Caspian yang kali ini sudah turun dari kuda mereka dan mendekat ke arah para anggota Bintang Api yang sudah tidak lagi bertarung. Karena pasukan bantuan telah menggantikan mereka melawan para Mugger tadi, juga memburu mereka yang melarikan diri.


"Mereka menggunakan Batu Arcane Ruang dan Waktu," jawab Ende kemudian. Terlihat Diana sedang menyembuhkan luka di lengannya.


"Pantas saja. Lalu bagaimana dengan Yang Mulia Ratu?" tanya Caspian kemudian.


"Sepertinya para Mugger itu juga sedang menyerang kediaman Yang Mulia Ratu. Karena sampai saat ini beliau belum juga mengirim pasukan kemari untuk membantu." Shuri menjawab cepat.


"Baiklah kalau begitu, saya akan memeriksa ke kediaman Yang Kulia Ratu," sahut Caspian cepat seraya kembali melompat ke atas kudanya. "Tiga regu ikut dengan ku ke kediaman Yang Mulia Ratu," perintanya kemudian sebelum kembali memacu kudanya ke arah barat kota.


"Sepertinya wilayah ini sudah terkendali. Kalau begitu saya akan melihat keadaan Nona Luque," ucap Rafa kemudian yang terlihat kuatir.


"Benar. Ayo, kita juga harus memastikan wilayah yang lain," perintah Shuri kemudian pada rekannya yang lain.


Dan mereka pun akhirnya berpencar. Tujuh anggota Bintang Api tadi membagi diri menjadi tiga kelompok dan menyebar untuk memeriksa seluruh sisi kota. Shuri dan Axel ke sisi selatan, Sigurd dan Ende ke sisi barat, kemudian Billy, Leon, dan Diana ke sisi utara.


Sementara itu, Rafa, Yvvone, dan Lily menuju ke sisi timur, sekaligus memeriksa keadaan Bar tempat Luque dan yang lain bersembunyi.


"Sepertinya pasukan Yllgarian sudah tiba," ucap Lily saat mendapati beberapa siluet Yllgarian Kelelawar dan Burung Hantu sedang melayang-layang di atas Stasiun Kota.


"Anda bersama mereka, Nona Lily? Syukurlah kalau begitu," sahut Rafa dengan wajah lega.

__ADS_1


-


Terlihat pasukan Yllgarian mulai tiba di sekitar Stasiun Kereta Uap, Kota Tengah. Mereka yang mendapati beberapa prajurit dan orang biasa tampak berusaha mengelamatkan korban di antara serakan gerbong kereta di jalur sebelah selatan, segera membagi kelompok untuk ikut membantu. Sementara sisanya lanjut menuju ke tengah kota.


-


"Apa Anda semua baik-baik saja?" tanya Rafa begitu ia memasuki Bar tersebut.


"Kami baik-baik saja." Luque menjawab dari tempat duduknya di antara Ellian dan Livia.


Tampak sudah ada delapan prajurit berjaga di tempat itu.


"Tadi, Caspian sudah kemari. Dia meninggalkan delapan prajurit ini untuk berjaga," jawab Luna mencoba menjelaskan.


"Syukurlah kalau begitu," ucap Rafa dengan wajah lega.


"Apa Anda sudah melihat Fla dan Luke?" tanya Livia pada Rafa dengan wajah kuatir.


"Tenanglah, mereka baik-baik saja. Kami bertemu mereka di depan Gerbang Dinging Sekai tadi. Dan sekarang mereka aman bersama pasukan Yllgarian," sahut Lily kemudian.


"Syukurlah," jawab Livia yang terlihat lega.


"Benar, kami merasakan sesuatu yang buruk di wilayah ini," jawab Lily kemudian.


"Sesuatu yang buruk juga sedang menimpa wilayah selatan, sekarang ini," ucap Luna kemudian.


"Apa maksud Anda, Nona Luna?" Rafa bertanya dengan wajah yang semakin terlihat kuatir.


