Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
30. Informasi dari Yvvone


__ADS_3

Sehari setelah Aksa memasuki gua Ceruk Bintang, Nata mengadakan pertemuan yang membahas permasalahan tentang perdagangan di bar milik Pietro.


Pertemuan itu dihadiri oleh Madron, Dirk, Pietro, dan Edward. Mereka menggunakan dua meja di paling ujung ruangan.


"Sejauh ini penyeberangan kereta uap sudah mulai banyak digunakan. Disamping harganya yang lebih murah dari penyeberangan kapal, juga waktu dan cuaca tidak berpengaruh" ujar Madron memulai.


"Para pedagang kecil pun sudah mulai berpindah ke kelompok dagang kita, karena biaya kita yang lebih murah. Dan kita berani membeli semua barang mereka sesuai dengan arah anda" kali ini Dirk yang melanjutkan.


"Karena untuk membuat sebuah pasar kita perlu banyak barang. Dengan adanya penyeberangan ini, pasti tidak lama pasar kita akan mulai ramai" Nata menanggapi.


"Beberapa dari mereka juga sudah mulai bertanya tentang membuat kios dan kedai di kota ini" tambah Dirk lagi.


"Tapi jelas itu akan membuat banyak bangsawa kegerahan" saut Madron yang terlihat sedikit kuatir.


"Maka dari itu kita akan jalankan strategi yang pernah dikatakan oleh Aksa pada kalian. Shareholder. Kita akan tarik mereka untuk melakukan investasi ditanah ini. Seperti perjanjian berbagi biaya, tanggung jawab, dan penghasilan, berdasarkan ukuran yang telah disepakati. Jadi dengan demikian terkesan kita tidak asal potong usaha mereka" ujar Nata menjelaskan.


"Mungkin sebagian akan paham. Tapi aku meragukan sisanya" ujar Madron terdengar pesimis.


"Ya, setidaknya kita sudah mengurangi jumlahnya, tuan Madron. Dan lagi, bila hal ini dilakukan oleh beberapa bangsawan, dan hasilnya memuaskan, pasti akan dicontoh oleh kelompok dagang lain. Dan itu akan merubah pola pikir bangsawan-bangsawan yang lain" Nata mencoba meyakinkan Madron.


"Komoditi kita juga sudah mulai dipasarkan di wilayah utara dan selatan. Kini barang-barang kita sudah mulai menggeser barang-barang yang sebelumnya ada" Dirk melanjutkan laporannya yang terpotong.


"Strategi menyasar para bangsawan dengan membuat barang kita sebagai barang mewah yang terbatas adalah strategi yang luar biasa, tuan Nata. Keuntungan dari harga barang yang sangat tinggi itu dapat menutupi semua biaya pemasaran kita sebelumnya" tambah Dirk yang tampak kagum akan strategi-strategi dagang yang diberikan Aksa dan Nata pada nya.


"Baguslah, sekarang berarti kita akan menurunkan harga agar rakyat biasa juga mampu membelinya. Dan membuat barang yang baru lagi menjadi barang 'sosial' para bangsawan" Nata menanggapi.


"Baik, tuan Nata. Mungkin kita bisa mulai memasarkan lilin aroma terapi dan bedak yang baru saja selesai kita buat" ujar Dirk kemudian. Yang kemudian dipotong oleh seorang prajurit yang memasuki bar tersebut.


"Permisi. Maaf mengganggu" ujar prajurit tersebut.


"Ya, ada apa?" Tanya Madron yang terlihat tidak suka pertemuan mereka di ganggu.


"Saya mendapat perintah dari tuan putri untuk memanggil tuan Nata" ujar prajurit tersebut yang tampak sedikit takut terhadap Madron.


"Ada perlu apa kira-kira? Bisakah putri menunggu setelah pertemuan ini selesai?" Ujar Nata dengan ramah kepada prajurit tersebut.

__ADS_1


"Beliau berpesan ini hanya sebentar. Nona Yvvone baru saja datang. Dan sekarang mereka menunggu anda di gedung pertemuan" ujar prajurit itu lagi.


"Yvvone? Baiklah kalau begitu" Nata berpikir, pasti ini tentang penyelidikan Yvvone terhadap gelang Scion tersebut "Baiklah kalau begitu. Maaf tuan-tuan, tapi bisakah kita tunda sebentar pertemuan kita ini?" Ucap Nata kemudian.


"Silahkan tuan Nata. Lagi pula tuan putri yang memanggil anda" ujar Madron kemudian. Yang disetujui oleh yang lain.


"Terima kasih, tuan-tuan. Saya akan kembali setelah ini" ujar Nata seraya berajak dari kursinya dan berjalan keluar bar berasama prajurit tersebut.


-


Tak lama Nata tiba di gedung pertemuan. Karena memang gedung tersebut tak jauh dari bar Pietro.


Tampak sudah ada 5 orang di dalam ruangan tersebut. Lucia, Orland, Caspian, Lily, dan Ivvone yang baru saja kembali dari utara.


