Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
Prolog Arc Keempat


__ADS_3

Tampak siang itu mereka berkumpul di dalam gedung pertemuan. Hampir seluruh orang diundang dalam pertemuan kali ini.


Setahun berlalu semenjak mereka memulai membangun di tanah Pharos. Pertemuan kali ini adalah untuk mulai menentukan secara resmi, aturan yang akan digunakan oleh wilayah tersebut kedepannya.


Ruang pertemuan itu kini dibentuk seperti sebuah ruang teater. Dengan tiga buah kursi sebagai pusat, berada di ujung ruangan. Terletak menempel pada sisi dinding yang menghadap pintu masuk. Dan kemudian banyak kursi dan meja di letakan di hadapannya membentuk posisi seperti setengah lingkaran yang terarah pada tiga meja tadi.


Semua hadir di tempat itu. Mulai dari para bangsawan, serikat petarung Bintang Api, pemimpin kelompok seperti Haldin dan Ellian, atau pemimpin rombongan seperti Lumire, Khan, dan bahkan para Bijak Yllgarian.


Mereka diluar Aksa, Nata, dan Lucia, ada kurang lebih 60 orang. Duduk teratur dalam ruangan tersebut.


"Selamat pagi semuanya" ujar Lucia membuka pertemuan tersebut. Suasana segera hening begitu Lucia berbicara.


"Pada pertemuan kali ini kita akan membicarakan hal yang penting untuk perkembangan tanah ini kedepannya. Karena itulah kita semua berkumpul ditempat ini" lanjut Lucia. "Dan tanpa berlama-lama lagi. Silahkan, Nat" tambahnya kemudian mempersilahkan Nata untuk memulai pertemuan kali ini.


"Jadi menurut pencatatan tentang semua jiwa yang tinggal di wilayah ini, termasuk para Yllgarian, ada kurang lebih seribu lima ratus jiwa, sekarang ini. Dan itu adalah angka yang sudah cukup besar untuk kita yang baru saja berdiri selama satu tahun ini" ujar Nata membuka penjelasannya.


"Juga karena jumlah para penyeberang dan pedagang yang sudah mulai bertambah besar dengan cepat, maka sudah saatnya untuk kita menerapkan aturan baru. Yang lebih tegas" Nata menjedah sebentar seraya mengamati wajah-wajah orang yang duduk di hadapannya itu.


"Jadi kita semua berkumpul ditempat ini adalah untuk meresmikan pembentukan susunan kabinet pengaturan wilayah ini" ucap Nata yang kemudian membuka buku yang ada dihadapannya.


"Kita akan mulai membagi satu tugas pokok untuk setiap orang. Serta bagaimana wilayah akan di tangani" jelas Nata sebentar, seraya menundukan wajahnya membaca buku di atas mejanya.


"Yang pertama, tuan Orland. Beliau akan diangkat sebagai penanggung jawab urusan kependudukan dan hubungan diplomatis dengan kerajaan-kerajaan luar" ujar Nata kemudian setelah ia sudah kembali menatap orang-orang yang berada dihadapannya.


"Kemudian tuan Madron akan diangkat sebagai penanggung jawab untuk urusan kereta uap dan sarana angkutan yang lainnya" lanjut Nata. "Dan tuan Dirk akan diangkat sebagai penanggung jawab masalah perdagangan"

__ADS_1


"Kemudian tuan Caspian akan diangkat sebagai kepala jendral yang akan membawahi nona Helen dan tuan Vossler. Yang bertugas menjaga keamanan tanah ini dari ancaman pihak luar"


"Sementara kelompok Bintang Api akan bertindak sebagai pelindung tiap wilayah dalam tanah ini. Mereka tidak dibawah tuan Caspian, melainkan akan langsung dibawah putri Lucia" Nata menjedah untuk memeriksa kembali bukunya.


"Kemudian nona Ellian akan diangkat sebagai penanggung jawab bidang pertanian dan perkebunan. Tugas beliau adalah mengurusi permasalahan bahan pangan, obat-obatanan, dan barang untuk dijual" lanjut Nata lagi. Orang-orang tampak fokus mendengarkan Nata.


"Sedang tuan Selene, akan diangkat sebagai penanggung jawab bidang peternakan. Yang memiliki tugas serupa dengan nona Ellian. Yaitu, untuk memastikan tanah ini cukup bahan pangan, rabuk, dan juga barang untuk dijual" Nata menjedah lagi.


"Nona Luna akan diberi tanggung jawab untuk masalah informasi. Baik yang masuk ataupun yang keluar" Nata kembali melanjutkan.


"Kemudian tuan Haldin akan diangkat sebagai penanggung jawab di bidang industri. Tugas beliau adalah memenuhi kebutuhan peralatan untuk menyokong pekerjaan bidang yang lain, dan kebutuhan warga"


"Lalu nona Eliane... maksud saya Go" Nata segera meralat saat melihat tatapan tajam Go yang duduk di baris ketiga, dibelakang Haldin, tepat dihadapannya. "Beliau akan bertanggung jawab terhadap pertambangan dan bahan mineral yang diperlukan" lanjutnya kemudian.