"Pembawa Pesan dari selatan datang dengan kabar bahwa kerajaan Augra dan kerajaan Joren telah melakukan serangan," jawab Luna dengan lesu.


-


Sementara penyelamatan para korban dari gerbong-gebong kecelakaan Kereta pun selesai dilakukan. Dengan bantuan dari Yllgarian Burung Hantu dan Yllgarian Banteng, penyelamatan jadi lebih mudah untuk dilakukan. Dan bersamaan dengan itu pula para prajurit dari Kota Utara berhasil meringkus semua Mugger yang tersisa di tengah kota.


Ratusan warga menjadi korban dalam kejadian malam hari ini. Puluhan bangunan dan fasilitas umum rusak.


Dengung alaram masih menggaung sepanjang malam hingga akhirnya matahari mulai terlihat dari langit timur.


-


Di wilayah selatan, pasukan kerajaan Augra melakukan serangan secara besar-besaran ke perbatasan Distrik Tiga dan Empat, yang ada di ujung selatan.

__ADS_1


Sedang pasukan kerajaan Joren juga melakukan serang besar-besaran ke perbatasan Distrik Tujuh dan Delapan, yang ada di ujung barat.


Namun sebelum itu pasukan Pemberontak yang dibantu oleh para Lycan, Yllgarian manusia Srigala, melakukan penyerangan ke gudang persenjataan di Provinsi Timur dan Provinsi Barat, secara bersamaan. Dan baru setelah itu mereka melakukan serangan besar-besaran ke Distrik Lima di ujung utara dari Daratan Selatan. Tepat setelah pasukan kerajaan Rhapsodia tidak memiliki kekuatan lagi untuk bertahan.


Perbedaan kekuatan terlihat jelas antara pasukan gabungan lawan dengan pasukan asli kerajaan Rhapsodia.


Dan meski kemudian pasukan Yllgarian Hutan Sekai tiba membantu, yang dapat mereka lakukan hanya mempertahankan perbatasan Distrik Satu dan Dua saja.


Sedang di Provinsi Barat, Helen dan Cedrik memutuskan untuk mundur dan bertahan di kota pelabuhan Xin dan Tanah Suci. Yang menyebabkan Distrik Enam terpotong menjadi dua bagian yang belum di taklukan oleh pasukan gabungan lawan.


.


.


Kelak peristiwa ini disebut dengan nama 'Serangan Dini Hari'. Yang dikenal juga sebagai pemicu perang besar Rhapsodia. Perang yang akan membawa kerajaan Rhapsodia menjadi sebuah Dinasti besar yang mampu bertahan hingga seribu tahun lamanya.


-


Fin.


~


Jadi karena satu dan lain hal, sepertinya kisah ini harus berakhir sampai disini dulu. Karena aku harus ngurusin sesuatu di planet Namex yang mungkin bisa memakan waktu lebih dari dua bulan.


Dan karena sistem Apps ini tidak terlalu cocok untuk dibuat Hiatus, jadi aku putuskan untuk menamatkannya dulu. Kedepannya aku bakalan buat cerita lanjutannya dengan lain judul.


Jadi untuk para pembaca sekalian aku ucapkan terima kasih banyak karena sudah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita ini sampai selesai.


Maaf bila banyak sekali typo dan tulisan yang ga masuk akal di setiap chapternya. Juga alur cerita yang kadang jadi sangat boring, dan kadang jadi sangat ruwet. Kedepannya aku akan coba refisi lagi chapter-chapter awal. Baik secara tulisan dan ejaan, juga alur dan dialog.


Soalnya nulis cerita bersambung dengan 1000-2000 kata per 3 hari itu cukup susah, belum lagi proses benerin ejaan dan Typo nya kalau masih disambi ama kerjaan yang lain.


Jadi sekali lagi aku mau minta maaf dan berterima kasih pada kalian semua. Semoga kita bisa bertemu dengan Aksa dan Nata secepatnya, ya? :)


Sampai Jumpa lagi...


*Update :


Berlanjut di cerita baru berjudul :


Catatan Perang Besar Rhapsodia

__ADS_1


__ADS_2