Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
16. Para Juara I


__ADS_3

Empat Juara dari kerajaan Urbar itu semua adalah seorang Narva dengan pakaian khas para ksatria bangsawan. Mereka tampak berdiri saling membelakangi dalam kepungan prajurit Pharos di balik gerbang.


Yang pertama adalah seorang pria berbadan bongsor yang mengenakan baju zirah lengkap, dari ujung kaki sampai helm diujung kepalanya. Membawa sebuah tameng besar yang memiliki relief bergambar sebuah timbangan dengan empat batu kristal menyala kuning di setiap sudutnya.


Berikutnya seorang pemuda yang tampak menggenggam sepasang pedang di kedua tangannya. Tampak bilah pedang yang ada ditangan sebelah kanannya bersinar merah, dan yang di tangan sebelah kirinya bersinar biru keputihan.


Kemudian seorang perempuan yang terlihat paling pendek dari tiga yang lain. Yang tampak menggenggam sebuah pedang dengan bentuk bilah yang terlihat janggal, berwarna hitam pekat. Terlihat seperti sebuah tulang punggung seekor ikan, yang bagian sirip atasnya menjadi bilah pedangnya.


Lalu yang keempat adalah seorang pria berwajah tegas. Yang mengenakan sebuah sarung tangan besi dengan dua buah pisau menempel dibagian punggung tangan. Yang bila dilihat dari kejauhan tampak seperti sebuah cakar hewan buas.


Sedang Juara yang berhasil terjerat oleh jaring listrik sebelumnya adalah seorang perempuan penyihir dengan tongkat sihir yang memiliki bentuk bulan sabit pada bagian ujungnya.


Dan seorang pria dengan sebuah trisula, tombak dengan bagian ujung bercabang tiga. Mereka berdua tampak pingsan tidak bergerak dalam jaring tersebut.


.


Semua prajurit Pharos, baik yang berada di bawah maupun yang di atas dinding tebing segera memasang formasi dan mengarahkan senjata mereka kepada keempat orang tersebut.


Tampak beberapa prajurit dengan tameng berdiri membentuk pagar dipaling depan. Tameng mereka terlihat sama hitamnya dengan pakaian pelindung yang mereka kenakan. Menurut Nata, bahan yang digunakan untuk membuat tameng itu sama dengan bahan yang digunakan untuk membuat pakaian pelindung mereka. Hanya saja, tameng itu dibuat lebih tebal dan keras.


Sementara itu prajurit dengan senjata bertenaga tekanan udara seperti yang dimiliki Hubert, tampak berdiri dibelakang prajurit bertameng tadi. Mengarahkan senjata mereka kearah lawan. Siap menembak.


Dan sebelum keempat Juara kerajaan Urbar tersebut menyadari apa yang sedang terjadi, Caspian segera memberi perintah menyerang.


"Tembak!" Teriak Caspian yang membuat semua prajurit menarik pelatuk senjata mereka.


Dan begitu mereka mulai menembak, puluhan peluru mereka terpental karena sekarang keempat orang tadi kembali dikelilingi oleh pelindung sihir berwarna kuning terang.


"Tampaknya pelindung sihir tersebut adalah hasil dari bebatuan Arcane yang ada ditameng itu" ujar Lily disebelah Nata, yang sedari tadi terlihat sedang mengamati.


Tak berapa lama kemudian, tampak pemuda dengan dua pedang tadi mengangkat tangan kirinya keatas. Dan bilah pedang nya mulai bersinar biru terang.


Bersamaan dengan hal tersebut puluhan pilar es muncul diluar pelindung sihir. Dan sama seperti sebelumnya, pilar es itu mulai meluncur kesegala arah dengan acak dan tanpa henti.

__ADS_1


Para prajurit berusaha bertahan dibalik tameng mereka. Mereka tampak berlutut dengan satu kaki dan menunduk. Agar tubuh mereka sepenuhnya terlindung dalam tameng yang hanya setinggi setengah tubuh orang dewasa itu.


Nata, Lucia, Lily, dan Parpera juga berada dibelakang para prajurit bertameng. Hanya saja karenan mereka ada di atas dinding tebing, membuat mereka tidak perlu berjalan menunduk-nundung untuk menghindari serangan membabi buta dari pilar es tersebut.


"Nona Parpera, rapal sebuah sihir untuk menyerang mereka. Terutama pria yang membawa tameng itu" ucap Nata kepada Parpera.


"Tapi akan sia-sia bila pelindung sihir itu masih ada" Parpera menjawab.


"Saya akan mencoba untuk menghilangkan pelindung tersebut. Seranglah saat kesempatan itu datang" Nata menjawab.


"Meski saya tidak mengerti apa maksud anda, tapi akan saya lakukan" ujar Parpera yang mulai berkonsentrasi untuk merapal sihir.


"Apa yang akan kau lakukan, Nat?" Tanya Lucia kemudian.


"Mereka salah besar sudah masuk kedalam tempat ini. Akan kubuat mereka menyesal terlalu meremehkan kita. Tenang saja, tuan putri. Anda tunggu saja ditempat yang aman" Nata menjawab.


"Aku juga tidak mengerti apa yang akan kau lakukan, tapi berhati-hatilah" ujar Lucia kemudian yang hanya di jawab oleh Nata dengan anggukan kepala.


