
Seminggu setelah diluncurkannya serangan besar-besaran ke wilayah kerajaan Urbar Lucia, Orland, Madron, Dirk, dan Margaret mengadakan pertemuan untuk membahas mengenai perkembangan pekerjaan yang sedang mereka lakukan di wilayah bekas kerajaan Urbar tersebut.
"Jadi pengerjaan jalan dan menara jaga dari gerbang Selatan menuju kota Varun sudah selesai dibuat. Sekarang pengerjaan akan dilanjutkan menuju ke kota Dios dan kota Randon. Agar dapat segera meraih wilayah khusus yang dipimpin oleh tuan Vossler di bagian tengah, di kota Meso." Madron melaporkan segala pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.
Lucia mengangguk paham setelah mendengar ucapan Madron. Mereka berempat berkumpul di ruang pertemuan di kota Tengah. Duduk melingkar di depan sebuah meja panjang.
"Lalu yang lainnya?" tanya Lucia kemudian.
"Pengiriman pasokan makanan dan peralatan lainnya untuk tiga wilayah kepemimpianan itu sudah berjalan seperti biasa. Mungkin hanya yang menuju kota Meso saja yang sedikit terlambat. Karena masih belum adanya jalan seperti yang di sebutkan tuan Madron tadi." Orland yang kini mengambil alih jawaban. "Kita juga sudah menyiapkan jalur melalui laut menuju kota Zu, kota pelabuhan wilayah Damcyan untuk menutupi masalah keterlamabatan tersebut. Juga ke kota Xin untuk wilayah kepemimpinan nona Helen di sisi barat," lanjutnya kemudian.
"Lalu bagaimana dengan penanganan wilayah pemerintahan khusus itu, paman?" Lucia bertanya lagi.
"Untuk saat ini kita sudah mengirim orang untuk membantu Helen, Vossler, dan tuan Evora mengurusi keperluan laporan, pencatatan, dan pengaturan kota." Orland menjelaskan lagi. "Untung kita sudah memiliki sekolahan. Beberapa penduduk sudah banyak yang mengerti tentang baca tulis dan perhitungan. Juga dasar tentang aturan yang berlaku di wilayah kita sekarang," ucapnya lagi.
"Ya, meski memang bukan ahli, tapi mereka masih bisa mengisi kebutuhan tersebut." Orland menambahkan.
"Berarti kita tetap memerlukan orang-orang yang ahli di bidang tersebut untuk mengurusinya." Lucia menanggapi penjelasan Orland.
"Benar sekali. Amithy dan Mateus baru kembali kemarin. Setelah melakukan pertemuan dengan bangsawan selatan. Untuk mencari tenaga yang dapat membantu kita saat pemerintahan baru mulai dibentuk di wilayah tersebut." Orland menjawab lagi.
"Baiklah. Selanjutnya?" Lucia melanjutkan topik pembicaraan mereka.
"Sebelumnya kita juga sudah membubarkan semua perkumpulan di wilayah bekas kerajaan Urbar tersebut." Orland menjawab lagi. "Tapi kita juga sudah menyampaikan pada mereka, bahwa kita tidak benar-benar melarang adanya perkumpulan di wilayah tersebut. Hanya saja karena adanya pergantian kepemilikan wilayah, maka semuanya harus dievaluasi ulang. Jadi mereka diperbolehkan untuk mengajukan permintaan untuk tetap mempertahankan perkumpulan mereka pada kita," jelasnya kemudian panjang lebar.
"Dan untuk itu, saya bersama nona Margaret sudah mulai melakukan penilaian terhadap perkumpulan yang diajukan kembali pada kita." kali ini Dirk yang mengambil alih pembicaraan. "Karena nantinya perkumpulan itu akan berada di bawah pengawasan kita langsung. Maksud saya dibawah para kabinet wilayah ini. Entah itu kelompok dagang, serikat petarung, serikat pengerajin, atau asosiasi penyihir," lanjutnya kemudian.
"Lalu apakah ada kendala dalam melakukan hal tersebut, tuan Dirk?" Lucia bertanya.
__ADS_1
"Dan butuh berapa lama kira-kira agar semua perkumpulan itu bisa kembali berjalan? Karena mereka juga salah satu bagian penting yang akan mempengaruhi pergerakan pemerintahan yang akan kita bangun nantinya." Tampak Orland menyela pertanyaan Lucia.
"Kira-kira butuh waktu satu sampai satu setengah bulan, tuan Orland. Karena kami menerima hampir tiga puluh pengajuan dari seluruh wilayah. Dan kembali lagi, kita kekurangan tenaga untuk membantu." Kali ini Margaret yang menjawab.
"Benar. Bahkan sekarang kita juga meminta bantuan nona Livia dan beberapa warga, selain tentu saja para pengerajin, botanikal, peternak, untuk memberikan gambaran dan penilaian dari sudut pandang pelaku bidang tersebut." Dirk menambahi.
