Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
03.5 Yvvone Story : Desa Yllgarian


__ADS_3

Yvvone dan seorang pria Morra tiba di bibir hutan pagi-pagi sekali. Meski pria itu sudah memakai baju yang tebal di rangkap dengan mantel yang juga tebal, tetap saja tidak bisa membuat pria tersebut berhenti menggigil setelah melakukan perjalanan udara bersama Yvvone semalaman.


"Bukannya kau sudah berjanji untuk menyelamatkanku dan menjauhkan ku dari orang-orang yang memburuku?" Ucap pria itu seraya berjalan mengikuti Yvvone memasuki hutan.


"Tenanglah. Kau akan baik-baik saja. Aku tidak akan melupakan janjiku" saut gadis Elf yang terus berjalan tanpa peduli untuk menoleh kearah pria tersebut.


"Lalu kenapa sekarang kau malah membawaku ketempat ini? Jelas-jelas mereka akan datang untuk menyerang tempat ini" ucap pria itu tidak terima. "Dan juga perjalanan tadi. Kau memang berniat untuk menyiksaku?" Tambahnya yang kali ini dengan memeluk erat tubuhnya sendiri yang masih menggigil.


"Tenang saja dinginnya angkasa tidak akan membunuhmu. Sebentar lagi kau pasti akan merasa hangat kembali" ujar Yvvone yang masih terus berjalan semakin dalam memasuki hutan. "Aku ingin kau disini hanya untuk melihat saja, jadi jangan kuatir kau akan aman" tambahnya.


"Melihat apa?" Tanya pria itu seraya mempercepat langkahnya yang tertinggal dari Yvvone.


"Melihat orang-orang yang akan menyerang tempat ini, siapa tahu kau mengenal salah satu dari mereka" jawab Yvvone cepat.


"Kau benar-benar Elf yang licik. Kau masih ingin menggunakanku sebagai alat" tampak pria itu makin tidak terima dengan jawaban dari Yvvone.


"Jangan terlalu sentif begitu. Hitung-hitung untuk menebus kesalahanmu pada Yllgarian itu"


"Memang apa yang ku lakukan? Bukan aku yang menyerang mereka. Masalahku cuma dengan mu saja"


Kali Yvvone berhenti lalu menghadap kearah pria itu dan mulai berkata. "Coba kau pikir. Kalau kau tidak menangkapku, mungkin aku sudah berhasil menggagalkan rencana orang-orang yang akan menyerang para Yllgarian itu. Dan itu berarti, kau juga bersalah pada mereka karena membantu para penyerang itu" tutupnya kemudian dengan senyuman. Lalu kembali berjalan lagi.


"Elf memang mahluk yang licik"


"Kami belajar dari kalian"


Tiba-tiba Yvvone berhenti berjalan. Tangannya menahan pria itu untuk bergerak maju.


"Kenapa?"


"Di depan ada jebakan. Kurasa kita sudah dekat dengan desa Yllgarian tersebut"


"Benarkah? Kita masih berada ditengah belantara seperti ini"


Tepat setelah pria itu selesai berucap, terdengar suara berisik dari arah depan mereka. Suara seperti derap banyak kaki.


Dan mendadak tanpa disadari oleh pria Morra itu, sudah ada tujuh Yllgarian berwujud manusia macan kumbang berdiri dihadapan mereka dengan busur terarah padanya. Mereka adalah klan Pantha. Kulitnya yang hitam menyaru dengan bayang-bayang pepohonan.

__ADS_1


Dan belum sempat pria Morra itu bereaksi, dua anak panah sudah meluncur mengarah ke kepalanya.


Namun anak panah itu hancur diudara sebelum mengenai pria tersebut.


"Manusia ini bersamaku" ucap Yvvone setelah ia berhasil menghancurkan anak panah itu dengan sihir anginnya. "Kami tidak berniat jahat" tambahnya kemudian sambil mengangkat tangan. Yang langsung diikuti oleh pria Morra itu dengan wajah pucat dan keringat dingin bercucuran.


Mendengar perkataan Yvvone para Pantha itu menurunkan busurnya. Salah satu dari mereka maju kedepan.


"Sebutkan kepentinganmu, Elf"


"Saya Yvvone, Aeron dari tanah selatan. Dan ini..." Yvvone menoleh kearah pria tersebut, "siapa namamu?" Bisiknya bertanya.


"Seigfried" saut pria itu dengan tergagap dalam bisikan.


"Dan ini rekan saya, Seigfried. Kami ingin bertemu dengan Para Bijak hutan ini" lanjut Yvvone kemudian.


"Dan kenapa kau ingin bertemu dengan Para Bijak?"


"Untuk saling membantu" jawab Yvvone dengan senyum mengembang.


-


Setelah melewati gerbang desa yang terbuat dari dahan pohon dan kayu kecil yang dibentuk artistik, mereka memasuki tanah lapang yang cukup luas. Tidak ada pelohonan sama sekali. Digantikan dengan bangunan berbentuk kubah setengah lingkaran yang terbuat dari anyaman bambu. Tampak sebuah pintu yang ditutup selembar kain terpasang disisi depan bangunan tersebut. Itu adalah rumah para Yllgarian.


