Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
03. Merencanakan Serangan I


__ADS_3

"Jadi yang akan kita lakukan setelah ini adalah menyerang seluruh wilayah kerajaan Urbar secara bersamaan" Nata mulai menjelaskan rencananya tiga hari setelah pemungutan suara dilakukan.


Nata, Aksa, Lucia, Caspian, Helen, Vossler, dan Jean mengadakan pertemuan di kediaman Lucia untuk membahas tentang rencana penyerangan kerajaan Urbar.


"Aku sudah lama tidak mendengar rencana tidak masuk akal anda yang seperti ini, tuan Nata" ucap Caspian menanggapi penjelasan pertama dari rencana Nata.


"Seperti yang dipesan tuan putri yang sebentar lagi akan menjadi seorang ratu ini, bahwa kita perlu menyelesaikan perang ini dengan cepat" jawab Nata kemudian.


"Hentikan menyebutku seperti itu, Nat" sergah Lucia yang merasa risih karena Nata selalu menggodanya.


"Anda melarang sebagai seorang putri atau sebagai seorang ratu?"Aksa menimpali ucapan Lucia.


"Aksa diam!" Tampak Lucia sudah kehilangan kesabarannya. Karena kedua pemuda itu selalu menggodanya selama tiga hari terakhir.


"Serem. Ratu tanah mati" Aksa masih menggoda Lucia.


"Hei bocah, diam kau. Kita sedang ditengah merencanakan sesuatu yang penting" Jean terdengar sewot atas kelakuan Aksa.


"Baik, baik. Lanjutkan, Nat" Aksa berucap seraya mengangkat tangannya sebagai tanda menyerah.


"Baik, akan saya lanjutkan" Nata melanjutkan. "Karena kita ingin segera menyelesaikan peperangan ini, maka jalan yang paling cepat adalah mengambil alih wilayah mereka secara bersamaan. Atau setidak nya beberapa wilayah sekaligus dalam satu operasi serangan" jelasnya kemudian.


"Tapi untuk rencana seperti ini, selalu kendala kita ada pada jumlah prajurit. Apa anda berniat menggunakan kereta tempur lagi untuk menyerang?" Caspian bertanya.


"Saya rasa setelah peperangan di kota Meso kemarin, pihak kerajaan Urbar sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi kereta tempur kita" Helen mengungkapkan penilaiannya.


"Benar sekali, nona Helen. Kita sudah tidak bisa lagi menyerang menggunakan kereta tempur" Nata menyetujui penilaian Helen.


"Apa anda telah menyiapkan peralatan baru lagi?" Caspian mulai menebak-nebak.


"Tepat sekali, tuan Caspian. Semua itu berkat utusan dewa yang kalian tahan kepergiannya ini" saut Aksa tiba-tiba, seraya menyentuhkan tangannya ke depan dada.


"Dia pasti akan menyombongkan hal ini terus menerus sampai beberapa bulan kedepan" gerutu Jean yang sengaja tidak cukup pelan agar dapat di dengar oleh yang lain.

__ADS_1


Mendengar ucapan tersebut, Aksa segera menatap sinis kearah Jean. Yang tidak dipedulikan pleh Jean.


"Kami akan mendengar penjelasan itu nanti. Jadi sekarang bagaimana rencana anda untuk melakukan serangannya, tuan Nata?" Caspian segera memotong sebelum pertengkaran antara Aksa dan Jean terjadi.


"Pasukan yang berjaga di wilayah Ignus akan melakukan serangan terhadap wilayah Lighthill. Pasukan yang ada di wilayah Ceodore akan menyerang wilayah Magrace" Nata mulai menjelaskan rincian dari rencananya.


"Lalu pasukan di wilayah Feymarch akan menyarang wilayah Saronia. Pasukan di wilayah Eblan akan menyerang wilayah Cirrus. Dan pasukan Damcyan akan menyerang wilayah Nalbina" lanjut Nata.


"Maaf menyela, tapi itu berarti pasukan Damcyan harus menyeberangi wilayah Raygod? Apakah menurut anda tidak akan jadi masalah? Bukankah lebih mudah mengambil alih wilayah Harbring yang berada di sebelah baratnya?" Ujar Caspian menyampaikan penilaiannya.


"Ya saya mengerti kekuatiran anda. Namun saya bahkan merencanakan pasukan yang ada di kota Xin untuk melakukan serang ke wilayah Solidor melewati wilayah Raygod" Nata menanggapi penilaian Caspian. "Tapi saya tahu anda pasti bertanya. Lalu bagaimana dengan wilayah Cleyra yang berada tepat di sebelah barat kota Xin? Bukankah akan berbahaya bila wilayah itu membantu Solidor. Atau menyerang kota Xin saat kita meninggalkan kota tersebut untuk melakukan sedangan.


