
Hanya Nata, Lucia, Fang, dan Yvvone saja yang memasuki tenda ketua rombongan Yllgarian tersebut. Sisanya menunggu di depan tenda.
Ketua yang disebut Para Bijak itu terdiri dari 5 Yllgarian yang memiliki sosok seperti burung hantu, macan kumbang, kelelawar, banteng, dan beruang.
"Perkenalkan Para Bijak, saya Fang dari hutan barat. Sekarang saya tinggal disebuah desa kecil di lereng gunung Sekai. Keberadaan saya disini adalah ingin membantu menyampaikan niat baik dua manusia ini" Fang memperkenalkan diri dengan sopan, yang membawa dampak yang bagus diawal.
"Beliau adalah nona Lucia, pemilik tanah Pharos ini sekarang. Dan yang ini adalah tuan Nata, salah satu pemimpin tanah ini" Fang melanjutkan dengan memperkenalkan Lucia dan Nata. Sedang Lucia dan Nata membungkuk kecil dihadapan ke 5 Yllgarian tersebut.
"Sebelumnya saya juga ingin mengucapkan terima kasih karena telah mengijinkan kami untuk tinggal sementara di tempat ini" ucap si burung hantu. "Perkenalkan nama saya Vurg" suara burung hantu itu terdengar berat dan berwibawa.
"Perkenalkan nama saya Farel" ucap si macan kumbang dengan nada suara yang sangat tenang.
"Nama saya Golus, terima kasih sudah menjaga kami disini" kali ini si banteng yang berucap mengenalkan diri.
"Saya Thawn. Saya juga berterima kasih atas kebaikan anda sekalian dalam memperlakukan kami disini" giliran si beruang yang memperkenalkan diri.
"Dan saya, kalian bisa memanggil saya Safiya. Saya juga merasa bersyukur dan berterima kasih atws kebaikan kalian" yang terakhir adalah si kelelawar yang tampaknya seorang perempuan.
"Salam kenal" ucap Lucia menanggapi kelima Yllgarian tersebut.
"Dan niat baik seperti apa yang ingin kalian sampaikan, sampai barus bersusah datang kemari secara langsung?" Tanya Vulg si burung hantu.
"Jadi seperti yang mungkin sudah diceritakan oleh nona Yvvone sebelumnya, bahwa karena sekarang kami sedang membuat jalur menuju kearah selatan, maka bila anda sekalian hendak menuju ke selatan dengan berjalan kaki, maka hanya tinggal medan-medan berbahaya saja yang bisa di lewati" Lucia mulai berkata-kata.
"Tapi bila anda sekalian mau, kami akan mengantarkan anda sekalian ke selatan saat jalur tersebut sudah selesai dibuat. Namun hal itu membutuhkan waktu sekitar satunsetengah bulan lagi" Lucia menambahi.
Tampak kelima ketua ini sudah mendengar gagasan ini dari Yvvone. Mereka terlihat tidak terkejut atau bereaksi mendengarnya.
"Saya tahu apa yang anda semua alami dari nona Yvvone, jadi saya paham benar bila anda sekalian merasa sedikit tidak nyaman berada di lingkungan dengan banyak manusia. Terutama para ksatria dan prajurit seperti tempat ini sekarang. Apa lagi untuk satu setengah bulan kedepan" Nata menambahi ucapan Lucia.
"Dan bila memang seperti itu, anda sekalian bisa mendirikan perkemahan di sebelah barat dinding Sekai, di wilayah tengah. Bersama pedagang Azure dan kelompok serikat petarung kami, yang sedang bertugas melakukan pembersihan diwilayah tersebut" lanjut Nata menjelaskan.
Kali ini terlihat reaksi dari mereka berlima. Walau samar.
__ADS_1
"Beliau berdua adalah orang baik. Saya bisa menjamin hal itu" tiba-tiba Fang ikut berbicara yang mengejutkan Nata dan Lucia. "Beliau berdua sedang mulai membangun kota yang akan menghilangkan perbedaan status, kasta, dan ras. Beliau juga yang menyelamatkan seorang pemuda yang sudah saya anggap sebagai keponakan saya sendiri dari perbudakan. Dan bukan hanya satu orang, tetap lima puluh lebih orang" tambah Fang yang membuat Nata terkejut sekaligus merasa sedikit bangga.
"Wah, benarkah?" Tampak Yvvone menyetuk mendengar cerita Fang. Yvvone menatap Nata dengan memiringkan wajahnya terlihat penasaran dan seperti sedang menilai-nilai.
"Kurasa hal itu tidak perlu diceritakan tuan Fang" saut Nata dengan cepat.
"Itu hal yang penting untuk Para Bijak ketahui. Bahwa saya sebagai Yllgarian mempercayai anda dan nona Lucia dengan sepenuh hati saya" Fang menjawab dengan perkataan yang tidak diantisipasi Nata dan Lucia.
"Saya juga mempercayai dua orang ini" tiba-tiba Yvvone ikut menambahi sambil tersenyum mengangkat jempolnya kearah Lucia.
Lucia dan Nata hanya tersenyum melihat aia yang dilakukan Yvvone.
"Dan kemudian untuk permasalahan berikutnya" Nata mengembalikan topik pembicaraan. "Untuk makan selama anda sekalian menunggu. Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah berburu di hutan selatan Elbrasta. Saya tahu, hutan itu tidak aman. Melihat anda sekalian yang menghindari prajurit kerajaan. Hal tersebut juga bisa membawa masalah pada kami" Nata berkata panjang lebar. "Tapi setidaknya, saya mohon untuk bertahan seminggu saja" tambahnya kemudian.
