Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
20. Lembaran Baru I


__ADS_3

Seminggu kemudian mereka mengadakan hukuman mati kepada raja kerajaan Urbar. Di kota Guam.


Mereka melakukannya di depan alun-alun di dalam kawasan istana. Dihadiri oleh hampir semua orang. Baik orang dalam kerajaan maupun warga biasa.


Hal tersebut merupakan hal yang umum di lakukan untuk hukuman mati seorang penjahat besar atau pemberontak di wilayah kerajaan Urbar.


Hampir seluruh pemimpin pasukan dan beberapa orang yang bertanggung jawab untuk mengurusi wilayah selatan dari pihak Pharos, hadir di tempat tersebut bersama Lucia.


Baik Nata, Aksa, bahkan Luque pun hadir. Prajurit gabungan antara manusia dan Yllgarian terlihat ketat menjaga kota tersebut. Dengan seraga khas yang berwarna serba hitam dan kusam, terlihat mengintimidasi.


Yang oleh orang-orang wilayah selatan disebut dengan prajurit Kematian. Karena segaramnya yang terlihat suram.


Dan kemudian, setelah seseorang membacakan tuntutan dan tanggung jawab yang harus dipenuhi raja Urbar, akhirnya raja tersebut menutup hidup dengan kepala terpenggal.


.


"Kami tidak akan meminta pertanggung jawaban yang sama kepada prajurit atau rakyat kerajaan ini" Lucia berucap lantang, beberapa saat setelah penghukuman selesai dilakukan.


Ia berdiri di sebuah mimbar yang cukup tinggi ditengah alun-alun tersebut menghadap kearah semua orang yang hadir.


"Kami hanya perlu pemimpin kerajaan ini untuk bertanggung jawab atas nyawa rakyat kami yang tewas dalam penyerangan yang dilakukan dibawah kepemimpinannya" Lucia memberi jedah untuk mendapat perhatian semua orang di tempat tersebut.


"Kami juga tidak mengiginkan keluarga istana untuk ikut bertanggung jawab, apa lagi hingga ke keturan-keturunan berikutnya" Lucia melanjutkan ucapannya, setelah mendapat cukup banyak perhatian.


"Tapi sebagai sebuah pengingat dan peringatan kepada semua orang yang sedang memikirkan niatan untuk berurusan dengan kami di kemudian hari, maka hari ini akan ku umumkan kepada kalian semua. Bahwa bersama dengan jatuhnya raja kalian, kerajaan ini juga tidak ada lagi" Lucia menutup ucapannya dengan nada tegas.

__ADS_1


Beberapa orang yang berada di tempat itu terlihat mulai berbisik dengan orang disebelah mereka.


"Kerajaan itu seperti matahari. Mereka terbit dan tenggelam tak terhitung banyaknya, dari semenjak permulaan jaman" Lucia berucap lagi. Lebih lantang, untuk mengalahkan dengung berisik orang disekitar. "Tapi, sebuah peradaban dapat bertahan hingga ratusan tahun" lanjutnya.


"Dan aku juga yakin, bahwa peradaban di wilayah ini lebih besar dari sebuah kerajaan. Jadi, meski kerajaan hancur, kalian dan warisan leluhur kalian masih akan tetap hidup" Lucia terlihat memberi waktu untuk yang lain memikirkan ucapannya. Tatapannya menjelajah ke setiap sudut di kerumunan orang-orang dihadapannya.


"Wilayah ini akan dibawah kekuasaan kami" Lucia kembali berucap. "Dan jelas akan ada perubahan besar-besaran di seluruh wilayah bekas kerajaan ini. Aku pribadi sebagai pemimpin wilayah di tanah Pharos sangat mengharapkan kalian semua mau bekerja sama untuk membantu kami melakukan perubahan tersebut. Dan membuat kehidupan yang jauh lebih baik.


"Para tawanan perang akan di bebaskan, sebagai bukti terhadap apa yang baru saja ku katakan. Bahwa kami ingin, kita membuat sebuah peradaban yang lebih besar lagi bersama-sama" Lucia menjedah untuk menarik nafas.


Suasana menjadi terdengar lebih riuh dari sebelumnya. Meski tidak terlalu gaduh juga.


"Tapi jangan salah menyangka bahwa kami tidak tegas. Kami akan menghancurkan siapa saja yang berani menentang kami di kemudian hari. Entah itu dari dalam maupun dari luar" tutup Lucia dengan tatapan mata serius. Yang membuat suasana kembali lebih tenang.