"Untuk tuan Couran dan nona Rafa. Mereka akan bertanggung jawab mengenai segala hal yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan kebudayaan untuk warga di tanah ini" Kali ini Nata menutup pembicaraannya. Ia kemudian menurunkan wajahnya kembali kearah buku.


"Baiklah. Kita akan langsung saja. Untuk yang pertama, tuan Cornelius akan diangkat sebagai kepala wilayah gerbang utara. Yang berarti juga sebagai pemimpin dari Kota Utara dan Desa Waduk.


"Lalu ketua Khan sebagai kepala Desa Timur, juga akan diangkat sebagai kepala wilayah timur yang akan mencakup sampai desa di pesisir timur pantai Sekai.


"Kemudian nyonya Amithy akan diangkat sebagai kepala wilayah gerbang selatan. Yang juga adalah pemimpin Kota Selatan dan beberapa komplek perkemahan suku yang ada di wilayah tersebut.


"Dan saya sendiri akan memimpin Kota Tengah ini. Juga sekaligus menjadi pemimpin pemerintahan tanah ini.


"Lalu, kapten Anna akan bertanggung jawab penuh untuk pembangunan kota pelabuhan di wilayah barat. Yang juga merupakan area penangkaran fauna dan habitat laut" tutup Lucia kemudian.

__ADS_1


"Dan jangan kuatir. Untuk setiap wilayah, nantinya akan di bentuk sebuah pemerintahan wilayah. Yang bertujuan untuk membantu kepala wilayah dalam mengatur. Saya, Nata, dan tuan Orland akan membantu dalam membentuk dan mencari kandidatnya" imbuh Lucia kemudian.


"Dan nantinya para pemimpin wilayah akan membentuk sebuah badan parlemen. Yang bertugas sebagai wakil dari tiap wilayah dalam pengambil keputusan" Nata menambahkan.


Tampak orang-orang mulai kasak kusuk membicarakan hal tersebut. Yang membuat suasana ruangan mulai terdengar berisik.


"Lalu untuk Yllgarian, kami berharap untuk menyertakan kalian dalam parlemen ini" ucap Nata yang membuat ruangan kembali tenang. "Anda sekalian akan memiliki kedudukan yang sama seperti yang lain. Bahkan hak suara yang sama dengan putri Lucia" ucap Nata kepada lima Bijak Yllgarian yang duduk di baris paling depan di sisi kiri. "Namun bila anda sekalian tidak menginginkannya, kami juga tidak akan memaksa" imbuhnya lagi.


"Apa anda akan mengikutkan kami berlima dalam segala keputusan yang akan diambil untuk tanah ini?" Tanya Vurg si burung hantu yang duduk paling dekat dari Nata.


"Benar tuan Vurg. Meski kita akan memiliki satu pemimpin pemerintahan yang akan menjadi wajah dari tanah ini. Namun, dalam pengambilan keputusan, kita akan melakukannya secara bersama-sama. Dan bila tidak bulat, setidaknya atas persetujuan dari mayoritas anggota parlemen" Nata menjelaskan.


Kelima ketua Yllgarian yang hadir tersebut tampak saling memandang dan berbicara dalam bahasa mereka.


"Jadi bila anda sekalian kuatir. Dari dua belas anggotanya kelak, lima diantaranya adalah Yllgarian" ujar Lucia menambahi.


"Kami tidak kuatir, nona Lucia. Kami percaya kepada anda. Jadi kami setuju untuk mengikutinya" jawab Vurg yang tampak telah disetujui oleh keempat rekannya yang lain.


"Terima kasih, tuan Vulg. Saya pribadi sangat senang mendengar keputusan anda sekalian. Maka dari itu, kami akan menyerahkan wilayah hutan Sekai kepada anda sekalian" ujar Lucia tampak lega. Ia sempat kuatir para Yllgarian tidak akan setuju dengan usulannya.


"Dan apa ada yang ingin ditanyakan?" Kali ini Nata bertanya pada yang lain.


Tidak ada yang bertanya. Semua orang hanya sibuk berbicara dengan teman atau orang disebelah mereka, tentang hal-hal yang baru saja disebutkan oleh Nata dan Lucia.


"Baiklah kalau begitu, untuk kabinet dan tugas baru yang telah dibagikan tadi, akan secara resmi berlaku mulai besok pagi" ucap Nata kemudian.

__ADS_1


"Kalau begitu kita akan sudahi pertemuan kali ini. Bagi para kepala wilayah dan anggota parlemen, diharap untuk tetap tinggal untuk pembicaraan tentang pemerintahan wilayah lebih lanjut. Terima kasih" tutup Lucia yang di tanggapi dengan suara berisik orang-orang menggeser kursinya saat mereka bangkit berdiri.


-


__ADS_2