Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
24. Daratan Selatan


__ADS_3

"Minggu depan kita akan menuju ke kota Varun untuk bertemu dengan saudara saya. Mateus. Dia adalah adik sepupu dari mendiang suami saya" ucap Amithy saat mereka tengah makan malam, sehari setelah Lily tiba di wilayah selatan.


"Apakah saudara anda orang yang berpengaruh di kota tersebut, nyonya Amithy?" Tanya Nata seraya menuangkan minuman dari teko perak ke dalam gelasnya.


"Dia adalah penguasa di wilayah Varun tersebut. Kita akan melakukan perjanjian dagang sebelum orang yang ku kuatirkan itu mulai bergerak" jawab Amithy yang tampak sedikit geram.


"Orang yang mengurusi perijinan melewati wilayah, itu?"


"Benar. Namanya Tyrion. Dia sangat licik. Jadi kita harus segera bergerak sebelum dia" jawab Amithy yang selalu bermuka masam bila berbicara tentang orang bernama Tyrion itu.


"Bukankah kota Varun itu bagian dari wilayah kerajaan Urbar, nyonya Amithy? Apakah tidak sama saja. Mau sekarang atau nanti, bila orang itu menginginkan, bukankah ijin kita tetap bisa dicabut olehnya" tanya Nata kemudian.


"Bila kita bisa membuat perjanjian dagang yang sudah mendapat persetujuan pusat, maka orang itu tak akan bisa melakukan banyak hal" jelas Amithy kemudian. "Karena berbeda dengan Elbrasta dan kerajaan utara pada umumnya, yang para bangsawan diberikan tanah hanya untuk mengaturnya saja. Dan semua aturan masih ditentukan dan diputuskan oleh pihak istana" Amithy menjedah.


"Di kerajaan Urbar ini tidak seperti itu. Tiap bangsawan sekelas Dux, memiliki pemerintahan sendiri atas wilayah mereka. Mulai dari pajak, aturan, sampai penentuan patokan harga suatu barang. Asal sudah lolos peninjauan dan di anggap tidak merugikan pusat" tutup Amithy seraya mengangkat gelas dan meneguk isinya.


"Oh, saya paham maksud anda. Jadi kita akan melakukan perjanjian disaat kita belum dianggap ancaman oleh pihak-pihak tertentu di kerajaan Urbar" ucap Nata yang dijawab Amithy dengan anggukan.


"Apa para bangsawan Dux tersebut membayar upeti ke pusat, nyonya Amithy?" Nata kembali bertanya seperti ingin memastikan.


"Benar. Berupa uang dan kewajiban menurunkan prajurit saat dibutuhkan" jawab Amithy yang kini sibuk memotong daging dalam piringnya.

__ADS_1


"Jadi mereka menggunakan sistem semi feodal. Menarik" ucap Nata kemudian. "Lalu secara keseluruhan, wilayah selatan itu seperti apa, nyonya Amithy?" Tanyanya kemudian.


Amithy terlihat meletakan garpu dan pisau diatas meja makan dan menatap kearah Nata, seperti melakukan persiapan untuk penjelasan panjang.


"Jelas sangat jauh berbeda dengan daratan utara. Dilihat dari besarnya daratan tersebut. Hampir dua setengah kali daratan utara. Wilayah yang dekat dengan tempat ini, yang mereka sebut region tengah ini saja ada tujuh wilayah berdaulat. Lima wilayah berbentuk kerajaan. Dua sisanya adalah bangsawan ksatria. Dua keluarga bangsawan tersebut memiliki kekuatan tempur setara kerajaan kecil" Amithy mulai bercerita.


"Tidak heran juga. Adanya banyak kerajaan dan wilayah berdaulat memang biasanya hasil dari runtuh atau terpecahnya sebuah kerajaan besar" Nata juga terlihat menunda acara makannya. Garpu dan pisau nya juga ia letakan diatas meja.


"Kemudian dari sisi strata sosial dan hirarkinya, mereka memiliki sedikit perbedaan dari daratan utara. Mereka terbagi menjadi tiga tingkatan kelas. Yang pertama Klerus. Yaitu para pendeta dan imam besar keagamaan. Lalu Bangsawan dan Ksatria. Dan sisanya adalah orang biasa. Juga beberapa peranakan campuran, yang tidak banyak kita temui di daratan utara" Amithy melanjutkan penjelasannya.


"Apa maksud anda peranakan campuran adalah keturunan dari percampuran kaum manusia? Seperti Morra dan Narva, atau Seithr dan Getzja?" Tanya Nata memotong penjelasan Amithy.


