
Esok paginya Aksa mengantar Luque berkeliling wilayah bersama Rafa. Sekaligus memperkenalkan kepada orang-orang yang tidak sempat hadir dalam acara jamun makan kemarin malam.
Sementara itu Nata, Lucia, dan anggota kabinet, sedang mengadakan rapat di gedung pertemuan untuk membahas rencana mereka selanjutnya.
"Saya sudah mengira hal ini akan terjadi di kemudian hari. Tapi saya tidak menyangka akan secepat ini" Nata berucap setelah menanggapi perihal pemberontakan di kerajaan Elbrasta.
"Apa menurut mu semua ini termasuk dalam rencana seseorang untuk membuat kacau daratan Elder?" Lucia bertanya.
"Hanya firasat saya saja, putri. Tapi yang terpenting sekarang ini adalah, kita harus mulai meningkatkan keamanan dan kewaspadaan kita. Khususnya di gerbang Utara dan pesisir timur. Kita tidak tahu hasil akhir dari pemberontakan tersebut. Dan apakah akan membawa masalah untuk kita atau tidak" Nata terlihat sangat berhati-hati kali ini. Karena ia tidak ingin kecolongan seperti sebelumnya.
"Saya setuju" ucap Caspian yang kemudian diekor oleh yang lain.
"Diluar hal itu, kita juga perlu segera memutuskan nasib dari raja kerajaan Urbar. Yang jelas kali ini kita tidak bisa hanya membiarkannya pergi begitu saja" Nata melanjutkan ke topik ptmbicaraan selanjutnya.
"Benar. Umumnya raja yang kerajaannya berhasil ditaklukan akan menerima hukuman mati" Caspian menambahi. "Meski tidak sedikit dari mereka yang dipenjara seumur hidup atau diasingkan jauh dari wilayahnya" lanjutnya.
"Menurutmu bagaimana, Nat?" Lucia mengembalikan pertanyaan kepada Nata.
"Menurut saya, melenyapkan hal yang akan menjadi masalah di kemudian hari adalah keputusan yang paling masuk akal, purtri" Nata menjawab. Yang di tanggapi dengan ucapan setuju oleh yang lain.
"Bila kita ingin melepaskan tahanan yang lain, masih tidak masalah. Namun untuk seorang pemimpin atau sesosok simbol, itu terlalu beresiko" ucap Nata melanjutkan.
"Mungkin bawahan setia sang raja akan merasa sakit hati dan bersumpah akan menuntut balas dengan melakukan pemberontakan. Namun tanpa adanya figur yang kuat, kelompok mereka tidak akan bisa tumbuh menjadi besar. Apa lagi kalau kita berhasil mengambil keberpihakan rakyat" tambahnya kemudian.
Lucia terlihat mengangguk kecil. "Iya. Aku mengerti" ucapnya kemudian. Lucia paham, bahwa tidak ada cara lain yang lebih tidak beresiko selain hal tersebut.
"Baiklah kalau begitu. Kita akan bahas tentang waktu dan tempat pelaksanaannya setelah ini" Nata berucap lagi. "Sekarang kita akan membahas tentang pengaturan wilayah selatan" lanjutnya lagi.
Nata terlihat mengeluarkan tumpukan buku kecil ke atas meja. Kemudian dengan bantuan Mateus dan Cedrik, buku-buku kecil itu di bagikan ke semua orang yang hadir ditempat tersebut.
__ADS_1
"Tapi sebelum kita membahas soal pengaturan wilayah selatan itu, aku ingin memotong sebentar" saut Lucia kemudian. "Sekarang kita sedang kekurangsn tenaga untuk mengisi posisi-posisi baru di wilayah selatan" lanjutnya menambahi.
"Aku dan Mateus sudah mencoba untuk menghubungi orang-orang yang kita kenal di tiap wilayah. Tapi masih tidak cukup untuk mengisi semua posisi" Amithy menambahi.
"Saya paham, nyonya Amithy. Saya punya solusi untuk mencari orang-orang tersebut" Nata menjawab dengan nada penuh percaya diri.
"Solusi apa, Nat?" Lucia bertanya.
"Selama ini kita mencari tenaga kerja pasti dari para kenalan kita. Atau kenalan teman dan saudara kita" Nata berucap.
"Benar" Lucia dan Amithy menjawab nyaris bersamaan.
"Nah, karena jaringan yang kecil itulah yang membuat kita susah untuk mendapatkan banyak orang" Nata berucap lagi. "Maka dari itu, untuk kali ini kita akan membuka sebuah Audisi" jelasnya kemudian.
"Audisi?" Semua orang tidak mengerti dengan ucapan Nata.
"Tapi ini bukan pekerjaan untuk buruh dan pekerja kasar, tuan Nata" Mateus berucap seperti mencoba mengingatkan Nata.
