
Seminggu setelah pertemuan Lucia dengan para bangsawan Elbrasta, para pemimpin prajurit mengadakan pertemuan di kota Tengah. Untuk membahas masalah keamanan wilayah.
Ada Nata, Lucia, Caspian, Vossler, Helen, Jean, 5 pemimpin prajurit Yllgarian, dan 12 anggota Bintang Api.
"Jadi bagaimana kemajuan pembentukan unit baru pasukan kita?" Nata bertanya kepada Caspian untuk memulai pertemuan.
"Sampai saat ini masih banyak prajurit bekas kerajaan Urbar yang berpindah menjadi prajurit kita. Meski tidak sedikit juga yang sudah tidak ingin menjadi prajurit. Karena sebelumnya, alasan mereka menjadi prajurit karena paksaan dan tidak ada pilihan pekerjaan yang lain" Caspian menjawab. "Namun dengan pembebasan tanah bangsawan, dan dimulainya pembagian lahan kepada rakyat, maka sekarang mereka memiliki pilihan pekerjaan lain. Yaitu menggarap tanah-tanah baru mereka" jelasnya kemudian.
"Syukurlah kalau begitu" terdengar Lucia menyahut menanggapi.
"Tapi, disamping itu kita juga mendapat banyak bantuan kekuatan dari para ksatria, petarung, penyihir, dan pemburu lepas yang ingin menjadi prajurit kita" Helen menambahi.
"Dan juga, ada beberapa mantan dari Juara kerajaan Urbar yang juga melamar untuk menjadi prajurit kita. Bagaimana menurut anda?" Caspian berucap mendadak karena baru saja teringat setelah mendengan ucapan Helen tersebut.
"Bila memang anda membutuhkannya, maka pekerjakan, namun ingat untuk tetap mengawasinya. Selidiki alasan dibelakang mereka ingin menjadi prajurit kita" Nata menjawab.
"Baik" Caspian membalas singkat.
"Memang siapa yang ingin mendaftar?" Kali ini Lucia yang bertanya penasaran.
"Mereka ada tiga" Caspian menjedah sebentar. "Yang pertama adalah Versica, mungkin kalian ingat dengan si gadis Narva dengan senjata pedang cabuk?"
"Oh, gadis itu" Helen ingat pernah melawan gadis tersebut. "Melihat dari sikapnya ketika melawannya, sulit dipercaya dia akan mendaftarkan diri untuk bergabung dengan kita" tambahnya kemudian.
"Gadis itu berasal dari kota Meso. Sepertinya ia mendengar dari warga kota tersebut. Tentang apa yang sudah kita lakukan setelah terjadinya ledakan di kota itu" Caspian menjawab. "Dan menurutnya, ia hanya ingin menggunakan bakatnya untuk melindungi kota asalnya"
"Oh, baguslah bila memang begitu" Helen menjawab.
"Kemudian yang kedua adalah pria Narva bernama Guanna, dia pria ber palu besar yang menyerah saat melawan para Yllgarian. Juga seorang pria Morra bernama Karka. Pengguna dua kapak potong, yang juga melakukan penyerangan di pesisir timur bersama Guanna" Caspian melanjutkan. "Dua orang itu berasal dari kota Gala. Dan tidak beda jauh dengan Versica, mereka juga mendengar dari penduduk kota tentang serangan kita yang tidak melukai warga kota sama sekali. Dan kemudian memutuskan untuk bergabung dengan pasikan kita" lanjunya lagi.
"Syukurlah bila memang seperti itu. Kuharap lebih banyak Juara yang berpikiran seperti mereka" Nata berucap. "Baiklah, sekarang untuk perlindungan di dalam wilayah, bagaimana perkembangannya, tuan Cedrik?" Lanjutnya dengan pertanyaan kepada Cedrik
"Untuk perlindungan wilayah, saat kami sudah berhasil membentuk lima anak kelompok. Nantinya kami berencana setidaknya memiliki delapan anak kelompok untuk menjaga delapan distrik di daratan selatan" Cedrik menjelaskan. "Kali ini kita masih menggunakan jasa serikat petarung bayaran untuk ikut menjaga daerah distrik yang tidak bisa kita tangani" lanjutnya kemudian.
