Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
05.5 Yvvone Story : Dua Penyusup


__ADS_3

Pagi-pagi, dua hari kemudian. Salah satu penjaga Yllgarian dari klan Diphy memberi kabar bahwa prajurit kerajaan Elbrasta sudah berbaris di depan bibir hutan.


Namun karena para Yllgarian itu sudah siap. Mereka segera menghadang para prajurit tersebut tepat di bibir hutan.


"Kurasa kita perlu menuju ke bibir hutan sekarang, Morra" ujar Yvvone mengajak Seigfried.


"Kenapa kau masih memanggilku dengan sebutan Morra. Bukankah kau sudah tahu siapa namaku" terdengar Seigfried mengeluh.


"Kau juga memanggilku dengan sebutan Elf. Sudah ayo kita berangkat sekarang" ujar Yvvone tidak mengambil pusing keluhan Siegfried.


"Tapi kau harus berjanji untuk melindungiku. Dan membiarkan aku pergi setelah semua ini berakhir"


"Iya" jawab Yvvone seraya berjalan menuju gerbang desa untuk pegi ke bibir hutan.


Namun tiba-tiba saat Yvvone baru saja menginjakan kakinya keluar gerbang, terdengar suara benda jatuh yang sangat keras hingga mengejutkan gadis Elf dan pria Morra tersebut. Kemudian Yvvone memutuskan untuk memeriksanya.


Tampak beberapa prajurit Yllgarian yang masih berada di desa sudah mengepung dua sosok orang yang kini berdiri di atas tanah yang tampak hancur mencekung kebawah. Ditengah-tengah desa tersebut.


"Siapa kalian? Apa yang kalian inginkan di desa ini?" Tanya salah satu prajurit berwujud beruang coklat yang sepertinya memiliki pangkat yang tinggi.


Tampak dua sosok yang dikepung prajurit Yllgarian itu adalah seorang perempuan Narva dengan pakaian seperti seorang penyihir berwarna biru gelap, dengan sebuah tongkat sihir ditangannya. Namun tidak seperti tongkat sihir pada umumnya yang terbuat dari kayu, tongkat tersebut terbuat dari logam berwarna emas. Terpasang sebuah kristal kuning dibagian ujung atasnya. Dan terdapat lempengan logam seperti sebuah sirip ikan, tipis memanjang mengerucut dibagian bawahnya. Seperti kepala anak panah yang rusak sebelah.


Sedang yang satu lagi seorang pria Morra yang sepertinya adalah seorang ksatria. Rambutnya dipotong cepat dengan garis muka yang terlihat tegas. Hidung dan mulutnya tertutup cadar. Membawa sebuah tombak yang ujungnya terlihat seperti bilah kapak. Plat besinya yang berwarna perak dengan ornamen berwarna emas yang dikenakanya itu, tampak sangat mencolok dibawah sinar matahari.


"Itu dia wanita penyihir yang memberitahukan ku cara untuk menangkap mu" ucar Seigfried seraya langsung mencari tempat untuk bersembunyi.


"Oh, benarkah. Berarti aku harus menyapanya" ucap Yvvone kemudian.


"Halo manusia" ucap Yvvone dari belakang kedua orang tersebut.


Dua orang tersebut menoleh kebelakang mencari tahu siapa yang baru saja berbicara.


"Oh, tak kusangka aku akan bertemu si jenius Arcane disini. Sayangnya aku sedang tidak punya banyak waktu untuk obrolan hangat" jawab si perempuan.


"Aku tidak memerlukannya. Aku hanya ingin bertanya, dari mana kau bisa tahu tentang ramuan pelemah sihir? Juga bagaimana cara mu mencuri batuan itu dari Tiere?"

__ADS_1


"Hahaha, kapan-kapan ku beri tahu, sekarang kami sedang buru-buru" perempuan Narva itu meletakan tangannya di depan mulut.


"Kupikir kalian sedang berlibur ditempat ini, kenapa harus buru-buru?" Tanya Yvvone kemudian.


"Kami hanya ingin mengambil sesuatu yang disimpan di desa ini" ucap perempuan itu seraya kembali menatap kedepan.


Tampak 5 Bijak Yllgarian itu sudah berada di hadapan dua penyusup tersebut.


"Serahkan gelang Scion pada kami, dan kami akan pergi dengan damai dari sini. Atau kalian bisa memilih untuk binasa" ucap perempuan itu kemudian kepada para Bijak tersebut.


"Gelang Scion?" Terlihat kelima Yllgarian yang dituakan itu memiliki reaksi dan ucapan yang sama saat mendengar perkataan perempuan Narva itu tadi.


"Gelang Scion? Kalian memiliki gelang tersebut ditempat ini?" Kali ini Yvvone yang terkejut mendengarnya.


"Tidak ada gelang itu di desa ini. Kami tidak memilikinya" jawab si burung hantu.


"Baiklah kalau kalian tidak ingin memberikannya, kami akan cari sendiri" ucap perempuan Narva tersebut kemudian mulai merapal sesuatu.


