Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
15.5. Antology Story : Menemui Teman


__ADS_3

Dan karena penjelajahan hutan Sekai sudah selesai, maka sudah saatnya trio pemburu harus pamit dari desa tersebut.


"Kurasa sudah saatnya kami kembali" ujar Loujze saat mereka berada dihalaman belakang rumah Fla setelah selesai makan siang.


"Apakah anda sekalian akan menuju ke tempat tuan Nata dan tuan Aksa?" Fla bertanya dari sebuah bangku diseberang Loujze.


"Benar, karena tugas kami sudah selesai, maka kami harus kembali untuk memberi laporan"


"Apakah saya boleh ikut?"


"Boleh-boleh saja bila kau mau. Tapi akan memakan waktu yang sedikit lama. Karena kami masih harus menyelesaikan suatu hal di tempat para penambang di sisi timur" Deixter berujar.


"Saya tidak keberatan tuan Deuxter. Baiklah kalau begitu. Saya akan meminta ijin dulu kepada ayah saya, dan kemudian bersiap-siap" saut Fla cepat, seraya berlari memasuki rumah dengan berbunga-bunga.


"Besok pagi kita pergi melewati gua yang ada di timur kemarin" teriak Deuxter agar Fla yang sudah cukup jauh itu mendengarnya.


-


Dan keesokan harinya setelah berpamitan dengan ayah Fla, trio pemburu itu dikejutkan oleh beberapa orang yang juga ingin ikut bertemu Nata dan Aksa. Tampak James, Luka, Livia, dan Fang, yang akan ikut bersama Fla dan trio pemburu.


"Kupikir hanya kau saja yang akan ikut bertemu tuan Nata dan tuan Aksa"


"Mereka tiba-tiba memaksa ikut saat saya hendak pamit kemarin"


"Baiklah, bila begitu"


"Kita akan melwati gua di bukit timur sana yang kurang lrbih akan memakan waktu seharian. Lorong nya juga memiliki beberapa bagian yang sedikit susah untuk dilalui"


"Kami mengerti tuan Deixter. Kami tidak masalah dengan hal tersebut"


Dan kemudian mereka mulai memasuki gua tersebut. Belum terlalu sore saat mereka tiba di percabanga lorong gua. Trio pemburu meminta rombongan Fla menunggu sebentar. Sementara mereka mencari Go yang biasanya ada ditempat itu untuk mengawasi para penambang.


Empat penduduk desa juga termasuk Fla, tampak terheran-heran mendapati gua itu terlihat begitu sibuk, orang-orang keluar masuk sambil mendorong troli diatas jalur besi.


Setelah melaporkan tentang apa yang mereka temukan dan apa yang mereka rencanakan, mereka kemudian memperkenalkan rombongan Fla kepada Go.


Terlihat para penambang tampak terkejut mendapati orang-orang baru, muncul dari dalam gua. Mereka mengajak rombongan Fla menuju ke tempat tinggal para penambang untuk beristirahat. Mereka akan melanjutkan perjalan besok paginya.

__ADS_1


"Wah, benda apa itu tuan?" Terdengar James, pria Morra berperawakan jangkung itu terkejut saat mendapati kereta pengeruk, dalam perjalanan mereka menuju tempat tinggal para penambang.


"Itu kereta yang gunanya untu membantu mengeruk tanah dan bukit kapur" jelas Deuxter kemudian.


"Bagaimana alat sebesar dan tampak berat tersebut bisa bergerak tuan Deuxter?" Fla terdengar penasaran dengan alat tersebut.


"Aku juga tidak tahu, tuan Aksa dan tuan Val yang membuatnya" jawab Deuxter singkat.


Rombongan Fla masih terus dikejutkan dengan alat-alat yang belum pernah mereka lihat sebelumnya, juga bagaimana pembangunan yang sudah dilakukan di area pertambangan tersebut.


"Meski tempat ini adalah wilayah pertambangan, namun pembangunannya jauh lebih memadahi dibanding desa kita" celetuk James.


"Benar. Apa semua ini karena alat pengeruk dan kereta kecil yang dapat bergerak sendiri itu?" Ucap Fla kemudian.


"Kereta itu disebut troli. Mereka digerakan oleh troli lokomotif yang ada disana itu" Loujze menunjuk ke sebuah tungku lokomotif kecil yang memiliki roda diujung tak jauh dari mereka.


"Dan bagaimana mereka bisa bergerak tuan Loujze?" Kali ini Fang yang bertanya.


"Saya juga kurang tahu pasti. Tapi yang jelas mereka menggunakan uap dari air yang dipanaskan" Loujze mencoba menjelaskan semampu yang ia bisa.


"Ya, benar seperti itu" jawab Loujze cepat karena memang hanya seperti itu saja yang ia tahu.


