Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
17. Analisa dan Rancangan


__ADS_3

Genap sebulan dari semenjak rombongan Aksa berangkat menuju tanah Pharos. Dan setelah mereka kembali, kini Aksa mengumpulkan semua orang untuk memberikan laporannya dan sekaligus membuat perencanaan.


Pertemuan itu diikuti oleh Nata, Aksa, Lily, Val, trio pemburu, Couran, Ellian, dan Haldin. Dalam tenda Nata.


"Lalu bagaimana laporannya Aks?" Ucap Nata meminta Aksa untuk memulai saat semua orang sudah siap dalam tenda tersebut.


"Sebenarnya tempat ini begitu strategis juga begitu rawan. Di sisi utara berbatasan dengan kerajaan, disisi selatan juga berbatasan dengan kerajaan, disisi barat ada lautan, disisi timur nya ada gunung aktif dan lautan" Aksa menjedah penjelasannya.


"Wilayah utara yang berbatasan langsung dengan wilayah Elbrasta adalah wilayah dengan banyak sekali lembah yang dalam dan tebing yang berdiri tinggi. Perbedaan tingkat ketinggian dataran nya terlalu jauh, sehingga membuat tempat itu terasa terlalu kecil untuk sebuah kota gerbang. Kita perlu jalan memutar karena lembah dan tebing tersebut. Dan juga disisi luar wilayah itu mengalir satu-satunya sungai paling dekat dengan wilayah Pharos keseluruhan" tambahnya kemudian.


"Dan menurutmu apa yang bisa kita lakukan untuk wilayah itu? Apa kita harus membangun jalan lurus diantara lembah dan tebing itu ke area yang lebih besar lagi untuk sebuah kota?" Nata bertanya.


"Kalau menurutku sih, sayang membiarkan wilayah itu begitu saja. Tebing-tebing nya bisa memberikan kita benteng perlindungan alami"


"Bagaimana dengan membangun kota diantara lembah-lembah tersebut?"


"Kalau saran ku, kita bisa penuhi lembah-lembah itu dengan air, dan membangun kota di wilayah yang lebih luas setelahnya. Jadi disamping kita mendapat kemudahan akses dengan perahu atau jembatan apung diatas air, juga benteng alami nya tetap kita dapat kan"


"Hm, berarti kita harus membuat sebuah bendungan besar untuk itu"


"Ke barat dari wilayah tadi ada sebuah area yang sangat luas. Kita bisa membuat perkebunan gandum atau peternakan diarea itu. Juga dinding tebing sisi utaranya berjajar persis dengan aliran sungai disisi luarnya. Aku melihat sebuah tebing yang sangat lebar dibanding yang lainnya di antara wilayah tersebut. Kita bisa gali dan dan tambal supaya tebing itu menjadi sebuah bendungan. Disamping kita bisa tarik air tak jauh dari sumbernya" lanjut Aksa kembali menjelaskan.

__ADS_1


"Dari situ kita buat aliran sungai dan menariknya kesegala arah. Oke, kita buat seperti itu. Lanjut Aks"


Sisa orang yang ada dalam ruang itu hanya terdiam antara tidak mengerti dan kagum mendengar perbincangan dua pemuda itu.


"Sisi barat kita punya wilayah pantai berbukit dan berkarang terjal. Sangat tidak menguntungkan untuk sebuah kota dermaga. Tapi pantai itu berhadapan langsung dengan laut Barat, jalur perdagangan laut yang menghubungkan dataran utara dengan dataran selatan. Sedang di pesisir sisi selatannya terdapat satu wilayah yang sedikit lebar dan memiliki pantai yang tampaknya bisa kita pakai untuk membudidayakan satwa laut"


"Tapi?" Nata bertanya karena melihat wajah Aksa seperti mengisyaratkan ada sesuatu yang kurang.