"Jadi dimana si jenius yang satu lagi?" Tanya Yvvone saat mendapati Nata masuk seorang diri dalam ruangan tersebut.


"Oh, Aksa sedang melakukan penjelajahan dalam gua di dasar Ceduk Bintang" jawab Nata yang duduk tepat di sebelah Yvvone. "Bagaimana kabar mu, nona Yvvone?" Tambah Nata berbasa-basi.


"Terkejut. Melihat bagaimana tempat ini berkembang dengan pesatnya selama aku tinggal," jawab Yvvone yang tampak benar-benar kagum.


Yvvone membenahi posisi duduknya. "Penyelidikan ku berujung pada seseorang bernama Grevier" ucapnya kemudian yang menuai keterkejutan dari para pendengarnya.


"Benarkah? Kak Grevier?" Terlihat Lucia tidak percaya.


"Tuan Grevier? Apa motivasi beliau melakukan hal tersebut?" Kali ini Caspian yang berucap juga terlihat sama tidak percayanya seperti Lucia.


"Tak bisa dipercaya Grevier melakukan hal tersebut. Apakah yang mulai raja mengetahui hal itu?" Kali ini Orland yang berucap.


"Kurasa Yang Mulia tidak ada campur tangan terhadap hal tersebut" jawab Caspian yang terlihat seperti sedang berpikir.


"Dari orang bernama Grevier itulah semua perintah berasal. Mulai dari perintah pencurian Tieré, kemudian perintah untuk menculik ku, dan perintah untuk mengambil gelang Scion dari desa Yllgarian." Yvvone kembali melanjutkan. Yang masih ditanggapi dengan wajah-wajah tidak percaya dari Luicia, Caspian, dan Orland.


"Hanya sayang saja, aku tidak bisa menemukan siapa sebenarnya orang-orang dengan senjata mistik yang kemarin menyerang desa Yllgarian tersebut" ucap Yvvone lagi. "Nah, jadi karena itu jugalah aku kembali. Aku ingin informasi tentang putra sang raja itu" tutup Yvvone dengan menyebutkan niatan utamanya.


"Baiklah, apa yang ingin kau ketahui?" Tanya Caspian kemudian.

__ADS_1


"Ceritakan semuanya tentang pemuda tersebut" ujar Yvvone. Dan kemudian Lucia, Caspian, dan Orland saling bergantian menceritakan tentang sosok Grevier yang mereka kenal.


.


"Lalu, apakah ada kabar tentang gelang-gelang Scion tersebut, nona Yvvone?" Lily kemudian bertanya, saat Lucia, Caspian, dan Orland selesai menceritakan tentang Grevier yang ingin diketahui oleh Yvvone.


"Oh iya, itu juga. Selain di hutan utara, ternyata di hutan kematian di ujung barat, juga mengalami hal serupa. Ditempat itu terletak pemukiman Elf marga Ghorea. Sayangnya, yang ini lebih teragis. Pemukiman tersebut hancur bersama seluruh warganya" Yvvone melanjutkan ceritanya.


Terlihat Lucia tampak miris mendengar cerita Yvvone.


"Apakah itu juga karena orang-orang yang sama?" Tanya Nata mencoba untuk mencari garis besarnya.


"Aku tidak tahu. Tapi yang jelas salah satu dari gelang Scion yang disimpan di tempat tersebut, sudah ada yang mengambil," jawab Yvvone membuat orang yang mendengarnya, merinding.


"Berarti benar-benar ada yang sedang mengumpulkan gelang-gelang Scion?" Ucap Orland yang terlihat sangat resah.


"Dan siapa yang sebenarnya tahu dimana letak gelang-gelang tersebut disembunyikan?" Nata masih mencoba mencari petunjuk.


"Menurut yang ku dengar, tidak ada yang tahu tempatnya. Kecuali nona Stelar sendiri. Beliau adalah seorang Azuar yang menyembunyikan gelang-gelang tersebut setelah peperangan besar Elf selesai" jawab Yvvone.


"Pasti ada semacam buku petunjuk atau peta yang mencatat tempat persembunyian gelang-gelang tersebut" Nata mencoba untuk membuat dugaan.


"Setahuku juga tidak ada benda-benda semacam itu. Bahkan gelang tersebut hampir dianggap sebuah mitos bila tidak tertulis dalam kitab-kitab sejarah" kali ini Orland yang mencoba menjawab.


"Aku akan terus menyelidiki tentang hal tersebut. Tapi sebelum itu bisakah kau pandu aku melihat hal-hal baru di wilayah ini?" ujar Yvvone kemudian merubah topik pembicaraan.


"Baiklah, tapi aku masih ada pertemuan lagi di bar tuan Pietro" jawab Nata.


"Oh, kebetulan aku juga mau kesana."


"Baguslah kalau begitu, ayo sekalian saja," ujar Nata yang sudah berjalan menuju pintu keluar.


"Oh, dan sebelum kau pergi, Nat. Kemarin aku menerima kabar, bahwa rencana minggu depan Lugwin akan berkunjung kemari" ujar Lucia kemudian.


-

__ADS_1


__ADS_2