
Tampak trio pemburu keluar dari hutan menenteng buruan mereka. Bersama mereka tampak juga Lily yang juga baru kembali dari mengumpulkan jamur dan tumbuhan obat di dalam hutan.
"Mengejutkan sekali alat ini punya kecepatan dan akurasi yang bagus. Belum lagi melihat bentuknya yang sederhana dan mudah sekali digunakan" ujar Deuxter terdengar kagum.
"Apa tadi sebutan buat alat ini?" Tanya Huebert.
"Crossbow. Busur silang. Itu karena bentuk dari busurnya yang menyilang horisontal" jawab Nata yang terlihat sedang menumpuk tanah dan seperti potongan akar ke dalam batang bambu.
"Oh, busur silang? Masuk akal"
"Meski mungkin jaraknya tidak bisa terlalu jauh, tapi untuk memburu hewan yang gesit alat ini bisa sangat membantu sekali" ujar Loujze seraya mengamati alat yang terbuat dari kayu sepanjang setengah lengannya dengan tampak sebuah busur kecil menyilang di ujungnya.
"Yah, alat itu masih percobaan. Jadi mungkin masih harus di sesuaikan lagi sebelum bisa benar-benar layak dibawa berburu" Aksa menambahi disela kegiatannya memasukan arang bekas api unggun kedalam ember berisi air.
"Jadi alat ini masih bisa lebih bagus?" Terdengar Loujze tak percaya.
"Apakah sekarang kalian sedang mengerjakan perbaikan untuk alat ini?" Tanya Deuxter terlihat penasaran dengan apa yang dikerjakan Aksa dan Nata.
"Bukan. Ini untuk Lily" ujar Aksa menjawab.
"Untuk ku?" Terdengar Lily terkejut tak menduga.
"Benar, ini wadah untuk membudidayakan jamur dan tumbuhan rambat agar Lily tak harus bolak balik mencarinya kedalam hutan" jawab Aksa lagi sambil mengaduk ember berisi air dan arang yang kini mulai menghitam.
"Tapi sebenarnya aku masih belum paham kenapa Lily sering sekali mengumpulakan jamur dan tumbuhan obat? Kemana selama ini jamur dan tumbuhan obat tersebut?" Tambah Aksa kemudian dengan wajah seperti sedang memikirkan hal yang pelik.
"Apakah jamur hutan dan tumbuhan obat bisa dibudidayakan?" Tanya Huebert setelah siap untuk menguliti rusa buruannya tadi.
"Setelah mencari tau informasi tentang jamur-jamur tersebut dari banyak gulungan yang kami baca, sepertinya kami bisa membuat habitat buatan untuk tumbuhan-tumbuhan itu di dalam kereta" kali ini Nata yang menjelaskan.
"Apa kau memakan semua jamur dan tumbuhan obat itu Lily? Apa itu semacam rahasia awet muda milik mu?" Sela Aksa dengan ocehan pertanyaan asalnya ke Lily.
"Sungguh perhatian sekali kalian" Lily berucap seraya tersenyum kecil tanpa menanggapi pertanyaan Aksa.
__ADS_1
"Membudidayakannya dalam kereta? Sepertinya sudah lama sekali kami tidak dicengangkan oleh hal-hal yang dibuat oleh kalian berdua" Loujze berucap.
"Yah, itu karena sekarang kami punya banyak waktu luang dan tidak punya gulungan dan kitab untuk dibaca"
"Oh, benar juga"
Mereka sedang berada di pinggiran hutan diselatan Elbrasta, seminggu setelah mereka bertolak dari kediaman keluarga Bartholomew menuju ke Baltra. Namun meski tanpa Lucia dan Jean, mereka di beri kereta kuda baru yang lebih besar dari sebelumnya untuk perjalanan kali ini.
Kereta ini ditopang oleh empat buah roda, atap nya kini tidak lagi terbuat dari kerangka bambu dan tenda kain seperti kereta sebelumnya, namun kini seluruh badan kereta terbuat dari kayu rapat terplitur rapi dengan dua buah pintu dan dua jendela seperti kereta kuda kaum bangsawan.
Bagian atas atap dapat dipergunakan untuk meletakan barang, sehingga bisa menyisakan tempat yang lebih luas lagi di dalam kereta. Mereka juga dibekali makanan untuk tujuh orang selama satu minggu.