"Anda sekalian tidak perlu merasa kuatir, itu karena kita akan mengirimkan dua pasukan dari wilayah ini untuk menyerang wilayah Harbring dan wilayah Cleyra dari lautan.



"Apa kita memiliki cukup prajurit bila kita harus membaginya sebanyak itu?" Caspian memotong.


"Dan bila anda sekalian merasa kuatir dengan pasukan yang berada di wilayah Raygod, tenang saja. Karena mereka tidak akan mengirim prajurit mereka untuk membantu" Nata mencoba meyakinkan dengan penjelasan panjangnya.


"Mengapa anda begitu yakin akan hal tersebut?" Caspian memotong lagi.


"Itu karena pasukan mereka akan berkumpul di kota Guam" Nata menjawab.


"Bagaimana anda bisa tahu itu?" Caspian masih tidak mengerti bagaimana Nata bisa sangat yakin.


"Karena Aku dan Nata akan melakukan serang ke kota Guam" saut Nata tiba-tiba.


"Kalian mau apa?" Terdengar Caspian tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Lebih tepatnya sih, Lily dan Val. Kita hanya tim hore saja di dalam AFV" Aksa berucap lagi.


"Anda berempat ingin melakukan serangan juga?" Helen yang kali ini bertanya. Terlihat tidak percaya.

__ADS_1


"Benar. Sebelumnya kami juga telah berencana akan melakukan hal tersebut. Jadi kami tidak akan merubah rencana kami" Nata menjawab. "Hanya untung saja kalian mau membantu, jadi kalian bisa memecah konsentrasi pasukan"


"Kalian bersungguh-sungguh?" Jean yang kali ini memastikan.


"Tenang saja. Kami bersama dua legenda perang" Nata menjawab.


"Apa kalian yakin akan tetap menyerang kota Guam tanpa prajurit?" Lucia bertanya dengan resah.


"Apa? Anda sekalian ingin menyerang kota tersebut tanpa bantuan prajurit? Itu konyol, tuan Nata" Caspian terdengar tidak terima.


"Karena kami orang nya egois dan pendendam, maka kota pemerintahan mereka harus jatuh oleh tangan kami sendiri" Aksa menyahut.


"Prajurit yang kita punya akan lebih berguna untuk melakukan penyerangan wilayah lain. Lagi pula untuk menyelinap kedalam kota, beberapa orang adalah cara yang paling masuk akal" Nata mencoba menjelaskan maksud dibalik rencana gilanya.


"Tapi tetap saja itu hal yang berbahaya untuk dilakukan" Lucia masih terlihat kuatir.


"Anda tidak perlu terlalu kuatir terhadap kami, putri. Dengan rencana serangan seperti ini, kita akan menghemat waktu dan tidak memerlukan terlalu banyak prajurit, seperti bila kita melawan pasukan kerajaan Urbar yang terpusat" Nata mencoba menenangkan Lucia.


Semua orang yang ada dalam ruangan tersebut, masih belum sepenuhnya setuju terhadap rencana Nata dan Aksa yang hendak melakukan serangan ke pusat pemerintahan kerajaan Urbar tersebut.


"Jadi nanti rencananya, kita akan menjatuhkan wilayah-wilayah tersebut dalam waktu satu sampai tiga hari. Tergantung kondisi lapangan. Dan setelah itu yang tersisa hanya wilayah Nabradia, wilayah Ravus, dan Tanah Suci" Nata melanjutkan penjelasan rencannya. "Jelas untuk wilayah Nabradia dan Ravus, bukan jadi hal besar karena wilayah mereka sudah kita kepung secara tidak langsung. Mungkin sehari setelahnya kita dapat langsung menyerang kedua wilayah tersebut" tambahnya.


"Dan bila ternyata mereka memiliki pasukan yang lebih besar berjaga di salah satu wilayah, bagaimana tuan Nata?" Helen yang kali ini bertanya.


"Bila memang ada, dan prajurit kita tidak dapat menang melawannya, maka perintahkan untuk mundur. Setidaknya kita masih dapat menguasai wilayah lain dengan adanya pemusatan prajurit tersebut" Nata menjawab.


Semua orang terlihat mengangguk paham.


"Jadi kita akan mulai melakukan persiapan dan mengatur penempatan prajurit dan lain-lainnya dalam dua minggu kedepan. Tapi kita tetap harus waspada akan kemungkinan pihak mereka melakukan serang terlebih dahulu" ucap Nata lagi.


"Baik, tuan Nata. Kami mengerti" Caspian menjawab.


-

__ADS_1


__ADS_2