
Di sebuah rumah mewah, seorang wanita hampir paruh baya kini tengah berbincang dengan gadis cantik berpakaian sedikit terbuka sehingga sedikit memperlihatkan aset miliknya. Ia adalah Jovanka aletta, gadis yang akan di jodohkan dengan anak laki laki sulung tampannya, Felix Fiswanata Martin.
"Tante, apa setiap hari Felix memang mengurus pabrik tante? ". Tanya Jovanka sambil meminum secangkir teh yang di suguhkan Bu Inez
"Iyaa sayang, sebentar lagi pasti pulang. Tante sudah menelpon nya kok tadi". Jawab Bu Inez sambil tersenyum
Jovanka Alleta adalah anak dari sahabat Bu Inez, Jovanka baru selesai menyelesaikan study nya di Perth. Ia pulang ke Indonesia atas permintaan ibu nya yang ingin menjodohkannya dengan pria tampan Felix Fiswata Martin. Meskipun tidak saling mengenal, Jovanka setuju setuju saja dengan perjodohan itu. Meskipun Felix belum menentukan mau atau tidak.
"Anii.. ohh ani...kuyy makan siangg". Suara nyaring seorang pria yang tak lain adalah Abian Malik yang sangat bersemangat saat akan makan siang bersama Berli
"Iyaa Bian, tapi aku mau solat dzuhur dulu sebentar. Kamu ga mau solat juga? ". Jawab Berli
"Ahh iyaa lupa, ya udah kita ke mushola bareng ya" . Jawab Abian semangat
Mereka pun memutuskan untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim, karena sudah memasuki waktu dzuhur akhirnya mereka melaksanakan solat dzuhur di mushola. Mushola terlihat tidak begitu banyak yang datang, mungkin karena sebagian sudah melaksanakan solat sejak tadi.
Degg,,, saat tiba tiba sepasang mata melihat kebersamaan dua insan yang kini akan melaksanakan solat. Pemilik mata itu tak lain adalah Felix yang telah melaksanakan solat juga. Felix yang melihat kebersamaan Berli dan Abian terasa bergemuruh di dada nya. Entah apa yang Felix rasakan, bahkan diri nya pun tidak mengerti. Ia bergegas segera pergi sebelum pikirannya benar benar kalut.
......................
~Di kantin
"Mau makan apa cantik?". Tanya Abian yang sejak tadi menatap Berli yang sibuk membuka buka buku menu
"Ayam geprek aja, sama es teh hehe". Jawab Berli
__ADS_1
"Pilih aja yang enak, mahal juga gapapa biar aku yang traktir". Ucap Abian sambil tersenyum
"Ahh udahlah ini aja, aku lagi mau ayam geprek. Lagi gausah lah bian, biar aku bayar sendiri, aku ada kok". Jawab Berli
"Gapapa sekali kali aku traktir, oke?. Jangan nolak pleasee". Pinta Bian sambil memasang wajah memelas
"Berarti bisa dong traktir saya". Tiba tiba suara pria yang nyaring terdengar di telinga mereka, mereka tak kalah terkejut, karena pemilik suara itu adalah pria tampan yang gagah yaitu Felix. Entah sejak kapan Felix mengintip mereka saat tengah makan siang, rasanya Felix tidak tahan dan ingin menggangu kebersamaan mereka. Felix tiba tiba datang dan duduk di bangku tepat di sisi Berli.
"Es batu?". Ucap Berli tidak menyangka ia akan bertemu kembali dengan pria yang menolong nya malam itu.
"Ani, siapa dia?, kamu kenal?". Tanya Bian terheran
"Aku teman nya, kenapa?. Jawab Felix ketus
"Kenapa kamu bisa ada di sini?". Tanya Berli bingung
"Tapi bisa kan cari tempat duduk lain, ganggu orang aja". Sahut Bian kesal.
"Kan bisa cari tempat duduk lain, aku ingin disini, hak lah" jawab Felix dingin
"Hmm udahlah Bian gapapa, kita makan siang bertiga kan ga masalah". Jawab Berli sambil tersenyum
"Tenang saja, aku tidak mau di traktir olehmu, aku punya uang sendiri". Jawab Felix ketus
Terlihat wajah Bian yang tadinya berseri seketika berubah menjadi wajah kecewa. Bian sebenarnya ingin menghabiskan waktu mengobrol dengan Berli meskipun hanya sebentar, tapi Felix malah datang tanpa di undang sehingga membuat Bian risih dan kesal.
__ADS_1
Terlihat senyum penuh kemenangan tersirat di pinggir bibir Felix, ia memang berencana mengganggu mereka berdua hahaha jail ga tuh?
"Bagaimana si pria es batu ini ada di sini?. Apa dia juga bekerja di pabrik ini?, tapi kok aku gapernah liat". Ucap Berli dalam hati
Suasana di meja itu terlihat hening tanpa siapapun berbicara, Felix si pengganggu hanya diam. Hatinya begitu bahagia bisa duduk di samping wanita yang selalu ada dalam pikirannya. Meskipun cara nya salah, ia tetap senang atas kemenangannya. Sementara Abian terlihat sangat kecewa karena tiba tiba Felix datang mengacaukan suasana.
"Kamu ada disini?, apa bekerja di sini juga?". Suara lembut yang memecahkan keheningan seketika terdengar di meja yang super sepi itu, itu adalah suara Berli.
"Ya". Jawab Felix dingin. Membuat Abian semakin kesal
"Dihh, siapa lu datang datang rebut meja orang, jawabnya ketus lagi, ngapain coba ganggu orang aja". Balas Abian kesal.
"Hmm". Sahut Felix dingin tidak mempedulikan Bian
Tak berselang lama, pesanan pun datang dan mereka memakan makanan yang mereka pesan
"Dasar ceroboh". Ucap Felix sambil mengusap pipi mulus Berli yang ternoda bumbu ayam
"Ehh". Ucap Berli yang terkejut saat pipi nya di usap Felix
Bian yang menyaksikan langsung kejadian itu pun dadanya bergemuruh panas di bakar api cemburu, ia benar benar kesal. Padahal ia sudah berusaha untuk makan siang berdua tapi malah kacau
"Udah, apa apaan sih udah ganggu, bikin kacau aja". Ketus Bian sambil menyingkirkan tangan Felix dari pipi Berli
Felix hanya tersenyum puas melihat kelakuan Bian, ia sama sekali tidak marah di sebut pengacau, toh emang sengaja hahha
__ADS_1
Mereka pun menyelesaikan makan dengan perasaan tak menentu. Bian yang kesal, Felix yang puas, Berli yang kebingungan dengan sikap 2 pria tampan yang ada di depannya.