
Seminggu kemudian pekerjaan membuat pondasi dan saluran air untuk kota wilayah tengah sudah selesai dikerjakan.
Kini disamping mereka sudah mulai untuk membangun kota, beberapa pekerja dikerahkan untuk membuat jembatan air yang menghubungkan kanal sungai di ujung wilayah barat, ke wilayah tengah. Nata menyebut jembatan air itu dengan sebutan, Aqueduct.
Sementara kanal sungai juga sedang digali. Dibuat melintasi wilayah tengah membelah bakal kota yang akan didirikan nantinya. Dari barat lurus hingga jatuh ke Jurang Besar diujung timur tak jauh dari Dinding Sekai. Masih melewati perkemahan Lumire dan para Yllgarian.
Perkemahan para bangsawan kini sudah pindah seluruhnya ke wilayah tengah. Dan juga para bangsawan sudah memulai membangun rumah-rumah untuk mereka tinggal kedepannya.
-
Dua minggu kemudian jembatan air di wilayah barat sudah selesai dibuat, dan tak lama, air sudah mengalir di kanal sungai melewati wilayah tengah. Dan dari aliran utama tersebut, dibuatlah aliran cabang ke serbagai tempat dalam kota. Serta satu tarikan menuju ke selatan ke Ceruk Bintang.
Pembangunan kota tengah yang paling diutamakan adalah daerah yang dekat dengan stasiun. Maka dari itu, sudah tampak pembangunan rumah penginapan dan restauran atau bar disekitar tempat tersebut.
Bangunan rumahnya pun menggunakan bahan-bahan yang sama dengan pembuat beton jalan dan jembatan. Juga dengan menggunakan cara-cara yang diajarkan oleh Nata, yang sedikit banyak berbeda dengan cara membangun rumah pada umumnya.
-
Dan tepat disaat itu juga, rombongan Aksa juga sudah kembali dari selatan.
Kedatangan kereta dari selatan itu tampak ditunggu semua orang. Mereka seperti sedang menyambut seorang pahlawan perang. Berjajar rapi di pinggiran jalur kereta di stasiun.
Melihat banyak orang yang menunggu di stasiun. Dari jauh Aksa sudah keluar menuju sambungan gerbong dengan kereta penarik. Kemudian berdiri dengan satu kaki dinaikan keatas pagar besi kereta dan mulai melambaikan tangan seolah seorang pahlwan yang melakukan parade kemenangannya.
Semua orang tersenyum melihat tingkah Aksa tersebut. Tampaknya mereka merindukan kekonyolan Aksa.
"Dasar, bocah itu apa tidak tahu malu?" Ucap Jean di sebelah Lucia.
"Mau bagaimana pun dia adalah utusan dewa" ucap Loujze yang ditimpali tawa oleh yang lain.
"Bagaimana orang seperti dia bisa membangun waduk di atas tebing dan membawa air ke tanah mati" ucap Orland sambil menggeleng pelan.
"Dia itu cuma beruntung saja. Jadi seperti itu" jawab Nata dengan tertawa kecil.
Sementara suara Aksa kini mulai terdengar saat kereta sudah mulai mendekati stasiun.
__ADS_1
"Sambut dan bersuka citalah! Karena utusan dewa kalian sudah tiba" suara Aksa terdengar sangat memalukan Nata.
Yang lain mulai tertawa lagi mendengar ucapan Aksa tersebut.
-
"Budak pelarian waktu itu?!" Terdengar Aksa setengah terkejut mendapati Fla ada diantara rombongan orang-orang yang menunggunya.
Sementara itu orang-orang yang lain segera menghampiri para pekerja dan penyihir yang ikut serta dalam rombongan Aksa, begitu mereka turun dari gebong. Tampaknya orang-orang yang datang ke stasiun itu adalah kenalan atau keluarga para pekerja dan penyihir tersebut.
"Anda masih mengingat saya tuan Aksa?" Ucap Fla yang kemudian langsung membungkuk dan berterima kasih sama seperti yang sudah dilakukannya kepada yang lainnya.
"Aku mana bisa lupa" ucap Aksa bingung karena kemudian banyak orang yang ikut membungkuk dan berterima kasih kepadanya. Dan kemudian Fla memperkenalkan orang-orang tersebut dengan singkat kepada Aksa.