"Saya tahu, tuan Mateus. Tapi dengan cara seperti ini, kita akan mendapatkan calon tenaga kerja dari tempat-tempat yang tidak pernah kita cari sebelumnya" Nata mencoba memberikan penjelasan untuk Mateus.
"Orang dengan kemampuan mengatur atau berpolitik tidak selalu datang dari kalangan bangsawan atau cendikia. Atau orang yang mampu menilai barang dan berhitung, tidak selalu seorang pedagang" ucap Nata kemudian memberikan contoh.
Bukan hanya Mateus saja yang mulai mengerti maksud dari rencana Nata. Tapi semua orang juga sudah mulai mendapat gambaran tetang rencana tersebut.
"Jadi tidak perduli mereka bangsawan atau rakyat biasa. Selama mereka memenuhi syarat, mereka akan diterima. Dan untuk meningkatkan jumlah para pendaftar, maka kita akan tawarkan upah yang sama dengan batas rata-rata pekerja di wilayah ini" Nata melanjutkan penjelasannya.
"Dengan rata-rata upah di wilayah selatan yang cukup rendah, maka nilai upah yang kita tawarkan pasti akan membuat lebih banyak orang bersemangat untuk mendaftar" Nata terlihat menjedah ucapannya.
"Memang nantinya akan ada banyak orang yang akan membuat kita kesal. Tidak memenuhi syarat, tapi tetap mencoba untuk mendaftar karena tergiur oleh upah yang tinggi. Tapi itu masih jauh lebih baik dibanding kita harus mencari-cari tak tentu arah" Nata berucap lagi. "Juga, kita mungkin akan menemukan orang yang cocok dengan pekerjaan lainnya dari audisi tersebut" tambahnya kemudian.
__ADS_1
"Tapi bila kita mengambil sembarang orang seperti itu, apa tidak akan berbahaya? Bagaimana bila mereka adalah mata-mata?" Kali ini Caspian yang bertanya.
"Bukan masalah. tuan Caspian. Karena ini adalah pembangunan awal, jadi belum ada informasi penting yang bisa mereka gunakan untuk menyerang kita" Nata menjawab. "Dan bila semua sudah mulai berjalan dengan stabil, baru kita akan melakukan penilaian ulang pada setiap pekerja" imbuhnya lagi.
Caspian tampak puas dengan jawaban yang diberikan Nata.
"Dan juga, hal tersebut bisa sedikit mengurangi beban kita untuk memberikan lapangan pekerjaan dengan upah layak ke penduduk wilayah tersebut" Nata menyusulkannya.
"Lalu bagaimana kita akan melakukan hal Audisi, itu?" Orland yang kali ini bertanya.
"Kita akan umumkan kepada penduduk wilayah tersebut. Tiga atau lima hari sebelum Audisi dibuka" jawab Nata. "Hanya saja mereka yang bertugas untuk menilai dan memilih para pendaftar itu harus melakukan perjalanan ke tiap-itiap wilayah. Dan mungkin akan membutuhkan waktu dua mingguan untuk menyelesaikan hingga seluruh wilayah" tambahnya menjelaskan.
"Kurasa itu akan jauh lebih mudah dibanding tidak tahu kemana harus mencari" Mateus menanggapi.
"Jadi bila sudah tidak ada lagi yang perlu ditanyakan tentang rencana Audisi itu, maka kita akan mulai membahas tentang pengaturan wilayah selatan" Nata berucap melanjutkan topik pembicaraan yang tadi terpotong.
Dan karena tidak ada yang bertanya, maka Nata melanjutkan penjelasannya.
"Jadi kedepannya pembagian wilayah bekas kerajaan Urbar itu akan kita kecilkan menjadi delapan wilayah saja. Yang berati menggabungkan dua wilayah Estat menjadi satu" Nata menjabarkan rencananya. "Kita akan menyebutnya, Distrik. Dan setiap empat distrik tadi akan berada dalam sebuah wilayah administratif pemerintahan yang disebut Provinsi. Saya sudah tulis secara rinci dalam buku-buku yang sekarang anda pegang" tambahnya.
Semua orang terlihat menyimak penjelasan Nata seraya sesekali membaca buku kecil tersebut. Sebagian dari mereka paham, dan sebagiannya lagi tidak.
"Dan setelah sudah dijalankan, maka bidang-bidang lainnya akan mengikuti aturan dan tingkatan kerja dari distrik dan provinsi tersebut" tambah Nata lagi.
Tidak ada pertanyaan dari yang lain mengenai penjelasan Nata tentang pembagian wilayah tersebut. Mungkin karena itu adalah sesuatu yang baru untuk mereka, sehingga mereka tidak tahu harus bertanya apa.
Dan kemudian pertemuan itu dilanjut dengan membicarakan rencana untuk bidang-bidang yang lainnya, hingga akhirnya selesai tepat sebelum jam makan siang.
-
__ADS_1