Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
23.5. Antology Story : Hari Libur Aksa V


__ADS_3

Aksa mulai membuat tulisan daftar hal-hal yang harus dirubah dan ditambah kepada Khan. Sebelum kemudian ia pergi selepas makan siang.


Rencananya membuat sekolah akan dimulai sebulan lagi. Disamping Aksa yang tak bisa mengajar sendiri, maka ia harus mencari solusi untuk mrngatasinya.


Kemudian Aksa dan trio pemburu pamit. Tujuan mereka setelah ini adalah ke bibir hutan Sekai untuk menengok Selene dan Fla. Mereka dibekali jagung rebus oleh Arian, untuk di perjalanan.


Tak berapa lama. Bahkan matahari masih tak jauh dari tengah hari, mereka pun tiba di tujuan mereka. Bibir hutan Sekai.


Tampak dari jauh terlihat Serigala Perak Selene yang sedang bersantai di bawah sebuah pohon. Dan kemudian segera bangkit berdiri saat ia merasakan kehadiran Aksa. Lalu mengendus kencang sambil menatap ke arah Aksa yang masih cukup jauh.


Semua orang yang sedang bekerja terkejut mendengarnya. Dan kemudian mencari tahu apa penyebab serigala tersebut mengeluarkan suara tersebut.


Dan kemudian mereka menemukan Aksa yang melambai-lambai dikejauhan. Diantara trio pemburu.


Tampak Fla, Livia, dan Lycan buntung berkaki kayu, ada di tempat itu untuk membantu. Kemudian disamping Selene, tampak juga Ellian yang sedang mempersiapkan sebuah lahan tepat disebelah tempat Selene. Kemudian selebihnya adalah beberapa botanikal dan para pekerja. Juga ada beberapa Yllgarian yang ikut membantu.


"Wah, tumben sekali anda kemari tuan Aksa" ucap Selene menyapa Aksa. "Ada perlu apa? Apa anda ingin menjemput nona Lily?"


"Iya, tumben sekali melihat anda diluaran seperti ini" ucap Ellian menambahi.


"Aku cuma sekedar berkeliling saja. Berhubung aku punya hari libut, tuan Selene" jawab Aksa kemudian "Apa Lily masih di dalam hutan?"


"Benar. Sudah dari dua hari ini" jawab Selene kemudian.


"Cukup banyak memang, permintaan Nata kepada Lily. Untuk dibicarakan dengan para Yllgarian itu" ucap Aksa yang mengetahui apa penyebab Lily cukup lama di pemukiman Yllgarian tersebut.


"Lalu, habis dari mana anda sebelum ini, tuan Aksa? Saya lihat anda datang dari arah desa kami" Fla berjalan mendekat setelah menyimpan sekop untuk menggali, pada sebuah wadah.


"Benar, tadi aku baru saja sarapan bersama keluarga mu. Masakan bibimu enak" jawab Aksa dengan mengangkat jempolnya.


"Benarkah? Syukurlah bila anda menyukainya. Bibi Arian memang pandai memasak"


"Tapi ngomong-ngomong, Fla? Bukankah tulang pundak dan iga mu cidera. Kenapa kau masih melakukan pekerjaan fisik?"


"Oh. Bukan apa-apa, tuan Akasa. Saya hanya membantu yang ringan-ringan saja"


"Tuan Selene? Apakah mereka bertiga berpengaruh besar dalam mempercepat penyelesaian tempat ini?" Tiba-tiba Aksa bertanya kepada Selene seraya menunjuk kearah Fla, Livia, dan si Lycan-Luke.


"Maksudnya bagaimana, tuan Aksa?" Terdengar Fla terkejut dengan pertanyaan Aksa kepada Selene tersebut.


"Apa kami melakukan kesalahan?" Livia bertanya dengan mulai panik.

__ADS_1


"Apa anda memerlukan mereka?" Terdengar Selene menjawab dengan sebuah pertanyaan.


"Iya, sepertinya saya membutuhkan mereka" jawab Aksa kemudian.


"Silahkan kalau begitu. Kami masih bisa mengatasinya disini" jawab Selene kemudian.


Sementara tampak tiga orang tadi terdiam dengan sedikit pucat. Menduga-duga apa yang diinginkan Aksa terhadap mereka.


"Jadi, kalian bertiga. Sekarang pulanglah ke desa kalian. Kemasi barang-barang kalian. Lalu besok lusa, kalian pindah ke kota tengah. Ketempat ku. Aku anda pekerjaan yang pas buat kalian"


"Kalau boleh kami tahu, pekerjaan apa itu?" Tanya Fla ragu.


"Tidak susah kok. Jangan kuatir kalian. Besok lusa akan kujelaskan"


"Baik tuan Aksa, kami mengerti" jawab Fla yang diikuti anggukan kepala oleh Luke dan Livia. "Kalau begitu kami pamit dulu" tambahnya seraya mulai mengemasi barang. Sebelum kemudian pergi menuju ke desa.


"Memang apa yang anda inginkan dari mereka? Kasian mereka tampak cemas seperti itu" ujar Loujze kemudian.


"Benar, tuan Aksa. Lagian mereka bersungguh-sunggu dalam bekerja" kali ini Ellian yang menambahi. Karena merasa sedikit kasihan melihat Fla dan dua rekannya sampai pucat.


