Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
10.5. Antology Story : Pertarungan Kota Guam I


__ADS_3

Sebelum itu di tembok gerbang utara. Tampak trio pemburu berjalan mengendap-endap diatas tembok gerbang. Mencoba sesedikit mungkin menimbulkan suara yang membuat prajurit jaga menyadari keberadaan mereka.


Sedang di bawah terlihat Axel, Sigurd, Corvette dan Maserati sedang bertarung dengan beberapa prajurit yang tidak seimbang. Meskipun para prajurit itu berjumlah 30 orang, namun mereka tidak dapat mengimbangi ke empat orang tersebut.


Tampak Axel, Sigurd, Corvette, dan Maserati mengenakan seragam pelindung dan senjata yang khusus dibuat untuk mereka berempat oleh Aksa sebelum mereka berangkat.


Axel mengenakan seragam pelindung yang dirangkap dengan pakaian para pemburu. Tampak membawa sebuah perang, dan sebuah senjata laras panjang yang ia gantungkan di belakang punggung. Juga dua pistol di pinggang kiri dan kanannya.


Sementara Sigurd juga sama dengan Axel. Meski menggunakan seragam pelindung, tapi masih tetap merangkapnya dengan plat pelindung. Pakaian khas ksatria. Ia membawa pedang yang sedikit lebih besar dari milik Axel. Pedang itu memiliki pegangan yang cukup tebal dengan sebuah tabung peluru seperti bentuk dari senjata api yang pertama kali pernah dibuat.


Kemudian Corvette, gadis kelelawar itu memakai seragam pelindung yang sudah di sesuaikan dengan postur tubuhnya yang bersayap. Tampak membawa pedang pendek yang hanya sepanjang setengah lengan. Di bagian pertemuan bilah pedang dengan gagang pegangannya terdapat besi berbentuk lingkaran pipih sebesar genggaman tangan. Lalu hampir sama dengan pedang Sigurd, pedang pendek Corvette itu juga memiliki pelatuk dibagian pegangannya.


Sedang Maserati si beruang, juga mengenakan seragam pelindung yang sudah di sesuaikan dengan postur tubuhnya. Yang masih ditambah beberapa pelindung dari tulang binatang di beberapa bagiannya. Ia membawa sebuah kapak berbilah ganda, dengan gagang sepanjang setengah tubuhnya. Tampak sebuah lubang di bagian ujung atas kapak, tempat bilah pisaunya berada. Dan sebuah pelatuk di bagian pegangannya.


Mereka berempat bahkan belum menggunakan senjata pemberian Aksa itu untuk bisa mengungguli para prajurit tersebut.


Kemudian, disaat trio pemburu dan Rafa hendak mulai bergerak untuk menyerang para prajurit dari sisi dalam gerbang, tiba-tiba dari arah istana, terlihat lebih banyak prajurit datang menuju ke arah mereka.


Bersama para prajurit itu terdapat dua orang yang sepertinya memiliki tingkatan yang lebih tinggi. Karena terlihat dari cara prajurit yang lain memperlakukan dan menghormati mereka.


Tampak seorang gadis penyihir dengan tongkat sihir berbentuk bulan sabit, dan satu lagi seorang pria kekar dengan sarung tangan yang memiliki pisau seperti cakar.


"Sepertinya dua orang itu memiliki senjata mistik" Rafa berbisik kepada trio pemburu setelah ia mengamati dengan seksama gadis penyihir dan pria bersarung tangan seperti cakar tersebut.

__ADS_1


"Bagaimana anda bisa tahu, nona Rafa?" Loujze bertanya masih dengan berbisik.


"Aliran Jiwa yang ada di tongkat sihir gadis itu punya pola yang aneh dan tidak alami" Rafa menjelaskan.


"Berarti kita harus berhati-hati" kali ini Deuxter yang berucap. "Kita tunggu dulu di sini seraya melihat perkembangan situasinya" tambahnya kemudian memberi perintah.


"Jadi tetap dalam posisi bersembunyi dan mengamati" Deuxter menambahkan lagi.


Akhirnya trio pemburu dan Rafa mengurungkan niat mereka untuk menunjukan diri. Mereka memutuskan untuk tetap bersembunyi dahulu seraya mengamati situasi sebelum mereka mulai menentukan tindakan selanjutnya.


