Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
19. Jamuan Hangat


__ADS_3

"Ini baru yang dinamakan pesta" Ujar Aksa kemudian setelah semua makanan sudah terhidang seluruhnya.


Berjajar tiga wadah dari tembikar lebar yang berisi daging dengan tampilan yang menggoda selera. Dua mangkok tembikar kecil yang berisi acar dan saos berwarna coklat muda, lalu sebuah guci periuk sedang berisi sop berwarna bening yang memperlihatkan sayur dan tulang daging didalamnya.


"Ini pertama kalinya kami melihat makanan seperti ini. Apakah ini makanan khas Azzure?" Tanya Nata kemudian.


"Oh, bukan semua. Karena kami seorang nomad yang melakukan perjalanan dari timur ke barat, selatan ke utara, jadi kami banyak belajar membuat jenis makanan dari berbagai wilayah" Jelas Fatima dengan sopan.


"Wah, jadi ini makanan dari berbagai tempat di dunia ini?" Kali ini Aksa yang bertanya seraya menunggu seorang gadis yang membagikan sebuah piring tembikar.


"Hanya daratan utara dan selatan saja, tidak sampai seluruh dunia" ucap Fatima tampak tersipu, yang lalu ditimpali Lumire dengan tawa yang renyah.


"Apakah ini daging rusa pangggan? Apakah anda menambahkan sesuatu saat memanggangnya? Karena daging rusa kami siang tadi jelas tidak seenak ini" Tanya Nata saat mulai menyantap salah satu daging yang ada di sebuah wadah tembikar lebar yang dialasi daun.


"Benar, ini masakan suku Quna di selatan. Mereka merendam daging dengan air hangat berisi daun rempah sebelum kemudian memanggangnya" Jelas Fatima lagi.


"Masakan dari selatan ya? Bukannya tiga tahun ini anda tinggal di selatan tuan putri? Kenapa masakan anda tidak seenak ini" celetuk Aksa yang langsung dibalas dengan tatapan tajam dari Lucia.


"Bocah tak tau diuntung" ucap Jean yang erlihat berang.


"Apakah anda menjual bahan-bahan untuk memasak makanan ini?" Tanya Nata kemudian.


"Tidak semua kami jual, tapi kami punya untuk kami pakai sendiri"


"Apakah setelah ini kami boleh melihatnya?"


"Kalian tertrik dengan bahan untuk memasak? Kalian pemuda yang aneh" ujar Fatima yang kali ini direspon tawa kecil oleh beberapa wanita dibelakang wanita baya tersebut.


"Setiap orang punya kegemaran mereka masing-masing Fatima" kali ini ucap Lumire.


"Itu hal wajar, karena mereka bukan laki-laki sejati" kali ini Jean menyeletuk.


"Tidak masalah buat kami untuk tidak dianggap laki-laki sejati, asal kami bisa makan enak tiap hari" balas Aksa yang kemudian menyuapkan daging kemulutnya.

__ADS_1


"Baiklah, setelah ini akan saya tunjukan"


"Terima kasih"


-


"Kalian tampak sangat beragam. Jadi hendak kemana rombongan kalian ini?" Tanya Lumire ketika mereka sudah selesai makan. Aksa dan Nata sedang asik di salah satu kereta dibelakang dengan para wanita.


"Kami hendak ke Dyms" jawab Lucia yang mulai mengikuti yang lain duduk memutari api unggun.


"Ada keperluan apa kalau boleh saya tau?" Tanya Lumire dengan nada terdengar cemas. "Karena semenjak sang raja wafat dua bulan yang lalu kerajaan Estrinx sedang dilanda perang saudara. Kacau sekali disana. Apa lagi kotaraja nya" jelasnya kemudian seraya meniupkan asab tembakau keluar dari mulutnya.


"Oh, raja Estros wafat dua bulan yang lalu?" Tampak Lucia sedikit terkejut.


