Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
14.5. Yvvone Story : Kembali ke Utara


__ADS_3

"Kenapa kau selalu berwajah muram seperti itu, Morra?" Yvvone bertanya saat dia dan Seigfried tengan menyusuri jalanan kota Yahld yang cukup ramai siang itu.


"Sudah jelas, bukan? Kau menyeretku kesana kemari, ke tempat yang tidak ingin ku datangi" Seigfried menjawab dengan wajah kesal. Wajah yang sudah ia pasang semenjak dua minggu yang lalu.


Mereka berdua sedang berada di kota Yahld di wilayah barat Estrinx. Sudab lewat dua minggu setelah keberangkatan mereka dari wilayah Pharos. Tujuan mereka kemari adalah untuk mencari pria bernama Yan. Seseorang yang dapat menghubungkan Yvvone kepada kelompok Delapan Penjaga.


"Tapi yang kita lakukan ini untuk kepentingan seluruh daratan Elder, kau tahu? Kita sedang menyelidiki dan mencari tahu, hal yang mungkin akan mengancam kehidupan seluruh umat manusia" Yvvone mencoba menjelaskan.


"Atau mungkin ini semua adalah hal yang kau buat-buat sendiri, supaya kau bisa berpergian untuk menyalin gambar dengan alat aneh tuan Nata itu" terdengar Seigfried berucap rilih.


"Lagi pula bila semua ini selesai, kau bisa dianggap sebagai pahlawan" Yvvone berucap lagi, tidak memperdulikan ucapan Seigfried.


"Aku tidak ingin jadi pahlawan" sergah Seigfried cepat.


"Tapi ngomong-ngomong, dari tadi kita berputar-putar saja di kota ini. Apa kau tersesat?" Yvvone bertanya lagi seraya memanding berkelilung.


Seigfried menghembuskan nafas menahan rasa kesalnya. "Aku tidak tersesat. Sudah serahkan saja padaku. Kau diam saja" ucapnya kemudian dengan terlihat bersungut-sungut.


"Apa kau ingin menghindari dua pria yang sedari tadi membuntuti kita?" Yvvone bertanya lagi.


"Kalau kau sudah tahu, kenapa kau tidak segera membereskan mereka berdua?" Seigfried terlihat sudah tidak bisa menahan emosinya ketika mendengar ucapan Yvvone tersebut. "Dasar Elf tidak berguna" imbuhnya lagi dengan lebih lirih.


"Ku pikir dia teman mu. Dan lagi apa tidak apa-apa kita melakukan hal tersebut di dalam kota? Itu bisa menarik perhatian" Yvvone menjawab dengan tenang. Ia tidak memperdulikan apakah Seigried akan marah-marah atau tidak.


"Dengan kau berjalan di dalam kota ini saja sudah sangat menarik peehatian" Seigfried berucap kesal. "Baiklah, kita akan pancing mereka ke tempat yang tidak banyak orang" imbuhnya dengan wajah semakin ditekuk.


Setelah berhasil memancing dua pria yang mengikuti mereka itu ke jalanan yang cukup sepi, dengan cepat Yvvone mengeluarkan sihir angin yang biasa ia gunakan untuk membuat orang jatuh pingsan. Yaitu membuat gelembung tanpa udara di sekitar kepala. Sebelum kedua pria tadi sempat melakukan tindakan.


Seigfried melihat dua orang itu kehabisan nafas dan jatuh pingsan, dengan perasaan ngeri. Dulu ia juga pernah merasakan sihir tersebut.


Dan setelah itu tampak Sigfried mulai memeriksa barang bawaan dua pria yang sudah jatuh pingsan itu.

__ADS_1


"Sepertinya hanya bandit biasa" ujar Seigfried setelah mengeluarkan semua barang dari saku dan tas kecil dua pria tersebut. Tampak diantaranya sebungkus kecil kain berisi delapan keping uang perak kerajaan Estrinx.


"Apa kau ingin merampok para perampok itu?" Yvvone bertanya saat melihat Seigfried mulai memasukan barang-barang dua pria tadi ke dalam kantong dan tas pinggangnya.


"Ini untuk berjaga-jaga. Siapa tahu kita memerlukannya" saut Seigfried tak acuh.


"Itu mereka!" Tiba-tiba saat Yvvone dan Seigfried hendak meninggalkan tempat tersebut, muncul dari ujung jalan, tiga pria lain yang tampaknya tidak senang dengan keberadaan mereka berdua.


"Tangkap Elf itu" teriak salah satu pria yang membawa pedang berkarat ditangannya.


Dengan cepat Yvvone kembali mengeluarkan sihir yang sebelumnya ia keluarkan. Dan tak berapa lama tiga pria yang baru saja datang itu jatuh pingsan.


"Sepertinya keberadaan mu benar-benar menarik banyak perhatian" Seigfried tampak menggeledah bawaan tiga pria tadi. Sama seperti sebelumnya.


