Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
32 Tamu Kenegaraan II


__ADS_3

Orland, Amithy, Madron, Dirk, dan Val tampak sudah menanti di kediaman Lucia untuk menyambut rombongan Lugwin.


Setelah itu mereka mengadakan acara ramah tamah dengan para bangsawan Estrinx. Semacam pesta yang biasa dilakukan para bangsawan untuk merayakan sesuatu. Dan menurut Orland dan Amithy, acara ini memang harus ada untuk menyambut kedatangan seorang tamu penting.


Puncak acaranya, pihak Lucia akan memberikan hadiah kepada Lugwin sebagai bentuk dari penghormatan. Karena menurut aturan daratan utara, mereka yang hanya sebuah kota, harus setidaknya mempersembahkan sesuatu kepada seorang raja atau ratu saat mereka sedang berkunjung.


"Kenapa kalian melakukan hal ini? Aku tidak memerlukannya. Aku berkunjung sebagai teman lama. Bukan sebagai ratu" ujar Lugwin yang tampak tidak terlalu suka di jamu secara berlebih oleh pihak Lucia.


"Meskipun anda berkata seperti itu yang mulia, tetap saja anda adalah seorang ratu. Dan kami sebagai warga daratan utara yang mengerti akan tata krama, tidak bisa membiarkannya begitu saja" Orland tampak menjawab sopan.


"Sudahlah terima saja, Lug. Anggap saja semua itu pemberian seorang teman" kali ini Lucia yang berucap.


"Baiklah bila begitu. Aku akan menerimanya" saut Lugwin dengan sedikit pasrah.


Mereka ada di sebuah ruang besar dengan banyak meja yang mengelilingi meja tempat Lugwin, Lucia, Matiu, dan beberapa bangsawan duduk.


Orland berdiri ditempat kosong di depan tempat duduk Lugwin.


"Jadi karena secara aturan di kota ini tidak mengakui adanya bangsawan, maka kami tidak akan mempersembahkan hadiah ini dengan mengatas namakan keluarga tertentu. Namun kami akan mengatas namakan wilayah" jelas Orland panjang lebar.


"Tidak masalah bagi ku" jawab Lugwin singkat.


Kemudian tampak sosok Fla maju kedepan. Di belakangnya ikut serta Livia, James, dan Luke yang kali ini pengganti kaki kirinya sudah terlihat jauh lebih baik dari pada sebelumnya. Terima kasih kepada Aksa yang sudah merancangnya lengkap dengan pergerakan sendi mekanik.


Terlihat masing-masing dari mereka membawa sebuah hadiah di tangan. Mereka berempat memang sengaja dipilih menjadi perwakilan untuk memberikan hadiah kepada Lugwin.


Fla berjalan maju dengan langkah yang tampak bergetar. Dan setelah berada di hadapan Lugwin, segera ia dan ketiga teman nya berlutut.


Hal itu mengejutkan Lugwin, dan membuat suasana menjadi bising. Para bangsawan tampak mulai berkasak-kusuk.


"Perkenalkan, nama saya Fla. Dan dibelakang saya adalah Livia, James, dan Luke" ujar Fla dengan suara yang juga terdengar bergetar.


"Kami adalah budak yang ada di kota Hemld. Kami sangat berterima kasih atas kebaikan yang telah yang mulia ratu berikan. Yang mulia telah menyelamatkan nyawa kami semua" ucap Fla yang kemudian memicu keributan mendadak di kalangan bangsawan.


"Tenanglah kalian. Biarkan pemuda ini menyelesaikan perkataannya" ujar Lugwin yang dengan segera menenangkan ruangan.


"Meski kami belum dapat membalas kebaikan yang mulia ratu, di kehidupan ini. Tapi kami pasti akan membalas anda dikehidupan-kehidupan kami selanjutnya" lanjut Fla yang terdengar tulus mengatakannya.


"Apa kehidupanmu ditempat ini bahagian, Fla?" Tanya Lugwin kemudian.

__ADS_1


"Ya, yang mulia. Terima kasih kepada anda" jawab Fla yang belum juga mengangkat tatapannya dari dasar lantai.


"Syukurlah, bila demikian. Berterima kasihlah kepada orang-orang ini" ujar Lugwin seraya menunjuk kearah Lucia, Nata, dan Aksa. "Mereka lah yang telah menyelamatkan kalian"


"Baik, yang mulia. Dan ini adalah persembahan dari wilayah-wilayah kami yang terbaik, yang mungkin tidak terlalu berarti untuk yang mulia, tapi mohon untuk diterima" ujar Fla kemudian seraya menyerahkan sebuah kotak kepada Lugwin yang diterima oleh Piere yang berdiri disebelah Lugwin.


Piere membuka kotak tersebut. Tampak seperti kain berwarna emas di dalamnya. Lugwin tampak tertarik menyentuh dan merasakan tekstur kain tersebut.


"Ini Sutra Emas?" Tanya Lugwin memastikan.


"Benar yang mulia, ini adalah Sutra Emas Tempest" jawab Fla yang kembali memicu kebisingan dalam ruangan.