Namun ditengah perjalanan Aksa dan Nata yang bosan, dibantu oleh trio pemburu dan Val, mulai merombak kereta kuda tersebut sedikit demi sedikit. Dengan menambahkan gerigi dan alat mekanik sederhana pada bagian roda kereta yang disambungkan dengan alat seperti kipas yang dipasang di dalam kereta. Yang tidak bisa dipahami oleh semua orang, kenapa mereka berdua memasang alat yang harusnya berada di luar untuk menggerakan gilingan gandum itu didalam sebuah kereta.
Selepas tengah hari, saat mereka mulai memasuki sabana meninggalkan bibir hutan tiba-tiba rombongan mereka di kejutkan oleh suara-suara gaduh dari arah depan.
"Suara apa itu?" Ucap Aksa.
"Beberapa orang sedang bertaung melawan kumpulan hyena" Jawab Loujze setelah kembali dari memastikan apa yang sedang terjadi.
"Party Quest! Bisakah kita mendekat dan melihatnya?" Terlihat Aksa kegirangan.
"Apakah itu berbahaya?" Tanya Nata yang mengacuhkan ucapan Aksa.
"Bila tidak terlalu dekat kurasa tidak akan berbabaya" kali ini Huebert yang menjawab.
Lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka hingga tak lama kemudian tampak beberapa orang yang terlihat dalam posisi siaga berhadapan dengan puluhan hyena.
"Wah, ini pertama kalinya aku melihat pertarungan asli semenjak aku tiba disini" celetuk Aksa.
"Sepertinya mereka punya pemimpin yang baik. Koordinasi antar anggota nya terlihat baik" Nata mengamati.
Saat terlihat para petarung bayaran itu dapat mendorong kumpulan hyena mundur, tiba-tiba muncul dari balik semak tempat para hyne itu berkumpul. Sesosok hyena yang sangat besar. Hampir sebesar kereta kuda rombongan Aksa dan Nata. Berwarna lebih gelap dan memiliki tanduk hitam di kepalanya.
__ADS_1
"Wah, hewan apa itu?
"Oh, itu pemimpin para hyena. Binatang buas itu disebut Mistik Hyena"
"Kenapa namanya Mistik Hyena? Apa jangan-jangan hyena itu bisa sihir?" Tanya Nata penasaran seraya menduga-duga.
"Benar. Mereka termasuk hewan mistik" Jawab Deuxter.
"Hah? Benarkah? Akhirnya aku bisa melihat hewan mistik itu" ucap Aksa yang terlihat makin girang.
"Lihat tanduk di kepalanya yang seperti obsidian itu? Itu sumber kekuatan sihirnya"
"Bahkan hewan saja dapat menggunakan sihir Aks? Kita lebih rendah tingkatannya dibanding hewan" saut Nata dengan nada nelangsa.
"Apakah mereka bisa mengatasinya?" Tanya Aksa kemudian.
"Bila dengan jumlah mereka, kurasa tidak akan jadi masalah. Yang perlu mereka lakukan adalah memotong tanduknya terlebih dahulu agar hewan itu tidak bisa menggunakan sihirnya" jelas Deuxter lagi.
Ditengah Aksa dan Nata yang fokus memperhatikan penjelasan dari Deuxter, tiba-tiba terdengar suara kencang yang diikuti dengan kilatan cahaya menyambar dataran sabana di depan para petarung bayaran itu.
"Apa itu tadi?" Nata tampak terkejut.
"Itu sihir petir dari Mistik Hyena" saut Loujze.
"Wah mengejutkan, kita baru saja menyaksikan sebuah sihir secara live Nat"
"Iya benar. Seperti di pertunjukan-pertunjukan ilusi saja. Tadinya kukira sihir di dunia ini setara dengan sihir yang di tunjukan Jean kepada kita dulu, hanya untuk membuat plat besi bersinar"
Namun secara mendadak suasana berubah mencekam, saat tampak dua ekor Mistik Hyena muncul dari balik semak.
"Ini akan jadi masalah, tiga ekor hewan mistik itu terlalu banyak untuk mereka tangani. Mereka tidak akan bertahan" ucap Deuxter kemudian.
"Harusnya ini saatnya mereka untuk kabur. Kita juga" ujar Nata.
__ADS_1
Tampaknya sudah terlambat bagi para petarung bayaran tersebut. Dua Mistik Hyena itu segera melompat menutup jalur untuk para petarung bayaran itu melarikan diri. Mereka terkepung.
-