"Mungkin Lucia itu pas building character, stat-nya dimentokin semua ke bagian Charm. Terus yang lainnya cuma dikasih satu poin" celetuk Aksa lirih di sebelah Nata, seteleh mendengar pidato Lucia.


.


Dijelaskan pula kriteria dan syaratnya, juga upah yang akan diberikan. Yang tampak segera merubah suasana sekitar yang sebelumnya tegang dan penuh dengan ketakutan, menjadi lebih cerah dan mulai bersemangat.


-


Dan esok harinya, audisi penerimaan tenaga baru itu mulai digelar. Yang ternyata cukup menarik minat warga kota Guam. Tiga hari kemudian audisi tersebut mulai dilakukan di wilayah lainnya. Sementara, rombongan Aksa, Nata, dan Lucia kembali ke kota Tengah.


-

__ADS_1


Seminggu setelahnya, Nata, Lucia, dan para kabinet melakukan pertemuan lagi di kota Tengah untuk membahas tentang perkembangan rencana yang sedang berjalan.


Mereka berdua belas duduk memutari meja bundar yang sudah lama tidak mereka gunakan itu. Searah jarum jam ada; Nata, Lucia, Orland, Selene, Ellian, Couran, Haldin, Go, Madron, Dirk, Cedrik, dan Amithy. Sedang Caspian dan para pemimpin prajurit tidak ikut dalam pertemuan tersebut, karena harus mulai mengawasi dan mengamankan wilayah selatan dari kemungkinan munculnya pemberontakan.


"Untuk wilayah selatan, kita sudah mulai menerapkan dan mensosialisasikan perubahan dalam penyebutan dan aturan, kepada seluruh penduduk" Orland berucap ditengah laporannya tentang pemerintahan baru yang tengah dibentuk.


"Tanah Pharos ini akan mulai disebut sebagai Wilayah Pusat. Sementara di wilayah selatan, kita akan memberi nama distrik yang baru terbentuk itu dengan angka urutan agar lebih mudah" Orland melanjutkan.


"Mulai dari wilayah Ignus dan Ceodore akan disebut distrik satu. Wilayah Lighthill dan Ravus akan disebut distrik dua. Wilayah Margrace dan Saronia akan disebut distrik tiga. Wilayah Feymarch dan Cirrus akan disebut distrik empat. Dan empat distrik pertama ini akan tergabung dalam provinsi Timur" Orland menjedah.


"Wilayah Eblan dan Damcyan akan disebut distrik lima. Wilayah Harbring dan Raygod akan disebut distrik enam. Wilayah Nabina dan Nabradia akan disebut distrik tujuh. Dan yang terakhir wilayah Cleyra dan Solidor akan disebut distrik delapan. Dan empat distrik terakhir itu akan tergabung dalam provinsi Barat" Orland menyambung.



"Untuk saat ini Amithy dan aku sendiri yang menangani urusan kedua provinsi tersebut" tutup Orland kemudian.


Lucia terlihat menyangguk paham. "Lalu, untuk masalah dengan kerajaan-kerajaan selatan?" Tanyanya kemudian.


"Surat yang kita kirimkan ke kerajaan selatan lain, sudah mendapat jawaban. Dan kabar baiknya, seluruh kerajaan setuju untuk mengadakan perjanjian damai dan kerja sama dagang dengan kita" Orland menjawab. "Mulai dari kerajaan Joren, kerajaan Augra, kerajaan Durahan, kerajaan Galasium, juga keluarga bangsawan Maxmillian dan Damalca di ujung selatan. Mereka semua menyetujuinya" tambahnya.


"Syukurlah kalau begitu. Jadi kita bisa sedikit tenang sekarang" Lucia berucap. "Kini yang malah jadi masalah adalah kerajaan Elbrasta" tambahnya terlihat mulai cemas.


"Kita tidak bisa berbuat apapun kecuali mendoakan yang terbaik untuk mereka. Karena surat kita ke keluarga Roxan dan Voryn tidak ditanggapi sama sekali oleh mereka" Orland mencoba menjelaskan.


"Benar, kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka" Lucia menyetujui ucapan Orland dengan wajah sedih dan pasrah. Yang juga disetujui oleh yang lainnya.

__ADS_1


-


__ADS_2