"Oh, jadi ini pacarmu itu?" Ujar Aksa begitu Fla memperkenalkan Livia padanya.
Mendengar ucapan tersebut Fla dan Livia langsung jadi salah tingkah.
"Kamu pinter cari pacar" tambah Aksa setelah mengamati wajah Livia dengan seksama.
"Sudah, jangan menggodanya, Aks" Lucia berucap.
"Ba-baiklah, kalau begitu. Kami pamit dulu tuan Aksa. Karena tuan Aksa baru saja tiba, jadi silahkan untuk beristirahat terlebih dahulu. Sampai bertemu lagi. Selamat beristirahat" ucap Fla dengan sedikit canggung seraya mengajak Livia, James, dan Luke untuk undur diri.
"Meski aku sudah banyak beristirahat seharian tadi, tapi baiklah. Aku akan beristirahat lagi. Sampai jumpa kalian" ucap Aksa sambil melambai kepada Fla dan teman-temannya yang beranjak meninggalkan stasiun tersebut.
"Bagaimana, lancar?" Tanya Nata kemudian.
"Aku tinggal dua bulan saja sudah banyak sekali yang terjadi ditempat ini?" Ujar Aksa sambil menggeleng pelan.
"Kau tidak melakukan hal yang anehkan di perjalanan ke selatan?" Tanya Jean kemudian.
"Kenapa kau bisa mendapat pemikiran seperti itu, Jean? Mana mungkin aku melakukan hal seperti itu"
"Semua orang berpikiran sepertiku, bocah" jawab Jean yang tampak tidak dihiraukan oleh Aksa.
__ADS_1
"Wah, sudah lama sekali tidak melihat kalian" ucal Aksa kemudian saat melihat tiga pemburu dari Tirgis.
"Anda masih tidak berubah ternyata, tuan Aksa" ujar Deuxter sambil tersenyum.
"Aku ini orang yang konsisten. Dan apa kalian menemukan hal yang menarik di pertambangan timur?"
"Banyak sekali tuan Aksa. Nanti anda bisa melihatnya sendiri" jawab Deuxter kemudian.
"Bagaimana kabar anda, nona Lily?" Tiba-tiba terderdengar Ende menyela. Gadis penyihir itu muncul dari belakang tempat Huebert berdiri, saat melihat sosok Lily dibelakang Aksa.
"Kenapa anda kemari kalau hanya mencari Lily, nona Ende? Jangan berdiri di antrian penggemarku" terdengar Aksa tidak terima melihat Ende yang datang untuk menyapa Lily.
Ende menatap sinis kearah Aksa seraya berjalan mendekati Lily. Kemudian segera merubah wajah menjadi cedia saat menatap Lily.
Lalu tiba-tiba terdengar suara dari belakang Aksa. "Oh, jadi ini si jenius yang satu lagi?"
Aksa berpaling, dan kemudian mendapati sosok Yvvone dihadapannya. Dengan cepat ia menatap Nata, kemudian ganti menatap Yvvone, terus menatap Nata lagi, seperti itu terus sampai akhirnya Nata berucap.
"Dia adalah Aksa. Dan Aksa, Aeron ini adalah Yvvone" ucap Nata memperkenalkan kedua belah pihak.
"Ya, salam kenal" ucap Aksa yang kemudian melipir mendekat kearah Nata. Kemudian berbisik, "Nat, itu si loli Elf!"
"Kau pasti senang kan?" Balas Nata yang juga berbisik.
"Mana hape mu?"
"Lagi low-bat."
"Cepet bikin pembangkit listrik sana, aku perlu poto bareng si loli."
"Tapi itu kan relik legenda ku."
"Sudah nanti kupinjami kau Laptop ku. Layarnya lebih gede."
"Apa yang sedang kalian bicarakan?" Tiba-tiba Yvvone menyela.
__ADS_1
"Oh, tidak. Tidak apa-apa. Kurasa aku perlu rangkuman cerita serta kisi-kisi dari Nata tentang hal yang terjadi selama dua bulan belakangan ini," jawab Aksa buru-buru.
-