Para pasukan dan dua orang tadi keluar melewati gerbang kecil disisi kiri gerbang besarnya.


Tampak pasukan yang tadi menyerang Axel, Sigurd, Corcette, dan Maserati segera mundur saat tampak pria dan gadis itu berjalan maju.


Area di depan gerbsng itu merupakan sebuah persimpangan jalan seluas empat kereta kuda berjejer. Di sisi seberang tembok gerbangnya langsung berdiri rumah pemukiman penduduk.


Tampak Axel, Sigurd, Corvette, dan Maserati memasang kuda-kuda siaga.


"Baru pertama kali ini aku melihat Yllgarian mengenakan pakaian dan senjata buatan manusia seperti itu. Dan terlebih bertarung berdampingan dengan manusia. Tanah mati itu benar-benar menakjubkan" ucap pria itu lagi seraya bertepuk tangan kecil.


"Hati-hati, sepertinya mereka adalah pengguna senjata mistik" ucap Axel lirih kepada ketiga rekannya yang lain.


Mendengar dugaan Axel, yang lain tampak lebih waspada. Mereka mengamati gerak-gerik dua orang tersebut dengan seksama.

__ADS_1


"Aku tahu kalian memiliki senjata dan peralatan tempur yang hebat. Yang bahkan mungkin bisa menandingi senjata mistik" pria bersarung tangan cakar itu terlihat berjalan mondar-mandir di depan barisan para prajurit.


"Tapi untuk berani datang ketempat ini, bahkan hanya dengan empat orang saja, kalian benar-benar terlalu percaya diri" ucap pria bersarung tangan cakar itu kemudian. "Jadi menyerahlah kalian, sebelum terlambat" tambahnya memberi peringatan.


Namun Axel, Sigurd, Corvette, dan Maserati masih belum juga membuka mulut menjawab.


"Berarti sudah ditentukan. Kita akan selesaikan semua ini dengan cepat" ucap pria bersarung tangan cakar itu yang kemudian memberi tanda pada para prajurit yang ada dibelakangnya untuk kembali menyerang.


Dan bersamaan itu pula, gadis bertongkat bulan sabit itu mengeluarkan sihir tanah yang dengan cepat mengunci pergerakan kaki lawannya.


Tembok tanah tipis tumbuh merambat mengunci kaki Axel, Sigurd, dan Maserati bahkan sampai setinggi pinggang, dengan sangat cepat. Namun tidak dengan Corvette. Yllgarian kelelawar itu berhasil menghindar dengan melayang di udara, beberapa saat setelah gadis penyihir tadi mengeluarkan sihirnya.


Sementara itu dengan sigap, Axel segera mengambil senjata laras panjangnya dari belakang punggung dan mengarahkan tembakannya ke gadis penyihir tersebut.


Namun tampak dinding tanah muncul dengan cepat di depan gadis itu. Melindunginya dari hantaman peluru yang ditembakan Axel.


Sedang pria bersarung tangan cakar tadi mulai mengarahkan kedua tangannya ke belakang. Dan kemudian muncul sebuah pusaran angin api dari ujung ssrung tangannya, yang mendorong tubuh pria itu kedepan dengan cepat. Sasarannya adalah Axel.


Namun Corvette dari atas, mulai mengarahkan pedang pendeknya ke pria bersarung tangan cakar tadi, dan kemudian menarik pelatuknya sebelum sempat menyentuh Axel.


Dan alih-alih peluru yang keluar dari pedang tersebut, malah separuh bagian dari bilah pedang tersebut yang lepas dan meluncur seperti sebuah anak panah.


Tampak di belakang bilah pedang yang meluncur tadi, sebuah tali besi tipis yang terus mengulur panjang tidak terputus.

__ADS_1


Karena melihat adanya serangan dari atas, pria bersarung tangan cakar tadi segera melakukan tangkisan. Dan begitu tangannya mengentuh potongan bilah pedang itu, dengan segera tubuh pria itu merasa seperti tersambar petir. Yang membuatnya terkejut dan kemudian jatuh lemas tersungkur di tanah.


-


__ADS_2