"Seminggu saja?" Vurg bertanya tidak mengerti maksud Nata.
"Benar, bertahanlah selama satu minggu saja berburun di hutan selatan. Karena kami sedang mengusahakan jalan menembus Dinding Sekai, untuk menuju hutan di lerenga selatan gunung Sekai. Dan bila jalan itu sudah jadi, anda sekalian bisa berburu di hutan tersebut, tanpa perlu kuatir dengan prajurit kerajaan" jelas Nata kemudian.
"Benar nona Yvvone, dan sepertinya anda tertarik? Apakah anda ingin membantu pekerjaan saya?" Nata segera mengambil kesempatan darinketertarikan Yvvone.
"Hm, ceritakan dulu detailnya padaku. Baru nanti ku putuskan akan membatu atau tidak" jawab Yvvone dengan menyelidik yang terlihat mengemaskan bagi Nata.
"Baiklah, setelah ini kita bisa bicarakan detailnya di tenda pertemuan. Namun selepas itu, bagaimana menurut anda sekalian? Apakah niat baik kami diterima?"
Lima Yllgarian itu tampak saling berpandangan, silih berganti. Seolah mereka sedang melakukan komunikasi yang tidak dapat dimengerti oleh Nata.
"Kami rasa penawaran dari nona Lucia dan tuan Nata adalah hal terbaik yang bisa kami lakukan saat ini. Juga setelah menimbang dari cerita tuan Fang dan kepercayaan yang nona Yvvone berikan kepada anda berdua, kami akan dengan senang hati menerima niat baik anda berdua" ucap Vurg kemudian mewakili keempat ketua klan lainnya.
"Saya juga senang mendengarnya nya tuan Vurg" ucap Lucia yang terlihat lega sekarang. Senyumnya tampak mengembang.
"Dan, mungkin bila memang anda sekalian ingin segera pidah hari ini, kami akan siapkan kereta untuk menyeberangi Jurang Besar" ucap Nata menawarkan bantuan.
"Terima kasih tuan Nata, saya akan membertahukan kepada warga" Vurg berucal.
__ADS_1
"Sekali lagi, terima kasih" kali ini kelima Yllgarian tersebut berucap nyaris secara bersamaan.
"Sama-sama" jawab Nata kemudian.
.
Dan akhirnya selepas makan siang 300 Yllgarian berkemas untuk pindah ke wilayah tengah. Membuat tenda dihamparan tanah luas bersebelahan dengan perkemahan Lumire dan kelompok Bintang Api.
Sorenya Yvvone menemui Nata untuk meminta penjelasan tentang bagaimana ia akan melubangi Dinding Sekai. Dan akhirnya Yvvone setuju ubtuk membantu Nata, setelah ia sama sekali tidak paham akan penjelasan yang Nata berikan padanya.
-
Pagi berikutnya kereta bor sudah berada di depan bukit Dinding Sekai. Dengan hanya 8 pekerja bersama dengan Nata, Yvvone, dan Seigfried. Tapi tidak seperti kereta bor yang memiliki moncong berbentuk limas sebelumnya, kereta bor kali ini menggantikan logam kerucut itu dengan logam berbentuk tabung silinder.
Tabung tersebut terbuat dari logam Dracz. Berukuran setengah ukuran badan keretanya.Yang dapat berputar pada porosnya. Diujung bagian depannya terdapat 12 mata bor kecil berbentuk limas dengan kristal Cyla yang digunakan sebagai giginya. Terpasang melingkar berpola, yang juga dapat berputar pada porosnya.
Tampak sebuah gerbong tangki berisi air menggandeng tepat di ekor kereta tersebut. Yang gunanya untuk terus membasahi tabung silinder di depan tadi.
Karena tak terlalu jauh dari perkemahan, beberapa Yllgarian dan anggota Bintang Api juga ikut datang untuk melihat bagaimana Nata melubangi bukit tersebut. Termasuk Ende.
Trio pemburu dan rombongan Fla juga tidak ketinggal untuk ikut melihatnya. Karena mulai semalam rombongan Fla juga membuat tenda di perkemahan Yllgarian. Sementara trio pemburu dan Nata memuat tenda bersama Lumire dan Bintang Api.
Mereka semua tampak terkejut saat kereta bor mulai bergerak maju, mengeruk permukaan bukit tersebut dengan suara yang kasar dan keras. Suaranya seperti retakan ranting namun dengan volume sepuluh kali lebih kencang, dan terdengar berulang-ulang.
Sedang tugas Yvvone hanya menggunakan sihirnya untuk meredam debu yang disebabkan oleh pecahan bebatuan dari bukit yang dihancurkan. Juga untuk mendorong kereta bor tersebut. Karena cengkeraman rodanya tidak terlalu kuat untuk bisa mendorong batu dihadapannya.
Dan kemudian saat beristirahat, Yvvone mendera Nata dengan segala pertanyaan tentang peralatannya yang tidak menggunakan sihir sedikit pun.
Dan setiap kereta bor itu masuk sedalam ukuran tubuhnya sendiri, maka pengeboran akan dihentikan. Dan 8 pekerja tadi mulai membuat penahan dari besi dan kemudian ditutup dengan beton. Seperti itu seterusnya.
Sementara itu para Yllgarian muda berburu keluar tanah mati ke hutan selatan. Mereka ada sekitar 50 Yllgarian dan baru kembali 3 hari kemudian dengan berpuluh-puluh daging hewan buruan. Lalu keluar lagi sehari kemudian dan kembali lagi setelah 3 hari dengan bawaan daging hewan buruan yang cukup banyak. Trio pemburu juga ikut berburu bersama mereka.
-
__ADS_1