
"Besok adalah hari yang akan membuat nya mengingat semua dosa dosa yang pernah dia lakukan pada kita. Kau harus bersiap untuk semuanya". Ucap sang kakak kepada sang adik di sebrang telpon
"Semua harus berjalan sesuai rencana kita kak. Wanita itu harus merasakan penderitaan yang kita rasakan". Jawab sang adik tersenyum menyeringai
"Baiklah. Jaga dirimu. Kita bertemu nanti". Ucap sang kakak menutup telpon nya.
"Baik".
......................
"Baiklah Felix. Sepertinya aku harus pulang, malam mulai larut. Aku takut mengganggu waktu istirahat mu. Sewaktu waktu aku akan mengunjungi mu lagi". Ucap Ozcan berpamitan. Mereka memang sudah membicarakan semua hal yang mereka alami selama berpisah
"Baiklah. Jaga dirimu baik baik. Aku akan menemui mu nanti". Ucap Felix tersenyum
"Assalamualaikum.. ". Ucap Ozcan berlalu pergi
__ADS_1
"Waalaikumsalam". Jawab Felix
"Ternyata Ozcan datang. Aku ingin sekali menemui anak itu. Tetapi Felix pasti masih marah padaku". Gumam Bu Inez yang berada di jendela kamarnya. Ia melihat kedatangan Ozcan disana
Tiba tiba ponsel nya berbunyi, tanda ada pesan masuk. Sontak Bu Inez langsung membuka nya, karena ia takut itu adalah pesan yang penting
"Kau ingat aku? Aku lah bayi yang kau renggut kebahagiaan nya. Aku lah anak yang kau pisahkan dari keluarga nya. Dan aku adalah anak yang hampir kau bunuh. Sekarang kau akan mempertanggung jawabkan setiap penderitaan yang ku alami INEZ PERTIWI!".
Pesan itu membuat Bu Inez seketika membanting ponsel nya ke kasur. Ia benar benar terkejut saat membaca pesan dari nomor yang tidak di ketahui itu
"Tidak mungkin. Anak itu tidak mungkin masih hidup. Ini bohong. Anak itu sudah ku bunuh. Ini pasti bohong". Ucap Bu Inez tak percaya. Ia mengacak kasar rambut nya karena merasa rapuh
**
"Jaga ibumu baik baik. Mungkin ia akan sengsara".
__ADS_1
"Sial! Siapa sebenarnya orang ini? Aku pikir mereka sudah berhenti menerorku. Apa yang mereka inginkan!". Ucap Romi menggerutuki hal itu
"Apa aku harus membicarakan hal ini pada kak Felix?. Ah tidak. Kak Felix baru saja mendapat masalah. Aku tidak mungkin menambah nya lagi. Tetapi apa yang harus aku lakukan? Aku benar benar bingung". Ucap Romi kembali. Pikiran nya benar benar kalut
**
"Kartika. Ya.. Apa mungkin ia mulai berbuat macam macam padaku? Apa wanita itu melanggar janjinya karena aku tidak memberikan uang lagi padanya?. Sial. Aku harus menemui wanita itu. Dan Rida, apa akal wanita itu sudah kembali? Tidak. Aku tidak akan pernah membiarkan semya itu terjadi". Ucap Bu Inez yang mulai cemas akan semua kemungkinan yang terjadi
......................
"Aku sudah tahu semuanya paman. Aku sudah menemui Bu Rida. Aku benar benar tak tega melihat keadaan nya". Ucap Aditya kepada paman nya yang tak lain adalah Pak Idris
"Ya.. Begitulah ia sekarang. Keadaannya sangat memperihatinkan. Mental nya benar benar hancur". Jawab Pak Idris
"Mengapa ada orang setega itu melakukan kejahatan?". Ucap Aditya sambil berpikir keras
__ADS_1
"Dalam hidup ini banyak sekali rintangan. Terutama dalam menghadapi sesama manusia. Manusia kadang kala bisa menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginan nya. Di dunia ini orang baik bisa di katakan hanya sedikit, maka dari itu.. Jadilah salah satunya nak". Ucap Pak Idris lembut
"Iya paman. Tentu saja.. Aku akan berbuat baik selagi aku bisa. Dan aku akan berbuat adil dalam melakukan sesuatu". Ucap Aditya tersenyum