
Pagi itu Caspian memberitahukan kepada para bangsawan untuk mengadakan pertemuan lagi di tenda Lucia di Perkemahan Atas. Karena pagi tadi, ia baru saja mendapat kabar dari Luna mengenai apa yang sedang terjadi di kotaraja.
"Kabarnya sekarang keluarga Roxan dan Voryn sudah berhasil mengajak hampir separuh keluarga bangsawan berpengaruh untuk ikut dalam koalisi mereka" jelas Caspian setelah Lucia, Orland, Amithy, Madron, dan Dirk sudah berkumpul.
"Benarkah?" Lucia berharap ucapan Caspian tidak benar. Karena bila benar seperti itu, kemungkinan Elbrasta akan mengalami perang saudara seperti Estrinx sangatlah besar.
"Dan sepertinya ketegangan mulai meningkat di dalam kotaraja. Apa lagi hasil dari penyerbuan prajurit kerajaan ke hutan utara itu menyebabkan hancurnya desa Yllgarian yang ada di hutan tersebut" lanjut Caspian yang langsung menuai reaksi tidak nyaman dari yang lain.
"Lalu bagaimana nasib para Yllgarian tersebut?" Lucia bertanya.
"Belum diketahui kabar tentang keberadaan mereka. Kemungkinan mereka melarikan diri bersembunyi di dalam hutan" jawab Caspian kemudian.
"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" Terdengar Dirk bertanya gusar.
"Yang jelas hal tersebut tidak akan mempengaruhi tempat ini. Setidaknya untuk saat ini. Tapi untuk posisi kita di kotaraja, kita harus mulai mengambil tindakan dari sekarang. Sebelum semuanya terlambat" kali ini Amithy yang berucap.
"Cornelius dan Constine sudah berangkat dua hari yang lalu menuju kotaraja. Kita tunggu saja kabar dari mereka" saut Orland kemudian.
"Benar. Tapi bila memang keadaan menjadi buruk apa yang harus kita lakukan?" Dirk masih terlihat gusar.
"Berharaplah semua itu tidak pernah terjadi" ucap Orland yang juga tidak dapat memberi jawaban.
-
Siang harinya Helen menemui Nata untuk melaporkan hasil dari penjelajahan area yang ia dan ksatria nya lakukan di wilayah barat.
"Tuan Nata, kami menemui sarang Antelope Cinder di wilayah barat. Meski mereka adalah tipe hewan yang tidak terlalu agresif tapi tetap mereka adalah hewan mistik. Dan karena itu adalah sarang, maka kemungkinan besar mereka akan mengganggu perkerjaan kita di kedepannya. Atau akan menimbulkan masalah bila kita mendirikan pemukiman atau apapun diwilayah tersebut" Helen melapor dengan sangat rinci.
"Memang sihir apa yang dimiliki hewan ini?" Tanya Nata penasaran.
"Mereka dapat menggunakan sihir api" jawab Helen kemudian.
"Oh, itu benar akan jadi masalah. Mau tak mau kita memang harus melakukan pembersihan" ucap Nata kemudian.
"Benar tuan Nata" Helen setuju dengan keputusan Nata.
"Sebenarnya saya sudah menghubungi serikat petarung kenalan saya untuk membantu melakukannya. Mungkin dua atau tiga hari lagi. Jadi bagaimana kalau kita tunda dahulu bahasan ini sampai saya mendapat kabar dari mereka"
"Baik tuan Nata, saya mengerti. Ijinkan saya pamit"
__ADS_1
-
Tiga hari sebelumnya Nata sudah meminta kurir untuk mengantarkan surat kepada Cedrik di kota Albus. Dan seminggu kemudian serikat petarung Bintang Api datang ke tanah Pharos dengan seluruh anggotanya. Mereka menggunakan 2 kereta kuda yang masing-masing berisi 4 orang dan 4 orang sisanya menunggangi kuda.
-
"Wah, sulit dipecaya sejak kapan kalian membangun jembatan di lembah di depan sana? Dan semua hal yang ada disini, benar-benar sesuatu" Ucap Cedrik tampak takjub saat mereka berdua belas ada dalam tenda Nata. Bersama Helen dan dua ksatrianya.
"Dan bagaimana cara kalian menggerakan benda-benda besar seperti itu?" Tanya Margaret.
"Aku melihat bahkan kereta besi yang besar itu berjalan tanpa ditarik kuda. Apakah itu sihir?" Kemudian Ende juga ikut bertanya.
"Benda yang ada di dinding tebing itu juga bagaimana bisa mengangkat sebuah kereta kuda, tanpa ada orang atau hewan yang menariknya?" Pria salah satu dari anggota Bintang Api yang belum Nata kenal juga terlihat penasaran.
"Tenang-tenang saya tidak bisa mendengarnya kalau kalian bertanya nyaris berbarengan seperti itu"
"Oh, maafkan kami" ucap Cedrik kemudian.
