Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
24. Menyerah


__ADS_3

Tampak dalam kawanan hewan tersebut ada Antelop Cinder, Babihutan Taring Hitam, Kambing Hutan Edo, Burung Dodo, dan seperti seekor gorila yang tingginya dua kali orang dewasa, dengan bentuk kulit seperti sebuah batu vulkanik. Hewan itu adalah hewan mistik Gargantuan yang tinggal dan membuat sarang di hutan Sekai. Selain itu masih banyak lagi hewan-hewan liar hutan Sekai, seperti harimau dan rusa.


Hewan-hewan tersebut seperti sedang mengamuk mengejar para prajurit. Dan bila ada prajurit yang berlari lambat, maka ia akan segera diterkam oleh para harimau. Dan bila ada yang terjatuh, maka ia akan mati konyol terinjak ratusan hewan-hewan tersebut.


Guan ingin menyerang kawanan hewan buas dan hewan mistik itu, namun ia kuatir akan mengenai prajurit yang lain. Maka mau tak mau, ia harus mendekat dan mengeluarkan serangan dari dekat.


Karka dan Krios terlihat berlari diantara prajurit yang sedang menghindari kawanan hewan tersebut.


"Guan, tahan hewan-hewan tersebut" ujar Karka saat ia melihat Guan didepannya.


Segera setelah dirasa sudah cukup dekat, Guan langsung menghantamkan palunya ke tanah dan membuat kawanan hewan tadi terlempar dan jatuh. Meski tidak melukai para hewan tersebut, namun setidaknya Guan berhasil menghambat para hewan buas dan hewan mistik tersebut.


Namun tidak terlalu lama. Hewan-hewan itu kini sudah kembali berdiri dan mulai kembali berlari kedepan. Dan kali ini tampak mereka marah. Beberapa Antelop Cinder tampak mengeluarkan sihir kearah Guan. Sihir bola api.


Sedang Gargantuan sendiri memiliki kulit yang sangat keras. Sehingga serangan Karka dan Krios yang berada disamping Guan untuk membantu menghadang hewan-hewan tersebut, tidaklah berarti.


Dan disaat tiga Juara kerajaan Urbar itu berusaha mati-matian menghadapi puluhan hewan mistik kelas tiga itu, tiba-tiba muncul para Yllgarian burung hantu dan Yllgarian kelelawar yang ikut menyerang mereka bertiga dari udara.


"Dasar para Yllgarian licik!" Ujar Krios yang tampak kesulitan menghadapi serangan dari atas, juga dari bawah secara bersamaan.


Dan tidak hanya terhadap Gargantuan saja, namun sabetan pisau tak kasat mata dari tombak kapak Krios juga tidak terlalu berdampak saat mengenai baju pelindung para Yllgarian.


Sementara Karka hanya bisa melemparkan satu kapak saja untuk menyerang para Yllgarian tersebut, karena yang satu lagi ia gunakan untuk menahan serangan hewan mistik yang ada di sekitarnya.

__ADS_1


Sedang Guan sendiri hanya bisa menghalau hewan-hewan yang hendak menyerang nya dan teman-temannya. Karena ia tidak memiliki serangan jarak jauh untuk menyerang para Yllgarian itu.


Sisa kawanan hewan yang lain tampak kembali mengejar para prajurit yang masih berlari untuk menyelamatkan diri.


.


Melihat kawanan hewan yang masih terus mengejar itu, para prajurit kerajaan Urbar tersebut terus berlari hingga tiba di bibir pantai. Namun setelah melihat kapal-kapal kecil mereka semua rusak dan terbakar, maka tidak ada jalan lain lagi bagi mereka kecuali berenang ke lautan menuju ke kapal besar mereka melempar jangkar di perairan dalam.


Dan saat itulah Yllgarian burung hantu dan Yllgarian kelelawar yang sedang menyerang tiga Juara Urbar itu membagi kelompok untuk juga melakukan serangan ke para prajurit yang sedang berenang tadi dari atas. Mereka menukik dengan pedang ditangan, saat para prajurit itu tidak bisa melakukan apapun di atas air.


Ketiga pengguna senjata mistik itu tidak bisa berbuat apa-apa melihat prajurit mereka dibantai tanpa ampun. Karena meskipun dengan senjata mistik, namun menghadapi sebegitu banyak hewan mistik tetap membuat mereka kualahan. Ditambah para Yllgarian yang terus menyerangnya dari udara.


Lalu disaat Krios sedang lengah karena mulai kehabisan stamina, salah satu Yllgarian kelelawar berhasil menyentuhkan pedang beraliran listrik pelumpuh ke tubuhnya. Dan seketika itu juga tubuh Krios terasa lemas tak berdaya. Tombak kapaknya terlempar jauh saat ia terjatuh.


