
Setelah selesai dengan pertemuan mereka di tenda Aksa dan Nata, mereka segera menuju ke dalam gua untuk menemui Talos. Mencari tahu bagaimana perkembangan tentang sihir segel yang sedang diperiksanya.
"Bagaimana, tuan Talos?" Nata bertanya saat sudah berada di depan dinding batu di ujung gua.
"Penggunaan aliran Jiwa dari sihir yang menyegel tempat ini sangat rumit" pria Elf itu menjawab. "Seperti yang diharapkan dari segel sihir nona Janice yang melegenda itu" tambahnya terdengar bersemangat.
"Apa anda bisa membukanya?" Aksa yang kali ini bertanya.
"Aku akan mencobanya. Mungkin akan memakan waktu sedikit lama. Segel sihir nona Janice terkenal sulit untuk di uraikan" Talos menjawab. Meski terkesan tidak yakin, namun nada bicaranya saat berucap, terdengar gembira.
"Baiklah, tuan Talos. Katakan saja kepada kami, bila ada hal yang anda butuhkan" Nata menambahi.
"Baiklah" Talos menjawab cepat.
Tampak Couran dan Go mendekat kearah Nata dan Aksa menyusul Rafa.
"Apa kalian benar-bebar akan membukanya?" Tanya Couran kemudian saat ia berada dihadapan Aksa dan Nata. "Menurut Primaval, ruangan itu di segel karena berbahaya" imbuhnya.
"Jangan sampai kisah peradaban Pharos itu terulang kembali di masa sekarang" Go yang kali ini ikut menambahi.
"Ya, kami paham. kami hanya akan melihatnya saja. Bila memang itu sesuatu yang sangat berbahaya, dan yang jelas bukan sesuatu yang kami cari, maka kita akan segel lagi, dan kita akan tutup gua tersebut" Nata menjawab mencoba meyakinkan Couran dan Go.
"Baiklah bila kalian berkata begitu" Couran menjawab meski masih merasa tidak puas.
Dan kemudian mereka pun meninggalkan Talos seorang diri dalam gua tersebut.
.
"Ngomong-ngomong, sebenarnya bagaimana sih, wujud gelang-gelang Scion itu?" Aksa bertanya ditengah perjalanan mereka keluar dari gua. "Dari yang ku baca, benda itu adalah relik terkutuk dengan kekuatan dasyat yang mampu membuat penggunanya menjadi gila. Apa betul begitu?"
Mereka bersembilan menggunakan sebuah kereta barang tanpa tenda yang cukup panjang, ditarik oleh kereta besi yang dikemudikan seorang penambang, anak buah Go.
Aksa, Nata, Rafa, Luque, Couran, Go, Lucia, Orland, dan Yvvone, duduk memutar tanpa alas di dalam kereta tersebut.
"Mungkin yang pernah melihat secara langsung bisa bercerita" Nata melakuan gerak tangan seolah mempersilahkan ke arah Luque.
"Gelang marga Azuar?" Terlihat Luque mencoba mengingat sebentar. "Gelang itu pada dasarnya adalah formasi sihir" jawabnya kemudian.
Semua orang segera memasang telinga mereka menyimak cerita baru dari Luque. Tak ubahnya Yvvone. Yang juga tidak pernah benar-benar tahu tentang gelang tersebut, meskipun ia adalah Elf.
Bahkan di kalangan Elf pun, seolah tabu untuk membicarakan gelang Scion tersebut. Karena mengingatkan mereka pada perang saudara yang pernah terjadi beberapa ratus tahun sebelumnya.
"Berbentuk seperti gelang yang terbuat dari kuningan. Seukuran lengan tangan. Terdapat rapalan formasi sihir yang tertatah di bagian dalam gelang tersebut" Luque melanjutkan. "Dan memang gelang itu untuk digunakan di pergelangan tangan dan kaki. Seperti adat berpakaianan marga Azuar" tambahnya kemudian.
__ADS_1
"Sebentar, jadi rapalan sihir bisa dibuat dalam bentuk gambar dan tulisan?" Nata memotong ucapan Luque.
"Benar. Itu adalah tehnik kuno kaum Leafcla. Mereka menggunakannya untuk mengendalikan aliran Jiwa tanpa perlu lagi adanya campur tangan mahluk berakal" Luque menjawab.
Hampir semua orang yang ada di sekitar tempat itu terlihat terkejut. Mereka baru pertama kali mendengar tentang informasi seperti ini.
"Kali ini aku yang harus ngomong sebentar. Jadi maksudmu ada cara untuk mengendalikan aliran Jiwa tidak secara langsung?" Ganti Aksa yang memotong. "Aku mau menjelaskan dulu apa yang aku tahu tentang sihir dunia ini. Kau bisa mengoreksinya setelah itu" lanjutnya kemudian.
"Silahkan" Luque menjawab pelan.