"Oh, dan benar kata tuan Caspian. Banyak petarung dan pemburu yang cukup punya kemampuan di daratan selatan itu. Kami juga menerima banyak orang-orang handal tersebut" Cedrik menambahi.
__ADS_1
"Apakah balai pertukaran jasa sudah mulai berjalan?" Nata bertanya kemudian.
"Sudah, tuan Nata. Bahkan sudah mulai ada beberapa serikat pemburu dan serikat petarung yang mulai mengambil permintaan dari tuan Selene dan nona Ellian" kali ini Margaret yang menjawab.
"Bagus sekali. Dengan begini, pemerintahan di wilayah selatan akan bisa berjalan tanpa kendala yang berarti" Nata menjawab. "Kemudian, silahkan nona Evora" ucapnya memberi tanda untuk giliran para Yllgarian.
"Sedang untuk Yllgarian, seperti yang sudah dijelaskan oleh tuan Aksa sebelumnya, bahwa pasukan khusus Yllgarian sudah mulai dibentuk" Evora Yllgarian burung hantu itu berucap. "Juga dengan konsep regu pasukan terbaik dan regu pasukan berkeahlian khusus. Mereka juga sudah mulai disaring dari prajurit-prajurit unggulan segala ras, yang akan dilatih lagi" lanjutnya.
"Baguslah. Kelak regu-regu itu yang akan jadi andalan kita bila peperangan terjadi kembali" Nata tampak tersenyum puas mendengar laporan Evora.
"Dan juga beberapa minggu sebelumnya, saat sedang melakukan penjagaan di perbatasan tanah bebas Azure, pasukan kami sempat bertemu dengan Yllgarian lain dari hutan di timur, di wilayah tanah bebas Azure" kali ini Jaguar, Yllgarian macan kumbang yang berucap. "Kami sudah memberi tahukannya kepada para Bijak dan juga tuan Orland. Dan sekarang kita sedang dalam tahap membicarakan tentang kerjasama dengan beberapa desa Yllgarian di wilayah tersebut" jelasnya panjang lebar.
"Ya, aku juga sudah mendengarnya dari paman Orland mengenai hal tersebut, tuan Jaguar" Lucia menanggapi. "Aku juga berharap kita tidak hanya berhubungan baik dengan peradaban manusia saja, tapi juga Yllgarian dan bila memungkinkan para Elf" tambahnya lagi.
"Ya, mencari teman memang lebih baik. Tapi sasaran kita kali ini juga untuk mulai bersiap akan kemungkinan serangan dari dalam maupun dari luar. Terlebih dari wilayah Elbrasta" Nata menambahkan.
"Kami mengerti" Caspian menjawab mewakili yang lain.
"Dan sepertinya kita juga harus segera menentukan nama dan bentuk dari wilayah ini, tuan putri. Agar warga selatan juga bisa sedikit lebih jelas dan yakin akan wilayah ini" Nata menambahi untuk Lucia.
"Ya, aku juga sedang mencari waktu untuk melakukan pertemuan dengan semua orang. Untuk melakukan pemberian nama dan pengesahan bentukan dari wilayah kita ini" Lucia menjawab dengan mantap. Yang membuat Nata merasa sedikit lega.
-
Tepat dua minggu setelah kedatangan Talos untuk mencoba memecahkan segel sihir dinding batu gua Ceruk Bintang, akhirnya ia pun berhasil.
Begitu mendengar kabar tersebut dari Yvvone, Aksa dan Nata segera bergegas menuju kedalam gua.
Bersama mereka, beberapa orang juga ikut datang untuk melihat apa yang sebenarnya berada dibalik tembok tersebut.
