
Empat hari kemudian mereka mulai melakukan serangan ke tanah Suci. Dipimpin oleh Caspian, pasukan sebanyak 100 orang prajurit dengan 3 kereta penghancur, 6 kereta tempur, dan 3 kereta besi berisi bahan makanan berarak menuju kota Nezarad.
Bersama pasukan tersebut, ikut pula 12 orang yang telah melakukan serangan ke kota Guam. Aksa, Nata, Lily, Val, Rafa, trio pemburu, dua anggota Bintang Api, dan dua Yllgarian.
Biggs dan beberapa prajurit tinggal untuk berjaga di kota Guam.
Amithy dan Mateus juga sudah berada di kota tersebut. Mereka berdua memiliki tugas untuk mulai mengumpulkan para bangsawan kerajaan Urbar yang mereka kenal, dan mulai mengajak mereka untuk bergabung dan bekerja sama.
.
Dari kota Guam menuju kota Nezarad hanya berjarak satu hari perjalanan.
Kota Nezarad itu berada di sebuah lembah yang cukup subur. Dengan tiga buah bukit berdiri mengelilingi.
Bukit-bukit itu juga cukup membantu untuk pertahanan kota Nezarad. Karena berdiri disisi timur, selatan, dan barat, membuat kota tersebut hanya perlu melakukan pertahanan di sisi utaranya saja.
.
Malam mulai menjelang saat arakan pasukan Pharos tiba di wilayah perbukitan kota Nezarad.
Mereka kemudian memutuskan untuk beristirahat setelah menemukan tempat landai tak jauh dari kota tersebut.
Kota Nezarad terlihat diantara bukit dari kejauhan. Ada seperti kubah yang bersinar hijau cerah mengelilingi kota tersebut. Sangat menarik perhatian diantara gelapnya malam.
Cahaya itu adalah sebuah pelindung sihir.
"Bagaimana mereka bisa membuat sihir pelindung sebesar itu?" Nata bertanya saat mereka sedang makan malam bersama yang lain di perkemahan yang baru mereka dirikan.
"Mereka menggunakan formasi sihir" Rafa menjawab dari samping Lily.
Mereka duduk melingkari salah satu dari beberapa api ungun kecil yang dibuat di perkemahan tersebut.
__ADS_1
"Apa itu semacam batuan Arcane?" Nata bertanya lagi.
"Kurang lebih" kini Aksa yang menjawab. "Formasi sihir itu semacam intrumen sihir yang dapat mengambil aliran Jiwa dari lingkungan sekitarnya secara otomatis. Yang kemudian di guankan untuk mengeluarkan sihir dalam skala besar. Formasi sihir ini sangat jarang digunakan baik di wilayah utara maupun wilayah selatan. Karena dampaknya yang menguras aliran Jiwa di area sekitar" jelasnya kemudian.
"Kalau begitu, bukannya akan menguras seluruh aliran Jiwa yang ada di dalam kota Nezarad, bila digunakan untuk membuat pelindung sihir sebesar itu? Dan juga dalam jangka waktu selama itu?" Nata bertanya memastikan.
"Kabarnya, aliran Jiwa yang digunakan untuk menjalanankan formasi sihir pelindung di kota Nezarad tidak pernah habis. Itu karena Gadis Suci bisa menciptakan aliran Jiwa baru, untuk mengganti aliran Jiwa yang hilang di dalam kota tersebut" Rafa mencoba memberikan informasi yang yang punya.
"Bukannya penyihir hanya bisa menggunakan aliran Jiwa yang ada di sekitarnya? Bukan membuatnya, kan?" Nata kembali bertanya, untuk memastikan apa yang ia ketahui tidak salah.
"Itu hanya rumor. Tapi kabarnya Gadis Suci memiliki kemampuan seperti itu" Rafa menjawab.
"Kau hidup lebih lama kan, Lily? Apa yang kau tau tentang Gadis Suci itu?" Nata melemparkan pertanyaan kepada Lily yang sedang menyeruput segelas teh hangat di sebelah Rafa.
"Tentang Primaval? Entahlah. Dia sudah memiliki banyak rumor seperti itu sejak ku tahu" Lily menjawab setelah meletakan gelas tehnya. "Tapi satu hal yang pasti, dia lebih tua dariku. Bahkan lebih tua dari Val" lanjutnga kemudian.
"Berapa usianya?" Nata bertanya lagi. Terlihat penasaran.