"Jadi menurut yang ku baca selama ini, sihir di dunia ini dikendalikan oleh orang atau mahluk berakal seperti yang kau bilang tadi. Mulai dari senjata sihir, batu Arcane, bahkan segel sihir marga Shuuran di dalam sana, juga menggunakan atau menyimpan aliran Jiwa yang dijalankan oleh orang" Aksa mulai bercerita.
"Tidak terkecuali formasi sihir. Dari yang ku baca, formasi sihir adalah alat untuk membantu menggunakan aliran Jiwa dalam jumlah besar yang tidak bisa ditangani oleh satu atau dua orang saja. Tapi tetap alat itu memerlukan orang untuk mengendalikannya. Konsep ini sama seperti yang pernah dilakukan penyihir Urbar yang menggunakan penggabungan aliran Jiwa untuk menciptakan pelindung sihir yang lebih luas dan kuat" jelas Aksa melanjutkan.
"Benar seperti itu. Pada dasarnya aliran Jiwa yang berada dilingkungan kita dikendalikan oleh aliran Jiwa yang berada dalam diri kita. Dulu, guru sihir ku menyebut cara mengendalikan aliran Jiwa dalam tubuh dengan sebutan Neidan. Atau kekuatan batin dalam diri" Luque menjawab.
"Dan sekarang kau memberitahu kami bahwa itu semua tidak sepenuhnya benar? Bahwa aliran Jiwa dapat digunakan atau di kendalikan oleh sebuah benda?" Aksa menyambung pertanyaannya. "Yang berarti bila formasi sihir itu terpasang pada sebuah senjata, meski aku dan Nata yang tidak memiliki Neidan-Neidan itu masih bisa menggunakannya?"
"Benar" Luque mengangguk.
"Ini dia! Pengetahuan yang selama ini aku tunggu-tunggu! Baik, sekarang katakan bagaimana cara untuk membuat rapalan sihir tertulis ini?" Aksa terlihat sangat bersemangat setelah ia mendengar jawaban Luque tersebut.
"Aku tidak pernah mendengar tentang hal ini sebelumnya" kali ini Yvvone yang menyela. "Aku paham dengan konsep rapalan tertulis yang digunakan oleh formasi sihir itu. Kami Aeron juga menggunakannya untuk membuat kristal Arcane. Mungkin Realn juga menggunakan cara yang sama untuk membuat senjata mistik mereka, atau marga yang lain untuk membuat peralatan sihir mereka.
"Tapi semua itu hanya rapalan pasif. Yang digunakan untuk menyimpan dan merubah aliran Jiwa menjadi bentuk tertentu setelah pengguna mengalirkannya kedalam alat sihir tersebut" jelas Yvvone panjang lebar.
"Dulunya alat dengan formasi sihir ini umum digunakan untuk hal-hal seperti mempermudah sebuah pekerjaan. Tapi semenjak dirasa merusak keseimbangan aliran Jiwa yang ada, juga karena kemudian peradaban Ninue berhasil menemukan cara untuk mempermudah melakukan sebuah pekerjaan tanpa sihir, maka alat-alat dengan formasi sihir aktif itu mulai ditinggalkan" Luque melanjutkan penjelasannya.
Mata Yvvone terlihat sama berbinarnya dengan Couran dan Rafa mendengar penjelasan dari Luque tersebut.
"Oh, jadi karena tidak efisien tenaga, dan malah menimbulkan lebih banyak kerugian, makanya tidak dipakai?" Nata bertanya yang di jawab anggukan oleh Luque.
"Berarti bila input nya tidak terbatas, outpun nya juga bisa jadi tidak terbatas" Aksa menimpali.
"Jadi seperti alat yang ditenagai oleh solar panel. Setelah dinyalakan, selama masih ada cahaya matahari, maka alat itu tidak akan pernah mati. Definisi dari high-end technology, sekali" Nata menambahi.
"Lalu bagaimana cara membuat rapalan tersebut?" Aksa mengulang pertanyaannya dengan tidak sabar.
"Sudah tidak ada lagi yang tahu cara membuatnya, sekarang. Semua catatan tentang hal tersebut mulai hilang seiring dengan kemajuan peradaban Pharos kala itu" Luque menjawab, yang langsung membuat Aksa menekuk wajah. "Dan gelang marga Azuar itu adalah alat terbaru yang masih mengunakan metode formasi sihir kuno tersebut, setelah hampir seratus tahun lebih setelah yang terakhir dibuat" tambahnya kemudian.
"Jadi ada kemungkinan marga Azuar masih memiliki pengetahuan untuk membuat rapalan tertulis itu?" Aksa mulai terlihat sedikit lebih bersemangat. Yang kemudian di jawab Luque dengan mengangkat kedua bahunya. Tanda bahwa ia juga tidak tahu.
