
Sehari kemudian pertemuan pun diadakan lagi untuk membahas kemajuan yang sudah mereka lakukan dan untuk merencanakan hal kedepannya.
Anggota mereka masih sama denga saat terakhir mereka mengadakan pertemuan seperti ini. Masih menggunakan meja bundar besar dengan pola kursi yang memutar dua sab.
Hanya saja kali ini tempatnya bukan di dalam tenda, melainkan di sebuah bangunan besar yang akan mereka gunakan untuk balai pertemuan seperti ini. Bangunan tersebut berdiri tepat di sebelah penginapan di dekat stasiun kota tengah.
"Jalur menuju ke selatan sudah selesai dibuat dan hanya butuh setengah hari untuk pergi dari Gerbang Utara sampai ke Selatan. Kami juga sudah membuat jalan dan menyiapkan tempat untuk memulai pembangunan wilayah selatan tersebut. Sudah itu saja" Aksa memberikan laporan yang juga sebagai membuka pertemuan.
"Baiklah kalau begitu. Jadi karena jalur ke selatan sudah selesai, maka kita juga harus segera bersiap untuk pembangunan wilayah selatan. Sebelum kita membuka jalur penyeberangan tersebut untuk umum" ujar Nata melanjutkan ucapan Aksa tadi.
"Untuk pembangunan wilayah selatan, serahkan saja pada saya. Sekalian saya akan mulai menghubungi orang-orang di Varun" ucap Amithy kemudian dari kursi dibelakang Orland.
"Baiklah kalau begitu, saya akan menyerahkan semuanya ke pada anda nyonya Amithy" jawab Nata dengan cepat.
"Untuk aturan kependudukan sudah selesai kita buat" Orland segera mrngambil alih. "Mulai bulan ini juga, semua orang sudah bisa menentukan ingin tinggal dimana. Dan apa hak dan tanggung jawab mereka terhadap tanah yang akan diberikan tersebut" Orland mulai memberikan laporannya.
"Bagus tuan Orland"
"Juga, dengan bergabungnya warga desa diwilayah timur itu, kita harus segera membuat rencana untuk wilayah tersebut" Orland menambahi.
"Saya tengah mengerjakannya, tuan Orland" jawab Nata kemudian.
"Sedang Cornelius dan Constine kemarin datang dengan beberapa teman yang berniat untuk bergabung bersama kita. Dan setelah kita seleksi. Kita mendapat tiga orang yang lolos dengan kreteria dan syarat-syarat kita" Orland masih melanjutkan laporannya. Tampak kertas diatas mejanya berlapis-lapis. "Seorang kenalan lama kami yang membuka usaha kedai makan dikotaraja, yang sepertinya bisnisnya kurang berjalan dengan baik disana. Kemudian seorang cendikia yang tertarik dengan ilmu pengetahuan, dan keluarga bangsawan Rosemarry. Mereka bangsawan ksatria. Seperti keluarga Silver" Orland menjedah.
"Sedang untuk pekerja, kita masih banyak kekurangan pekerja. Orang-orang kita masih banyak yang melakukan dua atau tiga jenis pekerjaan" lanjut bangsawan setengah baya tersebut. "Jadi untuk yang lain, tolong sebarkan kabar bahwa kita membutuhkan pekerja. Tidak harus mereka yang mau menjadi penduduk kota ini. Tapi yang hanya ingin bekerja saja juga tidak apa-apa" tutup Orland kemudian.
"Seperti yang diminta oleh tuan Orland, jadi jangan lupa untuk menyebarkan kabar ini ke teman atau saudara anda sekalian. Baiklah, selanjutnya" Nata berucap.
Madron tampak sudah siap dengan kertas didepan mejanya.
"Untuk penginapan, restauran, dan bar akan selesai dalam waktu dua mingguan ini. Kami juga sudah mulai mengundang para pedagang kenalan kami untuk datang melihat tempat ini, dan mencoba menaiki kereta uap terlebih dahulu" ujar Madron kemudian.
__ADS_1
"Bagus sekali tuan Madron"
"Juga dengan material-material yang kita pesan dari selatan. Kita bisa membiarkan para pedagang dan pengantar mineral dari selatan untuk sekalian mencoba kereta tersebut" tambah Luna dari kursi dibelakang Madron.
"Ide yang sangat baik. Lanjutkan tuan Madron, nona Luna"
"Tapi bila kereta tersebut hanya memerlukan waktu setengah hari perjalanan, maka akan susah untuk membuat orang-orang berhenti di kota tengah bahkan untuk menginap" kali ini Dirk yang berucap.
"Benar sekali, tuan Dirk. Penilaian anda memang selalu cermat. Maka dari itu kita akan membuat dua jalur kereta. Yang satu dari kota tengah ini menuju ke selatan. Dan yang satu lagi dari kota tengah ini menuju ke utara sampai ke barat. Dengan begitu mau tidak mau mereka harus berhenti dulu ditempat ini untuk berganti kereta" jawab Nata menjelaskan.