Lalu perempuan itu menghantamkan tongkatnya ke tanah. Dan puluhan tombak batu mencuat dari dalam tanah menghancurakan segala yang ada di atasnya.


Tampak banyak warga Yllgarian yang terluka setelah tombak-tombak tadi kembali masuk kedalam tanah. Beberapa Yllgarian menerima luka yang cukup fatal dan langsung menghembuskan nafas terakhir mereka.


Semua rumah penduduk yang terbuat dari anyaman bambu itu hancur tanpa sisa. Kini hanya barang-barang rumah tangga saja yang terlihat berserakan.


"Ck, tidak disembunyikan dalam gubuk-gubuk itu ternyata" ucap perempuan itu kecewa.


"Hei perempuan Narva, kamu sudah membuatku kesal" ujar Yvvone yang sudah berdiri dibelakang dua penyusup tersebut.


Segera pria Morra yang membawa tombak kapak tadi melakukan gerakan menyabet diudara. Dan tiba-tiba sisi kiri dan kanan tempat pria itu berdiri, meledak tanpa sebab.


Pria itu baru saja membelah pisau angin milik Yvvone yang tak terlihat oleh mata.


"Apa itu Rhongomyniad?" Yvvone terlihat tidak percaya saat menatap tombak kapak milik pria itu secara teliti.


"Wah, ternyata kau tahu juga" ucap perempuan Narva itu dengan terlihat bangga yang dibuat-buat.

__ADS_1


"Bagaimana kalian bisa mendapatkan senjata mistik tersebut?"


"Sudah ku bilang lain kali saja. Sekarang kami sedang sibuk" jawab perempuan Narva tersebut seraya mengeluarkan sihir tanahnya untuk membuat tombak di bawah kaki Yvvone.


Tapi Yvvone terlalu gesit untuk diserang dengan cara seperti itu.


Lalu setiap ada kesempatan, Yvvone segera mengeluarkan sihir angin nya kearah perempuan Narva tersebut. Namun dengan gesit pula pria Morra itu selalu berhasil menebas bilah angin Yvvone.


Karena merasa bila seperti itu terus tidak akan ada gunanya, Yvvone segera bergerak maju menuju kearah kedua orang tersebut dengan masih menghindari tombak yang terus bermunculan ditempatnya berpijak.


.


Dan begitu sosok mungil Yvvone masuk dalam jangkauan tebasan, ksatria Morra itu segera mengayunkan tombaknya kearah Yvvone. Yang begitu bilah kapaknya hampir menyentuh kepala Yvvone, angin yang bergerak memutari tubuhnya merubah arah bilah kapak tersebut dan meloloskan Yvvone meluncur kearah perempuan Narva tersebut.


Perempuan itu segera membuat perlindungan dengan membangun tembok dari tanah dihadapannya. Namun dengan cepat Yvvone mengeluarkan pusaran angin dan menghantam tembok pelindung sekaligus perempuan Narva itu.


Setelahnya Yvvone segera bergerak mundur dengan cepat. Menjaga jarak dari ksatria Morra bertombak tadi.


Melihat perempuan Narva itu terlempar keangkasa karena sihir angin Yvvone, ksatria Morra tadi segera berlari sekuat tenaga menuju kearah Yvvone seraya menyiapkan tombaknya untuk menusuk. Dan setelah merasa dalam kecepatan yang tepat ksatria itu melombat tinggi keatas, kemudian memasang posisi tombak siap menukik kebawah menghujam Yvvone.


Yvvone segera mengantisipasinya dengan menyiapkan sihirnya untuk menyerang pria itu saat ia masih ada diudara. Namun saat Yvvone melancarkan serangannya matanya disilaukan oleh cahaya tepat dibelakang pria tersebut yang membuat arah serangan Yvvone meleset.


Dan sepersekian waktu sebelum ia hendak melompat untuk menghidari terjangan ksatria Morra bertombak tersebut. Sudut mata Yvvone melihat ada satu lagi sosok dibelakang pria tersebut yang juga sedang dalam posisi menghujam kearahnya.


Mengetahui hal tersebut Yvvone berinisiatif melompat dua kali kebelakang untuk mengantisipasi.


Dan benar saja begitu lompatan Yvvone yang pertama berhasil menghindarkannya dari terjangan tombak ksatria Morra itu tadi. Lompatan keduanya kebelakang berhasil menghindarkan serangan tidak terduga dari perempuan Narva yang tadi ia terbangkan ke angkasa.


"Wah, benar-benar seorang jenius" ucap perempuan Narva itu yang setelah baju penyihirnya terkoyak, tampak plat logam pelindung yang sama seperti yang digunakan oleh si ksatria Morra.


"Apa itu Gungnir?" Terdengar Yvvone makin tidak percaya melihat tongkat sihir perempuan Narva itu menancap separuh kedalam tanah.


Perempuan Narva itu menarik dan kemudian memutar tongkat sihirnya yang kini baru terlihat bahwa itu bukanlah sebuah tongkat sihir, melainkan sebuah tombak yang memiliki batu kristal pada pangkalnya.


-

__ADS_1


__ADS_2