"Baiklah, mari kita kembali ke bahasan kita tetang gelang Scion itu" Nata berucap. "Jadi apa karena kemampuannya mengeluarkan sihir sebesar jumlah aliran Jiwa yang diambilnya kah, gelang-gelang tersebut ditakuti?" Tanyanya kemudian.
__ADS_1
"Bukan hanya itu saja. Saat digunakan sendirian, sebenarnya gelang tersebut tidak beda dengan senjata mistik atau batuan Arcane" Luque melanjutkan pembahasannya tentang gelang Scion yang tadi terpotong.
"Yang ditakutkan adalah saat mereka di gabungkan" Luque kembali bercerita. "Gelang itu memang pada dasarnya dibuat untuk digunakan secara bersamaan. Masih ada lima kristal lagi selain empat gelang tadi, yang seingatku sengaja dipecah oleh nona Stellar. Dan bila tanpa kristal tersebut, kekuatan gelang itu berkurang setengahnya"
"Satu kristal di pasang ke satu gelang, lalu kristal terkhir, dipasang dimana?" Aksa menyela dengan pertanyaan.
"Kristal kelima dipasang pada sebuah tiara" Luque menjawab.
"Aku tidak pernah mendengar soal itu" Yvvone kembali menyela. Karena sekali lagi, informasi dari Luque itu berbeda dari yang pernah ia tahu selama ini.
"Aku juga. Tidak pernah ada buku yang menuliskan tentang tiara itu" Aksa menambahi.
"Mungkin bagi mereka yang tidak mengalami perang besar Elf, tidak akan tahu tentang keberadaan tiara tersebut. Disamping memang semua catatan tentang gelang-gelang itu secara terperinci, terkunci dalam pemukiman Azuar di ujung timur daratan selatan" Luque menjelaskan.
"Jadi dulunya perangkat empat gelang dan satu tiara itu disebut dengan nama Alta Larma, yang dalam bahasa Elf kuno berarti senjata pamungkas. Yang kemudian jadi lebih sering di sebut dengan nama Scione, yang artinya lingkaran-lingkaran oleh marga Elf yang lain" Luque berucapa seraya menatap kearah Yvvone, seolah sedang memastikan bahwa ia melafalkan kata-kata dalam bahasa Elf dengan benar. "Dan lambat laun di kenal oleh dunia luar dengan sebutan Scion" lanjutnya kemudian.
"Oh, kalo ditempatku Scion itu nama mobil" Aksa menyeletuk. "Kenapa setiap kali kau bercerita, sebuah nama selalu ada artinya, sih?" Tambahnya terlihat tidak terima.
"Sudah, lanjutkan saja, nona Luque" Nata meminta Luque untuk mengacuhkan ucapan Aksa. Saat melihat ada gelagat gadis itu hendak membalas.
"Lalu Alta Larma itu digunakan oleh nona Stellar, pemimpin marga Azuar kala itu, dalam peperangan besar antar marga Elf" Luque melanjutkan ceritanya. "Dan kemudian bagian tiara nya hancur dalam peperangan tersebut. Yang hanya menyisakan kristalnya saja" tutupnya kemudian.
Semua orang merasa dicerahkan mendengar cerita dari Luque tersebut. Bahkan Yvvone sekalipun.
"Lalu yang bagian terkutuk dan mempengaruhi penggunanya itu?" Aksa bertanya lagi.
"Memang gelang-gelang itu memiliki kekuatan yang sangat dasyat. Bahkan meski tanpa bagian tiaranya" Luque berucap lagi. "Mungkin karena kekuatan tersebut berhasil menggoda para penggunanya untuk melakukan hal-hal buruk. Hingga akhirnya gelang tersebut disebut terkutuk" lanjutnya mencoba untuk menjawab.
"Memang seperti apa kekuatan gelang-gelang itu?" Kali ini Nata yang bertanya.
"Masing-masing dari gelang dan kristal itu memiliki kekuatan yang berbeda-beda" Luque kembali membenahi posisi duduknya. Posisi yang biasa ia gunakan saat hendak melakukan sebuah penjelasan panjang.
"Yang dua disebut dengan gelang tangan. Karena di tempatkan di posisi tangan. Memiliki kekuatan elemen yang umum digunakan oleh para penyihir.
"Yang satu bernama Eruzio yang memiliki elemen Api dan Tanah.
"Lalu yang satu lagi bernama Tempest yang memiliki elemen Es dan Angin.
"Kemudian berikutnya adalah gelang kaki. Yang mana, salah satunya bernama Luce yang memiliki kekuatan sihir Cahaya dan Petir.
"Lalu yang terakhir bernama Celes yang memiliki kemampuan sihir penyembuh dan penguat.
"Sedang yang tiaranya memiliki kekuatan sihir ruang dan waktu" tutup Luque kemudian. Yang menyisakan Nata dengan wajah setengah tidak percaya.
__ADS_1
"Itu senjata tingkat Super Omega, apa gimana?" Celetuk Aksa kemudian.
-