Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
28.5. Lugwin Story : Pergerakan Pemersatu


__ADS_3

"Keputusan paman tepat sekali untuk menarik keluarga Ellworth dan Barnum terlebih dahulu. Sekarang bahkan bukan saja baron dan Jarl, namun banyak dari serikat petarung pun ikut bergabung dengan kita" ucap Lugwin di ruang tengah penginapannya di desa Dyms seminggu kemudian.


Mereka baru saja selesai mengadakan pertemuan guna membicarakan tentang rantai komando untuk prajurit-prajurit yang baru berkumpul dari berbagai keluarga bangsawan maupun simpatisan.


"Itu semua karena usaha putri yang berhasil meyakinkan mereka untuk bergabung dalam aliansi ini" ucap Matiu yang tampak sedang merapikan gulungan kertas di atas meja dihadapan Lugwin.


"Aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya mengatakan apa yang sudah dituliskan dalam gulungan tuan Nata" jawab Lugwin mengelak.


"Jangan mengecilkan diri anda sendiri putri, meskipun demikian, bila mereka tidak merasakan ketulusan dalam ucapan anda, mereka tak akan tergerak"


"Apakah aku terdengar tulus dalam mengatakan kebohongan ini?"


"Putri, mungkin yang anda katakan adalah kebohongan namun keinginan membantu rakyat dan menyelamatkan kerajaan ini adalah tulus"


"Benarkah?"


"Dan siapa tahu, bahwa sang Oracle memang memberi anda perintah melalu pemuda yang bernama Nata yang secara kebetulan berada di wilayah kerajaan ini saat anda sedang membutuhkan bantuan"


"Hm, benar juga. Terima kasih paman sudah menghiburku" Lugwin merasa sedikin lega sekarang setelah mendengar ucapan Matiu, meski ia tau Matiu berkata seperti itu hanya sedang menghiburnya saja.


"Jangan bebani diri anda dengan hal-hal seperti ini lagi. Bila semua ini berjalan dengan baik, anda harus memimpin pasukan baru ini"

__ADS_1


"Benar. Maafkan aku sudah bersikap lemah dan melankolis. Baiklah, kita harus fokus" ujar Lugwin seraya menepuk kedua pipinya.


Sedang Matiu yang melihat Lugwin merasa iba dan juga terharu. Gadis itu memaksakan merubah diri demi orang lain. Demi rakyat kerajaan ini. Dan mulai detik itu juga Matiu bertekat akan membantu gadis ini dengan seluruh hidupnya.


-


Seminggu kemudian keadaan di Dyms jadi semakin bertambah ramai. Akibat dari gerakan yang dilakukan pasukan Lugwin berhasil satu persatu mengambil alih kota-kota dan desa-desa di wilayah timur dari kekuasaan Dux Vincent. Hanya tinggal beberapa kota dan desa lagi dari wilayah timur yang berada paling selatan, yang belum Lugwin kuasai.


"Ku rasa ini saat nya untuk menuju ke kediaman Jarl Hector putri" ujar Matiu kemudian saat mereka sedang melakukan evaluasi rencana kedepannya, yang kali ini dihadiri oleh beberapa kepala keluarga bangsawan yang menurut Matiu memiliki kemampuan dan peran penting dalam menjalankan perang ini.


"Apakah sudah waktunya?" Tampak Lugwin memastikan.


"Baiklah bila begitu, aku akan berangkat ke utara besok"


"Apakah harus anda sendiri yang pergi putri?" Kali ini seorang pria Narva berambut pendek berwarna kuning kemerahan dengan postur tubuh atletis, yang bertanya.


"Benar tuan Johan, karena saya yang membutuhkan dukungan tuan Hector, jadi harus saya sendiri yang pergi menemuinya" jawab Lugwin.


"Anda adalah jantung dari aliansi ini, membiarkan anda melakukan perjalan ke kota Rebenes jauh di utara sana dapat membahayakan nyawa anda putri" ucap Johan tampak kuatir.


"Terima kasih atas perhatian anda tuan Johan, tapi anda tidak perlu kuatir, saya akan ditemani tuan Hans selama perjalanan kesana"

__ADS_1


"Oh, syukurlah bila begitu. Bila itu tuan Hans keselamatan anda pasti akan terjamin"


"Namun bila tuan putri pergi, bagaimana rencana penyerangan kita selanjutnya? Kita tidak boleh memberi celah kesempatan pada Vincent" Tanya seorang pria Narva dengan baju besi ksatria berwarna unggu yang terlihat indah dan mencolok.


"Saya setuju tuan George, kita memang tidak boleh melepaskan momentum ini. Saya sudah tulis semua rencana saya dalam gulungan ini." Ucap Lugwin seraya menyerahkan gulungan kertas kepada Matiu, "Bagi orang-orang yang bersangkutan bisa langsung membacanya, saya tidak akan merahasiakannya" tambahnya saat Matiu mulai menyerahkan gulungan itu ke bangsawan yang ada di dekatnya, dan kemudian mulai satu persatu bangsawan yang berkepentingan mulai melihat dan membaca.


Beberapa bangsawan terlihat terkejut mendapati isi tulisan dalam gulungan tersebut. Mereka antara tidak menduga Lugwin bisa merencanakan strategi yang sangat bagus meski ia baru berusia 18 tahun, juga tidak percaya apakah rencana yang ditulis gadis tidak berpengalaman itu akan berhasil.


"Di dalam gulungan itu sudah saya jelaskan dengan sangat detail bagaimana kita akan melakukan penyerangan ke kota atau desa tertentu, selama saya absen seminggu kedepan." Lugwin berucap lagi.


"Dan saya berharap bukan hanya tuan Nicko saja tapi kepada semuanya untuk ikut bertanggung jawab memastikan semuanya berjalan sesuai dengan apa yang saya tulis dalam gulungan tersebut. Karena rencana itu adalah ucapan sang Oracle pada saya" tutupnya kemudian.


"Siap tuan putri kami mengerti" ucap semua orang yang ada di tempat itu dengan nyaris bersamaan.


Mendengar ucapa Lugwin tentang Oracle membuat beberapa bangsawan yang tadinya terlihat terkejut akan tulisan Lugwin dan mereka yang meragukan tulisan itu, terlihat mulai mengerti dan mau menerima.


"Dan untuk urusan diluar rencana penyerangan, sementara ini tuan Matiu yang akan bertanggung jawab" Lugain menambahkan.


Yang langsung dijawab oleh semua orang dengan kata paham dan mengerti.


-

__ADS_1


__ADS_2