"Benar. Menurut kabar burung, beliau keracunan saat sedang mengadakan makan malam kerajaan" jelas Lumire yang membuat Lucia terdiam sejenak. Seolah sedang membayangkan sesuatu.


"Terima kasih atas perhatiannya tuan Lumire. Tujuan kami ke Dyms adalah hendak menemui sang Oracle. Kami akan mencoba menghindari kotaraja kalau begitu" Jawab Lucia kemudian dengan sopan.


"Ternyata dari bahan-bahan tersebut ada beberapa yang sering Lily kumpulkan" ucap Aksa tiba-tiba yang baru datang bergabung dengan mereka.


"Beruntung sekali ada dirombongan tuan Lumire" ucap Nata kali ini seraya ikut duduk mengelilingi api unggun.


"Kalian bisa ikut kami bila kalian mau" ujar Lumire dengan tertawa.


"Hendak menuju kemana anda setelah ini tuan Lumire?" Nata bertanya kemudian.


"Kami akan menuju ke kota Garya diwilayah Elbrasta lima hari kearah barat laut. Mungkin sebulan kami disana sebelum melanjutkan perjalanan menuju ke selatan" jelas Lumire.


"Oh, sayang sekali kami akan ke utara, ke tempat desa Oracle" jawab Aksa lesu.


"Padahal saya ingin berbincang mengenai perdagangan dan wilayah dataran ini. Ya, tapi apa boleh buat kami harus ke utara" kali ini Nata yang berucap lesu.


"Kalian berdua ini memang pemuda yang menarik" ujar Lumire dengan tawa, "apakah kalian ke Dyms untuk berziarah?" Tanya Lumire menambahi.

__ADS_1


"Bukan. Kami bukan hendak Berziarah. Kami ada keperluan untuk bertemu dengan beliau" Kali ini Lucia yang menjawab.


"Oh, kukira kalian penganut Istar"


"Apa itu Istar?" Tanya Nata ke Aksa.


"Semacam agama" bisik Aksa kemudian.


-


Paginya mereka saling berpamitan dan kemudian berpisah jalan.


"Bila memungkinkan jauhi kotaraja dan kota-kota dagang di wilayah pusat" Lumire menambahi wejangan kepada Lucia saat mereka sudah mulai bersiap-siap untuk berangkat.


"Baik tuan Lumire, saya akan mengingat hal tersebut. Kami akan memutari wilayah tengah kerajaan" jawab Lucia mengerti.


"Sekali lagi saya berterima kasih, karena telah membantu adik dan serigala saya" kali ini ucap Selene seraya membungkuk pendek. Sementara tampak serigala miliknya masih terbaring di sebuah gerobak kecil di belakang.


"Terima kasih, karena sudah menyelamatkan saya dan Popo" kali ini Andele yang berucap seraya membungkuk kecil.


"Semoga kita bisa bertemu lagi ya" ucap Lucia kemudian menanggapi.


"Terimalah ini. Di utara udaranya dingin, hanya dengan pakaian seperti itu kalian akan cepat sakit" ucap Fatima kali ini yang memberikan gulungan kulit hewan, yang saat di buka adalah mantel bulu yang tebal.


"Tapi ini terlalu banyak" ujar Lucia saat mendapati pengelana Azzure tersebut memberikan 9 mantel bulu pada mereka.


"Sudah terima saja" ujar Lumire kemudian.


"Iya terima saja" kali ini Aksa yang menimpali.


Lucia menatap tajam kearah Aksa, yang kemudian mulai berkata pada Lumire. "Terima kasih tuan Lumire, anda benar-benar orang baik. Semoga kalian selalu baik-baik dan dalam lindungan para dewa."


"Kalian juga, jaga diri baik-baik, dan semoga kita bisa bertemu lagi"

__ADS_1


Dan kemudian setelahnya rombongan Aksa dan Nata berangkat meninggalkan rombongan pengelana Azzur menuju ke timur laut.


-


__ADS_2