Catatan Dinasti Seribu Tahun

Catatan Dinasti Seribu Tahun
18. Niat Baik I


__ADS_3

Selesai sarapan dan berbincang sebentar, akhirnya Nata pamit dari tempat Lumire dan Bintang Api. Setelah ini mereka akan menuju ke perkemahan Yllgarian untuk menyampaikan penawaran yang sudah direncanakan oleh Nata sebelumnya.


"Maaf tuan Nata, tapi apakah sebenarnya tadi anda sedang meminta ijin kepada mereka untuk menempatkan para Yllgarian disana?" Terdengar Luke si serigala berkaki dan bertangan buntung itu bertanya, karena merasa penasaran.


"Benar sekali, tuan Luke. Karena bisa saja mereka merasa terganggu dengan datangnya banyak orang secara tiba-tiba" jawab Nata ditengah mereka menuju ke tenda Nata.


"Jadi, siapa sebenarnya mereka? Bukankah tanah ini milik tuan putri Lucia? Kenapa anda tidak langsung saja meminta ijin pada beliau?" Luke masih tidak mengerti mengapa Nata meminta ijin kepada orang-orang tersebut.


"Hahaha, seharusnya memang seperti itu. Tapi sebenarnya kami sudah memberi tuan Lumire sejumlah tanah diwilayah tadi. Jadi untuk sopannya kita harus bertanya pada orang yang tinggal diwilayah tersebut, bukan?" Jelas Nata kemudian sambil masih tetap tertawa kecil setelah selesai berucap.


"Oh, seperti itu ternyata. Berarti tuan Lumire itu setingkat bangsawan?" Kali ini James yang memastikan.


"Bukan. Kami tidak akan membawa pembagian kasta tersebut kedalam kota ini kelak. Semua orang akan sama ditempat ini. Tidak peduli itu bangsawan atau rakyat biasa, ksatria atau budak, penyihir atau buruh, Yllgarian atau Elf. Semuanya sama" jawab Nata menjelaskan.


"Benarkah?" Fla tampak tertarik begitu mendengar ucapan Nata tadi.


"Dan lagi, bila tiap kali kami memberikan tanah ke seseorang, dan orang itu akan dianggap sebagai seorang bangsawan, maka itu berarti semua orang di tanah ini adalah bangsawan" tambah Nata kemudian yang langsung ditimpa tawa oleh Loujze, Deuxter, dan Huebert diatas kuda mereka disamping kereta.


Tampak orang-orang dari desa Fla tidak paham dengan ucapan Nata, dan kenapa tiga pemburu itu tertawa.


"Mengapa seperti itu, tuan Nata?" Fla segera bertanya.


"Karena, kami memberi tanah untuk mereka yang mau menjadi penduduk dan bersedia ikut bekerja membangun tanah mati ini" jawab Nata yang masih sedikit-sedikit tertawa.


"Benarkah? Apakah itu untuk semua orang?" Kali ini James tampak tertarik.


"Apakah kami juga bisa?" Luke juga tampak tertarik juga.


"Bukankah kalian sudah memiliki tanah di desa dibalik dinding itu. Bukankah disana lebih subur dibanding tempat ini?" Terdengar Nata sedang memastikan.


"Benar juga" ucap James kemudian.


"Tapi bicara tentang desa kami, bukankah sekarang wilayah itu juga menjadi milik tuan putri Lucia? Jadi bagaimana dengan nasib kami?" Fla bertanya. Terlihat ada sedikit kekuatiran dimatanya.

__ADS_1


"Kami tidak berniat untuk melakukan apapun terhadap desa-desa yang sudah ada lebih dulu di tanah ini. Seperti di pantai barat juga tampaknya ada sebuah desa nelayan" Nata menjedah. " Sebisa mungkin kami akan menjalin kerjasama yang saling menguntungkan. Dan bila memang desa tersebut tidak menginginkannya, bukan masalah juga buat kami. Asall jangan sampai jadi musuh saja" lanjutnya kemudian.


"Wah syukurlah kalau begitu" tampak kelegaan dimata Fla.


-


Setibanya di tenda Nata, mereka segera melanjutkan perjalanan mereka menuju ke perkemahan sementara para Yllgarian, di utara.


Dan bersama dengan Lucia, Orland, Jean, dan Caspian, rombongan Fla, trio pemburu, dan Nata turun menuju ke perkemahan bawah.


Tampak semua Yllgarian menatap rombongan besar itu saat mendekati perkemahan.


Namun tiba-tiba ada satu Yllgarian memanggil, "Luke?" Tampak sesosok macan kumbang perempuan yang mengenakan baju terusan panjang berwarna biru lusuh.