Seluruh orang yang tinggal dan bekerja di dasar Ceruk Bintang itu semua hadir. Ditambah Lucia, Orland, dan beberapa anggota Bintang Api dan Yllgarian.
"Apa anda pernah melihat dalamnya, nona Luque?" Nata bertanya saat mereka sedang berada di atas kereta menuju ke ujung gua.
"Pernah" Luque menjawab cepat.
__ADS_1
"Dan apakah akan ada semacam teka-teki atau jebakan dan sejenisnya, di balik dinding gua tersebut?" Nata bertanya lagi.
"Tidak. Tidak ada yang bisa merubah tempat itu. Apa lagi memasang jebakan. Tempat itu terbuat dari segala hal yang terlihat bersinar dan mengkilat. Orang-orang hanya bisa membangun sesuatu di sekitarnya saja" Luque menjelaskan, saat kemudian sosok Talos sudah terlihat tak jauh diantara cahaya lampu di depan dinding ujung gua.
"Jadi bagaimana, tuan Talos?" Nata menyapa begitu ia turun dari kereta.
"Tak kusangka akan butuh waktu dua minggu untuk menguraikan sebuah segel sihir. Nona Janice benar-benar luar biasa" Talos terlihat sangat puas dan bangga.
"Lalu sekarang bagaimana?" Aksa yang kali ini bertanya.
"Semua segel sihir nya sudah hilang sekarang. Kalian bisa membuka dinding batu itu" Talos menjawab dengan santai.
"Baiklah kalau begitu. Nona Go?" Nata memberi perintah kepada Go.
Tampak Go mengutus salah satu anak buahnya untuk membawa kereta bor dan mulai menancapkan mata bor tersebut ke dinding yang sebelumnya tidak bisa tergores apapun itu.
Tak lama kemudian, dinding batu yang penuh dengan pahatan itu mulai tertembus oleh mata bor. Dan setelah menerima goncangan yang cukup keras dari kereta bor, tiba-tiba dinding itu bergetar dan kemudian terbelah membuka kedepan. Mendorong kereta bor tadi kesamping. Tampak pengemudi kereta bor tersebut sempat untuk melompat keluar menyelamatkan diri sebelum keretanya terguling ke samping.
Semua orang terkejut, juga sekaligus terkesima melihat hal tersebut. Kini dihadapan mereka bukan lagi sebuah dinding batu yang merupakan ujung dari lorong gua, melainkan sebuah gerbang batu.
Sedang dibalik dinding yang terbuka seperti gerbang dengan dua buah daun pintu itu, tampak sebuah pintu lain. Yang kali ini terbuat dari besi dan seperti kaca berwarna hitam mengkilat.
Aksa dan Nata menganga tidak percaya melihat apa yang sekarang ada di hadapan mereka itu. Mereka berdua jelas mengenal pintu apa itu.
Dan setelah mereka berdua saling bertukar pandang cukup lama yang membuat bingung orang yang ada disekitar mereka, akhirnya mereka berdua berjalan maju menuju kearah pintu besi tersebut.
"Hati-hati, tuan Aksa" ucap Rafa yang terlihat kuatir, saat Aksa dan Nata hendak menyentuhkan tangannya ke daun pintu besi tersebut.
Sedangkan Aksa maupun Nata seolah sudah tidak bisa mendengar suara dari sekitarnya. Mereka dengan wajah penuh kegairahan dan semangat, segera mendorong kedua daun pintu besi itu kedepan.
Dan kemudian tampak mereka berdua terdiam dengan wajah yang dipenuhi rasa suka cita, saat melihat hal dibalik pintu tersebut.
"Ini baru yang namanya cheat in another world" celetuk Aksa kemudian dengan senyum yang mengembang.
-
__ADS_1
*note :
Berhubung aku sedang ada tugas ke barat mencari gelang Scion, jadi untuk beberapa hari kedepan bakalan ga bisa up dulu. Maaf ya semua. Sampai jumpa lagi :)