
Kemudian mereka mengantar Talos ke dalam gua di dasar Ceruk Bintang, untuk memeriksa dinding yang tersegel di dalamnya. Ditemani Rafa, Couran, dan Go.
Sementara Aksa, Nata, Lucia, Orland, dan Luque, bersama Yvvone dan Seigfried, mengadakan pertemuan di tenda Aksa dan Nata. Untuk menyampaikan kabar yang mereka berdua dapat dari kerajaan Elbrasta.
-
"Jadi apa yang ingin anda ceritakan, nona Yvvone?" Lucia bertanya ketika mereka semua sudah duduk nyaman di dalam tenda.
"Morra ini yang akan bercerita" Yvvone menatap kearah Seigfried.
"Kenapa mesti aku? Kau saja" balas Seigfried yang terlihat kaget dan kesal.
"Padahal sudah ku kasih kesempatan. Dasar manusia tidak bermasa depan" celetuk Yvvone kemudian. Yang hanya di tanggapi dengan tatapan bingung oleh yang lain. "Baiklah kalau begitu. Aku yang akan cerita" lanjutnya.
"Mungkin anda sudah mendengar tentang pemberontakan kerajaan Elbrasta. Dan kekalahan pihak istana" Yvvone berucap lagi.
"Kami sudah mendengarnya" Orland menjawab.
"Kami hampir dua minggu lebih berada di kotaraja, saat kejadian itu terjadi" Yvvone melanjutkan. "Dan ketika kami sedang mencari tahu informasi tentang Delapan Penjaga, tanpa sengaja kami juga mendapat informasi tentang apa yang sedang terjadi di kotaraja tersebut. Yang mengatakan bahwa pemberontakan tersebut, adalah sebuah kudeta terselubung" jelasnya kemudian.
"Maksud anda?" Terdengar Lucia tampak tidak paham dengan maksud dari kata-kata Yvvone.
"Jadi Morra ini," Yvvone menunjuk kearah Seigfried, "dia mengenal seorang Penghubung dunia bawah yang bekerja untuk orang dalam kerajaan. Yaitu Sefier" imbuhnya.
"Oh, aku mengenal orang itu. Dia adalah penasehat raja yang baru" Lucia berucap.
"Tapi bukan hal aneh bila orang dalam kerajaan memiliki hubungan dengan dunia bawah. Apa lagi seorang penasehat" Orland menambahi.
"Ya, aku tidak akan menilai kalian, manusia, menganggap itu aneh atau tidak, tapi sebagian perintah yang diberikan oleh Sefier kepada Penghubung itu, untuk membantu pihak pemberontak" Yvvone melanjutkan penjelasannya.
"Maksudnya?" Orland dan Lucia bertanya nyaris bersamaan.
"Tuan Penasehat, memerintahkan serikat petarung dan pemburu dunia bawah untuk menyelundupkan senjata dari wilayah Estrinx dan wilayah Cilum, untuk keluarga Roxan dan Voryn" tiba-tiba Seigfried yang terlihat tidak sabar pun berucap mencoba untuk menjelaskan.
"Ku bilang kan, lebih baik kau saja yang bercerita" Yvvone menyahut dengan ketus.
__ADS_1
"Jadi maksud mu, Sefier memberi bantuan senjata kepada para bangsawan untuk menyarang istana?" Orland bertanya seolah sedang memastikan.
"Benar, tuan Orland. Bahkan menurut kenalan saya, tuan Penasehat juga mengirimkan sebuah gulungan rahasia untuk krluarga Roxan. Dan karena penasaran, kenalan saya mencoba untuk membuka dan melihatnya, sebelum kemudian menutupnya kembali dengan segel tiruan" Siegfried bercerita. "Dan gulungan tersebut berisi peta jalur rahasia istana" tambahnya lagi.
"Benarkah?" Terlihat Orland cukup terkejut. "Selama ini kecurigaan ku hanya tertuju kepada Grevier saja. Tidak kusangka" ucapnya kemudian.
Sementara Lucia hanya terdiam. Ia seperti sedang membayangkan sesuatu.
"Kalau perihal itu, tuan Penasehat selalu menggunakan atas nama tuan Grevier untuk perintah dan permintaannya di dunia bawah. Entah itu yang sebenarnya atau tidak" ucap Siegfried menjelaskan. "Dulu, kelompok saya juga diperitah atas nama tuan Grevier saat harus melakukan penangkapan terhadap Elf yang satu ini" lanjutnya seraya menatap kearah Yvvone yang juga sedang menatapnya balik dengan sinis.
"Jadi memang mereka berdua berhubungan?" Kali ini Lucia bertanya dengan wajah tidak percaya.
Seigfried tidak menjawab.
"Lalu apa kalian mendengar kabar tentang Grevier, saat istana berhasil di tembus?" Orland bertanya kemudian.
"Kami hanya mendapat kabar bahwa sang raja wafat disaat penyerangan tersebut. Hanya itu saja" Seigfried menjawab cepat.