"Benar seperti itu. Kita jarang mendapatinya di daratan utara. Karena di utara mereka akan di kucilkan dari masyarakat. Mereka akan di pindahkan ke tanah selatan oleh keluarga mereka. Karena di selatan hal tersebut tidak terlalu dirisaukan" jelas Amithy panjang lebar.


"Ya, jadi hampir seluruh kerajaan selatan menempatkan Klerus diatas para bangsawan, bahkan diatas raja. Namun mereka tidak pernah masuk dalam masalah politik kerajaan. Mereka hanya mengurusi masalah aliran kepercayaan mereka. Tidak seperti Kuil Bintang Jatuh di Elbrasta yang memiliki tugas sebagai penasehat untuk pengambilan keputusan secara politik dalam kerajaan. Meski masih dibawah raja" lanjut Amithy.


"Saya tidak asing dengan sistem tersebut. Dan apa aliran kepercayaan daratan selatan sama dengan daratan utara?" Tanya Nata lagi.


"Tidak. Mungkin di beberapa wilayah masih ada yang menganut aliran Istar, Musvar, atau kepercayaan dewa-dewa seperti yang kebayakan dianut oleh masyarakat utara.


"Mereka memiliki cukup beragam kepercayaan di tiap region. Seperti di region selatan yang berdekatan dengan hutan Tua, mereka percaya dengan Siphar. Dewa kebudayaan Elf. Kemudian di barat mereka menganut kepercayaan Valigar. Yang percaya kepada tiga Bencana.

__ADS_1


"Dan yang mungkin adalah kepercayaan terbesarnya, ada di region tengah. Masyarakat region tengah menganut kepercayaan Tanah Suci. Tanah Suci Nezarad. Yang mereka percaya adalah pusat dari dunia ini. Karena itu juga lah mengapa region ini di sebut region tengah" Amithy menjedah.


Sementara Nata terlihat tertarik. Hingga ia tidak mencoba memotong penjelasan Amithy sama sekali.


"Tanah Suci itu terletak diantara tiga kerajaan yang selalu berperang. Urbar salah satunya. Dan dua kerajaan lainnya adalah; Aurga dan Jouren" lanjut Amithy.


"Aurga berada di sisi tenggara, Jouren berada disisi barat, dan Urbar berada disisi utara dari tanah suci tersebut. Dan sisa kerajaan lain ada di barat Jouren dan Urbar. Ada kerajaan Durahan dan Galasium, yang berbagi perbatasan satu sama lain dan juga dengan kerajaan Jouren. Dan di paling barat ada wilayah dua keluarga bangsawan ksatria, sebelum tanah suku Azorgia dibalik gurun pasir.


"Dua keluarga bangsawan ksatria itu adalah; Rox Maxmilliam, dan Rozarria Dalmasca. Sedangkan di sisi timur kerajaan Aurga adalah tanah bebas Azure" Amithy menutup penjelasan panjang nya tentang daratan selatan.


"Oh, jadi ada disitu, tempat yang bernama tanah bebas Azure. Kupikir selama ini ada di dataran Utara" ucap Nata yang baru menyadari sesuatu.


"Bukan. Tanah bebas Azure ada di daratan selatan. Tak akan ada yang berani menduduki wilayah tanah tersebut. Hingga akhirnya tanah itu disebut tanah bebas" Amithy kembali menjelaskan.


"Kenapa demikian? Apa tanah itu sama matinya dengan tanah Pharos?" Tanya Nata penasaran.


"Tanah itu berbatasan dengan wilayah Elf marga Azuar. Marga itu terkenal tidak suka diusik. Apa lagi oleh manusia. Itu juga lah alasan kenapa tanah itu dinamai Azure. Karena Azure berarti kepemilikan Azuar" ucap Amithy yang kini sudah mulai mengangkat garpu dan pisaunya kembali.


"Oh, saya pernah mendengan nama marga itu. Bukankah, itu marga yang menciptakan gelang Scion?"


"Benar. Semenjak peperangan besar Elf selesai, mereka menutup diri diwilayah mereka di ujung timur daratan selatan itu" jawab Amithy yang sudah mulai sibuk dengan acara makannya.

__ADS_1


"Ternyata daratan Elder ini lebih besar dari yang ku duga. Kupikir daratan utara adalah daratan terbesar di Elder ini. Tapi ternyata daratan selatan jauh lebih besar" ujar Nata yang kemudian ikut melanjutkan acara makan malamnya.


-


__ADS_2