
Dua hari kemudian Lily dan Val berhasil menyelundupkan Fla ke dalam kota Halmd saat malam melalui tembok batas disisi barat kota yang berhadapan langsung dengan tebing dan hutan dilerengnya.
"Apakah kau baik-baik saja sampai sampai sini?"
"Aku akan baik-baik saja, terima kasih Nona Lily. Anda sudah bisa kembali, saya akan mengurusnya setelah ini"
"Apa kau yakin hanya membawa bekal makan untuk dua hari saja?"
"Saya akan mencarinya sendiri nanti. Selama ini adalah kota dagang saya pasti bisa mendapatkan makanan disini"
"Baiklah kalau begitu, besok trio pemburu akan masuk dalam kota sebagi pemburu bayaran. Semoga kau dilindungi para dewa. Sampai jumpa lagi" Dan kemudian kelinci mungil itu mesat cepat keatas dan hilang dibalik tembok kota tanpa meninggalkan suara.
Sekarang yang harus Fla lakukan adalah mencoba mejelajahi dan menghafalkan area kota ini secepat mungkin tanpa tertangkap oleh penjaga.
-
Lima hari kemudian akhirnya Fla menemukan salah satu orang yang ia kenal saat ia berada di tempat penjualan hewan ternak. Setelah selama dua hari sebelumnya Ia hanya berkeliling kota saat malam hari, dan membaur di tempat-tempat umum seperti pasar dan tempat-tempat untuk melakukan pertukaran saat siang harinya.
Orang yang di kenal Fla ini adalah salah satu orang yang selama 8 bulan terakhir ini bersama dengannya selain Livia. Orang itu adalah James.
Karena sekarang Fla sudah mulai mengenal seluk beluk kota ini, ia mencoba membuntuti James untuk mengetahui tempat tinggalnya dengan berhati-hati agar tidak tertangkap.
Dan setelah malam tiba, ia segera menuju ke bangunan tempat James tinggal. Sebuah kandang kuda di sebelah rumah mewah di bagian selatan kota.
Fla mengendap-endap menuju kearah kandang kuda tersebut. Kemudian dengan hati-hati membuka pintu dan memasukinya.
Ruangan itu tampak remang, cahaya hanya ada di ujung belakang ruangan. Namun Fla masih dapat melihat ada beberapa sekat pagar yang terbuat dari kayu. Yang membagi ruangan tersebut menjadi enam bagian. Tiga bagian pertama diisi oleh kuda-kuda, untuk bagian ke empat dan ke lima nya kosong. Sedang bagian terakhir, tempat dimana cahaya itu berasal, tampak empat orang sedang tidur diantara jerami yang diberi alas kain.
__ADS_1
Empat orang itu dikenali Fla sebagai James, istri James, dan dua orang anaknya.
"Fla?!" tampak James terkejut saat mendapati Fla berjalan mendekat dari balik kegelapan.
"Apa kabar James" ucap Fla kemudian.
"Apa yang kau lakukan disini?" Ujar pria itu seraya berbisik dan celingak-celinguk memastikan keadaan sekitarnya"
"Ceritanya panjang James, tapi ini penting dengarkan ucapanku. Kurang lebih sebulan lagi, akan ada peperangan di kota ini, aku ingin kita mengkoordinasi semua orang untuk melarikan diri dari kota ini"
"Sebentar-sebentar, apa kau sedang melantur? Kepalamu terbentur sesuatu? Atau kau habis disiksa hingga kehilangan akal sehat?" Ujar James sambil menarik tubuh Fla kenjauh dari istri dan anaknya yang sedang tidur.
"Aku serius James"
"Kau hilang selama 3 minggu, lalu datang-datang dengan omongan seperti ini? Apa yang terjadi padamu?" James terlihat menatap Fla dari ujung kaki sampai ujung kepala.
Dan kemudian Fla menarik nafas panjang menghembuskannya kemudian mulai bercerita.
-
"Percayalah padaku. Sekarang aku perlu informasi sebanyak-banyak nya tentang kota ini James"
"Apa kau pikir budak seperti kita bisa melakukan itu?"
"Benar, karena pemikiran seperti itulah kita tidak akan dicurigai"
"Apa kau sudah benar-benar gila?"
__ADS_1
"Dengarkan James. Mereka, kau, kalian, tidak perlu melakukan hal yang berbahaya. Hanya cukup memberikan informasi yang kalian ketahui pada ku. Itu saja"
Terlihat wajah James yang terlihat kuatir, "dan informasi seperti apa yang kau inginkan?"
"Informasi tentang kota ini. Tentang jalan, rute, tempat-tempat yang jarang diketahui umum. Kemudian bila memungkinkan jumlah penjaga di tempat-tempat tertentu, waktu kerja mereka, posisi pos jaga dan tempat mereka berkumpul"
"Informasi seperti itu kau bilang tidak berbahaya?"
"Kalian cukup memberi tahukan yang kalian amati saja. Jangan memaksakan diri untuk mencari tahu bila tidak memungkinkan. Memang bila seperti itu kita akan mendapat sedikit informasi, namun bila kita mengerahkan jaringan budak yang tersebar di seluruh kota ini, maka kita akan mendapat banyak informasi"
"Tapi mungkin akan memakan waktu yang lama"
"Bila memungkinkan buat lebih cepat"
"Kau ini..." terlihat James menatap Fla yang dibalas Fla dengan tatapan serius, dan kemudian James mulai menjawab, "baiklah aku akan mencoba mengumpulkannya lewat bantuan yang lain, tapi tetap ceritamu itu tidak masuk akal Fla"
"Terima kasih James. Oh, dan juga apa kau tau dimana keberadaan Livia?"
"Dia ada di kediaman walikota, bekerja sebagai pencuci piring disana"
"Baiklah kalau begitu"
"Lalu sekarang kau akan kemana?"
"Aku akan menemui Livia"
"Tunggu dulu, apa kau sudah gila? Rumah walikota dijaga lebih ketat dari jalanan kota. Kau bisa tertangkap bila sembarangan menerobos masuk"
__ADS_1
"Aku akan memikirkan caranya, kau tenang saja. Aku tidak akan gegabah. Dan ku harap kau juga menanggapi hal ini dengan serius James" ucap Fla yang hanya dijawab oleh James dengan ke bisuan. "Baiklah kalau begitu aku akan menemuimu lagi besok malam" tambahnya seraya berjalan keluar dengan wapada.
-