"Ada desa nelayan di tempat itu. Karena hanya melihat dari ujung tebing jadi aku tidak bisa memastikan desa itu"


"Mungkin kita bisa ajak mereka untuk ikut membangun pantai sisi barat. Baiklah kita tunda dulu sisi barat. Lanjutkan Aks"


"Setelah pantai itu ada di wilayah yang disebut Ceruk Bintang. Tempat pertama kita tiba. Tempat itu sangat sulit untuk dibangun sebuah kota. Mungkin bisa di lembah sisi bawahnya, hanya saja kemungkinan tidak akan bisa berkembang. Namun hal bagus yang ku dengar dari tuan Couran, kemungkinan tempat itu memiliki sumber mineral yang besar. Karena sejarah mengatakan lembah besar itu terbentuk dari sebuah bintang jatuh"


"Benar"


"Baiklah, lanjutkan"


"Ke ujung selatan ada wilayah yang berbatasan langsung dengan kerajaan selatan Urbar. Wilayah ditempat itu tak beda dengan wilayah di perbatasan utara. Padas, kering, dan berbatu. Hanya saja area ini lebih menguntungkan. Karena memiliki sebuah tanah luas yang dikelilingi oleh tebing cadas yang tinggi. Yang membuatnya sangat cocok untuk membangun sebuah kota. Hanya saja akses dari dan menuju wilayah tengah sangat sulit. Karena perbedaan ketinggian tanah, yang mengharuskan kita menaiki dan menuruni sebuah lereng terlebih dahulu.


"Berati tempat ini cocok untuk sebuah kota gerbang?"

__ADS_1


"Namun karena sisi kiri dan kanan tempat itu adalah lautan, membuatnya jauh dari sumber air bersih. Satu-satunya cara adalah kita mengambilnya dari pegunungan di sisi timur"


"Berarti yang perlu kita pikirkan adalah akses yang mudah, dan sumber air bersih. Baiklah kalau begitu, lanjutkan Aks"


"Sekarang kita sampai pada daerah paling subur dari keseluruhan wilayah Pharos ini. Di sisi Timur ada sebuah gunung yang disebut Sekai. Gunung ini masih aktif. Dan disisi barat wilayah ini terdapat bukit dan lembah yang sangat subur, juga hutan yang membentang di sisi selatan gunung" Aksa menjedah.


"Di sisi timur gunung ini adalah pantai berhutan tropis. Tidak ada jalan yang mudah untuk menuju ke pantai sisi timur ini kecuali kita berlayar memutar entah dari dataran selatan atau utara. Sedang wilayah subur dari gunung tersebut terisolasi oleh tebing tinggi yang disebut-sebut dengan Tembok Sekai. Yang membuat satu-satunya jalan untuk memasuki area pegunungan itu dari tengah wilayah Pharos adalah dengan mendaki tebing terjal itu" lanjutnya kemudian.


"Baiklah. Berarti wilayah timur akan kita gunakan sebagai sumber daya pertanian dan mungkin juga penghasil kebutuhan kayu kita. Sedang untuk wilayah tengah ini, apakah wilayah ini layak huni?"


"Menurutku wilayah ini adalah yang paling bagus untuk membuat sebuah kota yang diharap berkembang. Karena disamping datarannya landai dan luas, juga memiliki akses ke semua sisi wilayah. Yang harus kita lakukan untuk wilayah tengah ini hanya membuat jalan yang menghubungkannya ke setiap wilayah. Dan dapat dipastikan kota yang dibangun ditempat ini akan berkembang dengan pesat"


"Baiklah bila begitu, kita akan tarik kesimpulannya. Sumber daya alam untuk kemandirian kota kita sudah semuanya terpenuhi. Kita punya perairan dan pantai. Kita punya dataran tinggi dan gunung aktif. Kita punya dataran luas yang cocok untuk berkebun dan berternak. Juga kita punya lembah yang mungkin berisi sumber mineral dan hutan untuk kebutuhan kayu. Berarti rencana pertama dari semua hal itu adalah akses jalan dan sumber air"


"Oh, satu lagi. Wilayah tengah punya jurang besar di sisi utara dan selatannya. Meski kita bisa membuat jalan kecil memutar di pinggiran jurang nya untuk lewat, tapi tidak memungkinkan untuk sebuah sungai melewatinya"


"Jadi bagaimana menurutmu?"


"Kita harus membuat aliran sungai memutar lebih jauh ke sisi barat baru setelah itu kita bisa menggunakan Aqueduct untuk mengalirkan ke wilayah tengah"


"Ok, baiklah kalau begitu. Oh iya, bagaimana dengan kalian? Apakah ada yang hendak kalian tanyakan atau usulkan? Kami menerima segala ide dan pendapat" ucapa Nata kemudian kepada yang lain. Yang hanya di tanggapai dengan kesunyian.

__ADS_1


Peta Pharos



__ADS_2