"Kenapa kalian menyalahkan ku? Padahal aku memberi mereka pekerjaan yang lebih cocok" tampak Aksa tidak terima dipojokan.


"Ya. Itu memang benar" Ellian menyetujui ucapan Selene. Dan kemudian di ekor oleh yang lain dengan anggukan kepala.


"Oh, apa ini semua pohon karet?" Tanya Aksa kemudian. Tanpa memperdulikan ucapan orang-orang tadi terhadapnya.


"Benar. Itu pohon karet yang kemarin kita tanam dalam pot. Sekarang kita akan memindahkannya di tempat ini" jawab Ellian kemudian.


"Oh, ngomong-ngomong lemak hewan yang ku minta kemarin apakah sudah siap, tuan Selene?" Aksa menanyakan hal yang baru diingatnya.


"Sudah tuan Aksa. Tapi sekarang ada di tempat saya, di wilayah barat" jawab Selen. "Sebenarnya untuk apa lemak hewan tersebut? Apakah untuk kebutuhan bertanam? Atau untuk membangun?" Tanya Selene kemudian dengan dugaan-dugaan liarrnya. Karena ia tahu bahwa Aksa selalu membuat hal yang tidak bisa dipahami secara umum.


"Bukan, tuan Selene. Nantinya lemak tersebut akan kita masak dengan air yang dicampur abu sisa api unggun. Lalu juga ditambah minyak herbal dari bunga-bungaan dan buah Olive, dan kita punya Sabun!" Jelas Aksa dengan bersemangat.


"Apa itu sabun?" Tanya Selene yang mewakili semua orang yang ada ditempat itu.


"Rantai asam lemaknya mengikat minyak. Jadi intinya untuk membersihkan kotoran"


"Bagaimana abu bekas api unggun dan lemak hewan malah digunakan untuk membersihkan, tuan Aksa?" Selene masih mencoba untuk menerima penjelasan Aksa yang tidak masuk akal.


"Tunggulah kalian. Nanti ada saatnya kita akan membuatnya, memperkenalkannya, kemudian memproduksinya secara masal. Masa-masa mandi adalah setiap hari akan segera tiba. Selamat tinggal bau dan dekil" Aksa mulai berbicara sendiri.

__ADS_1


Yang lain hanya bisa terdiam dengan senyum masam, melihat kelakuan Aksa.


.


Dan setelah cukup lama mereka berbincang, tiba-tiba tampak keluar dari dalam hutan, sosok Lily dan 3 Yllgarian yang berperawakan seperti beruang, kelelawar, dan burung hantu.


Melihat Aksa berada di bibir hutan tersebut membuat Lily terkejut. "Aksa? Kenapa kau ada disini? Kemarin kemana saja, kau? Aku mencari mu, tapi kau tidak ada ditenda mu" tanyanya kemudian.


"Maaf, aku pergi ke pesisir timur pagi-pagi sekali. Aku tidak sempat mengabarimu karena aku harus buru-buru menumpang kereta pengantar makanan" jawab Aksa memberi penjelasan.


Tampak ketiga Yllgarian yang bersama Lily tersebut terlihat bingung.


"Maaf, siapa sebenarnya anda? Kenapa anda berbicara tidak sopan terhadap nona Lilian?" Si burung hantu tidak bisa menahan untuk menyela Aksa.


"Oh, dia adalah Aksa. Mungkin kemarin kalian hanya bertemu dengan Nata saja. Sekarang mereka berdua adalah tuan ku" Lily segera menjawab pertanyaan tiga Yllgarian tersebut.


"Hai, nama ku Aksa. Salam kenal" ucap Aksa kemudian sambil melambaikan tangan seperti sedang menyapa orang dari kejauhan.


Semua orang yang ada ditempat itu merasa geregetan untuk menegur kelakukan Aksa itu. Tapi tidak ada dari mereka yang berani menyela pembicaraan tersebut.


"Kelakuannya memang seperti itu. Tidak perlu dipikirkan" jelas Lily singkat.


Tampak baru sadar bahwa pemuda dihadapan mereka adalah junjungan Lily, segera ketiga Yllgarian itu membungkuk dengan tangan kanan di dada mereka. Bentuk sapa hormat dari bangsa Yllgarian.


"Saya, Evora dari klan Strigi. Kehormatan berkenalan dengan tuan Aksa" ujar si burung hantu.


"Saya, Corvette dari klan Diphy. Saya juga merasa terhormat bisa mengenal tuan nona Lilian" ucap yang kelelawar.


"Saya, Maserati dari klan Ursa. Saya menantikan bimbingan anda tuan Aksa" kali ini si beruang yang berbicara.


"Mereka bertiga adalah para pemimpin regu. Mungkin setara dengan panglima perang dalam budaya manusia" Lily menjelaskan.


"Baiklah kalau begitu. Kami undur diri dahulu" ucap si beruang. Yang kemudian mereka bertiga menghilang dari bibir hutan.


"Ngomong-ngomong Kau kemari naik apa? Aku mau numpang pulang" tanya Aksa kemudian.


"Jalan kaki" jawab Lily cepat.


"Kan ada si Epoc. Kenapa kamu ga pakai dia kemari?"


-

__ADS_1


__ADS_2