
Corvette dari angkasa segera menarik pelatuk di gagang pedangnya sekali lagi, yang kali ini terlihat tali besi tipis itu tiba-tiba tertarik masuk kembali kedalam pedang tersebut. Menggulung kembali kedalam wadah berbebtuk lingkaran pipih dari besi yang berada di antara pegangan dan bilah pedang.
Ujung bilah pedang Corvette yang terlepas tadi bergerak meliuk-liuk cepat kembali menuju ke tempatnya semula. Dan tak lama kemudian pedang pendek gadis kelelawar itu sudah utuh seperti sedia kala.
Di saat Corvette hendak melakukan serangan selanjutnya ke arah pria bersarung tangan cakar yang tengah tergeletak tak berdaya itu, tiba-tiba muncul tembok dari tanah di empat sisi di sekeliling pria tersebut. Membentuk sebuah piramida tanah yang melindunginya dari serangan.
Corvette tahu itu adalah ulah si gadis penyihir. Dan dengan segera ia meluncur menuju ke arah gadis tersebut berada. Menghindari lemparan tombak dari beberapa prajurit.
Sementara itu Maserati dan Sigurd yang sudah bisa terlepas dari kuncian sihir tanah tadi lebih cepat dibanding Axel, sudah mulai maju menghadang puluhan prajurit yang datang menyerbu.
Mereka berdua mengayunkan kapak dan pedang besar mereka. Melemparkan semua prajurit yang terkena hantaman.
Tak lama kemudian, disaat gadis penyihir tadi sibuk bertahan dari serangan Corcette dengan membuat kubah batu yang melindunginya seperti tempurung, tampak kekuatan pria bersarung tangan cakar tadi sudah mulai pulih. Dan dengan segera pria itu melakukan serangan balasan.
Tiba-tiba piramida tempat pria tersebut berlindung, hancur karena sebuah pusaran angin api yang muncul begitu saja dari dalamnya.
Tampak pria itu terlihat sangat kesal seraya melihat berkeliling. Kemudian dengan brutal ia menyabetkan pisau di kedua sarung tangannya itu kearah Corvette yang berada di angkasa, dan kearah Axel yang baru saja berhasil menghancurkan lapisan tanah yang menutupi seluruh kakinya.
Dua buah sihir api berbentuk sabit muncul dari sarung tangan bercakar pria itu. Terus meluncur maju dengan cepat.
Corvette dan Axel yang sadar, berhasil menghindari serang sabit api tersebut, yang kemudian serangan itu menghantam tembok gerbang dan rumah penduduk disekitar tempat itu. Dan menghancurkannya.
Melihat pria yang tadi jatuh oleh serangan Corvette, sudah mulai kembali menyerang, Maserati mengarahkan bagian atas dari kapaknya kearah pria tersebut. Dan kemudian tanpa peduli untuk membidik terlebih dahulu, beruang itu segera menarik pelatuknya.
Ledakan terjadi diujung atas kapak tersebut. Puluhan besi kecil keluar dan menyasar ke arah punggung pria bersarung tangan cakar itu.
Tapi sebuah tembok tanah dengan tiba-tiba muncul di belakang pria itu dan menghalangi laju peluru yang ditembakan oleh Maserati.
Menyadari ada yang mencoba untuk menyerangnya dari belakang, pria bersarung tangan cakar itu menyabetkan tangan kirinya kebelakang, dan tiga buah sabit api meluncur membelah tembok di belakangnya, dan meluncur menuju kearah Maserati.
Karena tidak sempat mengantisipasi serangan tersebut, sabit itu tepat menghantam tubuh Maserati, hingga membuat Yllgarian beruang itu terdorong jauh kebelakang.
"Sepertinya kita harus menyingkirakan gadis penyihir itu" ujar Axel memberi tahu rekan-rekannya.
Mendengar ucapan Axel, dengan segera Sigurd berlari menuju ke arah gadis penyihir yang tampak terbungkus tembok batu di depan gerbang, bergabung dengan Corvette yang sudah sedari tadi mencoba melawannya.
Sigurd menebas semua prajurit yang menghadang disepanjang jalannya.
__ADS_1
Sedang Corvette terlihat masih belum dapat menghancurkan tebok batu dan melancarkan serangannya pada gadis penyihir itu.
Namun begitu Sigurd sudah cukup dekat dan hendak menebaskan pedang besarnya ke arah tembok batu tersebut, tiba-tiba tanah yang dipijaknya mencuat cepat keatas, melemparkan tubuh Sigurd ke udara.
Namun dengan cekatan, Corvette berhasil meraih tubuh Sigurd dan kemudian menurunkannya dengan aman diatas tanah.
"Dari mana gadis itu bisa melihat dari dalam cangkang batu itu?" Tanya Sigurd penasaran.
"Entahlah?" Corvette menjawab singkat dengan sama penasarannya dengan Sigurd.
Sementara Axel yang mencoba untuk membuat pria bersarung tangan cakar itu sibuk, tampaknya tidak membuahkan hasil. Karena hanya dengan sekali pukul, pria itu berhasil menerbangkan tubuh Axel jauh kebelakang. Menghantam salah satu tembok rumah penduduk.
Itu disebabkan oleh kekuatan dari sihir angin yang dikeluarkan bersamaan saat sarung tangan bercakar itu dipukulkan.
