
Seminggu kemudian di atelir persenjataan, tak jauh dari ruang tungku tempat Val bekerja. Tampak mereka sudah menyelesaikan satu perangkat senjata rancangan Aksa. Dan hendak mencobanya.
Di sebelah atelir tersebut terdapat sebidang tanah yang dipagari menghadap kearah dinding tebing. Wilayah itu digunakan untuk tempat uji coba semua jenis alat yang baru pertama kali di buat. Dan ditempat itu pula kini mereka hendak melakukan uji coba senjata baru tersebut.
Tampak papan sasaran yang biasa untuk berlatih panah, diletakan di ujung lahan tersebut. Yang dekat dengan tebing.
Terlihat sebuah wadah seperti peti penyimpanan berukuran kecil dan tipis, terbuka di depan Aksa dan Nata berdiri. Didalam peti tersebut terdapat beberapa benda yang Aksa menyebutnya dengan Pistol.
Bentuk salah satu senjata itu tidak terlalu berbeda dengan bentuk dari busur silang kecil milik Loujze. Hanya saja dibuat seluruhnya dari besi.
Tidak memiliki busur dan tali kekang. Bagian tengah senjata tersebut digantikan dengan sebuah tabung besi yang terhubung dengan sebuah prinsip mekanikal dasar. Yang membuatnya dapat berputar saat sebuah pelatuk ditarik.
Dalam tabung besi yang tidak lebih dari genggaman tangan itu, terdapat 6 rongga yang terisi dengan potongan besi sepanjang dua ruas jari telunjuk.
Sedang yang lain lagi berbentuk serupa, hanya saja tidak memiliki tabung besi berongga dibagian tengahnya. Melainkan dua buah tabung tertutup.
Yang satu terbuat dari besi, terpasang tepat dibagian depan bawah moncong senjata tersebut. Sedang yang lain terbuat dari seperti kaca tembus pandang yang lebih kecil dari tabung besi tadi. Terpasang di bagian atas senjata.
Terlihat di dalam tabung kaca tersebut, puluhan besi berbentuk bola seukuran sepertiga ruas jari.
Dan yang terakhir masih berbentuk serupa, namun terbuat dari bahan kayu yang memiliki dua batang besi seukuran pasak terpasang di moncong depannya. Dan bentuk keseluruhan dari senjata yang terakhir tersebut, jauh lebih tebal dari dua senjata sebelumnya.
"Jadi kali ini kita akan memperkenalkan senjata baru serta melakukan uji coba" ucap Nata membuka.
Semua orang tampak sangat antusias dan tertarik. Ada Couran, Haldin, Matyas, Val, Marco, trio pemburu, Caspian, Helen, Vossler, Jean, Lily, Rafa, dan sebagian kelompok Bintang Api yang tidak sedang berpatroli. Mereka berdiri bergerombol dibelakang Aksa dan Nata.
__ADS_1
"Jadi saya akan menjelaskan semuanya setelah ini. Karena penting bagi kalian untuk tahu terlebih dahulu cara pemakaian dan kekuatan dari senjata-senjata tersebut" ujar Nata kemudian, yang kemudian mempersilahkan Aksa untuk memulai.
Aksa terliha berjalan dengan gaya sok gagah yang dibuat-buat. Lengkap dengan wajah sombongnya saat menatap ke yang lain. Kemudian ia mengambil yang paling kecil. Yang terbuat dari besi bertabung tunggal.
Senjata itu terlihat ringan dan nyaman dalam genggaman. Kemudian Aksa mengarahkannya ke papan sasaran jauh diseberang lahan.
Semua orang terlihat serius memperhatikan Aksa. Menduga-duga, bagaimana senjata itu bekerja, atau hal gila apa lagi yang akan terjadi.
Setelah mencoba sebaik mungkin membidik, Aksa kemudian menarik pelatuknya. Dan suara menggelegar terdengar menggaung di dasar lembah tersebut hingga ke kediaman Dirk dan Amithy di pinggiran Ceruk Bintang bagian atas.
Semua orang terkejut mendengarnya. Dan meski mereka tidak melihat ada yang keluar dari senjata tersebut, namun papan sasaran diujung lahan tadi, tampak meninggalkan lubang yang cukup besar.
"Apa itu tadi?" Terdengar Jean terkejut.
"Demi, Lurac! Apakah suaranya selalu senyaring itu?" Loujze juga terlihat terkejut.
"Benar. Ini bisa lebih berbahaya dari sihir, yang bisa diperkirakan kapan akan menghantam kita" Cedrik menambahi.
"Ini seperti senjata para penyusup dan pembunuh bayaran. Senjata yang tidak kita duga" susul Axel.
"Ya, meski suaranya jelas tidak bisa disembunyikan" Deuxter menimpali.
"Apa itu sejenis sihir?" Loujze bertanya.
"Bukan ini bukan sihir, cobalah" Aksa menyerahkan ke Loujze.
__ADS_1
Dengan hati-hati Aksa mengajari Loujze cara penggunaannya. Yang lain tampak memperhatikan dengan seksama.
Kemudian Loujze mulai membidik. Lalu menarik pelatuknya. Dan suara nyaring tadi bergaung lagi di lembah dasar Ceruk Bintang.
"Hebat sekali. Ini sama seperti busur silang, hanya saja lebih kuat" tampak Loujze bersemangat setelah merasakan sensasi itu.
"Senjata ini pada dasarnya menggunakan bubuk mesiu untuk menembakan peluru besi. Tidak menggunakan sihir, ringan, dan mudah untuk dibawa. Jadi semua orang bisa menggunakannya" ujar Nata kemudian.
"Memiliki kecepatan dan daya serang yang bagus, meski digunakan oleh seorang gadis yang tidak memiliki fisik yang kuat" kali ini Aksa menyerahkan senjat tersebut kepada Rafa.
Rafa tampak percaya diri. Tidak ada keraguan dan ketakutan saat menerima senjata tersebut dari Aksa. Kemudian ia membidik, dan kemudian menarik pelatuknya beberapa kali. Dan gema suara ledakan beruntun dari senjata itu mulai menarik perhatian orang-orang diatas.
Sekarang terlihat papan sasaran tadi sudah tinggal separuh saja.
"Menakutkan sekali" ujar Couran lirih.
"Benar. Maka dari itu, sebisa mungkin kita harus menjaga agar pengetahuan tentang senjata ini tidak keluar dari tanah ini" Nata menanggapi ucapan Couran.
"Aku setuju sekali dengan hal itu" jawab Couran dengan mengangguk-anggguk kecil.
"Namun kelemahan dari senjata ini adalah disamping kita juga harus membuat pelurunya, kita juga harus memiliki persediaan bubuk mesiu agar senjata tersebut bisa terus digunakan. Dan bubuk mesiu itu cukup susah didapat atau dibuat, untuk saat ini" Nata menjelaskan ke yang lain.
Semua orang tampak mulai saling berbicara dengan teman dan orang disebelahnya mengenai senjata tersebut.
"Kita akan lanjutkan ke senjata yang kedua" ucap Nata mengambil perhatian yang lain.
__ADS_1
-