"Aku juga tidak terlalu mengenalnya. Kami hanya pernah bertemu sekali. Itupun disebuah pertemuan resmi, atau semacamnya. Aku tidak ingat lagi" Lily kembali melanjutkan. "Bahkan kami tidak saling menyapa" imbuhnya.
"Apa Gadis Suci itu Elf? Atau ras lain? Mengapa dia tidak bertambah tua?" Aksa yang kali ini bertanya. "Tak banyak buku yang menulis tentang gadis itu. Bahkan di wilayah daratan selatan ini" tambahnya sedikit memprotes.
"Yang ku ingat dia adalah Narva. Mungkin ia berhasil mempelajari atau memiliki bakat mengenai sihir tertentu" Lily menjawab. "Aku tidak tertarik atau penasaran terhadap kekuatan dan sihir yang ia miliki" tambahnya.
"Kau tidak cocok menjadi seorang ilmuwan, Lily" saut Aksa cepat menanggapi ucapan terakhir Lily.
"Lalu, kembali ke topik bahasan kita sebelumnya. Yaitu pelindung sihir kota Nezarad. Yang mana bila apa yang dikatakan rumor benar bahwa Gadis Suci memiliki jumlah aliran Jiwa yang tidak terbatas, lalu bagaimana pihak Urbar menembus sihir tersebut?" Nata mengembalikan topik pembicaraan.
"Kabarnya mereka menggunakan senjata mistik untuk menjatuhkan salah satu dari formasi sihir kota tersebut. Dan membatalkan keseluruhan pelindung sihir yang terpasang" Rafa menjawab lagi. "Dan setelah itu kota Nezarad menyerah. Karena mereka tidak ingin adanya peperangan di dalam kota tersebut. Lagi pula, mereka tidak memiliki prajurit" jelasnya kemudian.
"Oh, jadi seperti itu" Nata terlihat mengangguk kecil. Seperti sedang menilai.
__ADS_1
-
Esok paginya, disaat mereka tengah bersiap untuk melanjutkan perjalanan menuju kota Nezarad, seorang prajurit pengintai datang untuk melapor kepada Nata dan Caspian.
"Lapor tuan, terlihat pasukan kerajaan Joren dayang dari arah barat dan pasukan kerajaan Augra dari arah tenggara" prajurit itu melapor.
"Ada berapa jumlah mereka?" Caspian bertanya.
"Ada kurang lebih seribu prajurit untuk pasukan kerajaan Joren dan delapan ratus prajurit untuk pasukan kerajaan Augra" prajurit itu menjawab.
"Wah, mereka tidak main-main" Nata berucap. "Baiklah kalau begitu. Kita ganti rencana kita" ucapnya kemudian dengan santai.
"Mengganti rencana?" Caspian terlihat tidak mengerti maksud dari ucapan Nata.
"Benar. Kita akan ganti rencana" Nata mengulangi ucapannya untuk meyakinkan Caspian. "Dan rencana kita yang baru adalah, memukul mundur pasuka kerajaan Joren dan kerajaan Augra" ucapnya menambahi.
"Sepertinya itu lebih menarik dibanding melawan sihir pelindung kota" ucap Caspian kemudian.
"Kita akan pecah pasukan menjadi dua kelompok. Dan menyerang mereka secara bersamaan" Nata menjelaskan rencananya kepada Caspian.
"Rencana ini sangat anda sekali, tuan Nata" saut Caspian cepat.
"Saya akan memimpin pasukan sebanyak lima puluh prajurit, tiga kereta tempur, dan dua kereta penghancur untuk menghadang pasukan kerajaan Joren di barat" Nata melanjutkan penjelasan rencananya. "Sedang anda akan memimpin sisa prajurit, kereta tempur, dan kereta penghancur untuk menghadang pasukan kerajaan Augra di tenggara" lanjutnya kemudian.
"Apa anda merasa lima puluh pasukan kita mampu mengalahkan delapan ratus bahkan seribu prajurit lawan, tuan Nata?" Caspian bertanya lebih untuk meyakinkan dirinya sendiri.
"Kita memiliki kereta penghancur. Saya yakin pasukan kita akan baik-baik saja menghadapi jumlah lawan sebanyak itu" Nata menjawab dengan penuh rasa percaya diri.
"Baik, tuan Nata. Saya mengerti" Caspian menjawab juga dengan penuh rasa percaya diri.
-
__ADS_1