Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
24.5 Antology Story : Steam Truck


__ADS_3

Siang itu tampak semua orang berkumpul ditengah perkemahan tersebut. Mengelilingi sebuah kerta besi yang disebut-sebut dapat bergerak tanpa kuda penarik.


Haldin terlihat puas melihat hasil kerjanya dan anggota kelompok Bintang Timur miliknya. Terlihat senyum sombong mengembang diwajahnya.


"Apa tungku pembakarannya sudah menyala?" Tanya pria setengah baya itu kepada Matyas.


"Sudah siap pemimpin" ucap Matyas menjawab.


"Kalau begitu nyalakan" perintah Haldin kemudian. Dengan segera Matyas berlari menuju ke kereta besi tersebut.


Kereta itu berbentuk seperti kereta pada umumnya. Hanya saja terbuat dari besi. Didepan kereta yang biasanya terdapat galah penarik, kini diganti dengan sebuah tabung besi yang besar dan panjangnya sama dengan badan kereta. Seperti sebuah cerobong asab terpasang dua buah disisi yang menghadap keatas.


Suatu ketika pernah Aksa memberi tahukan nama tabung besi itu sebagai Lokomotif, namun para pengerajin yang susah mengingat kata-kata tersebut kemudian menyebutnya Loko atau tungku pembakaran.


Kemudian disamping kiri dan kanan tungku pembakaran itu terdapat sebuah roda besi. Memang tidak sebesar roda keretanya, namun karena terletak tepat dibadan tungku besi tersebut, menyebabkan roda itu terlihat sangat menarik perhatian.


Tampak roda gerigi kecil dan sebuah galah besi terpasang di roda tersebut. Yang ujungnya menempel pada roda kereta dibawahnya.


Dan karena besar dan berat badan kereta beserta tungku besi itu, maka empat roda yang menopangnya pun dibuat lebih besar dan terlihat kokoh.


Roda kereta itu tidak berbentuk pipih atau tipis seperti yang terpasang pada roda-roda kereta kuda kebanyakan. Roda kereta besi itu terlihat seperti logam yang mengembung.

__ADS_1


Namun bila diperhatikan dengan sungguh-sungguh roda itu terbuat dari lempengan tipis besi yang di anyam saling silang kemudian dilengkungkan mengikuti bentuk roda tersebut. Hingga roda itu terlihat tebal dan kokoh namun kosong dibagian tengahnya.


Semua orang terpukau melihat kereta yang tampak gagah dan juga angker tersebut. Dan kemudian bertambah kagum saat perlahan kereta besi itu mulai bergetar.


"Siap!" Teriak Matyas dari tempat kemudi kereta tersebut seraya memperhatikan sebuah gagang besi di hadapannya yang mulai naik saat panas api sudah mulai mendidihkan air.


Itu adalah alat untuk menilai tekanan dalam tungku tersebut sebelum disalurkan untuk mengerakan galah besi pada roda disampingnya tadi.


Semua anggota Bintang Timur tampak menahan nafas dan berdoa pada dewa mereka masing-masing, saat melihat tangan Matyas sudah mencengkeram erat tuas dihadapannya itu. Yang berdiri tegak setinggi dadanya.


Dan begitu tuas itu digerakan kedepan, tiba-tiba terdengar seperti bunyi peluit ketel air yang sangat nyaring dari salah satu cerobong asab tungku tersebut, yang mengejutkan semua orang yang ada ditempat itu.


Bersamaan dengan itu pula, galah besi disamping tungku mulai bergerak dan roda kereta besi itu mulai berputar.


Melihat hal tersebut membuat semua orang terdiam hening sesaat, lalu kemudian mulai berteriak bersorak sorai gembira.


Bukan hanya para pengerajin Bintang Timur, tapi semua orang yang ada ditempat itu ikut bergembira karena telah berhasil membuat alat yang sebelumnya mereka pikir mustahil.


Terlihat bahkan Val juga tampak tidak percaya alat seberat itu bisa berjalan. Bahkan sebelumnya butuh sepuluh orang untuk mendorong kereta itu ketempat ini.


"Dua orang itu memang benar-benar menakjupkan" ucap Couran membuyarkan lamunan Val.

__ADS_1


"Benar. Mereka akan segera membawa perubahan di tanah ini. Bukan, di dunia ini" ucap Val kemudian.


Marco yang berdiri disebelah Val tampak tidak berkedip sama sekali melihat kereta tersebut bisa berjalan. Ia tahu bagaimana cara kerja kereta tersebut, karena ia dan Val mengerjakan hampir keseluruhan bagian mekanik kereta tersebut. Namun ia tidak menyangka bahwa rancangan itu benar-benar bekerja.


Sementara tampak Haldin sedang menari-nari seperti orang gila bersama anggotanya seraya berjalan mengikuti disamping kereta besi itu. Sambil berteriak 'Stimtrak' berulang-ulang, yang mana itu adalah nama yang diberikan Aksa untuk menyebut kereta besi itu.


"Lihat tua bangka itu sudah seperti orang tidak waras saja" ucap Katarina yang duduk di depan tenda Ellian sedari tadi mengamati hal tersebut dari kejauhan.


"Bila aku jadi dia mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama kak. Coba pikir, kereta besi dapat bergerak tanpa kuda" ucap Ellian dari samping Katarina. Ia menemani kakaknya melihat hal itu dari kejauhan karena sang kakak bersikeras tidak mau dekat dengan Haldin.


"Benar juga sih, aku jadi penasaran dengan kedua pemuda itu" ujar Katarina seraya berdiri dan kembali masuk kedalam tenda.


"Sebentar lagi kau akan bertemu dengan mereka" jawab Ellian seraya mengikuti kakaknya masuk kedalam tenda.


"Bagaimana menurutmu bi?" Terdengar Deuxter bertanya kepada Go, setelah mereka berempat melihat bagaimana kereta besi itu bisa berjalan tak jauh dari tenda Ellian.


"Apa kereta besi itu rancangan dua orang yang juga membuat panah silang itu?"


"Benar" kali ini Loujze yang menjawab.


"Seperti apa dua orang yang bisa menciptakan monster seperti itu?"

__ADS_1


"Bibi tak akan percaya saat melihat mereka secara langsung" celetuk Huebert yang di iyakan oleh dua temannya sembari tawa.


-


__ADS_2