Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
20.5 Fla Side Story Part 1


__ADS_3

Meski pergelangan kaki dan tangannya terasa nyeri menggigit, dan paru-parunya terasa sakit karena memompa udara terlalu cepat, Fla tetap tidak berhenti berlari. Ia sudah tidak perduli dengan carang dan semak belukar yang mencabik kulitnya, atau cuaca dingin yang menusuk hingga ke dalam tulang. Karena yang ia butuhkan hanyalah pergi sejauh mungkin dari kereta budak yang membawa nya itu. Lari menuju ke Kebebasannya.


Setelah berlari hampir cukup jauh kedalam hutan, ketahanan tubuhnya pun sudah tidak bisa membantunya lagi. Tubuhnya terjatuh karena tak memiliki kekuatan lagi. Saat menarik nafas pun lubang hidung nya sudah terasa sakit. Pandangan matanya berbayang, juga telinganya mendengung. Pemuda lusuh itu terlentang tak berdaya menatap pepohonan yang menutupi langit malam. Mencoba menahan segala rasa sakit yang tubuhnya rasakan.


Fla sudah yakin bahwa hidupnya akan berakhir ditempat itu, saat kemudian muncul dari dahan pohon seorang Getzja melompat turun menghampirinya. Pria Getzja itu tampak mencoba berbicara dengannya, namun karena telinganya masih mendengung, ia tidak bisa mendengar apapun. Tiba-tiba muncul entah dari mana dua Morra datang menghampiri. Mungkin mereka teman pria Getzja itu. Dan kemudian Kesadarannya lambat laun mulai memudar.


-


Kini Fla dalam kegelapan. Dingin membuat tubuhnya bergetar dengan hebat. Ditengah kebingungannya kenapa dia bisa ada ditempat itu, tiba-tiba muncul sesosok siluet gadis berambut pendek datang menghampirinya.


"Livia?" Fla memanggil untuk meyakinkan dirinya.


"Fla" Terdengar gaung suara merdu gadis yang dipanggil Livia tersebut.


"Livia?! Bagaimana kau bisa ada disini?"


"Fla, bangun. Kau harus bertahan. Kau tidak boleh menyerah disini, Fla"

__ADS_1


"Apa maksudmu? Kenapa kau bisa disini?"


"Aku akan selalu mencintaimu Fla" ucap gadis itu yang mendadak lingkungan disekeliling Fla berubah menjadi terang, dan tampak gadis itu berada dalam kurungan dengan baju compang camping dan kaki tangan yang terikat rantai besi berkarat.


"Livia?!" Fla berteriak karena terkejut melihat pemandangan tersebut. Dan nyaris bersamaan dengan itu ia membuka matanya. Ia ada digendongan seseorang.


"Oh, rupanya kau sudah sadar? Siapa namamu? Kenapa kau bisa berada di tempat seperti ini dengan kondisi seperti sekarang?" Tanya seorang pria Morra berbadan besar yang sedang membopong tubuh Fla di punggungnya.


Fla mencoba berbicara, namun karena tenggorokannya kering, paru-parunya terasa lemah, alhasil ia hanya berdengung pelan. Bahkan ia sudah tidak memiliki kekuatan untuk batuk sekalipun.


Pria tadi menurunkan dan kemudian mengandarkan tubuhnya pada sebuah pohon. Tampak pria Getzja dan satu lagi pria Morra yang sempat ia lihat sebelum jatuh pingsan. Salah satu dari mereka mengeluarkan kantong minum dari kulit, dan coba untuk meminumkan ke Fla dengan hati-hati.


Dengan segera dan lahap, Fla menggigit lembaran daging kering yang alot itu hingga habis 5 lembar.


-


"Terima kasih, saya sudah berhutang nyawa terhadap anda bertiga. Saya Fla. Saya belum bisa membalas budi baik kalian. Setidaknya bolehkah saya tahu nama tuan-tuan sebelum kita berpisah" ujar Fla yang beranggapan bahwa ketiga pria yang tampaknya seperti pemburu itu akan meninggalkannya ditempat ini untuk menghindari masalah.

__ADS_1


"Aku Deuxter. Yang ini Huebert, dan yang ini Louijze"


"Tenang saja, kau tidak perlu membalas kami. Disamping itu, hendak kemana kau dengan tubuh lemah dan penuh luka seperti itu?"


"Benar setidaknya obati luka mu dan pulihkan dulu kekuatan tubuhmu"


"Benar, ikutlah bersama ke perkemahan kami. Kami punya seorang tabib disana"


"Apakah kalian bukan berasal dari Estrinx?" Tanya Fla kemudian. Karena ia penasaran kenapa mereka bertiga mau membantu dan memperlakukannya dengan baik. Apakah mereka bertiga tidak tahu bahwa dia adalah seorang budak. Dan kenapa mereka tidak kuatir berhubungan dengan seorang budak yang kabur seperti sekarang ini?


Karena jelas tidak mungkin mereka tidak menyadari bahwa dirinya adalah seorang budak yang sedang kabur. Jadi Fla mengira pasti antara mereka orang dari luar wilyah Estrinx, atau memang orang yang sangat bodoh.


"Kami dari Estrinx, tepatnya dari desa Tirgis. Tapi kami baru saja kembali dari selatan"


Apa mereka orang bodoh? Atau mereka orang yang sangat kuat hingga tidak takut akan hal-hal yang semacam ini? Pikiran Fla terus bergejolak memikirkan siapa orang-orang yang menolongnya ini.


Namun kemudian insting bertahan hidupnya memberitahuankan ide untuk meminta bantua pada orang-orang ini. "Maafkan atas kelancanganku ini. Tapi maukah anda membawa saya pergi jauh dari tempat ini?" Ucap Fla kemidian dengan kekuatannya yang masih tersisa. Karena kini ia yakin mereka bertiga itu adalah orang yang kuat dan baik.

__ADS_1


-


__ADS_2