Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
Epilog Arc Kelima Part 2


__ADS_3

Tampak cuaca sangat cerah. Langit terlihat biru dan awan terlihat mengantung di beberapa tempat. Suasana di dataran rendah wilayah selatan itu sangat ramai dan meriah.


Ratusan orang tampak berkumpul ditempat tersebut. Baik manusia, maupun Yllgarian. Dan meski sebagian besar adalah rakyat wilayah Pharos yang kini disebut dengan wilayah pusat itu, juga masih cukup banyak warga dari wilayah dataran selatan yang hadir. Kebanykan dari distrik 1 dan distrik 2.


Mereka membangun sebuah panggung dari logam yang cukup lebar dan tinggi di dataran rendah selatan yang luas itu. Dengan tampak seperti balkon-balkon penuh tempat duduk, berdiri di sekitar panggung tinggi tersebut. Bersaf kebelakang.


Tampak duduk di balkon tersebut, para anggota parlemen, anggota kabinet, anggota pemerintahan provinsi, dan para utusan dari kerajaan tetangga. Sementara yang lain berdiri dibawah dihadapan panggung tinggi tersebut. Banyak pula para bangsawan selatan dan bangsawan utara yang juga ikut hadir.


Ratusan prajurit dikerahkan untuk berjaga. Terlihat hampir di setiap sudut dari wilayah tersebut dijaga ketat oleh puluhan prajurit. Baik manusia atau pun Yllgarian. Para jendral dan para pemimpin pasukan juga terlihat berada pada posisi-posisi tertentu di wilayah tersebut, ikut berjaga.


Sedang di panggung tinggi tersebut terlihat beberapa orang berdiri diatasnya. Namun yang jadi pusat perhatian adalah Lucia yang berdiri ditengah-tengah panggung tersebut.


Terlihat Lucia mengenakan pakaian kebangsawanannya. Sebuah gaun panjang dengan bentuk pundak terbuka berwarna merah gelap. Tampak perpaduan sulaman manik-manik dengan motif dua buah sayap berwarna emas pada bagian dada bentuk korset itu, membuat Lucia terlihat anggun.


Sedang dibagian pundaknya yang terbuka tadi, tampak sebuah pelindung berwarna hitam kusam yang terbuat dari serat resin-silkon yang menutupi hingga bagian leher dan punggung Lucia.


Pelindung yang lain, yang terlihat lebih keras dan kaku, tampak terpasang pada bagian lengan bawah. Merangkap serasi dengan sarung tangan panjang berwarna hitam bergaris emas yang Lucia kenakan.


Kemudian tampak pula terpasang di sisi kiri dan kanan pinggang, sebuah pelindung panjang yang juga berwarna hitam kusam. Berlapis-lapis hingga membuat gaun Lucia terlihat seperti mengembang di bagian pinggang ke bawah.


Dan meski tersembunyi dibalik gaunnya, Lucia juga masih mengenakan celana panjang berbahan serupa dengan seragam para prajurit yang lain. Lengkap dengan pisau kecil dan pistol di sisi kiri dan kanan pahanya.


Tidak ketinggalan sebuah pelindung tulang kering dan sepasang sepatu bot dengan hak tinggi seperti yang sering digunakan oleh para wanita bangsawan, yang khusus dibuat untuk Lucia.


Rambutnya yang sudah bertambah panjang itu, kini diikat anyam memanjang ke bawah. Warna emasnya seperti berkilauan dibawah sinar mentari.


Disamping kiri Lucia, berdiri seorang wanita Narva setengah baya yang terlihat anggun dengan tatanan rambut yang disanggul ke atas yang mengenakan gaun panjang mewah berwarna hijau gelap. Wanita itu adalah bibi Lucia, yang juga adalah ratu dari kerajaan Elbrasta.


Kemudian disisi kanan sedikit dibelakang, berdiri seorang gadis Narva dengan rambut sepanjang punggung, tergerai indah. Berpakaian jauh lebih sederhana dibanding dua perempuan lainnya. Sebuah gaun polos selutut, berwarna putih gading yang terlihat melambai pelan saat tertiup angin. Gadis itu adalah Luque.


Kemudian berdiri sedikit di depan Lucia, terlihat Jean dan Caspian dengan pakaian ksatria bangsawan mereka. Terlihat waspada mengawasi area sekitar.


Dibelakang mereka berlima tadi, tampak deretan kursi yang sebagian besarnya terisi. Ada Orland dan Amithy, duduk di ujung kursi sebelah kiri. Kemudian Nata dan Aksa, yang duduk di ujung kursi sebelah kanan.

__ADS_1


Sedang Lily dan Val berada di menara jaga tepat di sebelah panggung tersebut, ikut berdesakan bersama dengan Yvvone, Talos, dan trio pemburu.


Sebenarnya itu adalah tempat untuk trio pemburu berjaga. Karena mereka mendapat tugas sebagai penjaga dalam acara tersebut. Namun karena tidak ingin berada di pusat perhatian, Lily dan Val yang telah disiapkan tempat duduk di atas panggung bersama Aksa dan Nata menolak, dan memutuskan untuk ikut berjaga bersama trio pemburu. Dan kemudian Yvvone dan Talos pun ikut bergabung.


.


Kemudian sebelum matahari berada tepat ditengah-tengah langit, terdengar suara lonceng berbunyi nyaring. Menandakan acara penobatan Lucia sebagai seorang ratu telah dimulai.