Tampak banyak sekali klan Yllgarian di desa tersebut. Terlihat penduduk desa menatap Yvvone dan Seigfried dengan penasaran saat mereka berjalan melewati tengah desa mengikut Pantha yang hendak mengantar mereka ke tempat Para Bijak desa tersebut.


Mereka kemudian dituntun memasuki sebuah rumah beratap lengkung yang tampak lebih besar dari rumah-rumah yang lain disekitarnya.


Tampak Para Bijak yang ingin Yvvone temui itu adalah 5 sosok dari 5 klan yang dituakan.


Duduk di paling kanan ada Yllgarian dari klan Tauron. Yang berperawakan seperti banteng dengan tanduk sebelah kiri telihat patah dan memiliki jenggot yang panjang. Bertelanjang dada dan hanya mengenakan jubah panjang berwarna biru laut yang dililitkan kebadannya yang terlihat gempal dan kekar.


Disebelahnya duduk Yllgarian dari klan Pantha. Sesosok macan kumbang dengan pakaian yang hampir mirip dengan Yllgarian dari klan Tauron yang duduk disebelahnya itu, tampak memegang sebuah kalung manik dari kayu yang bentuknya serupa dengan yang mengelilingi lehernya.


Kemudian yang duduk ditengah adalah Yllgarian dari klan Strigi. Sosoknya seperti burung hantu dengan sebuah syal biru laut panjang kontras dengan warna bulunya yang putih kecoklatan. Dibelakang punggungnya tampak sepasang sayap menekuk rapi.


Duduk disebelah burung hantu tersebut, sosok beruang coklat gelap dengan tanda bentuk wajik berwarna abu-abu tampak di dada dan keningnya. Mengenakan baju dengan model yang senada dengan yang lain. Yllgarian itu dari klan Ursa.

__ADS_1


Terakhir yang duduk paling kiri adalah Yllgarian dari klan Diphy. Wajahnya seperti kekelawar. Lengkap dengan daun telinga yang lebar dan panjang, yanh coba disembunyikan dibalik sebuah tudung. Dari belakang punggungnya terdapat sepasang sayap kelelawar yang menekuk kedepan seperti membungkus tubuhnya sendiri. Menutupi hampir seluruh baju yang dikenakannya. Yang seharusnya memiliki bentuk yang tidak jauh berbeda dengan 4 Yllgarian yang lain.


"Apa keperluan anda datang kemari, Aeron muda?" Si burung hantu bertanya.


"Saya Yvvone. Maafkan akan kelancangan saya datang kemari tanpa diundang. Saya kemari juga karena ingin memberi peringatan bahwa prajurit manusia dari kerajaan Elbrasta akan datang menyerang tempat ini" ucap Yvvone kemudian.


"Benarkah?" Terdengar sosok banteng tak percaya.


"Dan dengan alasan apa mereka akan datang kemari?" Kali ini si macan kumbang yang bertanya.


"Itulah yang ingin saya pastikan kepada anda sekalian. Mengapa kerajaan Elbrasta ingin menyerang hutan ini?" balas Yvvone dengan pertanyaan.


"Entahlah. Kami merasa tidak memiliki masalah dengan para manusia selama hampir tiga dekade ini" jawab si burung hantu.


"Bukannya memang seperti itu sifat manusia. Barbar dan suka berperang?" Celetuk si kelelawar.


"Mereka juga yang melakukan penyerangan di pemukiman Mugger beberapa hari yang lalu" Yvvone menambahkan informasinya.


Mendengar hal tersebut membuat 5 Yllgarian itu terlihat mulai merubah mimik muka dan tampak saling berpandangan dengan gerakan tubuh yang menunjukan bahwa mereka sedang gusar.


"Bila perkataan itu benar, maka kita harus segera bersiap-siap" ucap si banteng memulai pembicaraan setelah hening sebentar.


"Benar. Kita harus mempersiapkan prajurit untuk menghadang di bibir hutan" jawab si macan kumbang.


"Dan sebenarnya apa keperluan anda ingin mengetahui alasan mereka, Aeron muda?" Si burung hantu bertanya kepada Yvvone.


"Itu karena orang yang sama yang akan menyerang desa ini telah mencuri batu Arcane milik saya dan kemudian berusaha untuk menculik saya. Jadi saya perlu mencari tahu apa tujuan mereka" jelas Yvvone.


"Dan bila boleh saya tahu siapa manusia dibelakang anda itu?" Tanya si kelelawar yang sedari tadi tampak tidak nyaman mendapati kehadiran Seigfried ditempat itu.


"Dia adalah rekan saya, Seigfried. Dari dia saya tahu bahwa kerajaan akan menyerang tempat ini" Yvvone menjawab.


Sedang pria Morra itu hanya diam menunduk dengan perasaan kuatir dan was-was. Bila ia melakukan hal yang salah, nyawanya bisa-bisa melayang.


"Kurasa kami juga tidak tahu alasan mereka sama seperti anda, Aeron muda" jawab si burung hantu kemudian.


Yvvone tampak terdiam sebentar sambil menatap Seigfried. Kemudian mulai kembali berkata. "Apakah saya boleh tinggal di tempat ini, menunggu sampai para prajurit manusia itu datang kemari?"

__ADS_1


"Silahkan saja Aeron muda" jawab si burung hantu.


-


__ADS_2