"Oh, benar juga. Saya paham, tuan Nata"
"Untuk penjelajahan dan pembersihan wilayah selatan akan kami lakukan setelah wilayah tengah ini sudah benar-benar kita pastikan aman" Helen mengambil inisiatif untuk mulai melapor tanpa menunggu dipersilahkan oleh Nata. "Dan juga karena makin berkembangnya wilayah yang harus kita jaga dan awasi, saya rasa kita perlu untuk penambahan prajurit, petarung, dan ksatria lagi. Meski adanya keluarga Rosemarry sangatlah membantu, tapi saya rasa itu belum cukup" lanjut perempuan ksatria itu menjelaskan.
"Baiklah nona Helen, akan saya jadikan catatan" ucap Nata seraya mempersilahkan Couran membacakan laporannya sementara ia mencatat sesuatu diatas kertas.
"Sasaran pekerjaan kami kali ini adalah menyelesaikan pembangunan gondola dan mulai menjelajahi dasar Ceruk Bintang setelah itu. Sudah hanya itu saja" ucap Couran singkat.
"Wah, benarkah? Selamat tuan Couran" ucap Aksa antusias mendengar ucapan Nata tadi.
"Itu bukan pujian, tuan Aksa" saut Couran dengan cepat, yang terdengar sedikit ketus. Yang lain tampak tertawa kecil atau hanya tersenyum menahan tawa.
"Baik lanjutnya" sela Nata sebelum ruangan menjadi lebih gaduh.
"Perkebunan kita masih menunggu satu bulan lagi untuk memastikan tanah layak ditanami, dan setelah nya masih butuh empat sampai enam bulan lagi untuk panen" Ellian memulai laporannya. "Kemudian mengingat kita sudah memiliki jalan menuju ke wilayah timur yang subur, maka saya berencana untuk mulai membudidayakan tanaman dan buah eksotis ditempat tersebut" lanjutnya kemudian.
"Bila ada yang anda perlukan untuk melakukan hal tersebut, langsung saja bicarakan dengan saya"
"Baik, tuan Nata. Saya mengerti"
"Berbicara tentang wilayah barat, saya juga berencana akan mulai membudidayakan fauna tropis di tempat tersebut, dan di wilayah hutan Sekai" Selene melanjutkan.
__ADS_1
"Sama seperti nona Ellian, bila ada yang anda perlukan perihal hal tersebut. Anda bisa langsung membicarakannya dengan saya" ucap Nata menanggapi ucapan Selene.
"Sedang untuk suaka yang sedang kita buat, perkembangannya tidak terlalu mencolok Disamping kita masih menguji coba pohon-pohon yang akan kita tanam di sana, juga kita tidak memiliki banyak ragam jenis hewan untuk sebuah ekosistem" jelas Selene melanjutkan laporannya.
"Ku rasa memang akan berjalan lambat. Disamping kita juga sedang kekurangan pekerja disini. Jadi mungkin kita tidak akan mengutamakan hal itu terlebih dahulu untuk saat ini"
"Saya mengerti, tuan Nata. Oh, dan juga beberapa waktu lalu orang-orang dari desa nelayan datang. Sepertinya mereka sedang dilanda kekurangan makan" ucap Selene kemudian.
"Apakah seorang pelaut wanita dan pria?" Tanya Lucia tiba-tiba.
"Benar, tuan putri. Kalau saya tidak salah ingat bernama Nikolai dan Anna"
"Benar, itu mereka. Aku juga bertemu dengan mereka sebelumnya. Tapi sepertinya mereka terlalu berhati-hati dan menutup diri"
"Benar. Saya juga melihat nya seperti itu"
"Tapi bila memang mereka sedang dilanda musibah, kita tetap harus membantunya" ujar Lucia kemudian seraya menatap Nata.
"Kita mungkin bisa mengusahakan, karena sekarang kita punya tanah subur yang bisa kita tanami tumbuhan cepat panen. Tapi itu bukan jaminan, karena kita juga sedang kekurangan pekerja" ucap Nata menanggapi tatapan Lucia.
"Dan juga bila tidak salah, saya mendengar para nelayan itu hanya mengkonsumsi kerang hitam. Yang berarti disana banyak terdapat kerang hitam" ucap Selene menambahi lagi.
"Apakah kerang hitam itu berbahaya?" Tanya Nata kemudian.
"Kerang hitam itu tidak berbahaya. Malahan merupakan makanan mahal yang sering dihidangkan di acara makan para bangsawan. Itu karena kerang hitam sangat susah untuk dikembang biakan. Karena mereka butuh habitat dengan lingkungan yang baik" jelas Selene panjang lebar.
"Jadi bisa dibilang; bila kerang hitam dapat hidup di perairan tersebut, maka hewan laut apapun juga pasti bisa hidup disana" tambah Selene kemudian.
"Oh, berarti memang tepat rencana kita membantu desa nelayan tersebut" saut Nata cepat
"Tidak tulus sekali" gerutu Lucia kemudian.
__ADS_1
-