Ratu Elbrasta berjalan maju ke ujung depan panggung. Dan dengan segera semua orang berhenti berbicara dan memperhatikan panggung dengan seksama.


Suasana menjadi sunyi saat sang ratu mulai berbicara.


"Hari ini, aku hadir ditempat ini bukan sebagai seorang ratu. Melainkan sebagai seorang bibi, dan juga wakil dari leluhur Elbrasta, untuk memberikan restu kepada satu-satunya putri dari almarhum raja Albert Elcira Elbrasta keempat, atas wilayah yang baru saja dibangunnya.


"Dan bersama dengan ini, semoga Lucia Eleanor Elbrasta kelima, akan selalu memperoleh perlindungan dan diberkahi kebijaksanaan para raja Elbrasta sebelum dia"


Kemudian Cornelius muncul dari belakang panggung, membawa seperti sebuah nampan logam mengkilat dengan sebuah pedang yang memiliki ukiran sayap burung pada gagang dan sarungnya, dan sebuah jubah yang terlipat rapi terletak diatasnya. Berjalan kesamping sang ratu.


Melihat hal tersebut, Lucia ikut berjalan maju, dan kemudian berlutut di hadapan sang ratu.


Lucia kemudian berdiri setelah menerima pedang tersebut. Lalu dengan bantuan Cornelius, sang satu juga memasangkan jubah beludru berwarna merah di punggung Lucia, saat gadis itu sudah kembali berdiri.


Terdengar suasana mulai menjadi sedikit riuh.


Pedang dan jubah itu adalah bentuk dari restu atau berkat yang diberikan keluarga Elbrasta untuk Lucia. Simbol akan sebuah kekuatan dan kekuasaan.


Tak lama kemudian tampak Luque mulai berjalan maju ke depan, setelah sang ratu berjalan mundur. Berdiri tepat di sebelah Lucia. Sementara Cornelius yang tadi kembali ke belakang panggun, kini sudah kembali muncul dengan membawa nampan yang sama. Hanya saja, kali ini sebuah mahkota berwarna emas yang diletakan di sebuah bantalan kain berwarna merah yang ada diatasnya.


Mahkota tersebut memiliki bentuk yang tidak seperti mahkota yang biasa ada di dikerajaan-kerajaan daratan Elder. Ukuran mahkota tersebut tidak terlihat simetris di bagian depan dan belakangnya. Begitupun bentuk dan ukirannya.


Sepintas mahkota tersebut terlihat seperti sebuah tiara, karena bagian samping dan belakangnya berukuran jauh lebih kecil dari bagian depannya. Hanya setengah lebar jari pria dewasa.


Sedang di bagian yang menutupi kening, memiliki tiga bentuk seperti runcing cula sebuah trisula kecil. Dengan bagian tengah terlihat lebih besar dan tinggi dibanding dua lainnya.

__ADS_1


Terdapat tiga buah permata yang tertatah di bagian tengah dari tiap-tiap cula tersebut. Permata bagian tengah berwarna merah, yang di bagian kiri berwarna biru, dan yang bagian kanan berwarna hijau. Terlihat sangat mencolok diantara warna emas yang menjadi dasar dari keseluruhan mahkota tersebut.


Dan setelah melihat sosok Cornelius yang berjalan mendekat, dengan segera Lucia kembali berlutut. Kali ini dihadapan Luque.


"Kita berkumpul di sini, hari ini, untuk menjadi saksi dan ikut merayakan sebuah momen penting yang akan tercatat dalam sejarah dunia ini.


"Dan dengan kedudukan ku sebagai Gadis Suci, aku memberikan berkatku dan mengakui wilayah ini sebagai sebuah kerajaan di atas daratan Elder.


"Juga kepada ratu yang yang akan menjabat, semoga dapat memimpin dengan arif dan mampu membawa kebaikan, bukan hanya untuk rakyatnya sendiri, namun juga untuk dunia ini"


Setelah itu Luque mulai mengambil mahkota tersebut dan memasangkannya di kepala Lucia. Seperti yang biasa dilakukan oleh imam besar atau kepala pendeta kuil, dalam tata cara penobatan raja yang biasa dihelat di wilayah daratan Elder.


Dan begitu menerima mahkota tersebut, Lucia bangkit berdiri dan berjalan menuju ujung depan panggung.


"Hari ini, aku menerima gelar dan juga tanggung jawab atas tahta dari kerajaan baru ini. Rhapsodia. Dan mulai hari ini dan seterusnya, tanah kita akan memasuki zaman kemakmuran yang baru. Semoga para dewa selalu membimbing langkah kita"


Dan setelah itu, Lucia menarik keluar pedang yang ia bawa dari sarungnya. Lalu mengangkatnya ke udara.


Riuh sorak-sorai dan tepuk tangan terdengar menyambut.


-


\=


Tercatat pada hari terakhir, bulan ke dua, di tahun ke seratus era Perdamaian Panjang, atau yang kelak disebut dengan masa keemasan kaum Narva, sebuah kerajaan baru yang dipimpin oleh seorang ratu berdiri ditanah mati Pharos.


Kerajaan yang kelak akan membawa perubahan besar pada dunia. Era kejayaannya akan dikenal sebagai yang terpanjang melebihi peradaban Leafcla.


Kerajaan itu bernama Rhapsodia. Yang nantinya akan berkuasa atas setengah daratan Elder, dan memberi kedamaian diatas daratan tersebut.


\=


Selesai.

__ADS_1


----iii-----


__ADS_2