Dan tidak menunggu lama, pria bersarung tangan cakar tadi segera bergerak untuk menghadang Sigurd dan Corvette.
Serangan sabit api pria itu tidak terlalu berguna menghadapi Corvette di udara, yang memiliki tingkat hindaran yang sangat tinggi. Namun sangat efektif melawan Sigurd yang bergerak sangat lamban dalam balutan plat besi dan juga pedangnya yang berat.
Dan alhasil, Sigurd hanya bisa bertahan saat pria bersarung tangan cakar tadi melancarkan serangannya.
Hanya Corvette yang masih mencoba untuk menyerang balik pria tersebut.
-
"Sepertinya gadis penyihir itu bisa mengetahui posisi semua orang yang berada di atas tanah dalam batas jarak tertentu" Rafa mengungkapkan pendapatnya. Masih dari tempat persembunyiannya diatas tembok gerbang.
"Bagaimana anda bisa tahu, nona Rafa?" Loujze bertanya lirih.
"Baru dugaan. Tapi sedari tadi gadis pebyihir itu tidak pernah menyerang nona Corvette. Meski nona Corvette selalu menyerangnya. Sedang untuk yang lain, bahkan belum sempat mendekat, mereka sudah berhasil di lempar kebelakang" Rafa mencoba menjelaskan alasan dari dugaannya.
"Benar juga. Kira-kira sejauh mana jangkauan kekuatan gadis penyihir itu?" Kali ini Deuxter yang bertanya.
"Entahlah. Kurasa posisi pria bercakar api itu masih dalam jangkauan sihirnya" Rafa menduga-duga lagi.
"Wah, jauh juga" Loujze terdengar terkesan.
"Tapi apa gadis itu tidak menyadari keberadaan kita? Bukankah berarti sekarang kita juga berada dalam jangkauan kekuatannya?" Deuxter bertanya lagi.
__ADS_1
"Saya rasa ia tahu ada kita ditempat ini, tapi sepertinya ia hanya fokus pada apa yang ada di dekatnya dan temannya pria bercakar api itu" Rafa menambahkan dugaannya.
"Berarti kita bisa menyerangnya dari sini" Loujze memberikan ide.
"Kurasa peluru peledak bisa menghancurkan cangkang batu itu" kali ini Huebert yang berucap seraya mengambil tas kotak yang sedari tadi ia gantung di belakang punggungnya.
"Kau yakin?" Deuxter bertanya memastikan. Yang hanya dijawab Huebert dengan anggukan kepala.
"Baiklah kalau begitu. Aku dan Loujze akan membersihkan para prajurit disekitar tempat ini, kau disini bersama nona Rafa, dan bersiaplah untuk menyerang" Deuxter menyebutkan rencananya yang di balas oleh yang lain dengan anggukan paham.
Kemudian dengan segera Deuxter dan Loujze mulai menyerang prajurit yang berada di atas tembok gerbang tersebut. Setelah itu mulai turun ke bawah dan menyerang semua prajurit yang berjaga di sisi dalam pintu gerbang tersebut.
Sementara itu Huebert sudah menggenggam sebuah senjata laras panjang yang ukurannya sedikit lebih besar dari senjata laras panjang pada umumnya. Dengan peluru yang ukurannya nyaris sebesar kepalan tangan.
Dan saat Huebert sudah siap membidikan senjatanya kearah cangkak batu dibawah, tiba-tiba terlihat sebuah pilar cahaya yang menyilaukan mata berasal dari istana kerajaan Urbar.
"Apa itu?" Hampir semua orang yang ada ditempat itu terkejut mendapati pilar cahaya tersebut.
"Paduka raja!" Pria bersarung tangan cakar itu terkejut melihat pilar cahaya yang berasal dari istana tersebut. Dan kemudian mulai terlihat ketakutan.
Mendengar ucapan temannya, gadis penyihir itu menghilangkan cangkang batu di sekitarnya dan mencari tahu apa yang sedang terjadi.
Dan disaat gadis penyihir itu terkejut melihat pilar cahaya yang bersinar terang dari arah pusat kota, Axel segera memanfaatkannya dengan menembakan senjatanya kearah kaki kiri gadis tersebut.
Gadis itu terjatuh dan mengerang kesakitan.
Sementara pria bersarung tangan cakar tadi tiba-tiba mengeluarkan ledakan angin di sekeliling tubuhnya. Yang mendorong semua orang yang ada di sekelilingnya menjauh.
Kemudian pria itu melompat keatas dengan dorongan dari pusaran angin api dari ujung sarung tangannya. Yang segera di tahan oleh Corvette dengan menembakan bilah pedang nya, namun berhasil di hindari.
Pria itu terlihat tergesa menuju kearah istana dan meninggalkan teman penyihirnya.
Huebert sudah siap menembak pria itu jatuh saat melintas diatas tembok gerbang. Namun pria itu cukup cekatan. Ia menghancurkan peluru yang ditembakan oleh Huebert saat masih di udara.
Tapi pria itu tidak menyadari bahwa di bawah Deuxter juga telah menyiapkan senjata penembak jaringnya.
Dan karena tidak menyadarinya, dan tidak sempat untuk menghindar. Pria itu dengan cepat terjerat jaring tersebut dan terjatuh ke tanah.
__ADS_1
-