"Tuan Caspian, perintahkan yang lain untuk melepaskan senapan mereka. Dan menjauh dari pintu gerbang" perintah Nata begitu ia berhasil sampai di posisi Caspian. "Dan antarkan saya menuju ke generator listrik di dekat pos jaga dibawah" tambahnya kemudian.


"Baik" ucap Caspian kemudian. "Semua lepas senjata kalian dan menjauh dari pintu gerbang!" Teriak Caspian dari balik tamengnya. Yang lalu bersama Vossler, Jean, dan Helen segera menuruni dinding tebing menuju ke tempat generator listrik berada.


Mereka berjalan dibelakang para prajurit yang membuat pagar perlindungan memutari empat orang tadi. Dengan masih memberikan perintah kepada para prajurit untuk meletakan senjata, disepanjang jalan menuju ke tempat yang mereka tuju.


Sementara pilar es sihir masih terus keluar tanpa henti. Tampak di dalam pelindung sihir itu, keempat orang tadi seperti sedang berbicara dan membuat sebuah rencana.


"Kita harus buru-buru sebelum mereka memikirkan rencana selanjutnya" ujar Nata yang berlari sambil bersembunyi dibalik badan Caspian dan Vossler.


Dan setelah Nata tiba di ruang generator listrik yang ia maksud, segera ia meraih sebuah batang tipis tembaga yang sudah ia siapkan jauh-jauh hari sebelumnya.


"Apa itu ujung dari batang tipis tembaga yang sudah dililit di kedua tiang besi disamping gerbang, dua minggu yang lalu, Nat?" Tanya Jean memastikan, saat melihat Nata mulai menarik kembali batang panjang tembaga tersebut untuk disambungkan pada sebuah alat.


"Benar. Tidak salah. Ini memang tembaga yang dililit pada tiang besi pintu gerbang. Aku mempersiapkan semuanya, demi saat-saat seperti sekarang ini" Nata tampak dibantu Lily mengulur batang tipis tembaga tersebut. "Ya, meski seharusnya untuk keadaan diluar gerbang. Bukan didalam gerbang seperti sekarang ini" tambahnya kemudian.

__ADS_1


"Berarti bisa membantu kita untuk mengalahkan para Juara pengguna senjata mistik itu?" Tanya Jean yang tidak mengerti apa maksud ucapan Nata sebelumnya.


"Benar. Seperti itulah kira-kira. Jadi bersiap-siaplah untuk menyerang mereka setelah ini, Jean. Tapi jangan gunakan pedang besi kalian. Gunakan senjata yang dibuat Val dari kristal Cyla" ujar Nata kemudian.


"Baiklah. Aku tidak akan bertanya lagi. Toh, aku juga tidak akan mengerti meski kau menjelaskannya padaku. Jadi aku akan langsung saja melihatnya" tambah Jean seraya berjalan keluar ruang generator listrik itu bersama Caspian, Vossler, dan Helen.


Sedangkan, senjata yang disebut terbuat dari kristal Cyla itu hanya berupa sebuah batu kristal bening keputih-putihan yang panjangnya hanya setengah lengan orang dewasa. Yang salah satu sisinya berbentuk pipih seperti bagian tajam dari sebuah bilah pedang. Dan bagian gagangnya hanya berupa kayu dan ikatan tali dari kulit binatang.


.


Sementara diluar tampak awan hitam mulai bergulung terpusat diatas keempat orang tadi. Itu adalah sihir petir milik Parpera yang siap untuk diluncurkan sewaktu-waktu.


Dan begitu Nata mengaliri tembaga tadi dengan aliran listrik, dengan cepat dua pilar besi di gerbang selatan itu, berubah menjadi magnet yang kuat menarik semua logam kearahnya.


Karena terkejut saat seluruh pelindung besi yang digunakan terasa ditarik, pria berpedang gandan dan juga pria bertameng tadi, kehilangan konsentrasinya dan membatalkan sihir yang mereka keluarkan sebelumnya. Baik itu pelindung sihir maupun pilar-pilar es.


Dan karena tidak siap, juga tidak menyangka akan hal tersebut, salah satu pedang milik pria berpedang ganda tadi terlepas dari genggamannya, dan meluncur menuju kearah pintu gerbang selatan.


Hal yang sama juga hampir terjadi pada si tangan bercakar dan si tameng. Hanya saja mereka lebih kuat. Hingga mereka sempat menahan sebelum senjata mereka terlepas.


Sedang yang perempuan tampak tidak terlalu terpengaruh. Itu karena tidak terlalu banyak pelindung besi yang ia kenakan. Dan tampaknya, pedang anehnya itu bukan terbuat dari logam.


Sementara di pilar besi gerbang selatan, kini terdapat puluhan benda menempel ditempat itu. Mulai dari tonggak besi, baju zirah, senjata, tabung udara, sampai berkakas masak dan lain sebagainya.


.


Sedang bagi Parpera hal ini dianggapnya sebagai tanda yang sudah dibicarakan oleh Nata sebelumnya. Jadi tanpa berlama-lama, segera ia melepaskan sihir yang sedari tadi ia tahan-tahan.


Dan seketika itu juga petir menyambarkan kearah empat orang yang ada di bawahnya. Menyisakan suara ledakan dan kilat cahaya yang menyilaukan.


Kesempatan tersebut juga tidak disia-siakan oleh Caspian, Vossler, Helen, dan Jean untuk segera berlari menyerang empat orang tadi.


-

__ADS_1


__ADS_2