"Apa kita memang perlu banyak uang dan barang untuk berjaga-jaga?" Yvvone terlihat menyipitkan matanya menatap Seigfried dengan curiga.


"Aha! Akhirnya sesuatu yang berguna" ucap Seigfried setelah mengamati sebuah lempengan kayu yang ada ditangannya.


Lempengan kayu itu tidak lebih besar dari telapak tangan dan hanya setebal jari kelingking. Di salah satu sisinya terdapat ukiran berupa gambar tiga pohon perjajar.


"Ini adalah Sigil. Semacam tanda sebuah kelompok dalam dunia bawah. Dengan ini kita bisa masuk lebih dalam ke jaringan bawah kota ini" Seigfried menjelaskan. "Tak kusangka kelompok Tiga Dedalu masih saja berkeliaran di kota ini" tambahnya berucap sendiri.


Sementara terlihat mata Yvvone mulai berbinar melihat benda yang disebut Sigil itu, dan penjelasan dari Seigfried.


"Tapi sepertinya aku sendiri saja yang melakukannya" Seigfried berucap lagi setelah melihat tampang penasaran Yvvone yang sepertinya akan menimbulkan semakin banyak perhatian. "Bagaimana kalau kau pergi ke hutan dan mengambil gambar dengan alat yang kau pinjam dari tuan Nata itu, sementara aku mencari tahu tentang keberadaan Yan" ucapnya kemudian memberikan saran.


"Eh, alat itu akan jadi milik ku kelak" Yvvone terlihat tidak terima.


"Ya, terserahlah. Kita akan bertemu lagi nanti sore di tempat kita berkemah" saut Seigfried tidak memperdulikan ucapan Yvvone sebelumnya.


"Baiklah, bila kau berkata begitu. Aku serahkan padamu" Yvvone menjawab dengan nada yang bertambah riang. "Kalau begitu aku pergi dulu. Sampai jumpa" ucapnya kemudian. Dan setelah itu Yvvone segera melesat cepat ke angkasa meninggalkan Seigfried seorang diri.

__ADS_1


"Elf bodoh itu sebenarnya memang ingin bermain-main" ucap Seigfried yang kemudian berjalan meninggalkan jalanan sepi dan lima pria yang jatuh pingsan tersebut.


-


Sore harinya Seigfried kembali ke perkemaahan mereka di bibir hutan tak jauh dari kota Yahld, saat Yvvone baru saja menyalakan api unggun.


TapI sebenarnya yang mereka sebut dengan perkemahan itu hanyalah sebuah tenda kecil dan satu kantung tidur, diantara api unggun. Yang memang sengaja dibuat asal, agar bisa cepat dibenahi untuk segera kembali melakukan perjalanan.


"Jadi bagaimana?" Tanya Yvvone kemudian seraya menawarkan segelas teh kepada Seigfried yang baru saja duduk di sebelahnya.


"Besok kita akan menuju perbatasan wilayah selatan. Ke kota Pharn" Seigfried menjedah ucapannya untuk menyeruput segelas teh hangat tersebut. "Yan ada ditempat itu" lanjutnya kemudian.


"Butuh berapa lama untuk mencapai kota itu?" Yvvone bertanya seraya memberikan bingkusan berisi makanan kepada Seigfried.


"Mungkin sekitar sehari setengah dari tempat ini" Seigfried menerima bungkusan berbentuk kotak yang terbuat dari daun pisang di ikat tali itu dari Yvvone. Dan kemudian mulai membukanya.


"Terlalu lama" Yvvone berucap setelah mendengar jawaban Seigfried.


"Tidak! Kau sudah berjanji bahwa kita tidak akan melakukan perjalanan dengan cara terbang" Seigfried yang tahu apa yang sedang dipikirkan Yvvone segera menolaknya. Bahkan sebelum gadis Elf itu sempat mengutarakan niatannya tersebut.


"Memang apa yang kau takutkan? Baju mu sekarang kan sudah tahan terhadap panas dan juga dingin" Yvvone terlihat sedikit kesal.


"Tetap saja. Aku tidak suka. Bila kau tetap memaksa untuk terbang, maka aku tidak akan membantu mu lagi" ancam Seigfried.


"Baiklah, baik. Lagi pula apa tidak capek melakukan perjalanan seharian lebih dengan kuda?" Yvvone terlihat mengerutu.


"Terserah aku. Sudah, aku mau makan" Seigfried kembali membuka bungkusan makanannya yang tadi ia tunda.


"Oh iya. Ngomong-ngomong kau mau lihat tidak gambar yang ku ambil tadi siang? Aku menemukan jamur aneh di dalam hutan" ucap Yvvone kemudian seraya mengeluarkan kotak tipis sebesar telapak tangannya dari dalam tas pinggangnya.


-

__ADS_1


__ADS_2