Lucia yang kembali terdiam, terlihat mulai cemas. Kemudian menatap kearah Nata yang sedari tadi tidak berkata-kata. Tampak ia sedang berpikir.
"Apa kau pikirkan mereka yang merencanakan semua pergerakan yang ada di daratan ini, Nat?" Tanya Aksa seraya menatap kearah Nata. Dari wajah yang dibuat oleh Nata, ia tahu bahwa sahabatnya itu sedang mengalami kebingungan.
"Entahlah. Sepertinya masih ada ketidak cocokan antara rencana pencarian gelang dengan masalah di kerajaan Elbrasta" Nata menjawab dengan ragu. Sikap yang jarang sekali ia perlihatkan.
"Lalu, apa kalian mendapatkan informasi tentang orang-orang yang sedang mengumpulkan gelang Scion?" Nata melanjutkan dengan pertanyaan kepada Yvvone dan Siegfried.
"Ya. Tidak banyak sih, tapi masih cukup membantu. Sekarang sudah dapat dipastikan, bahwa Delapan Penjaga lah yang selama ini mencari gelang-gelang tersebut" terlihat Yvvone menjawab "kami juga berhasil mengetahui siapa saja angota mereka. Ayo keluarkan gulungan kertasnya" lanjutnya seraya memerintah Seigfried.
Kemudian dengan bersungut-sungut, Siegfried mengeluarkan sebuah gulungan kertas dari dalam tas selempangnya. Dan kemudian menyerahkannya ke Orland. Orang yang duduk paling dekat dengannnya.
"Lalu bagaimana mereka bisa menemukan gelang tersebut?" Nata melanjutkan pertanyaannya disaat Seigfried mengeluarkan gulungan kertas tersebut.
"Entahlah. Untuk yang itu aku belum mengetahuinya" Yvvone segera menjawab.
"Apa maksud mu dengan gelang itu, adalah gelang marga Azuar?" Tanya Luque kemudian. Karena ia mendengar sesuatu yang ia tahu.
__ADS_1
"Apa anda mengetahui sesuatu soal gelang tersebut?" Nata segera bertanya. Ia dan Yvvone terlihat berharap Luque mengetahui sesuatu.
"Setauku, nona Stellar sendiri yang menyembunyikannya. Tidak ada yang mengetahui posisinya" Luque menjawab.
"Kalau hal itu kami sudah tahu. Tapi masalahnya, sekarang ada orang yang bisa menemukan gelang-gelang itu dan sedang mengumpulkannya kembali" Nata membalas.
"Mencoba mengumpulkan gelang-gelang marga Azuar?" Luque terlihat terkejut mendengar hal tersebut. "Gelang-gelang itu adalah senjata yang sangat berbahaya" tambahnya kemudian.
"Benar. Dan menurut anda, bagaimana mereka bisa menemukannya?" Nata menjawab, yang ia sambung dengan pertanyaan.
Luque terlihat mengerutkan dahi nya. Kemudian diam seperti sedang mengingat sesuatu.
"Tapi ini hanya ada tujuh" tiba-tiba Aksa berucap setelah ia membaca isi gulungan dari Seigfried tadi. Yang mengejutkan orang lain di dalam perkemahan itu.
"Apanya yang tujuh, Aks?" Nata terlihat penasaran.
"Anggota Delapan Penjaga, kenapa jumlah nya tujuh" Aksa menjawab pertanyaan Nata. Seolah hal tersebut lebih penting dari bagaimana cara kelompok ksatria lepas itu menemukan gelang Scion.
"Kalau cuma karena itu saja, kenapa kau mesti bersikap berlebih seperti itu sih, Aks?" Nata tampak sewot.
"Benar, mereka hanya bertujuh. Kerena anggota terakhir mereka adalah ajudan tuan Penasehat. Getjza wanita bernama Edea" Seigfried menjawab.
"Oh, aku pernah melihat wanita itu" Orland seperti mencoba memberi bukti keberadaan Edea.
Kemudian terlihat Luque terkejut setelah ia melongokan kepalanya untuk membaca isi gulungan kertas yang sedang di pegang oleh Aksa di sebelahnya.
"Kenapa, nona Luque?" Nata yang tidak sengaja melihatnya, tampak penasaran saat mendapati sikap Luque tersebut.
"Tidak. Aku hanya menemukan nama orang yang ku kenal di dalam daftar nama tersebut" Luque menjawab.
"Siapa?" Dengan cepat Yvvone bertanya. Karena kemungkinan apa yang diketahui Luque bisa menjadi sebuah petunjuk baru buatnya.
"Noel. Tapi dia adalah Elf dari marga Vaelum" jawab Luque kemudian.
"Kelompok Delapan Penjaga memang terdiri dari berbagai macam kaum. Ada Morra, Narva, Getzja, dan Seithr. Tapi tidak ada Elf ataupun Yllgarian" Seigfried menjelaskan.
__ADS_1
"Mungkin hanya sama nama saja" ucap Luque kemudian.
-