"Sudah lama aku tidak melihat tenunan emas Tempest"


"Kurasa setelah ini yang mulia akan sering melihat nya, karena kami kedatangan penenun Tempest yang kemudian memutuskan untuk tinggal ditempat ini" kali ini Amithy yang berucap.


"Oh, benarkah? Beduntung sekali kalian"


Kemudian Luke tampak maju menyerahkan kotak yang ia bawa kepada Piere.


"Ini hadiah dari wilayah timur, meski tidak terlalu berarti mohon yang mulia menerimanya"


"Yang benar saja? Gingseng Emas?"


"Tanah ini menghasilakan Gingseng Emas?"


Kini para bangsawan sudah tidak kasak-kusuk dibelakang lagi. Mereka sudah terang-terangan membicarakan hal-hal tidak masuk akal di tanah ini.


"Wilayah kalian menghasilkan Gingseng Emas?" Tampak kali ini Lugwin juga ikut terkejut. Ia bertanya pada Lucia.


"Benar, itu adalah salah satu komoditas andalan wilayah timur" jawab Lucia kemudian.


"Kalian menanam Gingsen Emas yang hanya bisa hidup di puncak gunung Ganglion, ditempat ini?" Lugwin mengulangi pertanyaannya untuk memastikan bahwa ia tidak salah dengar.


"Benar, kami memiliki cara dan alat untuk membuat tempat seperti kondisi Gingseng itu tumbuh. Yah, meskipun tidak asli dari sana, namun kasiatnya masih tetap sama" Lucia menjawab lagi.


"Baiklah. Kurasa batasan akal sehat sudah tidak bisa diterapkan di tempat ini, ternyata" ujar Lugwin kemudian. Sedang Lucia hanya tertawa kecil menanggapinya.


Kemudian James maju memberikan kotak hadiah ketiga kepada Piere.

__ADS_1


Dengan segera, Piere membukan kotak tersebut. Ia tidak sabar ingin melihat hal tidak masuk akal apa lagi yang mereka punya.


"Itu adalah hadiah dari wilayah barat kami" ujar James kemudian.


"Apa ini?" Tanya Lugwin saat ia menerima dari Piere, sebuah benda seperti cula berwarna cokelat kemerahan, yang memiliki rongga ditengahnya.


"Itu adalah tanduk dari Antelop Cinder" jawab James kemudian.


"Apa kalian memelihara Antelop Cinder?" Lugwin terdengar tidak seperti sedang bertanya.


"Benar, kami membuat wilayah suaka untuk mereka. Juga untuk banyak hewan lainnya, sih" kali ini Nata yang menjawab.


"Dan untuk apa anda memelihara hewan-hewan buas itu, tuan Nata? Maaf, hewan mistik buas lebih tepatnya. Anda benar-benar cari masalah" kali ini Piere yang tidak tahan untuk berkomentar.


"Jelas, kami sedang menjaga populasi mereka dari kepunahan" saut Aksa dengan ringan. Semua orang tidak bisa mengerti apa yang sebenarnya dipikirkan oleh dua pemuda itu.


Kemudian yang terakhir, Livia pun maju untuk menyerahkan kota hadiah yang ia pegang.


"Itu adalah hadiah dari wilayah Utara. Tempat perkebunan dan pertenakan kami berada" ucap Livia menambahkan.


Kali ini Piere membuka kotak hadiah, tanpa harapan apapun. Tampak beberapa barang didalam kotak tersebut.


"Apa semua ini? Aku belum pernah melihatnya sebelum ini" ujar Lugwin yang mulai mengeluarkan satu persatu barang-barang dari kotak tersebut.


"Itu adalah barang-barang buatan wilayah utara yang digemari oleh para wanita" Livia menjawab.


"Oh, benarkah?" Terdengar Lugwin mulai tertarik, tak ubahnya para bangsawan perempuan lainnya.


"Botol kaca berbentuk limas ini berisi minyak wangi. Yang kotak ini sabun, nanti aku jelaskan cara pakainya. Lalu botol yang berukuran sedang, berisi cairan kental ini adalah mayones. Enak sekali, kau pasti suka. Dan yang dalam toples kaca penuh hal seperti permata berwarna-warni cantik ini adalah permen gula. Rasanya manis sekali. Sama seperti krim gula yang kita makan di toko tuan Edward siang tadi" Lucia menjelaskan semua barang tersebut tanpa memberi jedah Lugwin untuk bertanya atau bicara.


"Dan hadiah terakhir kalian adalah sesuatu yang tidak pernah ada sebelumnya di daratan utara" Ucap Lugwin yang sudah mulai tenang.


Lucia hanya tertawa kecil menanggapi ucapan Lugwin. Karena sejujurnya ia juga bereaksi seperti Lugwin saat pertama ia diperkenalkan dengan hal-hal tak masuk akal tersebut. Hanya saja bedanya, ia tidak mengetahuinya secara serempak seperti Lugwin baru saja.


-


Dan kemudian setelah acara ramah tamah tersebut selesai, langsung Orland, Amithy, Madron, dan Dirk diserbu oleh para bangsawan yang menanyakan perihal hadiah-hadiah yang diberikan kepada Logwin tadi.


Tampaknya rencana untuk sekaligus mengenalkan barang-barang dari wilayah Pharos telah berhasil.

__ADS_1


-


__ADS_2