-


Lalu esoknya mereka mulai menuju ke pantai dipesisir timur, pagi-pagi benar. Agar mereka tidak terlambat menyeberang ke pantai Mado. Karena kapal yang akan mereka gunakan untuk menyeberang, adalah kapal pengangkut material. Kapal tersebut memiliki jadwal untuk melakukan penyeberangan setiap harinya.


"Wah, sekitar setahun yang lalu saat kita melewati, tempat ini belum seperti sekarang" ucap Fla saat mereka bertujuh sudah tiba di pantai pesisir timur.


"Apakah kapal itu terbuat dari besi?" Terdengar James kembali tidak tenang setelah melihat sebuah kapal yang ukurannya 4 kali kapal kayu biasa, dengan dua buah roda besar disisi kiri dan kanan badan kapal. Dannyang terlebih mengejutkan James adalah kapal tadi terbuat dari besi.


"Benar, kapal tersebut terbuat seluruhnya dari besi" jawab Deuxter.


"Bagaimana caranya agar kapal tersebut tidak tenggelam? Padahal mangkok dari besi yang pernah ku buat, langsung tenggelam saat ku letakan diatas air" James masih tidak bisa mengerti akan kejanggalan yang ia lihat saat ini.


"Entahlah. Kapal itu juga dibuat oleh orang yang sama dengan pembuat alat-alat besi aneh yang kalian lihat disekitaran tempat ini" jawab Loujze.


"Apa alat-alat itu menggunakan sihir?" Kali ini Luke si serigala yang sedari tadi hanya diam, akhirnya berucap. Karena ia juga merasa penasaran.

__ADS_1


Kemudian mereka melewati sebuah bangunan kayu yang dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah. Dan dari bangunan tersebut terdapat jembatan kayu dengan tiang penyangga yang terpasang memanjang kearah laut, meninggalkan pantai. Sebuah dermaga tampak diujung akhir jembatan kayu tersebut. Tempat kapal besi tersebut tertambat.


Di tengah-tengah jembatan kayu tersebut terpasang sebuah rel besi untuk dilewati troli pengangkat material menuju Kapal.


-


Dan akhirnya mereka pun menyebarangi lautan dengan kapal besi tersebut. Yang di sepanjang perjalanannya, James tampak sangat kuatir. Takut kalau-kalau kapal tersebut akan tenggelam atau terbalik.


Tak lebih dari tengah hari mereka sudah tiba di dermaga pantai Mado.


Kini dipantai tersebut terlihat lebih ramai dari sebelumnya. Sampai trio pemburu pun terkejut melihatnya. Di dermaganya kini tertambat beberapa kapal kayu dan kapal tongkang untuk nelayan mencari ikan.


Di sebelah bangunan di depan dermaga yang digunakan sebagai pos penjagaan, sekarang terdapat sebuah pasar ikan yang digelar oleh para penduduk sekitar.


Kemudian dibelakang pos penjagaan tadi terdapat beberapa kereta besi yang berjajar rapi.


Jalanan juga tampak besrih, rata, dan lebar. Ramai orang berlalu lalang. Entah itu kereta kuda, gerobak yang ditarik keledai, atau pun orang yang berjalan kaki.


"Tempat seramai ini hanya berjarak dua hari dari tempat kita yang terpencil itu?"


"Benar-benar mengejutkan. Mereka pasti akan membuat sebuah kota besar di tanah mati itu"


"Ini juga mengejutkan kami. Lima bulan yang lalu tempat ini baru saja didirikan. Tapi sekarang sudah seramai ini" Huebert juga terdengar kagum.


Melihat trio pemburu yang baru turun dari kapal, beberapa prajurit langsung menghampiri. Kemudian dengan salah satu kereta besi, mereka berjalan menuju ke tanah Pharos.


-


Jalanan menuju tanah Pharos ini juga terlihat sangat rapi dan bersih. Dalam jarak tertentu terdapat pos penjaga berdiri dipinggir jalannya. Bangunan pos tersebut terlihat lebih besar dari bangunan pos yang ada di pantai Mado.


Itu karena pos yang dibangun di pinggiran jalan ini dilengkapi dengan tempat untuk beristirahat, dan juga tersedia perlengkapan tidur seperti kantong tidur atau selimut.


Di belakang bangunannya berdiri sebuah menara air yang ukurannya jauh lebih kecil dibanding yang ada di perkemahan utara. Dan ada 2 bangunan pos seperti itu disepanjang jalan dari pantai Mado menuju Gerbang Utara.


Perjalanan hanya memakan waktu tak lebih dari sehari saja menggunakan kereta besi tersebut. Selepas senja mereka berdelapan sudah tiba di pintu masuk Gerbang Utara.


-

__ADS_1


__ADS_2