
Setelah beberapa hari kemudian Lugwin, Matiu, dan Nicko mengunjungi Lucia di desa Dyms untuk meminta bantuan. Namun tampaknya mereka malah mendapatkan jalan keluar untuk menyelesaikan peperangan ini.
Hal ini membuat Lugwin kembali bersemangat, gadis itu kembali memiliki tujuan hidup.
"Bagaimana menurut anda gagasan dari tuan Nata itu paman?" Tanya Lugwin pada Matiu saat ia sudah kembali dari tempat Lucia ke penginapannya di pusat desa.
"Gagasannya sangat luar biasa namun masih masuk akal. Tapi terlebih dari semua itu, siapa sebenarnya pemuda itu? Di usia semuda itu ia dapat melihat dan menyimpulkan kondisi dengan sangat baik, membuat gagasan dan rencana seolah ia sudah memiliki banyak pengalaman dalam hal seperti ini. Dan juga kenapa dia begitu akrab dengan putri mahkota Elbrasta?"
"Entahlah, tapi kurasa dia orang yang bisa dipercaya, karena Lucia sangat mempercainya. Dia juga kemarin yang menyelamatkan ku saat di desa Herld"
"Semua tidakan terinci jelas dalam setiap rencananya" ujar Matiu yang menatap gulungan papirus yang berisikan langkah strategi yang diberikan oleh Nata sebelum mereka pamit pulang tadi. "Apa dia seorang ahli strategi kerajaan Elbrasta yang baru?" Kali ini pertanyaannya lebih ditunjukan ke dirinya sendiri.
"Tapi apa menurut anda, melakukan penyebaran rumor dan membohongi orang-orang itu adalah hal yang baik untuk kita lakukan paman?" Tanya Lugwin kemudian yang terlihat sedikit ragu dengan rencana Nata yang tampaknya dipuji-puji oleh Matiu itu.
"Memang hal itu tidak benar putri, tapi itu hal paling murah yang bisa kita lakukan untuk mengumpulkan kekuatan"
Tampak Lugwin diam berpikir. Matiu tahu bahwa sekarang gadis itu sedang mengalami pertentangan memikiran hal ini.
__ADS_1
"Sudah jangan terlalu dipikirkan putri, lebih baik kita mulai menghimpun kekuatan dan mulai mencari sekutu untuk aliansi kita, seperti yang sudah direncanakan" Tampak Matiu mengalihkan topik pikiran Lugwin.
"Benar paman, jadi sekarang apa yang harus kita lakukan?"
"Pertama-tama kita bisa menghubungi dan meminta pada keluarga cabang dari keluarga kerajaan untuk ikut serta dalam aliansi kita. Setelah itu baru kita tentukan keluarga bangsawan mana yang akan kita tarik masuk ke dalam aliansi" jelas Matiu panjang lebar.
"Baiklah, saya akan mulai mengunjungi mereka besok, sedang untuk keluarga bangsawan yang lain apa paman sudah memikirkannya?"
"Pada dasarnya Dux Laurant berada diwilayah barat, dan Dux Vincent berada diwilayah selatan, jadi kemungkinan paling besar adalah mencari dukungan para bangsawan di wilayah timur dan utara" ucap Matiu menjelaskan terlebih dahulu sebelum kemudian menjawab, "Namun yang jelas keluarga Ellworth adalah peluang terbesar pertama yang kita punya. Disamping mereka adalah keluarga Dux yang memiliki garisun ksatria pribadi, juga ada rencana sebelum ini bahwa mereka akan menunangkan putra kedua mereka kepada anda"
"Kenapa tuan putri?"
"Tidak, tidak apa-apa. Lalu selanjutnya paman? Siapa lagi yang lain?" Ucap Lugwin yang tampak baru saja sadar dari lamunan.
"Dux Owen, keluarga mereka, keluarga Barnum dekat dengan keluarga kerajaan dan keluarga anda. Sampai saat ini keluarga mereka masih dalam posisi tidak memihak kedua belah pihak. Jadi kemungkinan besar beliau akan mendengarkan permintaan anda." Ucap Matiu yang ia jedah sebentar, "Karena Dux Owen memiliki pengarus yang cukup besar di wilayah utara ini. Jadi bila beliau ikut dalam aliansi kita, bisa dipastikan beberapa Jarl dan Baron akan ikut bergabung dengan sendirinya" tutupnya kemudian.
"Benar juga. Baiklah setelahnya saya akan menemui paman Owen untuk meminta bantuan." jawab Lugwin seraya mengangguk paham.
__ADS_1
"Lalu setelah itu, Jarl Hector di Rebenes. Wilayah keluarga mereka adalah pendukung utama bahan pagan musim dingin kerajaan ini. Jadi alangkah baiknya bila Jarl Hector bisa bergabung dengan pasukan aliansi kita"
"Tapi tuan Hector orang yang sangat teliti dan rasional. Kurasa beliau tidak akan mau ikut campur dalam perang yang merugikan seperti ini" Lugwin menyuarakan opininya.
"Tapi kita harus tetap mencobanya tuan putri. Karena bila kita memiliki keluarga Rene dalam aliansi kita, maka suplai pangan untuk pasukan kita akan terjamin" Matiu menjelaskan.
"Baiklah saya akan menuju Rebenes setelah semua selesai" jawab Lugwin kemudian seraya kembali bertanya, "lalu untuk penyebaran rumor tersebut?"
"Anda tidak perlu kuatir tuan putri, biar saya yang mengurus semua itu. Anda cukup berusaha sebaik mungkin membujuk para bangsawan itu untuk masuk dalam aliansi kita"
"Baiklah, Ku percayakan semua hal itu pada paman"
"Tapi yang harus anda ingat adalah, bahwa anda adalah seorang utusan sang Oracle. Ikuti hal yang sudah kita susun tadi. Bahwa anda mendapat mimpi dari sang Oracle dihari kematian beliau. Dan sang Oracle memberi tugas pada anda untuk menyelesaikan perang ini" ucap Matiu mengingatkan.
Lugwin terdiam sesaat. Sebenarnya batin nya menolak melakukan hal ini. Menggunakan nama sang Oracle untuk kepentingan pribadinya. Namun di sisi lain ia ingin segera menyelesaikan perang ini. Jadi ia harus melakukannya. Kemudian Lugwin menatap kearah Matiu dan mengangguk, "baik paman, aku mengerti" ucapnya kemudian.
-
__ADS_1