"Iya, aku mengerti. Kendala kita saat ini adalah tenaga yang ahli di bidangnya. Nanti akan ku coba meminta kepada bibi Amithy dan paman Mateus untuk mencarikannya dari wilayah selatan." Lucia menanggapi. "Lalu bagaimana dengan situasi terhadap kerajaan lain di daratan selatan, paman?" lanjutnya dengan pertanyaan kepada Orland.
"Untuk pertahanan di wilayah perbatasan sudah semuanya diurus oleh Vossler, Helen, dan tuan Evora." Orland menjawab. "Sedangkan untuk urusan diplomasi dengan kerajaan lain di sisi selatan, kita akan mempersiapakan surat untuk mengajukan kerja sama untuk menjalin hubungan baik dan melakukan perjanjian dagang yang saling menguntungkan. Tapi setela Nata dan Aksa kembali," jelasnya kemudian.
Lucia sedang menyimak dengan seksama penjelasan dari Orland, saat tiba-tiba seseorang masuk ke dalam gedung pertemuan itu dengan gaduh.
Tampak Cornelius datang bersama Cedrik dengan wajah sedikit panik.
"Ada kabar buruk, Lucia," ucap Cornelius saat pertama kali memasuki ruangan tersebut. Yang segera membawa suasan panik dan rasa tidak nyaman ke semua orang yang ada di temapt itu.
"Terjadi pemberontakan di kerajaan Elbrasta," ucap Cornelius kemudian seraya mengatur nafasnya.
"Benarkah?" Nyaris semua orang yang ada ditempat itu terkejut mendengar kabar tersebut dari Cornelius.
"Kemarin sore kami kedatangan beberapa orang dari kota di sekitaran kotaraja yang datang mengabarkan. Dan karena tidak percaya, kami tidak langsung mengabarkan berita ini. Tapi kami mengirim beberapa prajurit pengintai untuk mencari tahu kebenarannya." Cornelius mencoba menjelaskan. "Dan baru saja prajurit pengintai itu kembali untuk melaporkan. Bahwa hal tersebut benar-benar terajadi," lanjutnya kemudian.
"Siapa yang melakukan pemberontakan?" Orland bertanya.
"Kabar yang didapat adalah keluarga bangsawan Roxan dan Voryn. Mereka menggabungkan kekuatan untuk menyerang istana." Cornelius menjawab.
"Lalu bagaimana kondisi terakhir dari kotaraja?" Madron ganti bertanya.
__ADS_1
"Kabarnya kotaraja masih mencekam. Gerbang luarnya sudah ditutup sehingga tidak ada lagi orang yang bisa keluar masuk," jawab Cornelius lagi.
"Bagaimana dengan paman Sebastian?" Kali ini Lucia yang bertanya.
"Tidak diketahui. Tapi menurut laporan, Yang Mulia masih bertahan di dalam istana dengan seluruh keluarga kerajaan."
"Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka, paman?" Lucia terlihat sangat cemas.
"Sekarang pasukan kita, semuanya sedang berada di wilayah selatan. Dan yang masih tinggal hanya cukup untuk berjaga." Cedrik berucap seolah mengingatkan agar Lucia tidak bertindak gegabah.
"Tidak ada yang bisa kita lakukan sekarang ini." Orland menjawab kemudian. "Yang bisa kita lakukan untuk saat ini adalah mencari tahu duduk perkaranya, dan mencoba menghubungi pihak istana. Atau menghubungi kepala bangsawan Roxan dan Voryn agar bisa membantu untuk menengahi," lanjutnya menambahi.
"Cukup banyak pula warga dan bangsawan yang datang untuk meminta perlindungan wilayah Utara. Sejak dari kemarin." Cornelius memberi informasi lain.
"Apakah wilayah utara cukup untuk menampung mereka?" Orland bertanya.
"Apa kita perlu menyiapkan tempat di kemat perkemahan Tuan Lumire?" Lucia menambahi.
"Tidak perlu. Bila hanya untuk perlindungan sementara, kita bisa dirikan tenda darurat di dataran rendah wilayah utara. Meski nantinya mereka akan berdesak-desakan, aku tetap tidak menyarankan untuk menempatkan mereka di wilayah lainnya." Cornelius menjawab.
"Benar. Saya juga tidak menyarankan untuk membawa mereka ke wilayah lainnya. Karena kita tidak tahu siapa saja mereka. Dan apakah kelak mereka akan membawa masalah terhadap wilayah ini, kita juga tidak tahu. Jadi sebagai pencegahan, biarkan mereka untuk sementara di daratan rendah wilayah Utara dahulu." Cedrik yang kali ini berucap panjang lebar menjelaskan pendapatnya.
"Aku juga setuju. Karena baru seminggu semenjak kita berhasil menguasai wilayah kerajaan Urbar. Kita tidak butuh masalah yang baru lagi." Orland menamhahi.
Semua orang terlihat mengangguk setuju dengan ucapan Orland.
Lucia terlihat diam berpikir. "Kurasa kalian benar. Mulai sekarang kita memang harus mulai berhati-hati. Untuk keselamatan kita sendiri," ucapnya kemudian menyetujui tindakan yang lain.
__ADS_1
-