
"Jadi sebelumnya kita akan mengumpulkan bahan-bahan yang kurang terlebih dahulu" ujar Nata saat mereka sedang mengadakan pertemuan setelah makan siang di tenda Lucia, dua hari kemudian.
"Apa ada bahan yang lupa kita beli?" Terdengar Madron bertanya.
"Bukan begitu tuan Madron. Kita memang tidak membeli bahan-bahan ini. Karena kita sudah memilikinya di tempat ini. Kita hanya tinggal mengumpulkannya" jawab Nata kemudian.
"Maksudmu dengan menambangnya sendiri? Bukannya malah akan memakan lebih banyak waktu dan biaya? Apa tidak lebih mudah untuk kita beli saja? Apakah kita dapat menyelesaikan pembangunan jalur penyeberangan kereta uap tersebut dengan tepat waktu?" Terdengar Dirk gusar. Ia kuatir dengan mundurnya pembangunan jalur penyeberangan kereta uap tersebut berarti mundur pula janji Nata untuk mengembalikan semua pinjaman mereka dalam waktu 20 bulan tersebut.
"Kekuatiran anda beralasan tuan Dirk, tapi percayalah pada saya, semua pasti akan kita selesaikan tepat waktu" jawab Nata mencoba meyakinkan Dirk.
"Memang berapa lama yang kita perlukan untuk menambang bahan-bahan ini?" Kali ini Madron yang kembali bertanya.
"Sasaran kita tidak lebih dari 3 bulan" jawab Nata dengan cepat.
"Hanya dalam tiga bulan? Bahan-bahan apa yang sebenarnya anda cari?" Tampak Madron menyela lagi, karena ia tahu tiga bulan itu adalah waktu yang terlalu cepat untuk melakukan penambangan.
"Banyak sih sebenarnya, seperti batu kapur, pasir vulkanik, batuan vulkanik, dan lain sebagainya. Bahan-bahan itu sebenarnya mudah didapat. Kita tidak perlu harus menggalinya, kecuali untuk Kristal Cyla" jelas Nata.
"Dan untuk apa bahan-bahan tersebut? Apakah bahan tersebut penting dan bisa untuk membangun?" Dirk ganti bertanya.
"Itu adalah bahan-bahan untuk membuat semen dan beton" celetuk Aksa tiba-tiba.
"Semen? Beton?" Terdengar Dirk tidak mengerti kata yang diucapkan Aksa baru saja.
"Semua material itu sangatlah penting tuan Dirk. Material itu adalah bahan dasar kita untuk membangun semua hal yang kita butuhkan diatas tanah ini. Dari bahan-bahan itu kita akan membuat tembok yang lebih kokoh. Lebih tahan dalam segala cuaca" saut Nata mengembalikan topik pembicaraan tersebut dari celetukan Aksa.
__ADS_1
"Oh, lebih kokoh dari tembok istana?" Dirk bertanya memastikan, mewakili rasa ketidak percayaan yang juga dirasakan oleh yang lain.
"Saya tidak tahu tembok istana itu seperti apa. Tapi tembok yang dibangun dengan bahan-bahan itu akan lebih kokoh dari tembok benteng bila kita menyamakan ukuran tebalnya" jelas Nata kemudian.
"Begitukah? Baiklah saya paham sekarang" tampak Dirk berhenti mendebat Nata saat Nata sudah mulai mengeluarkan pengetahuan dan tehnik baru yang lebih efisien dari yang sudah pernah ada sebelumnya.
"Maka dari itu kita perlu membagi diri menjadi dua kelompok. Pertama untuk melakukan ekspedisi ke sisi timur. Untuk mulai melakukan penambangan bahan-bahan yang kita butuhkan tadi" Nata menjedah sebentar ucapannya. "Sedang kelompok yang kedua tetap berada di sini untuk menyiapakan peralatan dan menangani urusan dengan pihak luar" tutupnya kemudian.
Orang-orang terlihat mengangguk, meski belum paham betul apa yang baru saja Nata jelaskan.
