Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
27. Penyergapan II


__ADS_3

Terlihat Lily sudah melompat dari posisi dia sebelumnya, menuju kearah para Mugger itu muncul.


Aksa dan Nata dibuat terpesona ditengah ketakutan mereka saat melihat gadis kelinci itu melayang dengan tongkat sihir yang ujung nya mengeluarkan kilatan cahaya yang menilaukan.


Ledakan dengan suara yang mengelegar terjadi bersamaan dengan ketika Lily mendarat ketanah. Memporak-porandakan barisan Mugger yang paling depan.


Tak lama kemudian sosok kelinci mungil itu lenyap dari pandangan. Lily melesat dengan cepat menghadang Mugger yang lain. Disamping itu kilatan cahaya berwarna putih dari tongkat yang dipegang gadis kelinci itu terus menyambar kesegala arah.


Karena ada sekitar 30 Mugger yang datang menyerbu secara bersamaan, membuat Lily tidak dapat menangani mereka semua. Beberapa Mugger berhasil lolos dan berlari menuju Lucia, Nata, dan Aksa yang tidak terlindung. Suara teriakan mereka membuat gentar orang yang mendengarkannya.


Aksa dan Nata berdiri bersebelahan di depan Lucia, ketakutan membuat tubuh mereka lemas.


Nata gagal untuk mengelak saat salah satu manusia buaya itu mengayunkan sebilah golok kearahnya. Ia jatuh terjengkang seraya mengangkat lengannya secara reflek untuk melindungi kepala.


Trang! Terdengar suara logam beradu.


Dan disaat itu juga entah muncul dari mana tiba-tiba sudah ada 8 orang yang mengenakan topeng aneh dan jubah dengan dua warna.


Tiap orang mengenakan bentuk topeng yang berbeda-beda. Empat orang mengenakan jubah yang berwarna hitam di sisi luar dan putih disisi dalamnya, dan empat sisanya memakai jubah dengan posisi warna kebalikan.


Mereka juga terlihat membawa sebuah pedang dengan lengkung yang tak pernah Nata dan Aksa lihat selama ini.


Delapan orang itu segera menghadang para Mugger lain yang hendak menyerang tiga orang itu.

__ADS_1


"Ini kah Assassin penjaga putri Lucia yang disebut-sebut oleh Lily kemarin? Keren sekali! Tapi aku ingin lari saja dari sini. Menakutkan sekali" ujar Aksa setengah berteriak.


"Saat ini aku berharap bisa mengunakan sihir" jawab Nata yang tampak tak bisa bergerak karena kakinya gemetar lemas.


Sedang Lucia hanya tetap diam dengan kuda-kuda siaga menatap para Mugger itu. Tak beranjak meski tampak kaki dan tangannya gemetar. Pedang berbilah pendek yang ada di tangan nya tampak bergetar pelan karena terlalu erat di genggam.


Mereka bertiga hanya mampu terdiam dikelilingi pertarungan. Suara dentang pedang terdengar disekitaran mereka bersama dengan kelebataan jubah berwarna hitam putih. Bagi mereka bertiga yang belum pernah berada dimedan tempur, ini adalah pengalaman yang sangat mengerikan.


Beruntungnya, karena kemampuan 8 orang berjubah itu tadi membuat tak satu pun Mugger yang bisa berada dalam jarak dua langkah dari posisi Lucia, Nata, dan Aksa.


"Dari mana datang nya para Mugger itu? Siapa orang-orang berjubah itu?" Caspian tak percaya mendapati mereka diserang oleh puluhan Yllagrian dan munculnya beberapa orang misterius yang membantu melindungi Lucia.


"Ku rasa mereka ada dipihak kita" jawab Jean yang sudah menduga bahwa orang-orang itu adalah penjaga rahasia Lucia yang pernah diceritakan oleh Lily sebelumnya.


Ketika Jean dan Caspian bersiap menuju kearah para Mugger itu untuk membantu yang lain mengalahkan mereka, pria penyerang itu melemparkan bola api menghadang Jean.


Caspian dan Jean segara memasang ancang-ancang kembali menghadang serangan dari pria itu.


Saat Caspian dan Jean berhasil menahan beberapa bola api dari pria berjubah merah itu, sayup terdengar dari arah timur, dari jalur arah kotaraja, suara derap langkah kuda.


Tak lama puluhan ksatria berkuda muncul dari balik jalan yang menurun. Terlihat Helen yang lengkap dengan zirah pelindung dari kaki sampai kepala berkuda paling depan memimpin para ksatria tersebut.


"Kurasa Helen datang tepat waktu" ucap Caspian yang terdengar lega. Tidak salah ia mengirim pesan kepada Helen saat ia masih berada di kota Zeraza kemarin, memintanya untuk menjemput mereka ditengah jalan. Karena kuatir tentang adanya serangan mendadak dari para bandit Midas yang menuntut balas.

__ADS_1


"Kalian jangan senang dulu, ini semua belum selesai. Karena Lucia harus mati!" Teriak pria itu yang tampak geram dan sedikit putus asa, melihat lawannya mendapat bantuan.


Pria itu mengangkat kedua tangannya diudara. Dan sebuah bola api muncul di udara. Lalu secara bertahap ukuran bola api itu terus bertambah besar.


Melihat hal tersebut segera Caspian dan Jean bergerak maju untuk menghentikan pria itu membuat bola api bertambah besar.


Namun hanya dengan menghentakkan kakinya saja, tiba-tiba tembok batu muncul dari tanah seperti sebelumnya. Namun kali ini berlapis tiga dan membentuk lingkaran mengelilingi pria tersebut.


"Bagaimana dia bisa mendapatkan kekuatan sebesar itu?" Ucap Jean yang tidak percaya dengan apa yang pria itu lakukan.


Setelah dirasa sudah cukup besar. Kurang lebih seukuran kereta kuda. Bola api itu dilempar kearah Lucia, Aksa, dan Nata berada.


Dilihat dari ukurannya, meskipun dapat dihindari, tetap dampak dari ledakan saat bola api itu menghantam tanah juga akan sangat besar dan masih bisa menciderai orang-orang disekitarnya.


Melihat bola api itu mendekat, Lucia, Aksa, dan Nata merasa sudah tidak memiliki harapan lagi. Mereka bertiga sudah berpikir ini adalah akhirnya.


Para Mugger berlari menghindari bola api tersebut mencari posisi menyelamatkan diri. Sedang delapan orang berjubah tadi mulai memasang kuda-kuda berjajar menghadang bola api yang akan datang itu.


Sementara Helen yang melihat hal tersebut dari kejauhan segera memacu kudanya lebih cepat lagi.


"Silver Rose lebih cepat lagi!" Teriak Helen memerintah pasukan ksatria nya.


Kini pria berjubah merah tadi kembali menurunkan tembok batu pelindungnya. Caspian yang geram melihat hal tersebut, segera menyerang maju ke arah pria tersebut, sementara Jean berlari kebelakang menuju kearah Lucia.

__ADS_1


"Aku berharap kita memiliki semacam memory save sekarang ini. Cheat skill yang biasa di dapat saat pindah ke dunia lain. Spacial Magic. Sihir Teleport" Aksa meracau tak jelas karena panik.


-


__ADS_2