"Ngomong-ngomong dimana nona Lily?" Tambah Ende dengan pertanyaan lain.
Tampak Axel diam saja diujung ruangan. Tampak ia menahan semua rasa penasarannya.
-
"Ada berapa kira-kira Antelope yang berada di dalam sarang tersebut, nona ksatria?" Cedrik bertanya kepada Helen.
"Kurang lebih delapan ekor. Tapi itu belum pasti, karena kami segera kembali begitu kami mendapati ada delapan ekor Antelope Cinder. Karena saat itu kami hanya berlima saja" Helen menjelaskan.
"Ya, itu adalah keputusan yang benar nona ksatria. Delapan mungkin masih bisa kami tangani. Namun bila ada kemungkinan mereka lebih dari itu, maka malah akan membahayakan diri kami sendiri" ucap Cedrik menimbang.
"Kecuali kami ditemani oleh nona Lily" saut Ende tiba-tiba.
"Kami tetap akan ikut bersama kalian saat melakukan pembersihan. Kami ada sekitar sebelas orang, termasuk saya" Helen menjelaskan niatannya.
"Nah, kalau itu lain cerita. Kami bisa merasa tenang bila anda dan ksatria anda ikut serta dalam pembersihan ini" ucapan Cedrik terdengar lega.
"Untuk pembayarannya, berapa banyak yang anda minta tuan Cedrik?" Nata bertanya.
"Biaya umum melakukan pembersihan adalah satu keping perak per orang. Jadi untuk kami berarti dua belas keping perak"
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, saya juga tidak keberatan dengan besaran biaya tersebut. Dan bila kalian mau kita bisa sekalian membuat perjanjian jasa. Kami akan memberikan tugas penanganan area Pharos ini khusus kepada kelompok Bintang Api" ucap Nata kemudian.
"Wah, kami sangat tersanjung, tuan Nata. Kami akan melihat detail perjanjiannya setelah kami menyelesaikan tugas pertama ini" ujar Cedrik kemudian.
"Baiklah kalau begitu. Ku serahkan mereka kepada anda nona Helen" Nata berucap.
"Saya mengerti, tuan Nata" jawab Helen seraya membungkuk kecil.
Tiba-tiba seseorang masuk kedalam tenda mereka dengan tampak tergesa. "Oh, maafkan saya bila menyela, tapi tadi saya mendengar akan ada pembersihan Antelope Cinder di area barat?" Tampak Selene lah yang masuk kedalam tenda tersebut. Setelah tanpa sengaja ia yang kebetulan lewat mendengar hal yang menarik perhatiannya.
"Benar, mereka adalah serika petarung Bintang Api" ucap Nata menunjuk pada kelompok 12 orang dihadapannya.
"Salam kenal" Selene membungkuk kecil kearah Cedrik dan anggotanya yang lain. Yang dibalas mereka dengan anggukan kepala dan lambaian tangan dari masing-masing orang.
"Memangnya kenapa tuan Selene?" Nata kembali bertanya.
"Bolehkah saya ikut? Saya ingin melihat area itu serta sarang Antelope Cinder" jawab Selene yang seperti malu-malu mengatakannya.
"Apa anda ingin mencoba untuk menjinakan mereka? Apa mereka berharga?" Tanya Nata kemudian.
"Anda seorang penjinak? Langka sekali" Kali ini Cedrik yang berujar.
"Benar saya seorang penjinak, dan benar tanduk Antelope Cinder sangat berharga, tuan Nata. Apa lagi yang sudah tua" Selene menjawab.
"Benarkah?" Terlihat Nata mulai tertarik.
"Oh, benar juga. Beberapa busur pahlawan terkenal dibuat dari tanduk Antelope Cinder" ujar seorang pria dengan baju pemburu. Salah satu dari anggota Bintang Api yang juga belum dikenal Nata.
"Apakah tanduk itu mengandung sihir sama seperti tanduk Mistik Hyena?"
"Kurang lebih. Bila tanduk Mistik Hyena masih mengandung sihir petir aktif saat dibuat menjadi sebuah Tottem, sedang tanduk miliki Antelope Cinder ini memiliki unsur penguat saat sihir api digunakan bersama alat yang terbuat dari tanduk tersebut" seperti biasa Ende mengambil alih penjelasan yang berhubungan dengan sihir tanpa ada yang meminta.
"Baiklah kalau begitu, anda boleh ikut bersama mereka, tuan Selene" ucap Nata kemudian.
"Terima kasih tuan Nata" Selene membungkuk dalam kepada Nata.
"Baiklah kalau begitu, silahkan nona Helen"
"Tuan Selene, tuan Cedrik, lewat sini" Helen mempersilahkan dan menuntun orang-orang yang akan pergi melakukan pembersihan bersamanya itu, untuk keluar dari tenda Nata.
__ADS_1
-