Hal ini segera disadari oleh Guan dan Karka yang segera berlari melindungi, saat seekor Gargantuan siap meremuk tubuh Krios yang sedang tidak berdaya.


"Kalian bisa menyerah dan menyerahkan senjata mistik kalian pada kami jika kalian mau hidup" tiba-tiba terdengar salah satu dari Yllgarian burung hantu yang memiliki aksen berwarna hijau di bagian pundak pakaiannya itu, berucap.


"Sialan, dasar Yllgarian hina!" Karka mengumpat kepada Yllgarian tersebut, seraya berusaha menahan serangan bola api dari salah satu Antelop Cinder dengan kapak ditangan kanannya.


"Itu pilihan dan resiko kalian sendiri, untuk datang menyerang tempat ini" Yllgarian burung hantu itu menjawab. "Sebelumnya kami tidak berencana untuk menyisakan satupun dari kalian. Namun melihat usaha keras kalian untuk tetap bertahan hidup dan untuk melindungin nyawa rekan kalian, maka kami memikirkan ulang untuk memberi kalian kesempatan" tambahnya kemudian.


"Bila kau ingin membunuh kami, sudah cepat bunuh kami. Jangan banyak omong" Karka menyahut dengan nada ketus, seraya berusaha menghindari puluhan bola api lain yang mengarah kepada dirinya.

__ADS_1


"Yah, itu semua memang terserah kalian. Kalian akan memilih harga diri atau nyawa, itu terserah kalian" ujar si burung hantu itu tampak acuh.


"Apa perkataan mu bisa dipercaya?" Tiba-tiba Guan bertanya memastikan ke Yllgarian burung hantu tersebut, setelah ia berhasil memukul mundur satu Gargantuan kebelakang.


"Guan? Apa yang kau lakukan? Kau ingin menyerah kepada para Yllgarian busuk itu?" Tampak Karka tidak percaya dengan apa yang sedang dilakukan Guan saat ini.


"Apakah perkataan mu bisa dipercaya?" Guan mengulang pertanyaannya untuk Yllgarian burung hantu, tanpa memperdulikan ucapan Karka.


"Kau bisa memegang kata-kataku. Karena kalian telah membuktikan bahwa kalian memiliki keinginan untuk hidup yang kuat" ucap si Yllgarian burung hantu itu kemudian.


Guan tampak menatap Karka dengan tajam, dan kemudian menghadap ke arah Yllgarian burung hantu tadi sambil berkata, "kami menyerah" Guan sadar mereka bertiga tidak akan bisa lolos dari tempat ini hidup-hidup bila tidak menyerah.


Wajah Karka terlihat tidak terima. Begitu pula Krios yang kini sudah kembali sadar. Tampangnya juga menyiratkan rasa tidak terima atas keputusan Guan. Tapi karena pemimpin mereka sudah memutuskan, maka mereka hanya bisa patuh mengikutinya.


Sementara setelah mendengar ucapan menyerah dari Guan, Yllgarian burung hantu itu segera memberi tanda pada temannya yang lain untuk bersiap. Kemudian ia memberi perintah kepada Guan. "Buat serangan untuk menahan para hewan mistik tersebut, kemudian buang senjata mistik kalian ke tanah. Kami akan mengangkat kalian dari sini"


Tampak Guan mengangguk paham. Dan setelah pria itu mengeluarkan serangan yang membuat hewan-hewan tersebut terdorong mundur ke belakang, segera ia membuang palunya ke tanah. Tampak Karka juga melakukan hal yang sama meski terlihat enggan. Sementara Krios memang sudah kehilangan senjata mistiknya sejak ia terkena listrik pelumpuh tadi.


Dan tak menunggu lama, beberapa Yllgarian burung hantu segera menyambar tiga orang itu menjauhkannya dari hewan-hewan tersebut.


-


Sementara menunggu para hewan untuk kembali tenang agar mudah untuk kembali dikendalikan, para Yllgarian mengurung tiga Juara kerajaan Urbar itu dalam sebuah kurungan besi yang diletakan diatas sebuah batu karang di sisi selatan pantai Sekai. Para Yllgarian tidak ingin mengambil resiko dengan membawa mereka ke dalam hutan.

__ADS_1


Dan setelah itu para Yllgarian siap mengirim kabar, bahwa serangan dari kerajaan Urbar ke pesisi pantai timur berhasil ditahan. Dan tiga senjata mistik berhasil didapatkan.


-


__ADS_2