
Sementara di pesisir timur, tampak trio pemburu, dan beberapa penyihir ikut bergabung dengan para Yllgarian untuk menghadang pasukan kerajaan Urbar yang hendak menyerang dari tempat tersebut.
Pasukan kerajaan Urbar yang datang dari laut timur ini sebanyak 15 kapal yang diperkirakan totalnya adalah 600 prajurit dan penyihir.
Sedang para Yllgarian hanya berjumlah 120 prajurit. Yang terdiri dari 30 prajurit di regu klan Phanta si macan kumbang, lalu 20 prajurit di regu klan Tauron si banteng. Kemudian ada 25 prajurit di regu klan Diphy si kelelawar, dan 30 prajurit di regu klan Strigi si burung hantu. Terakhir 15 prajurit di regu klan Ursa si beruang. Disamping tambahan 10 penyihir.
Jadi keseluruhan kekuatan dalam peperangan di sisi timur ini adalah 600 prajurit melawan 130 prajurit.
Maka untuk mengakali perbedaan jumlah kekuatan tersebut, Nata membuat rencana memanfaatkan medan wilayah sebagai keuntungan untuk memenangkan peperangan tersebut.
Mereka sudah mempersiapkan jebakan disekitaran pantai timur dan hutan Sekai. Juga membuat tempat-tempat perlindungan rahasia di sekitaran bekas puing-puing desa Sekai dan tempat para penambang.
Mereka akan menjalankan taktik menyerang dan bersembunyi. Memancing prajurit lawan menuju kearah jebakan terpasang.
.
Tampak pemimpin regu sedang melakukan pertemuan di tenda yang dibuat di bekas puing-puing desa Sekai. Yang sekarang sudah terlihat seperti sebuah benteng kecil, dengan tumpukan batu dan dinding dari tanah berdiri cukup tinggi menghadap kearah laut.
Dibagian atas dari dinding-dinding tersebut, tampak berjajar senapan bertenaga tekanan udara, sama seperti yang dimiliki Huebert. Lengkap dengan tabung udaranya dan tempat untuk menampung pasak besi yang akan dijadikan sebagai peluru.
"Apa persiapan di mulut hutan sudah selesai, Jag?" Tanya Yllgarian serupa banteng kepada Yllgarian macan kumbang.
"Sudah selesai semuanya" jawab Yllgarian macan kumbang tersebut yang masih berusaha memasang baju pelindung.
Para Yllgarian itu juga mengenakan baju pelindung dengan bahan yang sama dengan baju pelindung yang dikenakan oleh para prajurit Pharos. Hanya saja untuk mereka, bentuk dan ukurannya disesuaikan berdasarkan klan masing-masing.
"Apa tangki-tangki untuk penembak api juga sudah siap, Cor?" Yllgarian banteng itu melanjutkan bertanya pada Yllgarian kelelawar.
"Persiapan tangki penembak api, juga bom asap sudah selesai" Yllgarian kelelawar itu menjawab saat tampak Duexter memasuki tenda mereka.
"Tuan Lexus, saya mau memberi kabar bahwa pekerjaan tuan Selene sudah selesai" ucap Deuxter memberikan laporan pada pemimpin dari keseluruhan pasukan gabungan tersebut.
__ADS_1
"Terima kasih, tuang Deuxter. Berarti sekarang saatnya kita memberi pelajaran kepada orang-orang yang tidak pernah belajar itu" ucap Yllgarian banteng bernama Lexus itu.
"Evora, Corvette, Maserati, Jaguar, semoga langit memberimu kekuatan dan bumi memberimu tempat. Yggdra menyertai kalian" ucap Lexus mendoakan para sahabatnya sebelum memasuki medan perang.
Ada Evora si burung hantu, pemimpin regu klan Strigi.
Corvette si kelelawar, pemimpin regu klan Diphy.
Maserati si beruang, pemimpin regu klan Ursa.
Dan Jaguar si macan kumbang, pemimpin regu klan Phanta.
"Yggdra menyertaimu" jawab balik dari ke empat pemimpin yang lain kepada Lexus, sebelum mereka meninggalkan tenda untuk menuju keposisi masing-masing.
-
Tampak kapal-kapal kecil mulai keluar dari kapal besar kerajaan Urbar yang sudah membuang jangkarnya di perairan dalam di sekeliling pantai Sekai tersebut.
Perlahan namun pasti puluhan kapal-kapal kecil itu mulai mendarat. Dan para Yllgarian banteng mulai menyerang dengan senapan bertekanan udara begitu para prajurit lawan menginjakan kaki di pantai tersebut.