"Maria?!" Tampak Luke juga sama terkejutnya melihat ada Yllgarian yang ia kenal.


"Kupikir kau sudah mati. Syukurlah kau bisa selamat. Bagaimana kau bisa sampai di tempat ini?" Tampak gadis macan kumbang itu tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Sudah dua kali ia mengusap mata untuk memastikan.


"Ceritanya panjang. Kau bersama rombongan ini?" Tanya Luke kemudian.


"Anu, tuan-tuan. Perkenalkan ini teman ku, Maria. Dulu kami tinggal di desa yang sama di hutan barat, sebelum desa tersebut diserang bandit" ucap Luke memperkenalkan Maria kepada yang lain.


"Salam kenal, saya Maria" ucap macan kumbang itu membungkuk kecil seraya meletakkan tangan kanannya di dada. Sebagai bentuk penghormatan.


"Jangan sungkan bila kalian ingin melanjutkan perbincangan kalian, silahkan. Pasti banyak hal yang ingin kalian bicarakan" ujar Nata yang melihat gelagat Luke, yang tampak tidak sabar ingin bercerita banyak hal dengan teman yang sudah lama tidak bertemu.


"Kalau begitu saya permisi tuan-tuan, nona-nona" ujar Luke kemudian seraya mengajak Maria mencari empat yang nyaman untuk berbincang.


Dan setelah Luke pergi meninggalkan rombongan, sisanya melanjutkan tujuan mereka menuju ke tenda pemimpin rombongan Yllgarian tersebut.


Terlihat Yvvone di depan salah satu tenda. Sedang berbincang dengan seorang Morra, yang tampaknya hanya pria itu satu-satunya manusia yang datang bersama para Yllgarian.


"Halo nona Yvvone, selamat pagi" Nata menyapa.

__ADS_1


"Oh, pagi. Apakah kalian berbondong-bondong kemari untuk bertemu dengan ketua rombongan ini?" Ucap Yvvone yang tampak tidak terlalu perduli untuk membalas sapaan Nata dengan pantas. Dan langsung dilanjut dengan pertanyaan.


"Benar"


"Dan sepertinya, kalian membawa orang baru?" Terlihat Yvvone memiringkan kepalanya menatap Fang.


"Oh, perkenalkan beliau adalah Fang. Beliau ingin membantu untuk melakukan mediasi dengan ketua rombongan ini" jelas Lucia kemudian.


"Dan, sepertinya ada yang belum kami kenal?" Kali ini Nata yang balik bertanya melihat pria Morra di samping Yvvone.


"Oh, dia. Namanya Seigfried. Dia seorang bandit" jawab Yvvone cepat, mengenalkan seorang pria Morra yang kira-kira lebih muda sedikit dari Couran. Rahangnya lancip, dan rambutnya ikal terlihat kumal.


"Maksudnya?" Kali ini Caspian yang bertanya tampak penasaran.


"Hei, Elf sial! Jangan ngomong sembarangan" tampak pria Morra bernama Seigfried itu tidak terima dengan ucapan Yvvone.


"Dia yang ditugaskan untuk menculiku, kalian masih ingat kan, ceritaku kemarin?" Yvvone menjawab dengan tenang, tanpa memperdulikan keluhan Seigfried.


"Lalu kenapa dia bersama anda sekarang?" Caspian bertanya lagi kali ini dengan sikap lebih waspada.


"Apakah dia berbahaya?" Orland bertanya kuatir.


"Tenang saja. Dia bukan orang jahat kok. Dia cuma pengecut saja. Dia tak akan melakukan apapun yang dapat membahayakan kalian atau tanah ini" ucap gadis Elf itu menjelaskan.


"Dasar, Elf kurang aja!" Terdengar Seigfried mengerang marah.


"Baiklah kalau anda berkata seperti itu, saya mempercayai perkataan anda" saut Lucia kemudian, yang sepertinya tidak disetujui oleh Caspian dan Orland.


Mendengar ucapan Lucia, Yvvone hanya mengangkat jempol kanannya sambil tersenyum, "ayo, kuantar kalian bertemu dengan para ketua" ucap gadis Elf itu kemudian.


"Para ketua?" Terlihat Nata bertanya-tanya.


"Dalam aturan sebuah desa Yllgarian dengan banyak klan adalah, bahwa setiap klan harus memiliki satu perwakilan dalam pengambilan keputusan yang menyangkut keseluruhan desa. Mereka menyebutnya Para Bijak" Fang membantu menjelaskan kepada Nata.

__ADS_1


"Oh, begitu. Jadi seperti parlemen" ucap Nata kemudian seraya berjalan mengikuti Yvvone.


--


__ADS_2