"Kelompok yang akan menuju ke timur untuk melakukan menambangan adalah; Aksa, tuan Couran, Lily, Loujze, Huebert, Deuxter, dan nona Elaine" jelas Nata kemudian.
"Panggil aku Go" Go memotong.
"Maaf, Go. Dan akan ikut bersama mereka 50 orang" Nata meralat kemudian melanjutkan.
"Untuk kelompok yang ada disini juga akan mulai kita bagi agar pekerjaan bisa lebih teratur dan efektif" tambah Nata lagi.
Dan kemudian Nata mulai membagi tugas untuk orang-orang yang ada di tanah Pharos.
"tuan Haldin, Val, dan dua puluh pengerajin bertugaskan untuk menyelesaikan pembangunan kereta uap beserta rel nya" ucap Nata membaca catatan dalam gulungan kertas yang ia pegang.
Haldin dan Val hanya mengangguk tanpa menjawab.
"Nona Ellian dan lima belas anggota botanikal bertugaskan untuk menyiapkan tumbuhan bakal dan benih seperti yang sudah ditulis dalam daftar yang saya berikan sebelum ini" lanjut Nata.
__ADS_1
"Saya mengerti" jawab Ellian.
"tuan Selene dan tuan Lumire beserta keluarga akan bertanggung jawab untuk mengurusi masalah binatang. Entah itu hewan buas atau pun hewan ternak. Mulai dari membuat tempat pemeliharaannya, sampai mencari benih hewan ternak" Nata melanjukan lagi.
"Siap kami paham" ucap Lumire menjawab.
"Nona Luna akan berkomunikasi dengan tuan Madron dan tuan Dirk untuk mulai membangun jaringan informasi dan perdagangan. Untuk saat ini prioritas kita adalah membuat jaringan untuk mendatangkan bahan material bangunan, mineral yang sudah saya pesan sebelumnya, serta bibit tumbuhan dan hewan yang diperlukan nona Ellian dan tuan Selene" Nata lanjut membaca gulungan kertasnya.
Luna, Madron, dan Dirk hanya mengangguk kecil tanpa menjawab.
"Untuk nona Helen dan para ksatrianya akan bertanggung jawab untuk melakukan penjelajahan juga pemeriksaan area. Dan melakukan pembersihan area bila memang diperlukan" Lanjut Nata kemudian.
"Maaf tuan Nata" sela Helen menanggapi tugas yang diberikan Nata pada nya.
"Ya nona Helen?"
"Untuk melakukan pembersihan area tampaknya ksatria saya tidak akan cukup untuk melakukannya. Karena saya juga akan membagi ksatria saya menjadi dua kelompok. Yang pertama adalah untuk melindungi tempat ini. Karena kita tak ingin beresiko mendapat serangan mendadak seperti yang kita alami saat berada dilereng Karas kemarin" jelas Helen panjang lebar. "dan untuk sisanya akan terlalu berbahaya untuk melakukan pembersihan area. Bila hanya sekedar melakukan penjelajahan dan pemeriksaan area kami masih bisa melakukannya" tambahnya kemudian.
"Hm, baiklah kalau begitu. Untuk saat ini kita lakukan penjelajahan dan pemeriksaan area saja. Bila bertemu hewan buas atau hewan mistik segera kembali untuk menginformasikan" ucap Nata kemudian. "Kita akan pilihkan solusi untuk pembersihan area setelah ini"
"Saya mengerti, terima kasih atas pengertiannya, tuan Nata" jawab Helen seraya membungkukan tubuhnya.
"Baiklah, kita lanjutkan. Dan terakhir untuk tuan Orland dan nyonya Amithy, bersama putri Lucia akan bertugas mengurus masalah keuangan, urusan rumah tangga kota, serta kependudukan. Mencakup penerimaan orang baru, pemberian tanah, menentukan posisi kerja, dan lain sebagainya" lanjut Nata.
"Siap!" Yang di saut Lucia cepat dan bersemangat.
__ADS_1
-