Puluhan pasak besi yang ditembakan dari tempat perlindungan yang dibangun di desa Sekai itu sudah tidak ada artinya lagi. Tak ada satu pun yang bisa menembus tameng prajurit kerajaan Urbar tersebut.
Namun tak lama kemudian, formasi tersebut mulai rusak. Karena jebakan penjepit kaki dari besi yang banyak ditanam di pasir di pantai tersebut, mulai bekerja. Para prajurit itu tidak terlalu memperhatikan apa yang dikubur dibalik pasir pantai yang mereka lalui.
Dan begitu formasi tersebut mulai rusak, serangan pasak besi sebelumnya mulai menembus pertahanan prajurit Urbar.
Puluhan prajurit kerajaan Urbar jatuh karena jebakan tersebut. Sementara lebih banyak lagi prajurit yang jatuh karena pasak besi yang menyerang mereka secara bertubi-tubi.
Menggantikan suara berisik logam beradu yang sebelumnya terdengar, menjadi suara teriakan prajurit yang terluka karena penjepit besi dan juga pasak besi.
Sedang karena jarak antara pesisir pantai dan desa Sekai yang cukup jauh, maka baik anak panah ataupun tembakan sihir api, es, angin, dan batu dari pasukan kerajaan Urbar tidak dapat menyentuh tempat persembunyian para Yllgarian. Membuat mereka hanya bisa bertahan ditempat tanpa bisa melakukan serangan balik.
__ADS_1
.
Kemudian terlihat turun dari kapal kecil yang baru saja mendarat di pantai tersebut, seorang pria Narva berotot, berambut cepak acak-acakan, yang mengenakan pakaian para ksatria namun sangat sedikit menggunakan plat besi pelindung. Tampak memanggul sebuah palu berukuran sangat besar dipundak kanannya.
Pria tersebut menuruni kapal dan berjalan kedepan dengan santai, seolah ia tidak sedang berjalan ditengah medan peperangan.
Pasak besi tampak terpental saat menghantam tubuh pria tersebut. Dan hanya meninggalkan bekas seperti retakan-retakan aneh pada tubuh pria itu. Seperti sebuah retakan pada lumpur yang mengering.
"Pengguna senjata mistik sudah muncul" ujar Huebert dari sebelah Lexus, diantara para pengguna senapan.
"Benar. Berhati-hatilah. Dan bersiap untuk meninggalkan tempat ini" Lexus menanggapi ucapan Huebert sekaligus memberikan perintah.
Sementara itu, setelah mendapat posisi yang pas, pria Narva tadi mulai mengayunkan palu besarnya dan menghantamkan ke tanah. Terdengar suara menggelegar saat palu tersebut menyentuh permukaan tanah.
Lalu, seperti ada gelombang dari bawah yang mendorong permukaan tanah disekitar pria itu naik keatas beberapa saat sebelum kemudian kembali turun lagi seperti semula. Seolah tanah menjadi lunak dan lentur.
Dan gerakan tanah yang terdorong keatas dari dalam itu tampak seperti riak air. Bergerak meluas, dan menerbangkan segala hal yang ada di atas lajunya.
Gelombang itu terus bergerak hingga sampai ke persembunyian para Yllgarian. Dan melemparkan segala hal yang ada ditempat persembunyian tersebut ke udara.
Semua senjata yang tadi terpasang berjajar diatas tembok batu tampak berserakan diberbagai tempat. Tak ubahnya para Yllgarian dan Huebert yang ada ditempat tersebut.
Tenda-tenda yang dipasang di sekitaran desa Sekai itu roboh semuanya. Bahkan beberapa tembok batu juga tampak runtuh.
Pria Narva pengguna senjata mistik tadi kembali memanggul palunya ke atas pundak. Dan kemudian berteriak memerintah para prajurit yang tampak dalam posisi bertahan di belakangnya.
"Maju!"
Dan dengan segera, suara riuh teriakan para prajurit kerajaan Urbar itu, memecah kesunyian yang sempat terjadi setelah serangan pria berpalu tadi. Kemudian mereka mulai berlarian menyerbu ke tempat persembunyian para Yllgarian.
Sementara itu para Yllgarian banteng tadi melarikan diri menuju ke arah hutan Sekai meninggalkan tempat persembunyian mereka yang sekarang sudah hancur berantakan.
__ADS_1
Namun para Yllgarian itu berlari tidak cukup kencang, agar para prajurit lawan masih bisa melihat ke arah mana mereka berlari.
-